Connect with us

Daerah

Demokrasi yang Ideal di Indonesia Adalah Demokrasi Pancasila

Published

on

JanoerKoening, Yogyakarta – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan bahwa demokrasi yang ideal di Indonesia adalah Demokrasi Pancasila. Sesuai yang diinginkan oleh ‘Founding Fathers’ atau para pendiri bangsa.

Pernyataan itu disampaikan LaNyalla menjawab pertanyaan dari perwakilan BEM Universitas Gadjah Mada, Farhan, dalam Ngopi Bareng dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

“Tapi saat ini model demokrasi tersebut belum dilaksanakan. Oleh sebab itu, DPD RI menilai pentingnya Amandemen konstitusi ke-5 dilakukan dengan suasana kebatinan untuk melakukan koreksi atas arah perjalanan bangsa. Hal ini dilakukan karena DPD RI menilai semangat amandemen konstitusi yang dilakukan sejak 1999 hingga 2002 sudah cukup banyak melenceng dari harapan para pendiri bangsa,” kata LaNyalla saat bersamaan diskusi Daring(Webinar) berlangsung, se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Oase Cafe, Minggu (06/06/2021)

Menurutnya, Pancasila seharusnya dijadikan nafas dalam semangat perbaikan bangsa.

“Jadi kalau ada yang tanya, sebenarnya apa DNA sistem pemerintahan Indonesia? Parlementer atau Presidensiil? Jawabnya adalah Pancasila. Yang merupakan sintesa atas dialektika teori-teori yang diterapkan negara-negara di barat. Saya katakan di sini Demokrasi Pancasila itu bukan teori yang tidak bisa diwujudkan,” sebut LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu menegaskan, Pancasila merupakan sumber segala hukum dan seharusnya dijadikan pedoman. Termasuk untuk memilih para pemimpin bangsa.

Dari tatanan sila-sila Pancasila, yakni membangun manusia Indonesia yang Berakhlak, Beradab dan Bersatu diharapkan akan memunculkan para Hikmat Kebijaksaan, yang mewakili suara rakyat untuk mengambil keputusan-keputusan penting terhadap bangsa dan negara melalui musyawarah mufakat.

“Termasuk memilih siapa yang diberi ‘mandat’ untuk memimpin pemerintahan. Sehingga diharapkan Keadilan Sosial terwujud. Itulah Demokrasi Pancasila. Itulah Presidensiil yang diinginkan para pendiri bangsa,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, LaNyalla mengajak mahasiswa bersama dengan DPD untuk berjihad secara konstitusi. Karena DPD butuh dukungan mahasiswa dan kalangan akademisi terkait keinginan melaksanakan Demokrasi Pancasila tersebut.

“Karena DPD punya tanggung jawab terhadap aspirasi rakyat. Harus memperjuangkannya dengan baik dan kami terbuka untuk bersinergi dengan mahasiswa,” kata LaNyalla.

Mantan Ketua Umum PSSI ini menegaskan, perjuangan memang harus melalui jalan yang berliku. Tidak ada perjuangan yang mulus.

“Yang penting adalah perjuangan kita itu benar dan on the track. Itu yang harus dipegang teguh. Kita tugasnya sebagai manusia adalah ikhtiar. Hasilnya diserahkan ke Tuhan,” katanya.

LaNyalla juga memberikan tips bagi generasi muda maupun mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Yaitu harus pelan-pelan.”Jangan langsung frontal dalam hadapi kekuasaan atau menyampaikan sesuatu hal. Kalau yang frontal biasanya akan ditangkap. Harus sein kiri belok kanan,” ujar.

Meski demikian, LaNyalla siap membantu memperjuangkan empat aktivis mahasiswa yang ditahan polisi agar bisa dikeluarkan. “Kita tidak janji akan hal ini. Tapi tolong tulis nama empat mahasiswa itu. Serahkan ke saya, nanti kita perjuangkan,” ucapnya.

Menurut LaNyalla kebebasan berpendapat harus tetap dibuka. Ruang diskusi tidak boleh dibungkam dan demonstran tidak boleh ditangkapi.

“Kita akan kawal kebebasan berpendapat ini yang sebenarnya aturan atau Undang-undangnya secara tekstual bagus namun secara konstektualnya terkadang belum dilaksanakan,” ujarnya.

Masalah kebebasan berpendapat tersebut disampaikan LaNyalla untuk menanggapi keluhan Presiden BEM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yunanto, mengenai kebebasan berpendapat yang saat ini dibungkam. Bahkan ada penahanan terhadap aktivis mahasiswa saat berdemonstrasi tolak omnibus law cipta kerja di Semarang.

Yunanto juga menyampaikan keinginannya agar DPD membantu mengeluarkan para aktivis mahasiswa yang ditahan karena berjuang mengadvokasi rakyat.

“Ada empat mahasiswa dari Semarang yang ditahan saat demo penolakan Omnibus law cipta kerja di Semarang. Kami berharap teman-teman tersebut dikeluarkan,” pinta Yunanto.

Continue Reading

Daerah

DPD Rumah Gadang Luak 50 Anis Baswedan for PresidenTerbentuk

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Anis Baswedan for Presiden juga merambah ke Sumatera Barat, khusus nya Luak 50 (Limapuluhkota dan Payakumbuh). Ini menyusul terbentuknya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Rumah Gadang Anies Bawesdan Republik Indonesia 1 untuk Wilayah Luak 50 yang diketuai Oleh Yossi Danti S.H.MH

Terbentuknya Relawan Anis Baswedan For Preident tersebut setelah diadakan nya deklarasi yang dihadiri lebih kurang 200 Relawan DPD Rumah gadang Luak 50 untuk anies Baswedan for Presiden di Cafe Agam Jua Batang Agam. Minggu (14/8/2022).

Dalam pernyataan persnya (14/8) Yossi menyebut bahwa Rumah gadang Luak 50 untuk anies Baswedan for gelar deklarasi yang dipimpin Langsung ketua DPP Rumah Gadang H.Idris Sanur SE.Sos.

Mandat yang diberikan, menurut Yossi Danti, akan dilaksanakan sebaik- baiknya. Untuk mensosialisasikan sekaligus menghantarkan Anis Baswedan ke kursi presiden. Memenangkan pria dengan banyak prestasi itu khususnya di wilayah Payakumbuh dan Limapuluhkota” Kita langsung bergerak setelah pelantikan dalam waktu dekat,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya segera mengkonsolidasikan termasuk juga menentukan gerakan lanjutan. Wanita yang merupakan seorang pengacara, politisi dan juga Aktifis yakin Anis Baswedan bisa diterima oleh masyarakat Luak 50.” Kami Yakin dengan ketokohan Anis dapat diterima,” harap Yossi

Sementara itu Ketua DPP Relawan Rumah Gadang H.Idris Sanur S.E.Sos, yakin gerakan For President Untuk Anis Bisa diterima,karena sosok Anis Orangnya jujur dan Agamais,dan siap menjalankan Amanah Pejuang-pejuang Sumbar,dan juga Sosok yang akan bisa membawa Perubahan untuk Indonesia,”ujar H.idris.

Editor : Amhar

Continue Reading

Daerah

Jalan Kembali Diakses Pascalongsor di Desa Satar Lenda, NTT

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Tanah longsor yang terjadi pada Minggu (12/6) mengakibatkan tertutupnya jalan pada salah satu titik di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Jalan ini kembali dapat diakses warga pada Senin kemarin (13/6/2022).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai melaporkan material longsor sudah dibersihkan oleh alat berat. Bersama dengan dinas terkait, BPBD setempat melakukan upaya pembersihan material sehingga jalan dapat dilalui kendaraan pada pukul 14.00 WITA. Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lama sehingga struktur tanah menjadi labil.

Selain tertutupnya akses jalan, sebanyak 3 warga mengalami luka sedang akibat longsor. Warga yang mengalami luka telah mendapatkan perawatan medis. BPBD Kabupaten Manggarai juga mencatat rumah rusak berat 1 unit, rumah terdampak 18 unit dan masjid 1 unit. Warga terdampak tanah longsor sebanyak 19 KK (90 jiwa).

Pascakejadian pada Minggu lalu, BPBD telah mendistribusikan bantuan logistik kepada keluarga terdampak.

Melihat analisis inaRISK, sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai memiliki potensi bahaya tanah longsor kategori sedang hingga tinggi. Kecamatan Satar Mese Barat merupakan salah satu wilayah dengan potensi tersebut.

Pantauan cuaca pada hari ini, Selasa (14/6/2022), kondisi wilayah Satar Mese barat berpeluang berawan – cerah berawan. Sedangkan pada esok hari (15/6), prakiraan cuaca kecamatan ini menunjukkan hujan ringan – hujan petir.

Menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti tanah longsor dan banjir, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga. Warga yang berada di dekat lereng gunung atau bukit diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila di wilayahnya turun hujan lebat dengan durasi lama. Identifikasi rute dan tempat evakuasi sementara serta tas siaga bencana sesuai dengan kebutuhan di setiap keluarga. (Amhar)

Continue Reading

Daerah

Terkini! Ketua FBN Bali Agustinus Nahak Dan Sekjen FBN Resmikan Warung Bela Negara

Published

on

By

JanoerKoening, Bali–Agustinus Nahak, SH MH Ketua Forum Bela Negara (FBN) Bali bersama Sekjen FBN meresmikan Warung Bela Negara di Bali pada Kamis, 9 Juni 2022. Terlihat jelas antusias dukungan masyarakat khususnya Bali dan tamu undangan penting lainnya dari unsur TNI-Polri, aparatur sipil lintas sektoral, tokoh agama, adat maupun perwakilan ormas

“Warung Bela Negara, sebagai sarana silaturahmi komponen antargenerasi anak bangsa yang peduli dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia” ujar Agustinus Nahak kepada wartawan Pokja Bela Negara di Bali, Kamis (9/6/2022)

“Melakukan dialog kebangsaan dan bela negara sambil kongkow di warung dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman bela negara generasi muda dalam nuansa santai namun tetap mempunyai nilai-nilai juang cinta NKRI. “Lanjut Agustinus Nahak

“Melalui diskusi di Warung Bela Negara ini diharapkan dapat dijadikan inspirasi lintas generasi untuk mengangkat karya-karya anak bangsa sekaligus mengangkat nama besar Indonesia Raya. “Paparnya

“Mari jadikan ini sarana mencari ide-ide brillian yang mampu menginspirasi seluruh warga negara dan menggugah kesadarannya untuk melakukan bela negara sesuai dengan profesi masing-masing. “Ajaknya

“Saatnya meramaikan dengan memanfaatkan Warung Bela negara ini sebagai wadah promosi Bela Negara dengan konsep kebersamaan dari, oleh dan untuk NKRI Abadi! “Tandas Agustinus Nahak

“Warung bela negara adalah tempat untuk menikmati makan lokal dan sambil diskusi dan sharing bela negara, bahkan kita siapkan wadah podcast untuk sosialisasi Bela Negara dengan mengundang para tokoh dan kaum milenial untuk diskusi Bela Negara dari sisi pariwisata, pendidikan toleransi dan kesamaan. “Ulasnya

“Untuk diketahui bahwa Bela Negara itu bisa berbentuk pemberdayaan UMKM, pendampingan hukum kepada masyarakat, memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan, pengembangan teknologi informasi dan masih banyak yang lain. Ke semuanya itu adalah perwujudan dari Cinta Tanah Air. “Tukas Agustinus Nahak

“Membela negara bukan hanya tugas dan tanggung jawab dari aparat keamanan seperti polisi atau TNI saja. “Kata Agustinus Nahak

“Namun juga hak sekaligus kewajiban seluruh rakyat Indonesia dalam membela negara, sesuai dengan kemampuan masing-asing untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia. “Ujarnya

“Menurut UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, yang dimaksud dengan bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. ” Pungkas Agustinus Nahak

Lipsus: Jalal

Continue Reading

Trending