Connect with us

Uncategorized

asmiDIGItalk4, Optimalisasi Peluang Bisnis Bagi Generasi Tangguh: Digital Innovation

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Perayaan Dies Natalis ke-59 Institut Bisnis dan Multimedia ASMI (IBM ASMI) jatuh pada 01 Juli 2021. Perayaan ini diisi dengan acara pemotongan tumpeng dan webinar series.

Webinar yang disebut webinar asmiDIGItalk terdiri atas 4 Webinar, dengan mengusung tema “Optimalisasi Peluang Bisnis bagi Generasi Tangguh di Era Baru: Kamu Bisa”.

Rangkaian acara di mulai pada tanggal 17 Juli 2021 telah berlangsung webinar pertama dengan tema “Supply Chain Optimization Strategy for Millennials in the Maritime & Digital Business in the New Era”.

Selanjutnya, webinar kedua 22 Juli 2021 dengan tema “Optimalisasi Peluang Bisnis Bagi Generasi Tangguh: Go Digital”, kemudian webinar asmiDIGItalk3 pada 31 Juli 2021 dengan tema “Optimalisasi Peluang Bisnis Bagi Generasi Tangguh: Women in Charge”.

Pada hari ini, Sabtu, 14 Agustus 2021 merupakan webinar terakhir dan sekaligus penutup dari serangkaian webinar pada perayaan Dies Natalis ke-59 IBM ASMI.

Dalam sambutannya, Rektor IBM ASMI: Dr. Freddy J. Rumambi, M.M., menjelaskan bahwa telah berlangsung 4 webinar dalam serangkaian acara webinar dalam merayakan Dies Natalis IBM ASMI.

Rektor juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para keynote speaker, narasumber-narasumber yang telah mengisi semua webinar, peserta, serta seluruh panitia yang telah turut serta menyukseskan acara webinar asmiDIGItalk 1, 2, 3 dan 4.

Selanjutnya, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Gideon (YLPG), Angelica Tengker menyampaikan perjalanan IBM ASMI dari Kursus, Akademi, Sekolah Tinggi, dan kemudian sekarang menjadi Institut. Sebagai perguruan tinggi swasta, IBM ASMI telah mengalami banyak perubahan dan penyesuaian.

“Sampai saat ini, IBM ASMI sudah menghasilkan lulusan siap kerja, lulusan siap berwirausaha, menghasilkan satu bidang usaha yang dapat juga mempekerjakan banyak tenaga kerja, yang dapat turut mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia,” ungkap Angelica

Dari awalnya webinar telah melibatkan beberapa kementerian sebagai keynote speaker dan narasumber, seperti Kementerian Koperasi dan UKM, yang diwakili oleh Sekretaris Menteri. Kemudian dari Kementerian Desa PDTT, dimana Pak Wamen sebagai Pembicara, dan pada hari ini dihadiri oleh Staf Ahli Menteri dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai Narasumber.

“Ini menunjukkan keseriusan baik dari pemerintah, pihak swasta maupun perguruan tinggi untuk bekerja sama melakukan penyesuaikan perubahan yang ada dan menciptakan ekosistem yang baik bagi para entrepreneur muda. Kita siapkan mahasiswa sudah memulai entrepreneur bahkan pada saat kuliah,” ujarnya.

Untuk mendukung hal itu kata Angelica, saat ini IBM ASMI sedang menyiapkan Kurikulum Kampus Merdeka Merdeka Belajar, yang saat ini sudah dicanangkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Rangkaian kegiatan webinar ini merupakan yang terakhir, tapi setelah ini akan dilanjutkan dengan beberapa kegiatan workshop dengan bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait.

“Di Kampus IBM ASMI sendiri ada ASMI Entrepreneur Center, dan ASMI Women Empowerment Center yang akan turut membantu program ini,” pungkas Angelica.

Host dipimpin oleh Dosen IBM ASMI, Ibu Dita Febryanti, S.Pd., M.Han.dan aktif sebagai Tenaga Ahli di DPR RI.

Mengisi webinar dengan narasumber Dadang Rizki Ratman, SH., MPA selaku Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Pariswisata dan Ekonomi Kreatif, Ia mengucapkan selamat Dies Natalis bagi IBM ASMI, dan mengapresiasi webinar yang ada seperti ini.

Sebelum menyampaikan paparannya, Dadang ucapkan permintaan maaf karena Mas Menteri Sandiaga Uno tidak dapat hadir pada webinar kali ini, karena sedang ada acara.

Diungkapkan Dadang, bertepatan pada bulan Kemerdekaan RI, Mas Menteri Sandi melalui Kemenparekraf mengajak seluruh peserta untuk terus menggelorakan semangat kebangsaan, semangat persatuan dan kesatuan, dan cinta tanah air.

“Dan juga memiliki semangat untuk menggelorakan semangat kewirausahaan, agar jiwa anak muda memiliki mindset entrepreneur, karena pada tahun 2030 nanti, dunia usaha akan diisi oleh generasi muda saat ini,” lanjutnya.

Tentunya harus dapat berinovasi, beradaptasi dan berkolaborasi untuk menciptakan peluang usaha yang seluas-luasnya bagi masyarakat. Generasi muda harus memiliki etos kerja yang tidak hanya menjadi consuming class, tetapi menjadi produkting class.

“Untuk menjadi bagian dari produkting class dan pengusaha sukses, ada 5 (lima) karakter dasar yang harus dipenuhi untuk menjadi pengusaha yang sukses, yaitu pertama, memiliki inovasi yang tinggi di bidang digitalisasi, kedua, berani mengambil resiko, ketiga memiliki karekter pro-aktif, keempat, selalu melihat dari sisi positif, kelima, memiliki integritas, intelektual, dan semangat untuk bersinergi,” urai Dadang.

Kemenparekraf siap berkolaborasi dengan Kampus IBM ASMI untuk meningkatkan kapasitas kompetensi keterampilan SDM kreatif. Dan juga mengajak untuk seluruh pihak untuk mendukung produk-produk buatan Indonesia.

“Beliau berharap melalui kegiatan webinar sendiri ini dapat mendorong tumbuhnya entrepreneur muda yang kreatif, inovatif, dan produktif. Terdapat juga etos kerja 4 AS, mari kita Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, Kerja Ikhlas,” tutupnya.

Webinar ini ditutup dengan Closing Speech oleh Ketua Panitia Dies Natalis, Dr. Rudianto, M.M., yang menyampaikan rangkaian acara Dies Natalis yang sudah berlangsung sejak awal Juli lalu hingga ditutup pada hari ini.

Dalam sambutannya, Ia menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas informasi dan pengetahuan yang telah dibagikan oleh seluruh Keynote Speaker dan Narasumber dalam webinar asmidigitalk.

Dan pada akhir acara, tidak lupa juga merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-67 dengan beberapa permainan secara online yang melibatkan pesera webinar. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Melalui Vaksinasi, Pemerintah Berencana Merubah Pandemi Menjadi Endemi

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Berkaitan dengan rencana Pemerintah akan bersiap ubah status pandemi Covid-19 menjadi Endemik maka salah satu caranya melalui peningkatan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.

Dikutip dari situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC), endemik menjadi status penyebaran penyakit yang paling dasar dan paling rendah.

Status tersebut menunjukkan jika suatu penyakit akan tetap terus ada meski hanya terjadi di kelompok masyarakat tertentu

Sedangkan pandemi, menjadi status tertinggi dalam sebaran penyakit.

Sementara tolok ukur suatu penyakit disebut sebagai pandemi, apabila telah menyebar ke banyak negara bahkan hampir seluruh dunia, seperti yang terjadi pada Covid-19.

Menanggapi rencana itu, Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Roy Pangharapan mengatakan masyarakat perlu menyesuaikan diri agar infeksi Covid-19 di Indonesia benar-benar bisa menjadi Endemik.

Roy Pangharapan menekankan, pergantian status pandemi bukan berarti virus Corona SARS-CoV-2 akan hilang dan tidak ada kasus baru. Banyak faktor yang membuat pandemi bergeser menjadi endemi.

“Seperti jumlah penularan, kasus, dan kematian beserta polanya. Juga soal durasi perlindungan dari vaksinasi dan infeksi alami,” ungkap Roy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/9/2021).

Belum lagi kendala jika masih ada ketimpangan layanan fasilitas kesehatan dan serapan vaksinasi serta pasokan dosis di setiap daerah.

“Kita harus mempersiapkan juga kapasitas layanan kesehatan untuk mengelola lonjakan kasus Covid19 di masa depan.

Penurunan kasus positif harian dan angka kematian dalam beberapa hari terakhir, juga positivity rate Indonesia yang makin mendekati standard dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menurut Roy Pangharapan, harus dimanfaatkan sebagai upaya persiapan transisi tersebut.

Roy Pangharapan menegaskan ya syaratnya harus ada koordinasi yang solid semua pihak dan tidak boleh menurunkan kewaspadaan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, meskipun angka kasus Covid19 melandai karena belum diketahui sampai kapan berakhir sehingga kita tetap berdampingan dengan Corona.

“DKR akan membantu Pemerintah dengan menghimbau masyarakat tetap Prokes dan optimalisasi vaksin. Kalau longgarnya kebablasan, dikhawatirkan menuju endemi akan terhambat,” pungkas Roy Pangharapan menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Deklarasi PDNI, Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat dengan Ide dan Ilmu

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi kata kunci untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Setiap era pemerintahan selalu menjadi fokus kebijakan adalah SDM unggul, terlatih dan kompetitif. Bahkan korporasi multinasional sangat menekankan pemberdayaan pada dimensi sumber daya manusia.

Ketua Umum PDNI Dr. Dermawan Waruwu, M.Si menyampaikan pada acara deklarasi dan pelantikan Perkumpulan Doktor Nias Indonesia (PDNI) bahwa salah satu fokus kedepan adalah mendorong dan menyiapkan sumber daya manusia untuk berkontribusi mempercepat peningkatan indeks pembangunan manusia

“Hal ini dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kapasitas dan produktivitas, dan mengurangi ketimpangan sosial yang melebar. Hal ini akan terwujud bilamana terjalinnya kolaborasi ide dan ilmu diantara kalangan intelektual dan cendekiawan,” ujar Dermawan Waruwu dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/09/2021).

Lebih lanjut Waruwu menegaskan kalangan intelektual dan cendekiawan asal Nias sudah saatnya turun di tengah-tengah masyarakat menyumbang gagasan dan ide berbasis keilmuan. Mudah-mudahan hal ini akan menjadi daya dorong dan penggerak kolektif untuk pemicu terwujudnya masyarakat yang peduli pendidikan.

Dia tambahkan, selain itu juga dalam pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi kreatif, UMKM dan entrepreneur. Seraya mengutip pernyataan Bung Hatta yakni agar persatuan dan kepedulian tak makin pudar, teruslah menjunjung tinggi sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia.

PDNI sangat optimis bahwa masyarakat Kepulauan Nias kedepan akan meningkat kesejahteraan ketika sektor sumber daya manusia menjadi agenda dan sasaran kebijakan.

Ia menilai bahwa generasi muda saat ini adalah corong perubahan bila diberdayakan secara optimal kapasitasnya dan berpotensi besar menjadi penggerak percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“PDNI terbuka kepada masyarakat untuk diskusi dan kolaborasi ide untuk kepentingan bersama. Dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah sangat dibutuhkan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Nias untuk Indonesia,” ucap Dermawan Waruwu menutupnya. (Eddy)

Continue Reading

Uncategorized

OSS RBA Masih Kacau, Seharusnya Pemerintah Tak terburu-buru Meluncurkannya

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Sejak diluncurkan oleh Presiden pada tanggal 9 Agustus 2021, sistem perizinan tunggal Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA), masih belum bisa digunakan oleh para pelaku usaha, terutama pelaku usaha kecil, mikro dan menengah.

Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PP KAMMI, Firmansyah Risdam, yang juga Ketua Umum Komunitas Akademi Wirausaha KAMMI (ARMI), menyampaikan hal tersebut pasca kegiatan konsolidasi anggota ARMI di Jakarta (6/9/2021).

“OSS RBA ini sistem belum siap yang dipaksakan diluncurkan, masalah seperti KBLI yang tidak lengkap, NIB tidak bisa dicetak, fitur izin zonasi yang belum ada, dan berbagai fitur soal validasi,” tandas Risdam.

Tapi, pemerintah terlalu memaksa pelaku usaha, khususnya UMK, untuk melakukan proses perizinan, akhirnya kacau semua. Bahkan di DPMPTSP daerah-daerah tidak ada lagi proses perizinan yang berjalan”, tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum PP KAMMI, Jimmy Julian, menyampaikan bahwa seharusnya pemerintah tidak terburu-buru untuk meluncurkan OSS RBA jika memang belum siap.

Jimmy menegaskan bahwa terdapat opini yang kuat di kalangan pengusaha, bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Investasi/BKPM, tidak menyiapkan dengan baik proses pengalihan dari OSS lama ke OSS RBA dan tidak melakukan sosialisasi secara masif kepada pelaku usaha dan operator pelayanan perizinan di daerah-daerah.

Jimmy menambahkan, ada ribuan anggota ARMI yang tersebar di seluruh Indonesia yang tergabung ke dalam asosiasi-asosiasi usaha, mengalami kesulitan saat mengurus perizinan (perizinan berusaha maupun perizinan dasar), baik secara online melalui OSS RBA, maupun secara manual dengan cara mendatangi DPMPTSP di daerah.

“Bahkan, yang saya herankan, para petugas pelayanan perizinan DPMPTSP merasa bingung dan tidak mengerti mengenai sistem OSS RBA ini. Kalau begini, lagi-lagi persoalan implementasi kebijakan,” ungkap Jimmy.

Risdam, masih di kesempatan yang sama juga menyampaikan harapan dari KAMMI, sebagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan yang selama ini ikut membina dan mendorong para anggotanya untuk menjadi wirausahawan, agar Kementerian Investasi/BKPM tidak hanya memperhatikan masukan dan melayani para pelaku usaha besar saja.

“Justru para pelaku UKM ini yang sudah terlanjur diberikan janji manis mendapatkan kemudahan setelah mengurus perizinan berusaha melalui OSS RBA, agar tidak lagi berpaling dan enggan untuk mengurus perizinan karena OSS RBA ternyata hanya mempersulit para pelaku usaha tersebut,” tutup Risdam. (Amhar)

Continue Reading

Trending