Connect with us

IPTEK

Bappenas Gelar Sosialisasi Penyelenggaraan Satu Data Indonesia Tingkat Pusat dan Daerah

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Sosialisasi dan Asistensi Asesmen Penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI) di Tingkat Pusat dan Daerah dengan mengundang 85 Kementerian/Lembaga tingkat pusat serta 34 Pemerintah Daerah Provinsi pada tanggal 29 November – 3 Desember 2021 secara hybrid di Hotel Harris Vertu Harmoni Jakarta.

Acara ini dilaksanakan untuk memetakan perkembangan, tantangan dan hambatan pelaksanaan SDI sebagai upaya untuk menguatkan peran penyelenggara SDI, serta mendorong peran Sekretariat SDI dalam melakukan asistensi, pemantauan dan evaluasi dalam penyelenggaraan SDI di Instansi Pusat dan Pemerintah.

Oktorialdi, Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kewilayahan, Kementerian PPN/Bappenas selaku Koordinator Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat, Kementerian PPN/Bappenas membuka acara Sosialisasi secara hybrid dengan menyampaikan perkembangan penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Tingkat Pusat dan Daerah.

“Monitoring dan Evaluasi ini penting untuk mengumpulkan informasi perkembangan penerapan SDI di setiap K/L/D sebagai baseline awal progress penerapan SDI di tahun 2021 yang nantinya akan digunakan sebagai bahan diskusi dengan Pembina Data di tahun berikutnya,” ungkap Oktorialdi.

Selanjutnya kata Oktorialdi, dalam proses asesmen ini diharapkan Sekretariat SDI dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi tantangan dan kendala utama implementasi SDI dalam Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi, serta menemukan model praktik baik implementasi SDI Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi.

Informasi dan insight tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dasar bagi Sekretariat SDI, Forum SDI, dan penyelenggara SDI dari Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi untuk merancang target dan rencana strategis untuk periode selanjutnya, serta memetakan tingkat kematangan penyelenggaraan SDI secara keseluruhan.

Asesmen ini juga diharapkan dapat membantu penyelenggara SDI di Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah mengidentifikasi keunggulan dan kekurangan implementasi SDI di dalam internal instansinya, serta dukungan dan asistensi yang dibutuhkan untuk mempercepat SDI di dalam internal instansinya.

“Nantinya hasil asesmen akan dianalisa dan dirangkum oleh Sekretariat SDI untuk kemudian di diseminasikan kepada K/L/D untuk selanjutnya secara berkala dimutakhirkan sesuai dengan perkembangan aspek dan indikator Pembangunan Nasional,” jelas Oktorialdi mengurai.

Data merupakan aset strategis yang menjadi baseline untuk dimaknai oleh seluruh stakeholders di lingkungan pemerintah, terutama pada saat pandemi Covid-19 dimana pemerintah memiliki tantangan untuk mengoptimalkan layanan demi penanganan pandemi yang efektif dan efisien

Melalui optimalisasi screening test, tracing, dan tracking, ketersediaan data penunjang lintas sektor, seperti sektor kesehatan meliputi fasilitas layanan kesehatan, kefarmasian, alat kesehatan, tenaga kesehatan, serta manajemen respons yang belum terbangun maksimal karena data yang belum terkelola dengan baik.

Sehingga penting bagi pemerintah untuk mengimplementasikan, melakukan monitoring, dan evaluasi dalam pelaksanaan pendataan berkualitas melalui Satu Data Indonesia (SDI). (Amhar)

Continue Reading

IPTEK

Hadir di Pameran APKASI, UNINET Siap Menjadikan Masyarakat Digital

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Mendukung bangkitnya ekonomi Indonesia UNINET hadir menyukseskan Pameran APKASI OTONOMI EXPO 2022, dengan Tema Pulihkan Ekonomi Daerah Melalui Jejaring Global yang digelar pada 20-22 Juli 2022 di JCC Jakarta.

UNINET melalui berbagai programnya mendukung memulihkan ekonomi melalui penyediaan hulu ke hilir dalam jasa informasi teknologi yang siap mendukung pembangunan ekonomi era transformasi digital melalui penguatan digital ekonomi, digital masyarakat dan digital pemerintah siap menghadapi era transformasi digital 4.0/5.0.

Pertemuan besar kepala daerah yang diselenggarakan APKASI ini merupakan momentum luar biasa untuk UNINET yang berpartisipasi dengan mengangkat tema “Transformasi Digital Bersama Putra Daerah”. Dalam hal ini UNINET mengajak para putra Daerah menjadi mitra UNINET sebagai kepanjangan jejaring cabang di setiap daerah di Indonesia.

Hardini Puspasari, S.Sos, M.Si selaku Director of Sales & Marketing Communication UNINET kepada media mengatakan, bahwa UNINET mendukung pembangunan smart city di sejumlah daerah di Indonesia – UNINET memiliki program salah satunya adalah “INOVASI PEMBIAYAAN DAERAH” dimana UNINET siap berpartisipasi dalam Investasi “Saluran Jaringan Utility Terpadu (SJUT)” khususnya pada “Penyediaan Pelayanan Publik Prasarana Pasif Telekomunikasi” di seluruh Kota dan Kabupaten Indonesia.

Inisiasi ini merupakan inisiatif kami dari swasta (private) dalam membangun Infrastruktur jaringan untuk penyediaan layanan internet, Smart Pole dan sub-duct untuk mengakomodasi kabel-kabel yang berseliweran – bahkan mengganggu pengguna jalan- sehingga pemandangan di jalan-jalan protokol menjadi lebih rapi.

Sementara untuk implementasi smart city, serta pemetaan kondisi demografi yang ditampilkan secara geospasial. Dalam program ini UNINET berinvestasi dalam menciptakan dan mengkondisikan lingkungan di jalan-jalan menjadi rapi dengan membangun Smart Pole Sensor yaitu disebut juga “Tiang Pintar” yaitu semacam tiang lampu jalan penerangan umum yang berisikan lampu dari solar panel sebagai sumber tenaganya, juga dilengkapi dengan wifi dan penguat sinyal seluler, pendeteksi kadar oksigen, kamera CCTV dengan resolusi tinggi yang dapat digunakan untuk pengenalan wajahdan fitur-fitur tambahan lainnya yang dapat diakses dari datu pusat komando (command center).

Hardini menjelaskan terkait Inovasi Pembiayaan Daerah dengan konsep Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)/ Public Private Partnership (PPP) sesuai dengan Perpres 38/2015 Tentang KPBU, ini merupakan langkah baik untuk menghasilkan sejumlah benefit yaitu :

1. Lingkungan sekitar jalan-jalan raya menjadi lebih baik, rapi dan indah di pandang mata

2. Pekerjaan SJUT ini tidak menggunakan dana APBD karena murni dana operasional dari pihak swasta

3. Siap mendukung pelaksanaan smart city dengan menghadirkan kualitas broadband yang sesungguhnya

4. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berupa retribusi yang dibayarkan pertahun selama kerjasama dengan pihak UNINET.

5. Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu tanggung jawab pihak swasta terhadap masyarakat melalui program ini terlaksana dengan baik.

Hardini juga mengungkapkan, UNINET hadir di tengah pandemi yang melandai namun tetap kekuatiran terhadap ancaman covid tetap ada. Untuk itulah perlunya transformasi digital oleh semua lapisan masyarakat yang dilanda kekuatiran munculnya covid 19 versi baru jika masyarakat terlena. Transformasi digital bukan hanya untuk dan oleh pemerintah atau swasta – bahkan masyarakat digital menjadi sasaran utama pemerintah saat ini.

Di samping itu Pemerintah juga mempunyai program peta jalan digital yang dicanangkan 2021 hingga 2024 targetnya pemerintah digital dari sektor kesehatan, pendidikan hingga terwujudnya ekonomi digital dan masyarakat digital. Pemerintah pusat juga memiliki program utama yaitu akselerasi pengembangan infrastruktur.

Untuk itu Uninet hadir sebagai perusahaan di hulu sekaligus juga ke hilir di dunia digital. Selain sebagai operator internet service providemya yaitu penyediaan wifi dan koneksinya UNINET juga menyediakan hyperscale green data center yang memiliki kapasitas besar. UNINET juga mencari mitra di daerah untuk mengembangkan transformasi digital bersama putra daerah.

Pandemi covid 19 yang melanda dunia termasuk Indonesia – bagi Hardini menjadi tantangan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian baik secara ekonomi maupun politik ini. Hal ini menjadikan motivasi yang kuat dalam menghadapi pandemi COVID 19. Hardini menjelaskan tentang pandangannya dalam menghadapi pandemi yang begitu berat. “Dengan melewati pasca pandemi Covid-19 yang saat ini sudah melandai namun kondisi perekonomian terjadi penurunan termasuk di bidang kesehatan dan sosial budaya.

“Virus covid 19 telah menyebabkan ketidakpastian (uncertainty) global, oleh karena itu kita harus memiliki kemampuan berinovasi dalam memenangkan situasi ini,” ujar Hardini, ia juga mengatakan sikap yang harus dipegang dalam menghadapi situasi saat ini adalah dengan memiliki mental PEMENANG dengan cara Never give up, dan menerapkan sikap pemikiran Partnership and Collaboration better than competition, karena saat ini kita menghadapi situasi dimana kita harus merespon perubahan alam dan persaingan teknologi secara terintegrasi dan komprehensif di tengah menghadapi wabah pandemi Covid-19 dan juga era disruption pada revolusi industri 4.0/5.0.

UNINET adalah perusahaan salah satu penyedia jasa internet pertama di Indonesia. UNINET telah beroperasi selama 25 Tahun sheingga memiliki pengalaman luas dan juga keberhasilan berbagai proyek serta rekam jejak yg terbukti sangat baik.

UNINET memiliki komitmen yang besar dan sejalan dengan upaya pemerintah memperbaiki peringkat daya saing digital Indonesia melalui program pemerintah yaitu Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 yang disusun untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai kelompok perusahaan besar UNINET menyediakan berbagai layanan premium yang inovatif, kami juga mempersiapkan pemberian jasa layanan Hulu dan Hilir dalam Bisnis di bidang Informasi Teknologi yang saat ini menghadapi tantangan di Era Transfomasi Digital.

Selain itu, UNINET memiliki Green Hyper Scale Data Center yang yang memiliki standarisasi yang memenuhi syarat dan Pusat Operasi Jaringan 24/7 dengan kapasitas Tier III. Beberapa titik cakupan area dengan berbagai Infrastruktur telekomunikasi yang dihubungkan dengan fiber optic internet internasional backbone dan local exchange. UNINET terus meningkatkan skala jaringan, jangkauan Pelanggan, dan pengalaman operasional yang luas dan membentuk industri Teknologi Informasi dan Telekomunikasi terdepan

Edotor Amhar

Continue Reading

IPTEK

Dewan Pengarah SDI Sepakati 7 Poin Berikut

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Dewan Pengarah Satu Data Indonesia (SDI) telah membuat 7 kesepakatan dalam rapat yang digelar, Rabu (6/7/2022).

Hal ini disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa dalam konferensi pers bersama Menteri Keuangan, Menteri Komunikasi dan Informasi,perwakilan Menteri dalam Negeri, perwakilan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Kepala BPS, Kepala BIG, dan Kepala BSSN.

Adapun 7 kesepakatan yang telah dibuat hari ini adalah sebagai berikut. Pertama, menetapkan forum Satu Data Indonesia tingkat pusat sebagai pelaksana proses clearance pada kegiatan pendataan Kementerian/Lembaga, serta menugaskan Kementerian PPN/Bappenas menerbitkan kode referensi khusus untuk penyelenggaraan SDI.

Kedua, menetapkan Satu Data Indonesia (SDI) sebagai pelaksanaan domain data dan informasi dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk percepatan transformasi digital pemerintahan.

Ketiga, mendorong penggunaan pusat data nasional untuk SPBE dan bagipakai data antar Kementerian/Lembaga/ Daerah.

Keempat, mendorong instansi pusat dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan data di portal SDI untuk Big Data Analytics dan Artificial Intelligence.

Kelima, mendukung Raperpres Perlindungan Sosial Ekonomi dan pembentukan Gugus Tugas Registrasi Sosial Ekonomi dalam Forum SDI tingkat pusat.

Keenam, mendorong peran Kementerian dalam Negeri untuk mendukung Satu Data Indonesia di tingkat daerah.

Ketujuh, mendorong peningkatan data literacy bagi aparat pemerintahan dan menyusun strategi baru untuk pemenuhan SDM talenta digital di pemerintahan. (Amhar)

Continue Reading

IPTEK

Pentingnya Membangun Kapabilitas Data Science di Instansi Pemerintah

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat, Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Webinar Satu Data Indonesia dengan tema “Membangun Kapabilitas Data Science di Instansi Pemerintah” pada hari Kamis, 9 Juni 2022.

Sebagai salah satu arahan Presiden Jokowi dalam mendukung pemulihan nasional melalui kebijakan berbasis data, di acara pencanangan pelaksanaan sensus penduduk tahun 2020, Presiden menyebutkan bahwa data merupakan jenis kekayaan baru, dan lebih berharga dari minyak.

Oktorialdi, Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kewilayahan, Koordinator Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat, Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan bahwa diperlukan data scientist atau talenta digital yang mumpuni dan berkompeten, karena SDM (Sumber Daya Manusia) menjadi unsur operasional yang sangat krusial dalam tata kelola data.

“Namun sayangnya saat ini SDM yang tersedia tidak sebanding dengan demand yang dibutuhkan. Bahkan dalam asesmen Satu Data Indonesia yang dilakukan pada November 2021, ditemukan bahwa SDM atau talenta digital menjadi salah satu aspek yang paling tertinggal,” ujarnya.

Oktorialdi mengungkapkan, menurut data Kemenkominfo, Indonesia saat ini butuh 600 ribu talenta digital per tahun, sedangkan universitas baru mampu memenuhi 100-200 ribu per tahun.

“Di sisi lain menurut data BPS 2019, hanya 0,7% ASN (Aparatur Sipil Negara) saja yang merupakan fungsional stastisi dan prakom dari 953 ribu ASN,” imbuhnya.

Dalam dinamika digitalisasi yang saat ini semakin banyak dijalankan di berbagai wilayah, data telah menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung berjalannya proses bisnis digital.

Dorongan atas terjadinya transformasi digital otomatis mendorong peningkatan volume data secara sangat signifikan, hingga diproyeksikan mengalami kenaikan 75 kali lipat lebih besar pada 2024, dari jumlah data pada tahun 2010 yang hanya berukuran 2 zettabytes.

Oleh karena itulah, kata Oktorialdi Satu Data Indonesia menjadikan aspek penguatan SDM dan talenta penyelenggara sebagai salah satu Rencana Aksi Satu Data Indonesia Tahun 2022-2024. Sedangkan di sektor publik, permasalahan umum yang menyebabkan minimnya expertise pengelolaan data di instansi pemerintah adalah kurangnya jumlah aparatur, kebijakan mutasi aparatur negara, dan minimnya kesadaran tentang pentingnya data.

“Penguatan SDM dan talenta digital berperan penting dalam penguatan penyelenggaraan tata kelola data, karena SDM menjadi kunci penting dalam memastikan terjadi keberlanjutan implementasi baik di tingkat pusat maupun daerah,” pungkas Oktorialdi.

Yan Inderayana, Chief Data Management Officer (CTO), Kementerian Keuangan menambahkan, supaya tidak hanya latah bicara automasi, pemerintah harus mulai membangun tahapan maturity IT, yang terdiri dari penerapan Operation (cost reduction), BI and Data Warehousing (modernization), Self-service Analytics (insight-driven) dan Data Driven Policy (transformation).

“Jangan sampai ada tumpang tindih aturan untuk masuk sistem one stop window (pelayanan terpadu satu pintu), sehingga sistem automasi dapat terintegrasi ke seluruh Kementerian dan Lembaga,” tuturnya.

Pemerintah sendiri, terutama di Kementerian Keuangan sudah memulai untuk memiliki data culture yang baik, yang menurut Risman Adnan Mattotorang, CTO Samsung R&D Indonesia sudah on the right track. Apabila bisa ditingkatkan melalui kolaborasi dengan private sector, tentu banyak hal positif yang bisa dilakukan.

Dia tambahkan, dalam kesempatan tersebut, seluruh pengisi acara turut menyampaikan harapan dan masukan terkait pentingnya penguatan kapabilitas Data Science dalam mendukung penyelenggaraan Satu Data Indonesia.

“Karena ini so complex ya, and also emerging technology is so new. Kita juga tahu kita ada issue lack of resources sama expertise, itu kalau saya musti summarize in one word tuh cuma satu, collaborate,” jelas On Lee, CEO dan CTO GDP Labs. “Kalau kita bersatu ya makin kuat lah,” lanjutnya.

Rasa kepemilikan antar stakeholder menjadi suatu keharusan untuk membangun kolaborasi, karena itu Wahyu Andrianto selaku Manager Bidang Perencanaan, Analisis, dan Pemanfaatan Data, Sekretariat Satu Data Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan, di SDI (Satu Data Indonesia) data itu menjadi milik negara, milik rakyat, kita juga harus ada kedaulatan data juga.

“Jadi data itu milik nasional, milik negara, milik bersama rakyat Indonesia,” tegas!Wahyu Andrianto menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Trending