Connect with us

Uncategorized

Rayakan HUT RI Ke-76, Fahri Lubis akan Gelar Aksi Simpatik Rakyat

Published

on

Janoerkoening, Jakarta – Berdasarkan hasil silaturahmi dan diskusi rakyat cinta tanah air. Alhamdulillah telah disepakati dalam rangka menyambut dan memperingati sekaligus doa bersama untuk para syuhada dan pejuang revolusi kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945.

“Insya Allah akan dilaksanakan HUT RI Ke 76, yg telah disepakati untuk dilaksanakan UPACARA HUT RI KE 76 dan AKSI SIMPATIK RAKYAT dengan perlombaan balap karung dan makan kerupuk serta lomba pembacaan puisi perjuangan, adu panco dan atraksi khas betawi,” ujar Fahri Lubis tokoh revolusi konstitusi kepada awak media di Jakarta, Jum’at (6/8/2021)

Fahri menyampaikan bahwa sesuai kemampuan panitia pelaksana yang diprakarsai oleh rakyat, para pejuang revolusi konstitusi bertempat di depan pintu gerbang/ halaman rumah rakyat di Senayan Jakarta, dengan peserta upacara yg dihadiri dari elemen yg mewakili rakyat, Ketua DPR /DPD /MPR RI atau yg mewakili

Dia tambahkan, dan diikuti oleh perwakilan mahasiswa BEM UI dll, Komunitas Ibu Pertiwi/TNI/ Polri serta Ormas2 yang akan diundang terbatas sesuai dengan kesiapan panitia.

“Mohon doa restu dan dukungannya agar acara ini dapat terlaksana dengan aman, tertib dan lancar serta dibatasi peserta upacaranya oleh panitia, dengan tetap mengingat mengikuti prokes covid-19 dan tetap mengindahkan PPKM yang akan diperpanjang atau tidak oleh pemerintah pusat dan semoga tidak diperpanjang. Aamiin YRA,” ungkap Fahri.

MOTTO: PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI KE 76 RAKYAT TETAP BERSATU BERSEMANGAT BERIKHTIAR DAN BERDOA GUNA MENGHADAPI DAN MENJAGA KEDAULATAN NEGARA DARI DAMPAK MULTI KRISIS

Demikian informasi ini disampaikan dan tidak ada alasan krn wabah pamdemi covid 19 dan PPKM sehingga UPACARA HUT RI KE 76 ini tdk dilaksanakan oleh rakyat, kecuali terjadi gempa bumi atau negera dalam keadaan perang

Rasa Nasionalisme Cinta Tanah Air wajib ditanamkan kpd rakyat khususnya generasi penerus bangsa dan tidak bisa upacara ini dilakukan melalui zoom meeting, krn rasa khidmat dan penghormatan menghargai jasa2 para pahlawan pejuang revolusi dlm merebut kemerdekaan harus kita syukuri peringati dialam terbuka

Hal ini agar kita yg hadir sebagai peserta upacara merasakan teriknya panas matahari ataupun hujan pada saat upacara dilaksanakan sebagai wujud penghormatan kita sebagai bangsa pejuang yg tdk pernah menyerah dengan keadaan dan kondisi apapun yg terjadi saat ini tks.

Penanggung jawab acara Upacara HUT RI KE 76 ini Fahri Lubis rakyat yg cinta ❤️ tanah air 🇲🇨 dan Pancasilais Sejati.

Tembusan Yth;

  1. Presiden RI sebagai laporan.
  2. Ketua DPR MPR DPD RI atau yg mewakili sebagai Undangan.
  3. Kapolri dan Panglima TNI sebagai laporan.
  4. Gubernur DKI Jakarta / Kapolda Metro Jaya / Pangdam Jaya sebagai laporan.
  5. Pertinggal.

Laporan: Jalal

Continue Reading

Uncategorized

Festival Kopi, Bangun Mitra Hutan Sosial antara Petani dan Pasar

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan kegiatan pengembangan mitra Perhutanan Sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dengan tetap menjaga kelestariannya. Pemberdayaan masyarakat melalui Mitra Hutan Sosial bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat setempat dalam mendapatkan manfaat sumber daya hutan secara optimal dan adil.

Mitra Hutan Sosial mengembangkan kapasitas dan akses masyarakat setempat dalam rangka kerjasama dengan Pemegang Izin Pemanfaatan Hutan atau Pengelola Hutan, Pemegang Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan, dan/atau Kesatuan Pengelolaan Hutan wilayah tertentu. Lewat kemitraan ini, masyarakat setempat mendapatkan manfaat secara langsung dari pemanfaatan hutan dan berkembang menjadi pelaku ekonomi yang tangguh, mandiri, bertanggung jawab dan profesional.

Direktur Kemitraan Lingkungan, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK, Jo Komala Dewi mengatakan pekerjaan rumah justru baru dimulai ketika izin pengelolaan Perhutanan Sosial diberikan. “Setelah izin diberikan, masih ada pekerjaan untuk kelola kelembagaan dan kelola usaha karena itu membangun mitra hutan sosial adalah mutlak dilakukan agar tujuan perhutanan sosial dapat tercapai,”kata Jo Komala Dewi dalam Seminar “Bangun Mitra Hutan Sosial” pada Festival Pesona Kopi Agroforestri di Jakarta (25/01/2022).

Syarat utama yang harus dipenuhi oleh multipihak yang terlibat dalam perhutanan sosial menurut Jo Komala adalah prinsip mengedepankan aspek kesejahteraan masyarakat dan pelestarian hutan yang dikelolanya.

Misalnya Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Bantaeng Sulawesi Selatan, melalui proses pendampingan, sejak 2010 mendapatkan izin Perhutanan Sosial untuk mengelola lahan seluas 342 hektar melintasi tiga desa dengan prioritas komoditas yaitu kopi. Tidak hanya peningkatan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat tetapi Hasri, Ketua LPHD Bantaeng dan BUMDes Ganting, mengatakan perambahan hutan sudah jauh berkurang karena masyarakat menyadari pentingnya memelihara hutan untuk tanaman kopi mereka.

Tantangan dalam pengembangan usaha kopi menurut Hasri adalah infrastruktur karena lokasi tanam, produksi dan kelola jauh sekitar dua kilometer dengan jalan menanjak dan memerlukan dukungan tak hanya pemerintah tapi juga swasta dalam penyelesaiannya.

Dalam proses mendampingi masyarakat Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM), Andri Santosa mencatat beberapa tantangan selain infrastruktur, yaitu mengubah paradigma petani yang bekerja sendiri untuk membangun kelembagaan. Lewat kelembagaan inilah justru usaha hutan sosial bisa dikembangkan melalui kemitraan dengan berbagai pihak termasuk pasar. “Tetapi di lapangan, seringkali tantangan lain yang ditemui termasuk akses pada informasi dan pengetahuan, kapasitas SDM petani dan akses permodalan,” tambah Andri.

Peran pendampingan dan pengembangan kapasitas petani ini yang kemudian dilengkapi oleh kemitraan bersama lembaga usaha yang sudah memiliki kemampuan mengembangkan produk dan mengakses pasar. Dalam Talkshow “Bangun Mitra Hutan Sosial” ini menghadirkan dua pengusaha sosial yang telah bekerjasama dengan kelompok petani kopi yaitu Sunda Hejo dan Javanero.

Eko Purnomowidi pendiri Sunda Hejo menekankan pada pentingnya proses regeneratif dalam pengembangan usaha hutan sosial dengan pelibatan generasi muda mulai proses tanam hingga pemasaran. Lewat sekolah lapangan atau sekolah kopi yang dikembangkan oleh Sunda Hejo tak hanya berhasil meningkatkan pendapatan petani kopi, melestarikan lingkungan sekitarnya tapi juga mencegah kasus-kasus perdagangan manusia sekitar hutan.

“Sifat kopi yang hanya perlu 40% sinar matahari dan bergantung pada ekosistem di sekitarnya, menjadikan tanaman ini jawaban dalam krisis iklim. Lalu untuk menyelamatkan manusia di masa datang, kita perlu menanam untuk memetik dan bangun ruang-ruang bermain anak agar ide-ide konservasi yang kita lakukan selama ini tidak sia-sia,” kata Eko.

Sementara Teddy Sumantri, Presiden Direktur Javanero mengajak multipihak untuk membangun kepercayaan dan keterlacakan proses produksi kopi yang lestari, kopi Indonesia dapat menembus pasar domestik dan internasional. Kepercayaan tersebut dibangun antara pengusaha dan petani di tingkat hulu, dan antara pengusaha dengan para pembeli di pasar.

“Kemitraan, pendampingan dan pengembangan kapasitas mulai dari hulu ke hilir tentunya akan membuka peluang pasar yang lebih baik. Apalagi 90% produksi kopi Indonesia dihasilkan oleh petani kecil yang membutuhkan pendampingan di hulu dan akses pasar di hilir,” kata Teddy.

Pendekatan pasar melalui Market Access Players dapat menjadi strategi dalam mendorong pertumbuhan usaha hutan berbasis masyarakat dan memperkuat Mitra Hutan Sosial. Keahlian para pengusaha dalam mengembangkan inovasi untuk penyelesaian isu dalam mencapai akses pasar dapat didayagunakan untuk mengoptimalkan nilai sumber daya hutan yang didapatkan oleh masyarakat.

Hingga Januari 2022, izin pengelolaan hutan melalui Perhutanan Sosial telah mencapai hampir lima juta hektar dari target nasional 12,7 juta hektar dengan lebih dari satu juta keluarga penerima manfaat. Salah satu tantangan Perhutanan Sosial dalam catatan Kemitraan Lingkungan KLHK adalah membuat petani dapat mengelola perhutanan sosial secara professional. Melalui kemitraan hutan sosial, pemerintah menyakini tantangan ini dapat diselesaikan dan tujuan Perhutanan Sosial untuk tata kelola hutan lestari dan kesejahteraan masyarakat meningkat dapat tercapai. (Amhar)
Sumber: www.menlhk.go.id

Continue Reading

Uncategorized

Kasus Vidio 61 Detik, Presiden KPI Nilai Polri Perlu Panggil MK

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Kongres Pemuda Indonesia (KPI) telah meneliti dari berbagai Video serta menampung aspirasi dari beberapa Masyarakat terkait Kasus Video 61 Detik.

Dalam penelitian tersebut, KPI menemukan petunjuk berupa adanya kemiripan Tato, Kursi dan List Dinding yang pernah digunakan oleh MK,” ungkap Pitra Romadoni Nasution, SH. MH., Presiden Kongres Pemuda Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/1/2022).

Menyikapi hal tersebut kata Pitra, Kongres Pemuda Indonesia Menilai Kepolisian perlu memanggil MK untuk mengklarifikasi adanya petunjuk Kemiripan ditato, dibangku serta list dingding yang digunakan MK.

“Kongres Pemuda Indonesia juga berharap agar Polri Melakukan Face Recognition dan Face Comparation terhadap Video 61 detik tersebut ke Inafis Mabes Polri,” pungkas Presiden KPI Pitra Romadoni Nasution. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Gandeng Universitas Teuku Umar, KPU MoU: Sukseskan Kampus Merdeka

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menjalin kerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar berlangsung di di ruang rapat lt. 1 KPU RI, Jakarta pada Senen (17/1/2022).

Kerja sama tersebut yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) ini ditandatangani langsung Ketua KPU RI Ilham Saputra dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar, Basri.

Kerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar berkaitan dengan Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia dalam pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Adapun ruang lingkup kerja sama ini meliputi:

Pertama adalah Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat

Kedua, yakni Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia

Ketiga, yaitu Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, dan

Keempat, Kegiatan lain yang disepakati oleh para pihak.

Hadir pada kegiatan MoU, yakni: Anggota KPU RI, Sekretaris Jenderal KPU RI, Deputi Bidang Dukungan Teknis, Deputi Bidang Administrasi, Inspektur Utama, Kepala Biro serta Inspektur.

Sementara dari Universitas Teuku Umar mengundang Rektor Universitas Teuku Umar, Wakil Rektor I Universitas Teuku Umar, Wakil Dekan I FISIP Universitas Teuku Umar, dan Wakil Dekan II FISIP Universitas Teuku Umar. (Amhar)

Continue Reading

Trending