Connect with us

KELUARGA MUSLIM

Indonesia Butuh Strategi Kebudayaan di Tengah Pusaran Global

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan bahwa kebudayaan Indonesia saat ini dihadapkan pada pusaran arus globalisasi yang sangat dinamis dan multi dimensional.

Meski demikian, Indonesia tidak memerlukan ”revolusi kebudayaan”, tetapi membutuhkan ”strategi kebudayaan” untuk bisa bertahan, “ungkap” Wamenag saat memberikan sambutan pada Multaqa Lembaga Seni, Budaya dan Peradaban Islam Majelis Ulama Indonesia, di Hotel Sari Pacifik Thamrin Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Kegiatan ini digelar selama 2 hari yakni, 2 – 3 Agustus 2022 sebagai rangkaian Milad ke-47 MUI yang diperingati setiap 26 Juli.

Indonesia, kata Wamenag, memiliki pengalaman sejarah berkenaan dengan seni dan budaya yang pernah menjadi alat propaganda ideologi yang bertentangan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Wamenag tambahkan, tantangan saat itu dapat dijawab secara bijak dan persuasif oleh para seniman dan budayawan muslim dengan membentuk wadah yaitu: Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) yang digerakkan oleh tokoh-tokoh seperti Buya Hamka, Bahrum Rangkuti, Junan Helmy Nasution, H. Sudirman, dan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) yang dilahirkan oleh tokoh-tokoh seniman Djamaluddin Malik, Usmar Ismail, Asrul Sani dan kawan-kawan.

Sejarah mencatat HSBI yang berafiliasi ke Masyumi dan Muhammadiyah, dan LESBUMI berafiliasi ke NU, memiliki peran yang sangat penting di masa lalu, terutama dalam mengadvokasi politik seni dan budaya yang berpijak pada nilai-nilai agama sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

“Dalam konteks kekinian, sarana dan media seni-budaya generasi millennial tidak boleh kehilangan orientasi keindonesiaan sebagai bangsa yang beragama dan berbudaya ketimuran dengan menjunjung tinggi norma-norma kesopanan,” jelasnya.

”Dalam pandangan hidup muslim, tidak dapat dibenarkan liberalisasi seni dengan slogan “seni untuk seni”. Tetapi seni dan budaya sebagai karya cipta manusia tidak boleh dipisahkan dari tujuan hidup manusia sebagai hamba Allah,” sambungnya.

Seni dan budaya, kata Wamenag, tidak boleh dijauhkan dari tujuan pembangunan manusia dan masyarakat yang bermoral, beragama, dan berkeadaban. Di temgah arus budaya global dan teknologi informasi, umat Islam dan bangsa Indonesia harus memiliki ketahanan kultural dalam memilah dan memilih unsur-unsur budaya dari luar yang tidak bertentangan dengan pandangan hidup masyarakat.

“Ketahanan kultural paling kokoh adalah yang bersumber dari pandangan hidup, akidah dan way of life yang kita yakini, yaitu ajaran dan nilai-nilai agama. Jangan kita menjadi bangsa yang terombang-ambing dalam arus perubahan, menjadi bangsa yang rapuh dan kehilangan kepribadian di tengah pusaran budaya global,” pesan Wamenag. (Amhar)

Continue Reading

KELUARGA MUSLIM

Tausyiah Di Menteng 58, Ketum DPP KNPI Tekankan Kemandirian Ekonomi

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Malam nuzulul quran menjadi momentum berharga bagi umat Islam yang terjadi di bulan Ramadan. Di banyak daerah di Indonesia, Nuzulul Qur’an diperingati dengan berbagai cara.

Nuzulul quran adalah malam diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa nuzulul quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadan.

Untuk itu, pengurus Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) Peringati malam Nuzulul Qur’an dengan bingkai ‘Mari Kita Ciptakan Generasi Akhlakul Qur’an’ di Masjid Al-Fataa, Menteng 58, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh jajaran pengurus PP GPI, masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta diisi tausyiah oleh Ust. Muhammad Ryano Pandjaitan L.c.

Ust. Muhammad Ryano menjelaskan bagaimana Rasulullah berakhlak dalam kehidupannya. Salah satunya ialah saat kita hendak bertamu, tidaklah kita menghadap kedepan melainkan ke kanan atau kiri pada saat mengetuk pintu. Hal itu dikarenakan agar tidak langsung melihat kedalam rumah, sedetail itulah agama Islam mengajarkan kita untuk berakhlak dan beradab.

“Sahabat Nabi juga pernah bertanya pada Aisyah, bagaimana kepribadian Rasulullah? Lalu Aisyah menjawab, Rasulullah mempunyai kepribadian yang Qur’ani,” pungkas Ryano.

Selain itu, Ust. Ryano juga berharap pemuda dan Da’i saat ini juga harus menjadi enterpreneur tujuannya ialah agar mandiri secara ekonomi. Karena kita ketahui bersama saat ini perangnya sudah melalui ekonomi, sebab dalam dunia pun harus memiliki ilmunya begitupun akhirat.

“Hal mendasar itulah sebagai gagasan kedepannya, untuk rekan-rekan aktivis juga harus menjadi jiwa entrepreneurship atau disebut aktivis preneur yang mandiri, kreatif dan inovatif dalam menyongsong era 5.0,” harapnya.

Diwaktu yang sama, Ketum PP GPI Diko Nugraha juga mengapresiasi atas kehadiran Ust. Muhammad Ryano yang juga sebagai Ketum DPP KNPI. Diko menyatakan, baru kali pertama DPP KNPI mempunyai Ketum yang seorang Mujaddid, semoga ini menjadi titik perjuangan juga kebangkitan pemuda generasi Al-Qur’an yang berakhlak mulia yang tidak terpuruk dan tertindas oleh kedzaliman.

“Kalau Presiden secara umum yaitu Jokowi, sedangkan Ust. Muhammad Ryano ialah Presiden pemudanya,” ujar Diko dengan diiringi takbir.

Perlu diketahui, sambung Ketum GPI, Muhammad Ryano merupakan sosok enterpreneur muda lulusan Mesir yang religius, kegiatan pertama Ryano pasca pemilihan DPP KNPI beberapa waktu lalu dirinya bersama jajarannya langsung mengagendakan safari ramadan ke markas PP GPI dengan mengisi tausyiah dalam kegiatan keagamaan.

Kegiatan tersebut juga Ketum DPP KNPI bersama PP GPI berbagi dengan puluhan Tahfiz cilik sekaligus buka bersama. (Amhar)

Continue Reading

KELUARGA MUSLIM

Pimpinan Pusat Syarikat Islam Resmi Melantik Pengurus DPP, di Lanjutkan Rapat Pleno

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam menggelar Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam Masa Jihad 2021-2026 dilanjutkan dengan Rapat Pleno I DPP Syarikat Islam, Senen, 28 Maret 2022, Pukul 10.00 s.d. 21.00 WIB di Flores Room Hotel Borobudur Jakarta

Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva dalam sambutannya mengatakan, Syarikat Islam merupakan organisasi Islam tertua dan memiliki sejarah panjang dalam proses kemerdekaan Indonesia.

Hamdan mengatakan program utama Syarikat Islam adalah mengembangkan dakwah ekonomi untuk kemandirian umat dan bumiputera.

“Selain dakwah ekonomi, Syarikat Islam menyoroti perkembangan masalah sosial dan agama untuk melindungi ulama dan umat,” ungkapnya.

Terkait penetapan susunan, Hamdan menyebut, Majelis Tahkim/Kongres Nasional ke-41 Syarikat Islam telah menetapkan Susunan dan Personalia Pengurus Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Masa Jihad 2021-2026

“Penetapan Pengurus tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan Majelis Tahkim/Kongres ke-41 Syarikat Islam,” ujarnya.

Selain penetapan Hamdan juga menyebut, Bahwa Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Masa Jihad 2021-2026 memiliki kewenangan untuk menyusun kelengkapan komposisi dan personalia kepengurusan dengan membentuk Majelis Siyasah dan Kader Kebangsaan Syarikat Islam

“Hal ini menjadi bagian dari Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah yang kedudukannya bersifat otonom untuk mengembangkan pelaksanaan program-program khusus dan strategis bagi kemajuan Syarikat Islam,” pungkasnya. (Amhar)

Continue Reading

KELUARGA MUSLIM

Bangkitkan Budaya Organisasi, PERTI Tata Pendidikan, Dakwah, dan Amal Sosial

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – PERSATUAN Tarbiyah Islamiyah (Perti) kembali melakukan evaluasi untuk menata dan membangkitkan budaya organisasi terkait bidang pendidikan, dakwah, dan amal sosial.

“Kita akan menata kembali proses pendidik, dakwah, dan amal sosial untuk organisai yang lebih maju dan baik.” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perti Zulkarnain Khamsya kepada media usai acara Pengukuhan  DPP Perti Masa bakti 2022–2027 di Hotel Balairung, Matraman

Zulkarnain mengatakan pertama, dirinya akan menginventarisasi seluruh lembaga-lembaga pendidikan yang meliputi madrasah ibtidaiyah, madrasah tarbiyah Islamiyah, sekolah dasar dan lembaga pendidika di bawah naungan Perti.

“Itu coba kita inventaris kembali. Kita kembali meningkatkan potensi-potensi yang ada di lembaga tersebut. Kenapa? Karena kondisi-kondisi lembaga lembaga pendidikan itu agak berbeda-beda. Ada yang kadang-kadang mengecil dan berkembang itu yang pertama-tama kita arahkan,” ujar Zulkarnain.

“Kedua, kita ke depan bagaimana menggalang segala potensi yang ada di warga Perti yang selama ini terlupakan oleh Perti. Bagaimana itu potensi-potensi yang selama itu terabaikan,” imbuhnya.

Dorong generasi muda “Yang ketiga, di bidang organisasi, kita harus memberikan suatu alih generasi ke depan sesuai dengan perkembangan zaman. Kenapa? Karena generasi sekarang tentu jauh berbeda sekali dengan periode-periode sebelumnya,” jelas Zulkarnain.

Ia mengingatkan untuk melibatkan generasi lebih aktif dalam Perti perlu pemahaman bagaimana keinginan mereka. “Ini yang perlu kita coba untuk ditata kembali,”

“Bahwasanya dulu banyak terbentuk, adanya Pemuda Islam Perti, pelajarnya, kemahasiswaannya dan sekarang agak tertidur. Ini coba kita bangkitkan kembali bagaimana generasi muda itu di dalam organisasi ini dalam rangka mengembangkan Islam itu sendiri,” ujar Zulkarnain.

“Berarti kalangan muda turut terlibat aktif  untuk berdakwah. Mereka juga turut  mengembangkan dan meningkatkan kualitas organisasi Perti,” imbuhnya.

Terkait tantangan zaman, Zulkarnaen  menikai bahwa generasi sekarang lebih gesit. Karena itu, Perri harus mempersiapkan program-program yang mampu membuat mereka memiliki daya saing dan terlibat aktif dalam organisasi. (Amhar)

Sumber: media Indonesia

Continue Reading

Trending