Connect with us

Info TNI/Polri

FGD Sahli Kasad, Bagaimana Satkowil Berikan Bantuan Saat Bencana Alam

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Staf Ahli (Sahli) Kasad Bidang Bantuan Kemanusiaan di bawah pimpinan Pa Sahli Tk III Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A. dan Pa Sahli Tk II Kasad Bidang Banusia Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, S.I.P. menggelar Focus Group Discussion (FGD), di Aula Dharmagati Ksatria Jaya Pusbekangad, Kramat Jati, Jakarta Timur (16/6/2021).

Kegiatan FGD kali ini melibatkan Kemendagri (Direktorat Manajemen), Kemensos (Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial), BNPB, Staf Umum AD, Balakpus, Kotama jajaran TNI AD (Kodam VI/Mlw, Kodam XIV/Hsn, dan Korem 142/Tatag)

FDG juga dihadiri Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Bencana Unhan, Artha Graha Peduli, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam rangka turut serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Koorsahli Kasad, Letjen TNI Wisnoe P.B dalam sambutan pembukaan FGD antara lain mengatakan, dalam rangka tugas OMSP itulah TNI terlibat di berbagai penanggulangan bencana di seluruh wilayah tanah air.

Wisnoe sebut, awal Januari 2021 lalu misalnya, ketika terjadi bencana tanah longsor di Sumedang Jabar, gempa bumi di Mamuju Sulbar, dan banjir bandang di Kalsel, pada tahap awal banyak pihak yang tergerak hatinya membantu warga terdampak bencana mempercayakan penyaluran bantuan kemanusiaan mereka ke pihak TNI.

“Respons cepat dan tepat termasuk dalam pengiriman dan penyaluran bantuan utamanya pada periode awal bencana inilah yang membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan juga sinergi yang baik antara TNI dengan penanggung jawab utama penyelenggaraan penanggulangan bencana di wilayah tersebut,” ungkap Wisnoe.

Sinergi Satuan Komando Kewilayahan TNI AD dengan Pemerintah Daerah, lanjut Wisnoe, dalam penanggulangan bencana sudah berlangsung dengan relatif baik selama ini.

Dia tambahkan, kendati demikian, disadari hal itu dilakukan di tengah masa terbatasnya kemampuan dan kekuatan Satkowil, baik dari aspek SDM, alutsista, sarana prasarana, maupun peranti lunaknya. Sementara medan wilayah yang dihadapinya beragam dan tidak selalu mudah dihadapi

“Keterbatasan ini pada gilirannya berpengaruh terhadap kegiatan penyaluran terhadap kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan yang dituntut terlaksana dengan efektif dan efisien, agar warga terdampak bencana segera dapat merasakan manfaat dari bantuan yang diterimanya,” tutur Wisnoe

Sebaliknya, ungkap Wisnu pelaksanaan bantuan yang kurang baik, berisiko memunculkan permasalahan sosial, berupa konflik antar anggota masyarakat penerima bantuan, maupun antara penerima dengan pengelola bantuan.

“Dalam kaitan itulah, kemampuan pengelolaan bantuan kemanusiaan Satkowil perlu diperkuat, agar dapat menyelaraskan diri dengan tantangan dan kebutuhan di era saat ini yang tidak hanya menuntut ketepatan dan kecepatan, tetapi juga tranparansi dalam pertanggungjawabannya,” jelasnya.

Penyelenggaraan FGD menyangkut perkuatan Satkowil guna mendukung bantuan kemanusiaan dalam rangka penanggulangan bencana mendapatkan atensi khusus dan dukungan penuh dari segenap elemen yang termasuk dalam pemangku kewenangan dalam penanggulangan bencana, berupa upaya mencari solusi terbaik dalam mengembangkan sinergi Satkowil TNI AD dengan Pemda dan unsur terkait.

Bantuan kemanusiaan dimaksudkan untuk menyelamatkan nyawa, meringankan penderitaan dan menjaga martabat manusia selama dan setelah krisis dan bencana yang disebabkan oleh bahaya alam serta untuk mencegah dan memperkuat kesiapsiagaan ketika situasi seperti itu terjadi.

Pada intinya, dicapai kata sepakat bahwa sampai saat ini kompleksitas masalah dalam penanganan pemberian bantuan kemanusiaan antara lain menyangkut masih terjadinya penjarahan bantuan sebagai dampak bantuan yang tidak merata, lokasi terisolir, sebagian bantuan tidak terkoordinasikan karena update data keluar masuk bantuan tidak tersedia, bantuan yang terpusat pada satu lokasi, bantuan kurang tepat guna.

Kondisi di atas menuntut perlunya segera dibangun sistem dan sinergi penyempurnaan manajemen bantuan kemanusiaan antara lain dengan upaya optimalisasi Posko PDB saat darurat bencana, perlunya Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai pihak terkait dengan bantuan kemanusiaan, koordinasi dengan K/L atau instansi lain saat tidak terjadi bencana, pengawalan bantuan oleh TNI/Polri ketika penyaluran bantuan kemanusiaan, dan perlunya optimalisasi peran kluster nasional penanggulangan bencana.

Yang saat ini dikembangkan adalah sinergi multisektor yang lebih dikenal dengan sebutan Pentahelix Governance, yakni (1) Pemerintah (regulator), (2) Akademisi/Pakar (konsep dan inovasi), (3) Dunia usaha (pendorong), (4) Media massa (penguat/amplifier), dan (5) Masyarakat (akselerator).

Pembuatan peranti lunak berupa sinergi satuan terkait dari K/L dan TNI Polri menjadi tuntutan segera, dukungan anggaran dapat diselesaikan dengan mengutamakan bantuan kemanusiaan dan keselamatan jiwa mereka yang terdampak bencana, dan secara internal TNI/Polri, K/L terkait menyiapkan dengan manajemen penanggulangan bencana melalui pelatihan, peningkatan sarpras, peralatan, dan membangun sistem yang tepat guna tanpa meninggalkan akuntabilitas program tersebut.

Hadir dalam acara FGD tersebut Koorsahli Kasad Letjen TNI Wisnoe P.B., para narasumber, Ir Itjenad, Waaster Kasad, para Paban Staf Umum AD, para perwira yang mewakili Sat Balakpus, Para Pa Sahli Tk III Kasad dan Pa Sahli Tk II Kasad, Paban Sahli Kasad, serta tamu undangan lainnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari Koorsahli Kasad, Letnan Jenderal TNI Wisnoe P.B kepada ketiga narasumber dan moderator, dan dengan menyanyikan bersama lagu “Bagimu Negeri”, serta foto bersama, maka berakhir pula seluruh rangkaian FGD yang diselenggarakan oleh Sahli Kasad Bidang Bantuan Kemanusiaan (Amhar)

Continue Reading

Info TNI/Polri

Grafik Kesembuhan Covid-19 di Papua Barat Naik, Pangdam Kasuari Apresiasi Jajarannya

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajarannya atas kerja keras dalam penanganan penyebaran virus Covid-19.

Kasus di Wilayah Papua Barat saat ini mulai menurun dan grafik tingkat kesembuhan sudah mulai naik.

Hal itu disampaikan Pangdam XVIII/Kasuari selaku Panglima Komando Tugas gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) saat melakukan evaluasi penanganan Covid-19 di wilayah Papua Barat melalui rapat secara virtual dengan para Komandan Satuan di jajaran Kodam XVIII/Kasuari dari ruang rapat Sopsdam XVIII/Kasuari, Makodam, Trikora, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Senin (26/7/2021).

“Saya atas nama pribadi dan Komando menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras para Komandan satuan (Dansat) dan jajaran yang sudah berjibaku di lapangan lebih khusus kepada tenaga kesehatan untuk terus bergerak maju menyelamatkan keluarga kita dan juga masyarakat sehingga kita bisa menurunkan angka kasus Covid-19 ini,” ungkap Pangdam.

Pangdam menambahkan bahwa saat ini kondisi negara termasuk Papua Barat terkait masalah Covid-19 sampai hari ini belum terselesaikan. Dihadapkan dengan munculnya varian Delta dituntut untuk lebih waspada.

“Dengan adanya varian Delta ini, saya minta para jajaran harus membuat strategi yang baru lagi, bagaimana caranya agar kita bisa terbebas dari penularan maupun pandemi Covid-19 ini dengan segala cara. Hingga detik ini berita-berita duka terkait penyakit Covid-19 masih terus terdengar silih berganti,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan, terkait konferensi pers Presiden Jokowi tentang Covid-19 yang disampaikan kepada Panglima TNI dan Kapolri bahwa TNI dan Polri harus hadir membantu Pemerintah Daerah dan menyelamatkan masyarakat untuk itu, dirinya meminta agar melaksanakan tugas ini dengan baik.

Rapat virtual juga diisi agenda dengan mendengarkan paparan yang disampaikan oleh para Komandan sektor, Danrindam, Danbrigif 26/GP, Danpomdam dan Kakesdam serta para Dandim dan Danyon jajaran Kodam XVIII/Kasuari.
(Amhar)

Continue Reading

Info TNI/Polri

Tiba Di Palembang, 330 Tentara Amerika Disambut Prokes Covid-19

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dilakukan secara ketat terhadap 330 Tentara Amerika (US Army) saat tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sabtu (24/7/2021).

Kedatangan 330 Tentara Amerika gelombang pertama ini, untuk mengikuti Latihan Bersama Garuda Shield ke 15 / 2021, dan merupakan latihan terbesar dalam sejarah kerja sama antara TNI AD dengan AD Amerika Serikat.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan, Brigjen TNI Tatang Subarna, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/7/2021), di Palembang, Sumatera Selatan.

Selanjutnya, Brigjen TNI Tatang Subarna mengatakan latihan bersama ini akan digelar dari tanggal 1 sampai dengan 14 Agustus 2021, dan digelar di tiga daerah latihan tempur Baturaja, Amborawang, dan Makalisung.

“Tujuan dari latihan bersama ini adalah untuk meningkatkan kerja sama dan kemampuan prajurit TNI AD dengan AD Amerika Serikat dalam pelaksanaan tugas operasi,” jelas Brigjen TNI Tatang Subarna, saat ikut menjemput di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Dalam pelaksanaannya, latihan ini akan melibatkan penyelenggara dan pelaku sebanyak 2.246 personel TNI AD dan 2.282 personel AD Amerika Serikat dengan materi latihan Staff Exercise, Field Training Exercise, Live Fire Exercise, Medical Exercise, dan Aviation.

“Untuk Bandara di Palembang ini, kedatangan US Army akan beturut-turut sampai dengan tanggal 26 nanti, menggunakan lima pesawat. Sedangkan di Amborawang dan Makalisung, hanya pada tanggal 25 besok, masing-masing menggunakan satu pesawat,” ujar Tatang.

Selain prokes yang ketat dari Satgas Covid-19, ketentuan-ketentuan yang berlaku juga diterapkan terhadap para Tentara Amerika tersebut, seperti pemeriksaan dari pihak Bea Cukai dan Imigrasi untuk mewujudkan pelaksanaan latihan aman dan tertib. (Amhar)

Continue Reading

Info TNI/Polri

Wujud Peduli, Satgas Pamtas Yonif 131/Brs Pos Koya Koso Donor Darah

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs Pos Koya Koso membantu PMI dalam mengatasi kekurangan stok darah di Jayapura. Kegiatan donor darah ini dilaksanakan di Balai kampung Andrekang KM 9 Koya Koso Distrik Abepura, Jayapura (19/7/2021).

Hal tersebut disampaikan Wadan Satgas RI-PNG Yonif 131/Brs Mayor Inf Muzani CH dalam keterangan tertulisnya di Pos Kout KM 19 Arso 1 Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom (19/7/2021).

Wadan Satgas mengatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud kepedulian Satgas Pamtas Yonif 131/Brs Pos Koya Koso terhadap sesama.

“Semoga dengan kegiatan donor darah ini dapat membantu dan memenuhi persediaan darah di Kota Jayapura sehingga dapat menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan darah di masa krisis pandemi saat ini,” ungkap Wadan Satgas.

Danpos Koya Koso Letda Inf Iswandi yang juga ikut mendonorkan darahnya, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan donor ini tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya dalam memutus rantai penularan Covid-19.

Di sela pelaksanaan kegiatan donor, Bapak Akbar sebagai penanggung jawab administrasi PMI Jayapura menyampaikan apresiasi kepada jajaran Satgas Pamtas 131/Brs khususnya Pos Koya Koso atas perhatiannya dalam membantu pemenuhan stok darah PMI.

“Bukan sekali ini personel TNI dari Satgas Pamtas 131/Brs membantu kami dalam menjaga ketersediaan stok darah. Terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini, pihaknya sangat membutuhkan stok darah, sehingga dengan adanya kegiatan donor darah seperti ini kami merasa sangat terbantu,” ujarnya. (Amhar)

Continue Reading

Trending