Connect with us

Pemuda

Deklarasi Partai Ummat : Lawan Kezholiman, Tegakan Keadilan

Published

on

JanoerKoening, Yogyakarta – Sejumlah 99 orang pendiri Partai Ummat dari 34 provinsi berkumpul di Yogyakarta mendeklarasikan partai baru ini yang diinisiasi oleh tokoh reformasi Amien Rais.

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais membacakan deklarasi di hadapan para pendiri yang ditayangkan melalui akun Youtube Amien Rais Official tepat pada pukul 13.00 WIB, Kamis, 29 April 2021 yang bertepatan dengan 17 Ramadhan 1422 Hijriyah.

“Bismillahirrahmanirrahim, saya deklarasikan kelahiran Partai Ummat di persada bumi pertiwi Indonesia yang kita cintai bersama,” kata Amien Rais dengan suara mantap.

“Kami Partai Ummat bersama anak bangsa lainnya insyaAllah akan bekerja, berjuang, dan berkorban apa saja untuk melawan kezaliman dan menegakkan keadilan.

“Kami sadar bahwa menggerakkan Al-Amru Bil Ma’ruf Wannahyu Anil Munkar yakni memerintahkan tegaknya kebajikan dan memberantas keburukan serta memobilisasi Al-Amru Bil Adli Wannahyu Anil Dzulmi yakni menegakkan keadilan dan melawan kezaliman memerlukan kesabaran, ketekunan, dan ketangguhan.

“Kami abdikan seluruh shalat kami, seluruh ibadah kami, kehidupan kami, dan kematian kami, kami persembahkan hanya untuk Allah, Tuhan Seru Sekalian Alam. Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamiin.

“Kami yakin seluruh mekanisme demokrasi kita dan konstitusi kita lebih dari cukup untuk melakukan perbaikan kehidupan nasional, sehingga kita tidak perlu cara-cara ekstra parlementer dan cara-cara ekstra konstitusional.”

Deklarasi ditutup Amien Rais dengan takbir tiga kali dan pekik merdeka.

Yang mengharukan dari acara deklarasi dari daerah ini adalah para kader partai urunan untuk membiayai acara mereka masing-masing.

“Mereka bantingan untuk bikin spanduk, seragam partai, kaos, sampai makanan untuk buka puasa,” kata Wakil Ketua Partai Ummat Agung Mozin.

Animo Umat Islam sangat tinggi kata Agung, bukan tanpa alasan karena sekitar sebulan terakhir media sosial diramaikan dengan kemunculan Partai Ummat.

Media sosial depenuhi oleh logo Partai Ummat, artikel analisis, dan pernyataan dukungan dari sebagian kaum Muslimin.

Tentang Pengurus Partai

Kepengurusan Partai Ummat terdiri dari dua bagian yaitu Majelis Syuro dan Dewan Eksekutif. Majelis Syuro menunjuk Dewan Eksekutif atau pelaksana partai untuk menjalankan kebijakan partai.

Ketua Majelis Syuro dipegang oleh Amien Rais sendiri dengan sekretaris Ustad Sambo, sementara Ketua Umum dipegang oleh ahli teknologi informasi Ridho Rahmadi yang mendapatkan gelar PhD-nya dari Radboud University, Belanda.

Ketua Umum dibantu oleh tiga orang Wakil Ketua yaitu Agung Mozin, Sugeng, dan Chandra Tirta Wijaya. Ketiganya adalah politisi senior yang sudah sangat berpengalaman mengelola partai.

Sekretaris Umum Partai Ummat diamanahkan kepada Ahmad Muhajir yang juga politisi senior.

Pada satu pertemuan di Hotel Grand Keisha Yogyakarta, Ridho sangat terharu atas penunjukan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Ummat. Karena karirnya selama ini ia fokuskan untuk berkhidmat dalam bidang teknologi informasi.

“Tetapi pangggilan mulia untuk berjuang melawan kezaliman dan menegakkan keadilan ini tidak bisa saya tolak,“ kata Ridho.

Ridho mendapatkan dua gelar master dalam bidang artificial intelligence (kecerdasan buatan) dari Czech Technical University di Praha, Republik Ceko dan Johannes Kepler University di Austria.

Setelah menyelesaikan PhD-nya di Belanda, Ridho sempat menjadi peneliti tamu di Carnegie Mellon University, AS. Ridho aktif mengajar di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta sebelum bergabung dengan Partai Ummat. Namun sekarang dia mengundurkan diri untuk memenuhi peraturan yang berlaku.

Wakil Ketua Partai Ummat Agung Mozin mengatakan ditunjuknya ahli teknologi informasi Ridho Rahmadi adalah keputusan Majelis Syuro yang sangat tepat karena partai politik sekarang memerlukan kepakaran dalam bidang ini untuk bisa bersaing dengan partai lain.

“Kita harapkan Mas Ridho membuatkan kita beberapa aplikasi yang berguna untuk pemenangan Partai Ummat,“ kata Agung.

Tidak cuma itu, Agung menambahkan, usia Ridho yang masih melenial merupakan daya tarik tersendiri yang menjadi pertimbangan.

“Insya Allah Mas Ridho akan mampu menggaet sesama milenial untuk masuk Partai Ummat. Mereka mempunyai aspirasi, keinginan dan cita-cita yang sama. Mas Ridho sangat pas,“ kata Agung.

Dalam politik, kata Agung, integritas dan kapabiliitas saja tidak cukup. “Namun lebih dari itu, loyalitas kepada partai juga sangat penting. Insya Allah semua kriteria di atas sudah ada pada Mas Ridho.”

Tokoh Bergabung

Di tengah tingginya animo masyarakat dengan kemunculan Partai Ummat, sejumlah tokoh sudah menyatakan diri bergabung dengan partai baru ini. Di antaranya adalah artis Neno Warisman yang selama ini dikenal sebagai aktivis yang banyak memiliki jaringan di seluruh tanah air.

Di samping Neno, ada juga MS Kaban, mantan Menteri Kehutanan dan salah satu Ketua Partai Bulan Bintang, dan Buni Yani, korban UU ITE yang mengalami penzaliman dengan tuduhan dan vonis hukum yang tidak dia perbuat.

“Partai Ummat adalah harapan saya yang terakhir untuk memperjuangkan dan mendapatkan keadilan,” kata Buni Yani.

Wakil Ketua Partai Ummat Agung Mozin sangat optimis bahwa akan semakin banyak tokoh Islam yang bergabung dengan partainya. Agung mengatakan dia sedang menjajaki untuk bersilaturahmi dengan banyak kalangan.

“Insya Allah Partai Ummat akan bisa menampung aspirasi saudara-sadara kita ini,“ pungkas Agung menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Pemuda

Gelar Rakernas, PP HIMMAH Rumuskan Program Kerja ke Depan

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Wasliyah (PP HIMMAH) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I bertempat di hotel Royal Kuningan, Jakarta, pada Kamis 28 hingga 31 juli 2022.

Rakernas I tersebut dihadiri oleh perwakilan dari puluhan provinsi se-Indonesia. Rakernas yang dijadwalkan 28 Juli hingga 31 Juli 2022 ini mengangkat tema, ‘Sinergi Membangun Negeri sambut Indonesia Emas 2045′

Kepada media Abdul Razak Nasution Ketua Umum PP HIMMAH-RI mengatakan, bahwa Rakernas ini akan merumuskan gagasan dan program kerja yang akan datang, hal ini merupakan program pertama pihak nya.

“Dan dengan tagline target kerja periode 2021 hingga 2024 akan mengupayakan satu juta kader Himpunan Mahasiswa Al Washliyah di seluruh Indonesia,” ujarnya saat disela acara Rakernas I Al Washliyah, Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Abdul Razak Nasution menyebut, bahwa Program internal 1 juta kader dapat terwujud dalam 3 tahun kedepan yakni 2021-2024. Bersamaan dalam kaderisasi ini kami melakukan moderasi Agama.

Dia tambahkan, bahwa perihal target ini sudah dirumuskan dan sudah setahun berjalan dan sampai sejauh ini sudah mencapai target kader hingga 18-20%.

Eksternal

Kemudian daripada itu, kata Razak, secara eksternal kami sebagai kader muda yang juga dari HIMMAH akan meng-upgrade diri baik dari segi keilmuan, Kemampuan, kompetensi dalam rangka mempersiapkan Indonesia Emas 2045.

Selain itu, “Menyambut era Destruksi sebagai kader dan sebagai organisasi kami harus siap mengimbangi perubahan yang begitu cepat,” pungkas nya.

Ditanya harapannya paska rakernas, Abdul Razak Nasution mengungkapkan, “Kami tetap masih konsolidasi dan terus melaksanakan fokus satu juta kader dan melaksanakan gagasan-gagasan yang telah kami buat secara internal,” tutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Pemuda

Gelar Car Free Day, KMP Suarakan Dukungan DOP Papua

Published

on

By

Janoerkoening, Jakarta – Konferensi Mahasiswa Papua (KMP) mendukung Rancangan Undang-undang (RUU) pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua yang masih bergulir sampai sekarang

Bukan hanya dukungan moril tapi teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam Konferensi Mahasiswa Papua juga turun langsung mengkampanyekan DOB papua di gelaran Car Free Day kawasan Jl. Jend Soedirman, Jakarta Pusat, Minggu (26/06/2022).

Kegiatan tersebut lahir dari keresahan bersama bahwa masyarakat umum perlu mengetahui permasalahan yang sedang bergulir di Tanah Papua.

Koordinator Konferensi Mahasiswa Papua (KMP) Moeytuer Boymasa kepada media mengatakan, bahwa giat tersebut sebagai bentuk kecil dukungan kepada RUU Papua dan juga sebagai indikator seberapa besar respon positif dari masyarakat umum akan pemekaran wilayah tersebut.

Dia sampaikan, bahwa ide dan gagasan pemekaran wilayah ini sudah cukup melewati waktu yang lama, ide ini bukan semata-mata hasil bisikan langit, tapi 100% bisikan dari dalam Tanah Papua, kita mendukung DOB Papua karena kami yakin ini menjadi kunci pemerataan pembangunan.

“Dan hari ini kami sampaikan kepada masyarakat luas secara langsung di gelaran CFD ini, bahwa papua memang perlu pemekaran, dan semua yang datang mendukung kita,” ungkapnya, minggu (26/6/2022).

Kegiatan soft campaign inii dihadiri oleh puluhan teman-teman mahasiswa Papua yang tergabung dalam Konferensi Mahasiswa Papua, dengan bertajuk Suara Papua “Di CFD, Dukung DOB”.

Dalam giatnya rekan-rekan mahasiswa Papua membagikan selebaran, Foto Bersama masyarakat, Flashmob tarian timur Indonesia dan juga membacakan puisi. (Amhar)

Continue Reading

Pemuda

Dukung DOB, KMP Tegas Papua Harus Di Mekarkan

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Dinamika politik identitas dan budaya di tanah Papua masih berlangsung hingga hari ini. Kontestasi Pilkada dan pemekaran daerah sangat sarat dengan kepentingan politik, sehingga memicu konflik antara elite dengan elite, serta elite dengan masyarakat Papua.

Dan hingga hari ini pro dan kontra masih nyaring terdengar terkait Rancangan Undang Undang Daerah Otonomi Baru (RUU DOB) pemekaran Papua.

Rencananya, ada tiga Rancangan Undang-Undang (RUU) yang mengatur pemekaran DOB di Provinsi Papua yakni, RUU Provinsi Papua Tengah, RUU Provinsi Papua Selatan dan RUU Provinsi Pegunungan Papua.

Sehubungan dengan hal tersebut, puluhan mahasiswa & pemuda yang tergabung dalam Konferensi Mahasiswa Papua (KMP) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat (Jum’at, 10/06/202).

Gelombang dukungan terkait DOB Papua sudah mengalir deras, namun nyatanya sampai berita ini diturunkan belum ada tanda tanda perkembangan dari RUU DOB tersebut.

Menyikapi hal ini, Moytuer Boymasa menyampaikan bahwa aksi unjuk rasa tersebut sebagai bentuk desakan nyata kepada pemerintah, bahwa Papua harus dimekarkan.

Boymasa mengungkapkan, kami selalu berbicara bagaimana Tanah Papua sepuluh, dua puluh atau bahkan 50 tahun ke depan, dan kami membayangkan Tanah Papua mampu tumbuh dan berkembang yang mana salah satunya adalah karena pemekaran yang kami yakin akan segera dilaksanakan.

“Maka kami hadir hari ini disini, menjadi sinyal bahwa kami teman-teman mahasiswa, pemuda dan masyarakat mendukung penuh pengesahan DOB di Tanah Papua,” tegasnya kepada media, Jum’at (10/6/2022).

Dalam kesempatan tersebut, 5 orang perwakilan massa aksi diterima langsung oleh Direktur penataan daerah dan otonomi daerah khusus Kementerian Dalam Negeri, dalam rangka mendengarkan dan menerima aspirasi serta tuntutan dari massa aksi yang tergabung dalam Konferensi Mahasiswa Papua. ( Amhar )

Continue Reading

Trending