Connect with us

Info TNI/Polri

Salah Sasaran, Satgas BLBI Harusnya Panggil Mega Bukan Tommy

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang terbit di era Megawati, itu harusnya Satgas BLBI panggil Megawati sebagai pemain utamanya. Tapi malah yang terjadi pemanggilan kepada Tommy Soeharto.

“Sikat saja Megawati, tanya saja Jokowi kemana dana Trilunan, jangan sekedar ngiler soal dana yang tak bener, kemarin yang tax amnesty sudah dibuat benar saja tidak jelas kemana barang hasilnya dari para pengusaha,” ujar Tri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/8/2021)

Tri Joko Susilo Ketua Umum Ormas Perisai Berkarya menyebut bahwa tembakan keliru itu yang diarahkan ke keluarga Cendana dan menyasar Tomy tidak perlu ditanggapi oleh Tommy Soeharto.

“Ini cuma mancing reaksi saja, Pembusukan Karakter Berkelanjutan kadang orang lempar statment cuma untuk buat jebak kita buat bereaksi, jangan tanya Tommy dong, tanya Megawati Bos Republik ini yang urus Megawati atau Jokowi yang katanya tahu ada dana belasan Trilun di Swis, kemarin Majalah Time sampai majalah apalagi itu namanya mau coba fitnah ya tidak sesuai fakta juga,” imbuh Tri.

Langkah ugal-ugalan satgas BLBI menurut Tri Joko mirip pinokio main ludruk atau mirip anak kecil yang bandel ke jalan raya, bisa ketabrak mobil.

“Artinya jaman seperti saat ini coba begitu asal tembak bisa dituntut balik, dunia bisa melihat di Indonesia para pengusaha dibuat tidak nyaman, sudah dikasih tax amnesty masih diganggu juga pada hal yang menjurus ke fitnah padahal konstribusi mereka pada perekonomian nasional tinggi,” ujar Tri.

Tri Joko Susilo menganggap Pemanggilan BLBI Ke Tommy Soeharto adalah Pembusukan Karakter yang berkelanjutan Trah Presiden RI-2 .

Ormas Perisai Berkarya meradang atas gangguan bertubi-tubi pemerintah terhadap keluarga Cendana khususnya Pada Tommy Soeharto, Ketua Umum Ormas Perisai Berkarya mendesak agar Presiden Jokowi Bubarkan Satgas BLBI.

Mantan aktivis HMI dan Mantan Fungsionaris DPP KNPI era Ketum Almarhum Hasanudin Yusuf ini menyebut rezim pendendam tak akan menyelesaikan masalah di republik ini melainkan mereka sibuk merusak karena hanya dengan merusak mereka dapat untung.

Bisa saja Satgas BLBI dikepung oleh laskar Perisai Berkarya, Laskar Betawi Berkarya dan lainnya kalau coba-coba main asal njeplak.

“Kami tak main-main turun ke jalan seperti saat hadapi KLB abal-abal Partai Berkarya Kubu Muhdi PR, stop gangguan berlanjut pada keluarga Cendana, kami sarankan siapkan obat batuk kalau masih mau coba-coba,” tutup Tri Joko Susilo.

Continue Reading

Info TNI/Polri

Korban Kekejaman Separatis Teroris di Kiwirok Kini di Rawat Intensif

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Kodam XVII/Cenderawasih saat ini telah memberikan perawatan terhadap para korban kekerasan, kekejaman dan kebiadaban dari Kelompok Separatis Teroris (KST) yang terjadi di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang.

Para korban kekejaman Separatis Teroris saat ini dirawat secara intensif di Rumah Sakit TK II Marthen Indey Jayapura, Sabtu (18/9/2021).

Dalam keterangan tertulis Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Karumkit TK ll Marthen Indey Kolonel Ckm dr. I. Ketut Djulijasa, Sp.B., menyampaikan bahwa saat ini seluruh korban telah mendapatkan perawatan secara intensif.

“Para korban saat ini sedang mendapatkan perawatan secara intensif di Rumah Sakit TK II Marthen Indey. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A memberikan perhatian penuh terhadap pengobatan seluruh korban dan memerintahkan agar semua korban diberikan penangan dan perawatan yang terbaik,” terang Karumkit.

Selanjutnya dijelaskan Kolonel Ketut bahwa saat ini masih terdapat 5 orang yang dirawat di RS TK II Marthen Indey.

“5 orang nakes yang mengalami luka ringan setelah dilaksanakan pemeriksaan secara intensif dan kemarin atas permintaan sendiri sudah kembali ke rumah sanak famili yang berada di Jayapura, sedangkan 4 nakes lainnya dan 1 anggota TNI masih dilakukan perawatan,” jelas Karumkit.

Lebih lanjut disampaikan Kolonel Ketut, bahwa selain mengalami kekerasan fisik, para korban juga masih mengalami trauma psikologis akibat tindakan kekerasan dan kekejaman yang dilakukan oleh KST.

“Selain memberikan pengobatan secara fisik, pihak Rumah Sakit juga memberikan terapi psikologis kepada para korban di mana para korban tersebut juga mengalami trauma psikologis. Mari kita doakan semoga para korban dapat segera pulih dan sehat kembali,” tutup Karumkit TK II Marten Indey. (Amhar)

Sumber: Dispenad

Continue Reading

Info TNI/Polri

AKABRI Bratasena 1996 Gelar Bakti Sosial untuk Masyarakat

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Dalam kegiatan rangkaian memperingati pengabdian selama 25 tahun, AKABRI 1996 Bratasena menggelar kegiatan vaksinasi dan bakti sosial untuk masyarakat.

Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/9/2021), sebanyak 10.000 vaksin dan 10.000 paket sembako diberikan untuk masyarakat di wilayah Jawa Barat.

Kombes Pol Arif Rachman didampingi Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan yang juga alumni AKABRI 1996 mengatakan, kegiatan tersebut mengusung tema “Bratasena 1996 Sinergi, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Kegiatan tersebut merupakan salah satu pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga bakti AKABRI 1996 ini menjadi bentuk pengabdian yang kongkret dari kami kepada bangsa dan negara,” kata Arif yang didampingi perwakilan empat Matra yang terdiri dari TNI AD, AU, AL dan Polri PT Fengtay Indonesia, yang menjadi lokasi vaksinasi dan baksos, Jumat (17/9/2021)

Ia mengatakan, selain vaksinasi dan pembagian sembako, pihaknya juga melakukan dukungan terhadap UMKM di Jawa Barat.
Pihaknya juga merekrut ratusan UMKM untuk masuk dan terdaftar di berbagai market place ternama di Indonesia.

“Selama ini UMKM sulit masuk ke market place. Dalam waktu dua minggu kita merekrut UMKM untuk masuk ke market place. Total ada 350 UMKM di Jawa Barat yang kita fasilitasi dengan aplikasi dan terintegrasi dengan E-Commerce besar di Indonesia,” terangnya.

Menurutnya, meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi merupakan salah satu program pemerintah.

Oleh karenanya, Bratasena 1996 yang terdiri dari TNI AD, AL, AU, dan Polri turut mendukung program tersebut.

“Ini bentuk kontribusi kami AKABRI 1996, jadi, ekonomi diangkat, kesejahteraan meningkat, otomatis negara akan lebih tumbuh dan lebih tangguh,” katanya.

“UMKM-nya ada beberapa sektor seperti kuliner, pakaian, dan kita angkat sesuai dengan segmentasi yang ada di Jawa Barat, tentunya nanti kita angkat kearifan lokal. Nantinya akan bertambah lagi tidak hanya 350 UMKM saja,” terang Arief. (Amhar)

Continue Reading

Info TNI/Polri

Satgas Yonarmed 6/3 Kostrad Gelar Sosialisasi New Normal di SMA 1 Mutis Eban

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Tim kesehatan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad melaksanakan sosialisasi bertajuk “Kehidupan New Normal” kepada Siswa-siswi SMA 1 Mutis Eban, Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Letkol Arm Andang Radianto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/9/2021).

Dijelaskan Dansatgas, sosialisasi tersebut bertujuan mengingatkan kepada para siswa-siswi akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa New Normal. Terlebih kegiatan pembelajaran di Sekolah tersebut sudah dilakukan secara tatap muka.

“Berdasarkan laporan, sekitar 30 siswa mewakili masing-masing kelas menghadiri acara sosialisasi New Normal. Mereka antusias mengikuti penyuluhan yang diberikan oleh tim kesehatan Satgas,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sosialisasi tersebut Lettu Ckm dr. Andri Markhoni (Dokter Satgas) yang didampingi Tamtama kesehatan Praka Ruslan mengungkapkan bahwa dirinya menjelaskan tentang apa saja yang harus dilakukan selama New Normal.

Seperti memcuci tangan sebelum memasuki kelas, menjaga jarak, kurangi kegiatan – kegiatan yang menimbulkan kerumunan, dll.

“Yang paling menjadi penekanan kita kepada siswa-siswi adalah tentang penerapan 5M yang harus tetap dijalankan, baik di sekolah maupun di rumah,” ungkapnya.

Ia pun berharap dengan diberikannya pehamanan tentang New Normal oleh Tim kesehatan Satgas Yonarmed 6/3 Kostrad, para siswa dapat menularkan ilmunya kepada keluarga di rumah.

“Harapannya, ilmu yang kita berikan dapat dibagikan kepada keluarga siswa-siswi,” tandasnya. (Amhar)

Continue Reading

Trending