Connect with us

Hiburan

Rilis Lagu, Deolipa Project “Kembalilah Sayang & Datang Dalam Kenangan”.

Published

on

Janoerkoening, Jakarta – Deolipa Project merupakan group band yang beraliran country rock. Adalah Deolipa Yumara selaku pencipta lagu dan juga vokalisnya. Bertempat di Diradja Hotel, Tendean Jakarta Selatan, Kamis (23/9/2022), Deolipa Project kembali merilis single terbaru di bulan September 2022 ini.

Deolipa Yumara menyebut, Deolipa Project adalah Band dengan personil 6 orang yang terdiri dari ; Deolipa Yumara (lead vocal), Arya Setyadi (Bass), Eghy (Keyboard & Sequencer), Eta (Lead Gitar), Leo Agustri (Drum), Fikri Khair (Second Gitar)

“Kini Band ini sengaja merilis dua single terbarunya yang diberi judul “Kembalilah Sayang” dan “ Datang Dalam Kenangan” pada tanggal 22 September 2022 ini satu bulan setelah konser tunggal perdana Deolipa Project di Bidakara Jakarta,” ungkap Deolipa dalam jumpa persnya (23/9).

Lebih lanjut, Deolipa Yumara mengatakan, bahwa lagu “Kembalilah Sayang ” dan “Datang Dalam Kenangan’” ini merupakan single ke-16 dan ke -17 dari Deolipa Project.

“pada dua single terbarunya Deolipa Project kembali mengeluarkan lagu bertema cinta dengan musik yang sebagian besar diwarnai oleh string dan permainan solo gitar,” pungkasnya.

Lagu ini ditulis oleh sang lead vocal, Deolipa Yumara, yang juga berprofesi sebagai pengacara, dengan aransemen musik dikerjakan oleh Arya Setyadi.

Kedua single ini sama-sama bercerita tentang cinta yang pernah singgah pada masa lalu namun kemudian menghilang.

Ada cinta yang diharapkan untuk kembali, namun ada pula yang dibiarkan menjadi kenangan indah.

Untuk yang penasaran dengan kedua lagu ini, kedua single sudah dapat dinikmati di semua platform music digital seperti iTunes, Joox, Apple Music, Spotify, dll.

Sedangkan video klip dari lagu “Kembalilah Sayang” sudah tayang di akun Youtube Deolipa Project Channel. (Amhar)

Continue Reading

Hiburan

23 Tahun Berkarya, Badai Launching Album ‘Cinta, Hidup dan Wanita’

Published

on

By

Janoerkoening, Jakarta – Siapa yang tak mengenal Doadibadai Hollo atau yang akrab disapa Badai. Seorang musisi kenamaan yang karyanya selalu mengena di hati penggemar.

Peraih 4 Anugerah Musik Indonesia dan sejumlah penghargaan musik lainnya termasuk memenangkan 3 penghargaan tingkat Asia serta Multi Platinum Awards di tahun 2022 ini kembali mencetak rekam jejak baru bertajuk Karya Terbaik Badai ‘Cinta, Hidup dan Wanita’ 23 Tahun Berkarya bersama GMI Records dan KFC Indonesia

“Angka 23 ini adalah anugerah Tuhan di sepanjang karir saja di industri musik Indonesia. Sampai detik ini saya bersyukur bertemu dengan para penyanyi berkarakter yang menjadikan karya saya selalu dihari penggemar,” ucap Badai di acara peluncuran album di KFC Kemang, Jakarta Selatan pada Rabu (21/9/2022)

Album ini merupakan kumpulan terbaik Badai yang dirangkum jadi 11 lagu hits dan satu lagu yang dibawakan oleh Badai, ‘Kita Pasti Bahagia’. Kesebelas karyanya itu seperti, ‘Aku Cuma Punya Hati’, ‘Bila Rasaku Ini Rasamu’, ‘Melamarmu’, ‘Lagu Rindu’, ‘Tapi Bukan Aku’, ‘Cinta Datang Terlambat’, ‘Jangan Rubah Takdirku’, ‘Mengenangmu’, ‘Demi Cinta’, ‘Kejujuran Hati’, ‘Kita Pasti Bahagia’, ‘Sepanjang Usia’.

Karya karya Badai inilah yang kemudian dibawakan kembali oleh sejumlah penyanyi, Elmatu, Regina Ivanova, Dudi Oris, Mytha Lestari, Arizky, Sharen Fernandez, Rayen Pono, Cynthia Gabriella, Ricky Rantung, TRU dan Indah Kus.

“Pemilihan penyanyi dilandasi dengan hubungan baik dengan teman teman. Saya orangnya sangat detail rldan ‘ribet’. Lagu saya harus bersenyawa dengan penyanyinya. Terbukti dari mereka adalah jebolan acara pencarian bakat. Lagu saya ini harus panjang umurnya,” ucap Badai penuh semangat.

Di akhir acara, Badai pun berharap kedepannya terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi penikmat musik Indonesia.

“Semoga saya masih bisa melanjutkan terus tradisi lagu lagu cinta ini terus dan terus dengan kesederhanaan hati dan ketulusan rasa untuk semua yang selalu mencintai karya karya saya,” pungkas Badai. (Amhar)

Continue Reading

Hiburan

Buktikan Eksistensi di Blantika Musik, UNGU Rilis Album Baru “Self- titled.”

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – UNGU kembali membuktikan eksistensi mereka di blantika musik Indonesia lewat album terbaru. Karya terkini band yang beranggotakan Pasha (vokal), Enda (gitar), Oncy (gitar), Makki (bass), dan Rowman (drum)

Hal ini merupakan self-titled album berisi 11 lagu yang di antaranya sudah rilis lebih dulu, yakni “Bismillah Cinta” featuring Lesti Kejora, “Setelah Kau Pergi”, “Mengharapkanmu”, dan “Andai Ku Tahu / Laa Illaha Ilallah” yang berduet dengan Rhoma Irama.

“Pandemi virus corona selama dua tahun terakhir ini membuat UNGU menunda untuk berproses kreatif. Kini, setelah kondisi dunia sudah mulai kondusif, akhirnya kami mantap untuk merilis album baru. Sebenarnya, proses rekamannya lumayan cepat, tidak sampai sebulan sudah rampung Hanya saja, kami mengalami kendala dalam urusan waktu,” ucap Enda (6/9/2022).

Di saat yang bersamaan, UNGU juga mempersembahkan “Dasar Hati” sebagai single ke-4 album selftitled mereka. “Dasar Hati” bercerita tentang rasa sakit seseorang yang telah memberikan segalanya pada sang pujaan hati, namun tetap tidak cukup.

Lagu ciptaan Pasha tersebut dipilih karena sangat kuat dalam merepresentasikan musik UNGU selarna ini. Tak hanya Pasha, Enda, dan Oncy pun turut menyumbang suara di lagu “Dasar Hati”.

Lewat album terbaru ini—selain membuktikan eksistensi—, UNGU juga membuktikan bahwa kelima anggotanya beserta kru, manajemen, dan Trinity Optima Production sebagai label yang menaungi mereka sejak 2002 masih tetap kompak.

“Kami bersyukur dan bahagia bahwa, di usia yang tidak lagi muda, kami masih bisa berkarya bersama. Merilis album adalah sesuatu yang prestise bagi karni. Mudah-mudahan album ini bisa memotivasi banyak orang bahwa berkarya sesungguhnya tak kenal usia dan waktu,” kata Enda.

“UNGU adalah band yang posisinya sudah dewasa dalam konteks karya dan sudah melewati banyak fase dan cerita. UNGU juga merupakan band yang tidak pernah ditinggalkan oleh fansnya, Cliguers. Lalu, ada beberapa lagu religi di album ini karena kami tidak hanya dikenal sebagai band pop saja, tapi juga band religi dan ini adalah kesimpulan dari jati diri UNGU. Jadi, album terbaru kami ini menjelaskan itu semua, yakni kerinduan, kesabaran, dan kekuatan.

Kami sudah rindu berat dengan industri ini. Kami rindu tampil di panggung, kami rindu pada Cliguers, dan kami rindu merilis karya. Ada sesuatu yang berbeda dan misterius di album ini. Saya merasa seperti kembali ke era kami merilis alburn “Demi Waktu”. Kami optimis album ini akan mendapat tempat di hati masyarakat,” jelas Pasha.

Dwi Santoso, Head A&R (Music Production & Talent Scouting) Trinity Optima Production mengungkapkan,
“Album self -titled ini dikonsepkan untuk mengobati kerinduan penggemar UNGU setelah mereka sudah lama sekali tidak merilis album penuh, yang mana terakhir adalah “Mosaik” di tahun 2015. Kenapa se/ftitled, karena UNGU sudah menjadi sebuah entitas yang besar di industri musik, bak sebuah brand Rekam jejak UNGU dari mulai prestasi dan jumlah hits mereka tak terhitung, yang mana hal itu membuat UNGU menjadi salah satu legenda dari sejarah permusikan Indonesia.

“Mereka juga menjadi tonggak terkait perilisan lagu-lagu religi yang dilakukan sebuah band Sesuai dengan artwork mereka yang mana menampilkan kursi director, kelima anggotanya sudah ada di fase itu dan sudah matang secara personal,” tutup Dwi Santoso, Head A&R (Music Production & Talent Scouting) Trinity Optima Production. (Amhar)

Continue Reading

Hiburan

Buktikan Eksistensi di Blantika Musik, UNGU Rilis Album Baru “Self- titled.”

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – UNGU kembali membuktikan eksistensi mereka di blantika musik Indonesia lewat album terbaru. Karya terkini band yang beranggotakan Pasha (vokal), Enda (gitar), Oncy (gitar), Makki (bass), dan Rowman (drum)

Hal ini merupakan self-titled album berisi 11 lagu yang di antaranya sudah rilis lebih dulu, yakni “Bismillah Cinta” featuring Lesti Kejora, “Setelah Kau Pergi”, “Mengharapkanmu”, dan “Andai Ku Tahu / Laa Illaha Ilallah” yang berduet dengan Rhoma Irama.

“Pandemi virus corona selama dua tahun terakhir ini membuat UNGU menunda untuk berproses kreatif. Kini, setelah kondisi dunia sudah mulai kondusif, akhirnya kami mantap untuk merilis album baru. Sebenarnya, proses rekamannya lumayan cepat, tidak sampai sebulan sudah rampung Hanya saja, kami mengalami kendala dalam urusan waktu,” ucap Enda.

Di saat yang bersamaan, UNGU juga mempersembahkan “Dasar Hati” sebagai single ke-4 album selftitled mereka. “Dasar Hati” bercerita tentang rasa sakit seseorang yang telah memberikan segalanya pada sang pujaan hati, namun tetap tidak cukup.

Lagu ciptaan Pasha tersebut dipilih karena sangat kuat dalam merepresentasikan musik UNGU selarna ini. Tak hanya Pasha, Enda, dan Oncy pun turut menyumbang suara di lagu “Dasar Hati”.

Lewat album terbaru ini—selain membuktikan eksistensi—, UNGU juga membuktikan bahwa kelima anggotanya beserta kru, manajemen, dan Trinity Optima Production sebagai label yang menaungi mereka sejak 2002 masih tetap kompak.

“Kami bersyukur dan bahagia bahwa, di usia yang tidak lagi muda, kami masih bisa berkarya bersama. Merilis album adalah sesuatu yang prestise bagi karni. Mudah-mudahan album ini bisa memotivasi banyak orang bahwa berkarya sesungguhnya tak kenal usia dan waktu,” kata Enda.

“UNGU adalah band yang posisinya sudah dewasa dalam konteks karya dan sudah melewati banyak fase dan cerita. UNGU juga merupakan band yang tidak pernah ditinggalkan oleh fansnya, Cliguers. Lalu, ada beberapa lagu religi di album ini karena kami tidak hanya dikenal sebagai band pop saja, tapi juga band religi dan ini adalah kesimpulan dari jati diri UNGU. Jadi, album terbaru kami ini menjelaskan itu semua, yakni kerinduan, kesabaran, dan kekuatan.

Kami sudah rindu berat dengan industri ini. Kami rindu tampil di panggung, kami rindu pada Cliguers, dan kami rindu merilis karya. Ada sesuatu yang berbeda dan misterius di album ini. Saya merasa seperti kembali ke era kami merilis alburn “Demi Waktu”. Kami optimis album ini akan mendapat tempat di hati masyarakat,” jelas Pasha.

Dwi Santoso, Head A&R (Music Production & Talent Scouting) Trinity Optima Production mengungkapkan,
“Album self -titled ini dikonsepkan untuk mengobati kerinduan penggemar UNGU setelah mereka sudah lama sekali tidak merilis album penuh, yang mana terakhir adalah “Mosaik” di tahun 2015. Kenapa se/ftitled, karena UNGU sudah menjadi sebuah entitas yang besar di industri musik, bak sebuah brand Rekam jejak UNGU dari mulai prestasi dan jumlah hits mereka tak terhitung, yang mana hal itu membuat UNGU menjadi salah satu legenda dari sejarah permusikan Indonesia.

“Mereka juga menjadi tonggak terkait perilisan lagu-lagu religi yang dilakukan sebuah band Sesuai dengan artwork mereka yang mana menampilkan kursi director, kelima anggotanya sudah ada di fase itu dan sudah matang secara personal,” tutup Dwi Santoso, Head A&R (Music Production & Talent Scouting) Trinity Optima Production. (Amhar)

Continue Reading

Trending