Connect with us

Uncategorized

DPR dan OJK Didesak Lindungi Nanabah dari Kejahatan Asuransi Unitlink

Published

on

Janoerkoening, Jakarta – Dunia asuransi di Indonesia sangat menyedihkan, Mereka begitu mudahnya menjadikan uang masyarakat sebagai bancakan para penguasa asuransi. Apakah hal ini akan dibiarkan terus berlangsung?

Itulah ungkapan Maria Trihartati, koordinator korban Asuransi Unitlink Indonesia, saat
Komunitas Asuransi Unitlink yang berasal dari sejumlah perusahaan asuransi seperti Prudential, AIA dan AXA Mandiri dll menyampaikan aspirasinya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/12/2021).

Dalam RDP, Komunitas Asuransi Unitlink meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membenahi dan merespons keluhan masyarakat yang telah menjadi korban kejahatan asuransi unitlink.

“Penutupan sekitar tiga juta polis asuransi selama masa pandemi Covid-19 sudah seharusnya menjadi sinval agar Pemerintah (DPR dan terutama OJK) mengambil peran aktif untuk melindungi masyarakat dari kejahatan Asuransi Unitlink,” ujar Maria.

Maria sangat mengapresiasi undangan dari DPR untuk mempertemukannya dengan sejumlah stakeholders asuransi. Permasalahan dan jeritan masyarakat dari korban asuransi unitlink ini tak hanya sekadar didengar oleh para wakil rakyat yang ada di DPR.

“Tetapi kami mendesak agar dibantu penyelesaian masalah ini. Kami tidak minta uang diganti oleh para anggota DPR dan OJK tetapi kami minta kepada DPR dan OJK untuk mendesak semua perusahaan asuransi beserta bank tempat penjualan produk asuransi untuk bertanggung jawab atas semua yang terjadi,” kata ibu rumah tangga asal Lampung ini.

Maria yang menjadi korban asuransi AIA, Prudential dan AXA Mandiri menjelaskan
produk unitlink ini merupakan produk rumit. Alasannya, kata dia, produk asuransi ini
dicampur investasi dimana biaya yang dibebankan kepada nasabah sangat banyak

“Mulai dari biaya akusisi, cetak polis, switching, manajer investasi, asuransi, administrasi, tarik tunai, cuti premi, tutup polis, serta semua risiko investasi,” urainya

Dia tambahkan, masalah itu menjadi muncul karena semua biaya itu yang menanggung adalah nasabah. Bukankah ini sangat menguntungkan perusahaan?” tanya Maria.

Dari banyaknya biaya tersebut, Maria menyayangkan karena semua risiko investasi
itu justru nasabah yang menanggung. Nasabah juga tidak pernah mengetahui kemana dan siapa manager investasi yang mengelola dananya.

Intinya kata dia hasil investasi itu tak sebanding bahkan malah berbanding terbalik antara biaya yang harus di bayar dengan hasil Investasinya. Perusahaan selalu untung, nasabah selalu buntung.

“Tujuan dari asuransi adalah mengurangi risiko, tetapi dengan membeli produk unit link maka risiko itu justru menjadi berlipat ganda, apalagi nasabah harus bayar biaya biaya seumur hidup.” jelas Maria mengeluh.

Dari banyaknya keluhan nasabah unit link semasa pandemi Covid-19 ini, Maria juga
menyesalkan sikap OJK yang dinilai lalai untuk melindungi konsumen. Sudah seharusnya OJK menjadi pihak berwenang untuk membantu menyelesaikan semua masalah ini.

“Bukankah itu tujuan pendirian OJK oleh UU Nomor 21 tahun 2011 dimana OJK mengumandangkan bahwa mereka memiliki Komisioner Edukasi dan Perlindungan konsumen (EPK), namun nyatanya semua hanya iklan sponsor,” ujar Maria.

Jadi sangat tidak perlu kalau kami harus sampai mengadu ke DPR, Ombudsman RI,
Kapolri, Kementerian Keuangan bahkan Presiden. Tetapi karena kami sudah mengadu ke OJK dan tidak mendapatkan tanggapan yang sesuai tanpa solusi

“Maka dengan berat hati kami harus lakukan pengaduan ini kepada para wakil rakyat di DPR. Kami hanya mencoba ingin membuktikan bisakah, mampukah, dan masih adakah keadilan bagi kami?” ujar Maria. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Agustinus Nahak: Dirgahayu RI Ke-77 Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Puji dan syukur marilah Kita senantiasa panjatkan kepada Tuhan, karena pada hari ini Kita diberi karunia sehat untuk menghadiri dan merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-77 pada 17 Agustus tahun 2022.

Pada hari ini, kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-77. Sepatutnya kita bersyukur atas nikmat merdeka yang telah diberikan berkat perjuangan para pahlawan melawan para penjajah di negeri kita dahulu. “Ucap” Agustinus Nahak ketua FBN Bali dan HAMI Bersatu Bali kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/8/2022)

“Pada 17 Agustus 1945 silam Ir. Soekarno, membacakan pidato proklamasi kemerdekaan, sekaligus menyatakan bahwa Indonesia telah merdeka dari penjajahan.
Hari ini, sudah 77 tahun berlalu sejak Ir. Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia membacakan teks proklamasi. Kini, kita bisa merasakan nikmat merdeka dan merayakan kemerdekaan ini dalam rangka menghormati jasa para pahlawan terdahulu. “Lanjutnya.

“Sebagai warga negara Indonesia yang merasakan kedamaian dan kenikmatan sebagai bangsa yang merdeka, sudah sepatutnya kita melanjutkan perjuangan para pahlawan terdahulu dengan menghargai jasa-jasanya dengan memajukan dan menjaga Tanah Air Indonesia. Seluruh warga negara Indonesia dari berbagai generasi berkewajiban untuk menjaga dan mengembangkan Indonesia,”Ulas Agustinus Nahak

“Terutama, sebagai generasi muda penerus bangsa, kita memiliki andil besar untuk meneruskan cita-cita bangsa ini. “Tukasnya

“Dirgahayu RI Ke-77 Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat, “tegas Agustinus Nahak

Lipsus: Jalal

Continue Reading

Uncategorized

Gaungkan Semangat Pembumian Pancasila, TBN Series Kunjungi Musium Kepresidenan Di Istana Bogor

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Semangat pembumian Pancasila dan bela negara yang selalu digaungkan oleh Panitia Nasional Touring Bela Negara Series (TBN series) dibuktikan dengan kembali digelarnya acara “Kunjungan TBN series ke Museum Kepresidenan Istana Bogor”, yang dihelat pada Minggu, 14 Agustus 2022.

Puluhan peserta yang mewakili ratusan komunitas dibawah TBN Series, menggunakan moment perayaan 17 Agustus 2022 ini dengan melakukan short touring yang di awali dengan berkumpul dititik kumpul rest area KM 10 tol Jagorawi, dilanjutkan dengan melakukan perjalanan melintasi tol Jagorawi menuju Istana Bogor tempat Musium berada.

Ketua Panitia Nasional TBN Series Irwantoko SP, yang akrab disapa “Adoy” menjelaskan, Panitia Nasional TBN Series dan seluruh peserta merasa beruntung, karena diijinkan untuk melihat Musium Kepresidenan Republik Indonesia yang dibangun semasa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

“Kita ingin mengajak para komunitas atau klub otomotif melalui perwakilannya di TBN Series, agar lebih banyak mengenal sejarah, melalui musium, agar dapat membangkitkan semangat nasionalisme, sambil kita juga melakukan hobi otomotif”, kata ‘Adoy’ pria ramah ini berapi-api, saat ditemui dipintu masuk Istana Bogor, Jalan Ir. Juanda no.1, Kota Bogor, Jawa Barat.

TBN Series sendiri adalah, kumpulan dari ratusan komunitas kendaraan roda 4 se – Jabodetabek yang setiap bulannya selalu menggelar beragam acara menarik dan selalu memasukkan agenda pembumian Pancasila dan bela negara disetiap kegiatannya, hal ini dikuatkan dengan pernyataan Ketua Presidium TBN Series Donny Pur, kita ingin mengajak perwakilan club/komunitas, agar nantinya juga dapat menularkan apa yang dilihatnya kepada anggota-anggotanya, supaya nantinya mereka bersama-sama dengan club/komunitasnya juga ingin mendatangi musium kedepannya.

Sekedar informasi di bulan Agustus 2022 ini, bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia, “kami menggelar 2 acara yaitu, kunjungan ke Musium Kepresidenan Istana Bogor, dan diakhir bulan juga menggelar kunjungan silaturahmi ke Kapal Perang Indonesia (KRI) di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok,” tandas Donny Pur didampingi oleh Humas Nasional TBN Series Jeremy Timothy, Bendahara Henny Agustina, dan Ahmad Sujay, serta Gunawan dari Panitia Nasional TBN Series.

Senada dengan hal tersebut, ditemui secara terpisah di lingkungan Istana Bogor, Herman Ketua Umum Toyota Agya Daihatsu Ayla mengatakan, “kami sangat tertarik berpartisipasi dalam acara ini, karena baru kali ini kami bisa masuk kelingkungan Istana Bogor dan juga sekaligus melihat koleksi-koleksi peningggalan sejarah para presiden di Republik ini,” kata pria yang hobby touring ini yang diamini oleh Vian Dwi Yanto Dari Toyota Rush Club Indonesia, Dini Rosdiana Dewi dari Blazer Adventure Team, Gideon Sarumaha dari Daihatsu Terios Nusantara, serta Arie Nurma Asih dari Honda Jazz Club Indonesia.

Museum Kepresidenan Istana Bogor atau disebut Balai Kirti ini adalah dari bahasa Sanskerta yang artinya “Ruang menyimpan kemasyuran.” Musium yang berada didalam kompleks Istana Kepresidenan Bogor, dan dibangun khusus untuk menampilkan kisah sejarah pemerintahan para Presiden Indonesia dari Ir. Soekarno, HM. Soeharta, Prof. BJ. Habibie, KH. Abdurahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, hingga Susilo Bambang Yudhoyono.

Gagasan pembangunan musium dicetuskan oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2012, dan diresmikan pada tanggal 18 Oktober 2014.

Tampak para peserta, dari berbagai macam klub atau komunitas diantaranya adalah Daihatsu Xenia Indonesia Club, Honda Accord Executive, Mitsubishi Expander Indonesia, Wuling Jakarta Raya, Carens Club Indonesia, serta lainnya, yang sangat antusias saat memasuki wilayah lingkungan Istana Bogor.

Editor : Amhar

Continue Reading

Uncategorized

Terkini! Festival Cioko (Sembahyang Arwah) Lancar dan Sukses di Vihara Budha Cikung

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Terlihat antusias berbagai unsur masyarakat dari lintas sosial dan sektor hadir di Festival Cioko atau yang akrab disebut Sembahyang Arwah.

“Kita bersyukur bahwa Festival Cioko (Sembahyang Arwah) hari ini berjalan lancar dan menjadi kebahagiaan bersama bahwa berbagai unsur masyarakat ikut hadir. “Ujar Tommy ketua Vihara Budha Chikung kepada segenap awak media di Jakarta, Jum’at (12/8/2022)

Sebagaimana diketahui bahwa Festival Cioko (Sembahyang Arwah) adalah sebuah tradisi perayaan dalam kebudayaan Tionghoa. Perayaan ini jatuh pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan Tionghoa. Di mana ada kepercayaan bahwa dalam kurun waktu satu bulan ini, pintu alam baka terbuka dan para arwah beruka ria berpesiar ke alam manusia

“Hikmah dari perayaan ini adalah perjamuan kepada arwah-arwah leluhur dan kepedulian kepada fakir miskin. Ini adalah wujud dari makna terdalam Festival Cioko yang intinya membawa berkat bagi semua. “Lanjut Tommy

“Terima kasih kepada semua unsur yang telah membantu kegiatan ini sehingga bisa terlaksana dengan lancar dan sukses, kami tidak bisa menyebutkan secara rinci (satu persatu). “Tandas Tommy

“Setelah perayaan selesai, barang-barang persembahan akan diberikan kepada khalayak (masyarakat) sebagai simbol penghormatan terhadap arwah-arwah leluhur. “Tegas Tommy

Lipsus: Jalal

Continue Reading

Trending