Connect with us

KELUARGA MUSLIM

Masjid At Tabayyun Di Taman Vila Meruya AkhirnyaTerwujud

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – MAJELIS Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta, memenangkan Gubernur DKI Jakarta dan pengurus Masjid At Tabayyun, Senin (30/8/2021) dalam kasus gugatan pembangunan Masjid At Tabayyun di Taman Villa Meruya, Jakarta Barat.

Kuasa Hukum Gubernur DKI, Mindo Simamora dan Muhammad Fayyadh, Kuasa Hukum Panitia Masjid At Tabayyun. Fayyadh dari kantor hukum Fayyadh & Partners menyampakan Senin siang (30/8).

Dalam amar putusan yang dilansir di e-court dengan nomor putusan 76/G/2021/PTUN.JKT, majelis hakim PTUN menolak gugatan para penggugat dan menghukum para penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 510 ribu.

Selain itu, majelis hakim PTUN juga menerima eksepsi (keberatan) tergugat tentang obyek sengketa bukan termasuk keputusan tata usaha negara, karena merupakan perbuatan hukum perdata.

Sebelumnya, sejumlah warga Taman Villa Meruya menggugat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, karena telah memberikan izin pemanfaatan tanah untuk masjid di Perumahan TVM, Jakarta Barat.

Melalui kuasa hukumnya bernama Hartono, mereka meminta Gubernur DKI Jakarta membatalkan Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta nomor 1021/2020 tanggal 9 Oktober 2020 terkait izin pemanfaatan aset/tanah milik Pemprov DKI Jakarta.

Dalam persidangan terungkap, saksi fakta bernama Refly Jamaris menyebut, saat awal rencana pembangunan masjid disosialisasikan, ada dua pilihan lokasi yaitu Blok C1 dengan luas 1078 meter dan Blok D2 seluas 312 meter persegi.

Karena tidak ada titik temu, Ketua RW 10 TVM DR Burhanuddin Andi M.H, meminta semua yang berbeda pendapat tentang lokasi mesjid, dipersilahkan mengurus izin ke Pemrov DKI.

“Peserta rapat waktu itu sepakat. Siapa yang bisa lebih dulu mendapatkan izin, ya mesjid dibangun di lokasi yang diberi izin itu. Pihak lain harus legowo menerima,” tutur Refly.

Belakangan kuasa hukum dan sepuluh ketua RT TVM dilaporkan ke polisi oleh Muhammad Fayyadh dari Firma Hukum M. Fayyadh and Partners atas dugaan pemalsuan data warga yang diklaim penggugat telah memberi surat kuasa, padahal tidak. (Amhar)

Continue Reading

KELUARGA MUSLIM

Tausyiah Di Menteng 58, Ketum DPP KNPI Tekankan Kemandirian Ekonomi

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Malam nuzulul quran menjadi momentum berharga bagi umat Islam yang terjadi di bulan Ramadan. Di banyak daerah di Indonesia, Nuzulul Qur’an diperingati dengan berbagai cara.

Nuzulul quran adalah malam diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa nuzulul quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadan.

Untuk itu, pengurus Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) Peringati malam Nuzulul Qur’an dengan bingkai ‘Mari Kita Ciptakan Generasi Akhlakul Qur’an’ di Masjid Al-Fataa, Menteng 58, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh jajaran pengurus PP GPI, masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta diisi tausyiah oleh Ust. Muhammad Ryano Pandjaitan L.c.

Ust. Muhammad Ryano menjelaskan bagaimana Rasulullah berakhlak dalam kehidupannya. Salah satunya ialah saat kita hendak bertamu, tidaklah kita menghadap kedepan melainkan ke kanan atau kiri pada saat mengetuk pintu. Hal itu dikarenakan agar tidak langsung melihat kedalam rumah, sedetail itulah agama Islam mengajarkan kita untuk berakhlak dan beradab.

“Sahabat Nabi juga pernah bertanya pada Aisyah, bagaimana kepribadian Rasulullah? Lalu Aisyah menjawab, Rasulullah mempunyai kepribadian yang Qur’ani,” pungkas Ryano.

Selain itu, Ust. Ryano juga berharap pemuda dan Da’i saat ini juga harus menjadi enterpreneur tujuannya ialah agar mandiri secara ekonomi. Karena kita ketahui bersama saat ini perangnya sudah melalui ekonomi, sebab dalam dunia pun harus memiliki ilmunya begitupun akhirat.

“Hal mendasar itulah sebagai gagasan kedepannya, untuk rekan-rekan aktivis juga harus menjadi jiwa entrepreneurship atau disebut aktivis preneur yang mandiri, kreatif dan inovatif dalam menyongsong era 5.0,” harapnya.

Diwaktu yang sama, Ketum PP GPI Diko Nugraha juga mengapresiasi atas kehadiran Ust. Muhammad Ryano yang juga sebagai Ketum DPP KNPI. Diko menyatakan, baru kali pertama DPP KNPI mempunyai Ketum yang seorang Mujaddid, semoga ini menjadi titik perjuangan juga kebangkitan pemuda generasi Al-Qur’an yang berakhlak mulia yang tidak terpuruk dan tertindas oleh kedzaliman.

“Kalau Presiden secara umum yaitu Jokowi, sedangkan Ust. Muhammad Ryano ialah Presiden pemudanya,” ujar Diko dengan diiringi takbir.

Perlu diketahui, sambung Ketum GPI, Muhammad Ryano merupakan sosok enterpreneur muda lulusan Mesir yang religius, kegiatan pertama Ryano pasca pemilihan DPP KNPI beberapa waktu lalu dirinya bersama jajarannya langsung mengagendakan safari ramadan ke markas PP GPI dengan mengisi tausyiah dalam kegiatan keagamaan.

Kegiatan tersebut juga Ketum DPP KNPI bersama PP GPI berbagi dengan puluhan Tahfiz cilik sekaligus buka bersama. (Amhar)

Continue Reading

KELUARGA MUSLIM

Pimpinan Pusat Syarikat Islam Resmi Melantik Pengurus DPP, di Lanjutkan Rapat Pleno

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam menggelar Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam Masa Jihad 2021-2026 dilanjutkan dengan Rapat Pleno I DPP Syarikat Islam, Senen, 28 Maret 2022, Pukul 10.00 s.d. 21.00 WIB di Flores Room Hotel Borobudur Jakarta

Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva dalam sambutannya mengatakan, Syarikat Islam merupakan organisasi Islam tertua dan memiliki sejarah panjang dalam proses kemerdekaan Indonesia.

Hamdan mengatakan program utama Syarikat Islam adalah mengembangkan dakwah ekonomi untuk kemandirian umat dan bumiputera.

“Selain dakwah ekonomi, Syarikat Islam menyoroti perkembangan masalah sosial dan agama untuk melindungi ulama dan umat,” ungkapnya.

Terkait penetapan susunan, Hamdan menyebut, Majelis Tahkim/Kongres Nasional ke-41 Syarikat Islam telah menetapkan Susunan dan Personalia Pengurus Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Masa Jihad 2021-2026

“Penetapan Pengurus tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan Majelis Tahkim/Kongres ke-41 Syarikat Islam,” ujarnya.

Selain penetapan Hamdan juga menyebut, Bahwa Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Masa Jihad 2021-2026 memiliki kewenangan untuk menyusun kelengkapan komposisi dan personalia kepengurusan dengan membentuk Majelis Siyasah dan Kader Kebangsaan Syarikat Islam

“Hal ini menjadi bagian dari Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah yang kedudukannya bersifat otonom untuk mengembangkan pelaksanaan program-program khusus dan strategis bagi kemajuan Syarikat Islam,” pungkasnya. (Amhar)

Continue Reading

KELUARGA MUSLIM

Bangkitkan Budaya Organisasi, PERTI Tata Pendidikan, Dakwah, dan Amal Sosial

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – PERSATUAN Tarbiyah Islamiyah (Perti) kembali melakukan evaluasi untuk menata dan membangkitkan budaya organisasi terkait bidang pendidikan, dakwah, dan amal sosial.

“Kita akan menata kembali proses pendidik, dakwah, dan amal sosial untuk organisai yang lebih maju dan baik.” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perti Zulkarnain Khamsya kepada media usai acara Pengukuhan  DPP Perti Masa bakti 2022–2027 di Hotel Balairung, Matraman

Zulkarnain mengatakan pertama, dirinya akan menginventarisasi seluruh lembaga-lembaga pendidikan yang meliputi madrasah ibtidaiyah, madrasah tarbiyah Islamiyah, sekolah dasar dan lembaga pendidika di bawah naungan Perti.

“Itu coba kita inventaris kembali. Kita kembali meningkatkan potensi-potensi yang ada di lembaga tersebut. Kenapa? Karena kondisi-kondisi lembaga lembaga pendidikan itu agak berbeda-beda. Ada yang kadang-kadang mengecil dan berkembang itu yang pertama-tama kita arahkan,” ujar Zulkarnain.

“Kedua, kita ke depan bagaimana menggalang segala potensi yang ada di warga Perti yang selama ini terlupakan oleh Perti. Bagaimana itu potensi-potensi yang selama itu terabaikan,” imbuhnya.

Dorong generasi muda “Yang ketiga, di bidang organisasi, kita harus memberikan suatu alih generasi ke depan sesuai dengan perkembangan zaman. Kenapa? Karena generasi sekarang tentu jauh berbeda sekali dengan periode-periode sebelumnya,” jelas Zulkarnain.

Ia mengingatkan untuk melibatkan generasi lebih aktif dalam Perti perlu pemahaman bagaimana keinginan mereka. “Ini yang perlu kita coba untuk ditata kembali,”

“Bahwasanya dulu banyak terbentuk, adanya Pemuda Islam Perti, pelajarnya, kemahasiswaannya dan sekarang agak tertidur. Ini coba kita bangkitkan kembali bagaimana generasi muda itu di dalam organisasi ini dalam rangka mengembangkan Islam itu sendiri,” ujar Zulkarnain.

“Berarti kalangan muda turut terlibat aktif  untuk berdakwah. Mereka juga turut  mengembangkan dan meningkatkan kualitas organisasi Perti,” imbuhnya.

Terkait tantangan zaman, Zulkarnaen  menikai bahwa generasi sekarang lebih gesit. Karena itu, Perri harus mempersiapkan program-program yang mampu membuat mereka memiliki daya saing dan terlibat aktif dalam organisasi. (Amhar)

Sumber: media Indonesia

Continue Reading

Trending