Connect with us

IPTEK

Pemanfaatan Data Dalam Penyusunan Strategi Bisnis

Published

on

Janoerkoening, Jakarta – Webinar Pemanfaatan Data Dalam Penyusunan Strategi Bisnis telah dikaksanakan oleh Astra bersama dengan Sekretariat Satu Data Indonesia tingkat Pusat, Kementerian PPN/Bappenas RI, Rabu 25 Agustus 2021.

Webinar tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk mendorong peran pemanfaatan data dalam sektor publik maupun swasta, berkaitan dengan sektor kewirausahaan atau bisnis.

kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama yang baik antara ASTRA dengan Kementerian PPN/ Bappenas, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Koperasi dan UKM, Badan Pusat Statistik, Badan Informasi Geospasial, dan Satu Data Indonesia.

Tentu dengan tujuan memberikan informasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan data dalam penyusunan strategi bisnis, meliputi:

Pertama, sosialisasi informasi kepada masyarakat berkenaan inisiatif Satu Data Indonesia

Kedua, peran pemanfaatan data dalam sektor publik maupun swasta, kaitannya dengan kewirausahaan/bisnis perspektif Dunia Usaha

Ketiga, meningkatkan kontribusi masyarakat, dunia usaha dan kebijakan dalam mendukung pemanfaatan dan tata kelola data pada sektor dunia usaha

Keempat, memberikan informasi terkait praktik baik sektor dunia usaha dalam mendukung pencapaian pembangunan nasional dan SDGs melalui CSR.

Dampak Pandemi Covid 19 pada dunia usaha dan UMKM mendasari ruang lingkup dari kegiatan webinar ini yaitu pada sosialisasi mengenai pemanfaatan data dan perannya dalam dunia kewirausahaan

Selanjutnya, Knowledge Sharing mengenai pemanfaatan data untuk penyusunan strategi bisnis merespon Kendala dan Tantangan di Masa Pandemi, dan kemudian praktik baik pemanfaatan data di sektor dunia usaha dan UMKM melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Taufik Hanafi selaku keynote speaker mengatakan, Presiden menegaskan bahwa dalam mengambil keputusan Pemerintah harus terus merujuk pada Data, dan data menjadi sumber minyak yang baru dalam transformasi Digital.

Pandemi Covid-19 mempercepat transformasi digital dengan memberikan peluang bagi ekonomi digital untuk melakukan percepatan.

“Hal ini dapat dilihat dari terjadinya pergeseran digitalisasi melalui perubahan cara kerja dan produksi serta model bisnis,” ujar Hanafi.

Dijelaskan Hanafi, melalui Platform eCommerce sebagai Market Place dalam bertransaksi, ekonomi digital memberikan akses tanpa batasan wilayah kepada masyarakat, terkhusus hal ini membuka kesempatan pada UMKM untuk memasarkan produknya secara lebih luas menggunakan infrastruktur digital.

“Di sisi lain, pemanfaatan teknologi juga dapat memutus rantai pasok pertanian sehingga pendapatan petani meningkat dan harga produk lebih murah,” tambahnya.

Pandemi memberikan dampak kepada pelaku UMKM dalam posisi yang sulit, hingga mengalami kebangkrutan karena terjadinya penurunan demand yang menyebabkan pemberhentian pekerja serta tidak tersedianya sumberdaya keuangan untuk mempertahankan usaha.

Sebagai upaya dalam menangani hal tersebut, pemerintah melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional memberikan bantuan kepada UMKM untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi pelaku usaha di masa pandemi.

Terdapat empat tindakan yang dilaksanakan untuk meningkatkan dampak kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional, diantaranya dengan memberikan kemudahan akses UMKM untuk memperoleh dukungan, mempertajam fokus dalam membangun keberlanjutan dan daya saing, mengatur dan memfokuskan ekosistem pendukung melalui UMKM nerve center, serta perencanaan dalam menyiapkan next ungkap Siti Azizah selaku Deputi Bidang Kewirausahaan, Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Dalam mengembangkan Kewirausahaan Berbasis Ekosistem, pemerintah mengupayakan pendekatan melalui pendidikan, pendampingan, pendanaan, kebijakan, pasar, serta SDM.

Salah satu komponen pendukung dalam mensukseskan pengembangan kewirausahaan adalah dengan membangun sistem data untuk dijadikan program utama kemenkop UKM. Pengembangan basis data tunggal sesuai yang diamanatkan melalui UU 11/2020 tentang Cipta Kerja merupakan backbone program penguatan UMKM dalam mendukung PEN serta mendukung implementasi digitalisasi.

Tentunya Kementerian KUKM sebagai leading sector basis data tersebut memiliki peran penting, dan berencana untuk membentuk Gugus Tugas Percepatan, penyiapan basis data tunggal UMKM berdasarkan Satu Data Indonesia, serta pelaksanaan pendataan pada tahun 2021.

Menanggapi bagaimana pendataan memberikan stimulus pada desa untuk menjadi Smart Village melalui transformasi Data Monografi Desa serta bersama dengan CSO dan Dunia Usaha sehingga kemandirian dimulai dari komunitas terkecil masyarakat yaitu Desa.

Kekurangan UMKM desa adalah, mereka memproduksi tapi tidak mengetahui kuantitas yang harus dihasilkan dan berapa permintaan didalamnya, sehingga kalau bicara tentang Data UMKM maka kita harus terintegrasi dengan Data Grabfood ataupun data lainnya yang memetakan pasar kebutuhan yang ada.

Bondan Susilo memberikan informasi dengan Praktik Baik Desa Sejahtera Astra dengan Rancang Bangun Smart Village Berbasis Data serta Program Latar belakang Desa Sejahtera Astra, dan Pemanfaatan Data dalam Rancang Bangun Smart Village, hingga Manfaat dan Dampak Program Desa Sejahtera Astra sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Melengkapi program ASTRA lainnya melalui aspek bisnis yang berkelanjutan, berdasarkan Astra Group yang memiliki cabang di 34 provinsi, publik contribution ada 4 pilar Astra Cerdas, Astra Sehat.

Melalui modul yang generik dicoba upscaling Desa dengan produk kolaborasi dengan lainnya untuk market terstandar, mereka harus tergabung dalam konsorsium dengan membentuk lembaga yang telah menuju kemandiri ekosistem usaha dengan anggota yang ada. Contoh cluster kopi dengan beragamnya kopi yang dapat disatukan dengan pangsa pasar yang ada, hingga ekspor produk.

Untuk agriculture kita menggandeng beberapa mitra sehingga tercipta beberapa ekosistem marker yang memiliki kredibilitas dalam standar produk. Kemudian menciptakan Astra Export Academy sehingga dapat membantu DSA yang memiliki produk unggulan.

“Semua akan dirangkum dalam dashboard sustainability dan MONEV dengan menetapkan parameter kunci seperti peningkatan pendapatan, ekspor dan jumlah produk dan produk turunan yang dilakukan terus menerus dan diakses oleh potensi ekspor yang ada,” tutup Bondan Susilo.

Webinar ditutup dengan Komitmen Astra International sebagai pelaku usaha dan Satu Data Indonesia sebagai Lembaga yang mengemban amanat Peraturan Presiden no. 39 tahun 2019 berharap dapat memberikan pemahaman kepada publik terkait peran Satu Data Indonesia dalam penyediaan data, serta memberikan pemahaman terkait pemanfaatan data dalam menyusun strategi bisnis, hingga meningkatkan awareness publik terhadap topik terkait. (Amhar)

Continue Reading

IPTEK

Dorong Teknologi Digital, Acer Smart School Awards 2022 Hadir Dengan Total Hadiah 500 Juta

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta @ Acer kembali menyelenggarakan Acer Smart School Awards (ASSA) 2022 sebagai penghargaan dan dukungan akselerasi bertaraf nasional bagi dunia pendidikan di Indonesia tingkat SD, SMP, SMA dan SMK untuk melakukan transformasi teknologi digital dalam sistem pendidikan sekolahnya. Acer menyediakan total hadiah senilai lebih dari Rp 500 juta untuk yang terbukti sukses mendorong transformasi teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar mereka.

ASSA 2022 memberikan kesempatan civitas sekolah untuk memperebutkan kategori penghargaan yang terdiri dari “Smart School of the Year”, “Kepala Sekolah Inspiratif”, dan “Guru Kreatif”. Penghargaan diberikan kepada sekolah atau individu yang telah menerapkan prinsip smart school modern. Pendaftaran ASSA 2022 dapat dilakukan mulai 12 Mei 2022, dan semua sekolah di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi berdasarkan kriteria dan persyaratan yang berlaku.

“Pendidikan merupakan hal fundamental dalam sebuah negara untuk membangun bangsa. Lewat pemanfaatan teknologi digital, Acer meyakini bahwa kemajuan yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia akan semakin pesat di era serba digital ini. Acer siap berperan aktif dalam membantu proses transformasi teknologi digital di dunia pendidikan melalui Acer Smart School Awards 2022,” ujar Herbet Ang, President Director Acer Indonesia.

ASSA 2022 didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Penerbit Intan Pariwara, Intel, dan Jelajah Ilmu. Praktisi industri di luar pendidikan yang juga memiliki kesamaan visi dan misi terhadap dunia pendidikan Indonesia turut serta memberikan dukungannya terhadap acara ini. Mereka adalah Intel, Microsoft, Hilo dan CBN.

Melalui ASSA 2022, sekolah-sekolah yang ingin melakukan transformasi digital tidak hanya diberikan penghargaan, tetapi juga dipandu untuk menerapkan teknologi pendidikan. Rangkaian kegiatan ASSA 2022 disusun secara komprehensif yang saling berhubungan, mulai dari pendaftaran, pembekalan teknis dan non-teknis, self-assessment, konsultasi penerapan dari para mentor berpengalaman hingga pendampingan, implementasi transformasi, penjurian dan pengumuman pemenang yang akan dilakukan pada Desember 2022 mendatang. Dari proses tersebut diharapkan tercipta sekolah yang cakap dan siap menghadapi masa depan dunia pendidikan yang lebih canggih.

Jelajah Ilmu, sebagai solusi pembelajaran digital yang komprehensif dalam kegiatan belajar mengajar untuk guru, murid, orang tua, dan kepala sekolah dalam melakukan kegiatan belajar mengajar secara online, tatap muka, maupun hybrid, turut digandeng Acer dalam penyelenggaraan ASSA 2022 ini. Acer bekerjasama dengan Jelajah Ilmu menyiapkan Jelajah Ilmu Academy. Program ini berisi pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan peserta selama masa pembekalan keilmuan. Bersama dengan puluhan mentor-mentor terpilih di bidangnya, peserta akan diberikan rangkaian pelatihan di dalam platform aplikasi Jelajah Ilmu sehingga dapat merasakan langsung proses belajar-mengajar yang terjadi dengan bantuan teknologi untuk membantu individu atau sekolah agar makin siap mengikuti ASSA 2022 dengan kurikulum smart school.

“Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui program Merdeka Belajar ingin memastikan anak-anak bangsa dapat terus bersekolah, mendapatkan pendidikan yang berkualitas, serta mendapatkan keadilan sosial berupa pemerataan dalam mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas. Kami sangat mendukung diadakannya Acer Smart School Awards 2022 ini dengan harapan dapat mengakselerasi transformasi teknologi di dunia pendidikan di Indonesia. Kami juga mengundang seluruh pihak untuk bergotong-royong mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi anak bangsa,” kata Saryadi, S.T., M.B.A., Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Ditjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek.

Penyelenggaraan ASSA 2022 juga dikemas untuk mendukung program Merdeka Belajar dari Kemdikbudristek dalam menciptakan dunia pendidikan yang mendukung nilai-nilai dalam Edukasi 5.0, dimana sumber ilmu dapat diraih tidak hanya dari ruang kelas belajar saja, melainkan bisa juga didapatkan dari luar ruangan kelas, yakni melalui kegiatan belajar daring, pencarian informasi di internet, perpustakaan, serta lingkungan sekitar. Tujuan ini dapat tercapai bila semua pihak memberikan dukungan untuk mendorong terciptanya transformasi digital pendidikan di Indonesia.

“Kita menyadari bahwa teknologi akan membawa lompatan besar bagi proses transformasi digital di dunia pendidikan. Pada sisi ini, Kemdikbudristek memiliki peran sebagai agregator yang mempertemukan sebuah inovasi teknologi khususnya teknologi pembelajaran dengan para penggunanya. Kami mencoba untuk terus memberikan sinkronisasi, pendampingan dan meningkatkan literasi digital bagi peserta didik, guru, pendidik dan tenaga kependidikan. Kami pun berkomitmen untuk memperluas akses terhadap teknologi untuk terus memacu mereka yang memiliki talenta digital agar dapat berinovasi. Dengan demikian sistem pendidikan di Indonesia dapat lebih relevan dan adaptif dengan perkembangan zaman,” kata Dr. M. Hasan Chabibie, ST., Msi., Kepala Pusdatin, Kemdikbudristek.

Kisah Sukses Penyelenggaraan Acer Smart School Awards

Perhelatan ASSA tahun lalu meraih pujian dari berbagai pihak, termasuk dari unsur pemerintahan, organisasi kependidikan, instansi sekolah, kepala sekolah dan para guru, sehingga ASSA 2022 siap bergulir kembali sebagai bentuk komitmen dan konsistensi Acer untuk mendukung terciptanya dunia pendidikan yang berkualitas. Acer Smart School Awards dianggap sebagai salah satu contoh program empowerment bagi sekolah dan tenaga pendidik di Indonesia untuk senantiasa memberikan pendidikan yang berkualitas melalui berbagai macam terobosan dan inovasi teknologi digitial.

Pada ASSA 2021, sebanyak 2.165 sekolah dari berbagai daerah di Indonesia berpartisipasi dalam kompetisi ini. Di tahun lalu pun, Acer ikut serta memberikan pelatihan dan pendampingan khusus selama kompetisi berlangsung. Acer Smart School Awards 2021 diberikan kepada 12 sekolah dan tenaga pendidik di Indonesia, dalam lingkup SD, SMP, SMA, dan SMK. Pemenang ASSA 2021 pun sangat beragam dan bervariasi dari sekolah negeri dan swasta, yang tersebar dari berbagai kota di Indonesia seperti Bandung, Cibinong, Palembang, Yogyakarta, Pekanbaru, Semarang, Jombang, Bandar Lampung sampai dengan Kalawat di Minahasa Utara.

Editor : Amhar

Continue Reading

IPTEK

Webinar SDI: Kemampuan Portal Satu Data Indonesia dan Interoperabilitas Data

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Sekretariat Satu Data Indonesia (SDI) Tingkat Pusat Kementerian PPN/Bappenas pada hari Kamis, 31 Maret 2022 telah menggelar Webinar Satu Data Indonesia dengan mengusung tajuk Kemampuan Portal Satu Data Indonesia dan Interoperabilitas Data.

Hal itu sebagaimana diamanatkan pada Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (SDI), penyebarluasan data merupakan salah satu tahapan penting dari penyelenggaraan SDI, meliputi kegiatan pemberian akses, pendistribusian, dan pertukaran data. Penyebarluasan data dilaksanakan oleh walidata melalui Portal SDI yang dapat diakses melalui data.go.id.

Oktorialdi, Staf Ahli Menteri PPN Bidang Pemerataan dan Kewilayahan, selaku Koordinator Sekretariat SDI Tingkat Pusat, Kementerian PPN/Bappenas menuturkan bahwa penyediaan Portal SDI juga merupakan upaya dalam mendukung arahan presiden terkait perencanaan Transformasi Digital.

Saat ini kata Oktorialdi, Portal Satu Data masih dalam tahap pengembangan dan nantinya Portal akan memiliki tiga jenis akses pengguna, yaitu pengguna publik, pengguna Instansi Pemerintah terdaftar, dan pengguna Sekretariat SDI yang dapat menikmati fitur-fitur tertentu, seperti Open Data Publik, Komunitas Ahli, Daftar Data, dan fitur lainnya sesuai jenis akses masing-masing.

Oktorialdi menjelaskan, Kunci terwujudnya bagi pakai data dan integrasi data tentunya tidak lepas dari peran Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam menyelenggarakan interoperabilitas data.

“Secara definitive, interoperabilitas data merupakan kemampuan sistem elektronik yang memiliki karakteristik berbeda untuk berbagi pakai data dan informasi secara terintegrasi sehingga data dapat dipastikan hanya satu, dan tidak terjadi duplikasi/input data yang sama,” ujarnya.

Selanjutnya, salah satu prasyarat dalam bagi pakai data adalah data telah memiliki standar dan metadata yang telah disepakati dan ditetapkan bersama secara seragam, sehingga peran Pembina Data dalam hal ini Badan Pusat Statistik, Badan Informasi Geospasial, dan Kementerian Keuangan sangat penting dalam memastikan tersedianya Petunjuk Teknis Standar dan Metadata sebagai acuan

Dan juga sebagai pedoman Instansi Pemerintah dalam penyelenggaraaan SDI, seperti yang telah dituangkan melalui Perban BPS no. 4 tahun 2020 dan Perban BPS no. 5 tahun 2020. Di sisi lain, pemerintah juga perlu siaga dalam menghadapi ancaraman kejahatan siber, termasuk kejahatan penyalahgunaan data.

Badan Siber dan Sandi Negara bertugas menjamin keamanan ruang siber, sistem, dan informasi nasional serta membina kekuatan dan kemampuan keamanan siber melalui security assessment & continuous monitoring, recovery & response incident policy, dan penerapan IT security.

“Kesiapan Bagi Pakai Data sebagai kunci keterpaduan dan efisiensi membutuhkan standarisasi, metadata, interoperabilitas, dan sumber daya manusia yang cukup dan terampil,” Jelas Petrarca Karetji, Head of Pulse Lab Jakarta.

Secara lebih luas, nantinya bagi pakai data secara terbuka berimplikasi pada peningkatan dalam akses data, kemitraan, serta peningkatan dalam penggunaan data. Hal ini juga sejalan dengan tujuan awal dibentuknya Satu Data Indonesia, yaitu untuk mendukung terwujudnya perumusan kebijakan berbasis bukti.

Editor : Amhar

Continue Reading

IPTEK

Bappenas Gelar Sosialisasi Penyelenggaraan Satu Data Indonesia Tingkat Pusat dan Daerah

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Sosialisasi dan Asistensi Asesmen Penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI) di Tingkat Pusat dan Daerah dengan mengundang 85 Kementerian/Lembaga tingkat pusat serta 34 Pemerintah Daerah Provinsi pada tanggal 29 November – 3 Desember 2021 secara hybrid di Hotel Harris Vertu Harmoni Jakarta.

Acara ini dilaksanakan untuk memetakan perkembangan, tantangan dan hambatan pelaksanaan SDI sebagai upaya untuk menguatkan peran penyelenggara SDI, serta mendorong peran Sekretariat SDI dalam melakukan asistensi, pemantauan dan evaluasi dalam penyelenggaraan SDI di Instansi Pusat dan Pemerintah.

Oktorialdi, Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kewilayahan, Kementerian PPN/Bappenas selaku Koordinator Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat, Kementerian PPN/Bappenas membuka acara Sosialisasi secara hybrid dengan menyampaikan perkembangan penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Tingkat Pusat dan Daerah.

“Monitoring dan Evaluasi ini penting untuk mengumpulkan informasi perkembangan penerapan SDI di setiap K/L/D sebagai baseline awal progress penerapan SDI di tahun 2021 yang nantinya akan digunakan sebagai bahan diskusi dengan Pembina Data di tahun berikutnya,” ungkap Oktorialdi.

Selanjutnya kata Oktorialdi, dalam proses asesmen ini diharapkan Sekretariat SDI dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi tantangan dan kendala utama implementasi SDI dalam Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi, serta menemukan model praktik baik implementasi SDI Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi.

Informasi dan insight tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dasar bagi Sekretariat SDI, Forum SDI, dan penyelenggara SDI dari Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi untuk merancang target dan rencana strategis untuk periode selanjutnya, serta memetakan tingkat kematangan penyelenggaraan SDI secara keseluruhan.

Asesmen ini juga diharapkan dapat membantu penyelenggara SDI di Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah mengidentifikasi keunggulan dan kekurangan implementasi SDI di dalam internal instansinya, serta dukungan dan asistensi yang dibutuhkan untuk mempercepat SDI di dalam internal instansinya.

“Nantinya hasil asesmen akan dianalisa dan dirangkum oleh Sekretariat SDI untuk kemudian di diseminasikan kepada K/L/D untuk selanjutnya secara berkala dimutakhirkan sesuai dengan perkembangan aspek dan indikator Pembangunan Nasional,” jelas Oktorialdi mengurai.

Data merupakan aset strategis yang menjadi baseline untuk dimaknai oleh seluruh stakeholders di lingkungan pemerintah, terutama pada saat pandemi Covid-19 dimana pemerintah memiliki tantangan untuk mengoptimalkan layanan demi penanganan pandemi yang efektif dan efisien

Melalui optimalisasi screening test, tracing, dan tracking, ketersediaan data penunjang lintas sektor, seperti sektor kesehatan meliputi fasilitas layanan kesehatan, kefarmasian, alat kesehatan, tenaga kesehatan, serta manajemen respons yang belum terbangun maksimal karena data yang belum terkelola dengan baik.

Sehingga penting bagi pemerintah untuk mengimplementasikan, melakukan monitoring, dan evaluasi dalam pelaksanaan pendataan berkualitas melalui Satu Data Indonesia (SDI). (Amhar)

Continue Reading

Trending