Connect with us

DUNIA ISLAM

JK : Peradaban yang Dimulai dari Masjid Merupakan Sebuah Proses

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Dalam Seminar Internasional yang diadakan oleh Universitas Ibnu Chaldun Jakarta (UIC) pada tanggal 11/2/2021 Secara Online, Dr. Muh. Jusuf Kalla menyampaikan bahwa peradaban yang dimulai dari masjid merupakan sebuah proses

“Peradaban yang terjadi dimasa paradaban, dan telah terbangun baik dimasa lalu maupun masa saat ini,” ujarnya.

Terkait paradaban masjid menurutnya, masjid bukan hanya mengenai proses memakmurkan masjid akan tetapi masjid juga dapat memakmurkan masyarakat baik dalam proses ekonomi maupun kemajuan entrepreneur menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik

Jusuf Kalla menyebut, sejarah peradaban Islam abad ke 10 dan 11 merupakan kemajuan Islam itu sendiri, yang kemudian maju dan berpindah pada peradaban yang baru.

“Bahwa masjid bukan hanya menjadi tempat Ibadah melainkan tempat pusat peradaban yang kemudian dapat menuju masyarakat yang dinamis serta dapat mendinamiskan masyarakat,” pungkasmya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (YPPIC) Bapak H. Edy Haryanto SH., MH, dalam sambutanya menyampaikan bahwa perjuangan Rasullah dan Sahabatnya yang menjadikan masjid sebagai pusat peradaban Islam yang dilaksanakan

“Selain itu masjid dijadikan peradaban sampai saat ini,” ungkapnya.

Rektor Ibnu Chaldun, Dr. Musni Umar, SH, M.Si, Ph.D mengatakan, salah satu tempat yang ideal untuk membangun kehidupan perekonomian masyarakat menuju kesejahteraan dan berlandaskan dengan nilai-nilai spiritual adalah tempat ibadah atau masjid bagi umat Islam.

“Bagi umat Islam, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah namun memiliki memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan peradaban ummat Islam, salah satunya dalam perekonomian,” ucapnya.

Selama ini kata Rektor, sejarah telah mencatat masjid Nabawi oleh Rasulullah SAW difungsikan sebagai pusat ibadah, pendidikan dan pengajaran, pusat penyelesaian problematika umat dalam aspek hukum (peradilan)

Selain itu tambah Rektor, masjid juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat, pusat informasi Islam, hingga sebagai pusat pemerintahan Rasulullah.(Amhar)

Continue Reading

DUNIA ISLAM

MHQH Ke 13, Menag: Amalkan Al-Quran dan Hadis dalam Keharmonisan Masyarakat

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini, Kamis 25 Maret 2021, menutup gelaran Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits (MHQH) Amir Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud Tingkat Nasional ke-13.

Dalam sambutannya Menag mengajak kaum muslimin untuk menjadikan Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman dan menciptakan kehidupan yang harmonis dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Bagaimana kita hidup dalam perbedaan baik agama, keyakinan maupun bangsa, hendaknya kita selalu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis dengan senantiasa menjaga persaudaraan dan respek kepada pihak lain,” kata Gus Menag dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, Kamis (25/3/2021).

Dituturkan Gus Menag, perbedaan adalah sunnatullah, keniscayaan, yang perlu disikapi secara matang. Perbedaan perlu dijadikan sebagai kekuatan untuk membangun kerjasama dengan banyak pihak.

“Mari kita wujudkan dan wariskan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara dengan mengacu pada upaya pembangunan peradaban dan berorientasi masa depan,” ujarnya.

Dia tambahkan, Kita semua yakin dengan Al-Qur’an dan Hadis. Kita akan mampu beradaptasi dengan setiap perubahan yang terjadi.

“Al-Qur’an dan Hadis adalah jalan terang yang menekankan kita untuk memikirkan masa depan yang cerah, lebih dinamis, dan optimis,” sambungnya.

Menurut Menag, Indonesia dan Arab Saudi adalah bangsa besar yang mampu berjalan dan seiring menjunjung tinggi nilai-nilai Universal Islam. Bangsa yang besar dan maju adalah bangsa yang selalu berfikir dalam tiga dimesi, yaitu: masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

Kepada para pemenang, Gus Menag mengingatkan bahwa kemenangan bukan segala-galanya.

“Hal terpenting dari gelaran MHQH adalah bagaimana kita mampu menggerakkan masyarakat untuk mencintai, memahami, mendalami kemudian berprilaku sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis demi kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia,” pesannya.

Sebanyak 40 penghafal Al-Qur’an berhasil melaju ke babak final untuk kategori putra dan putri. Sedangkan babak final cabang hadis diikuti 10 penghafal hadis terbaik dari 34 provinsi di Indonesia.

Berikut daftar pemenang MHQH 2021 berdasarkan Keputusan Dewan Hakim yang diketuai oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Husin Al Munawar dan Sekretaris Dr. Muchlis Hanafi:

I. Putra
Cabang 10 Juz, yakni:
1. Bayu Wibosono Damanik, Riau

2. Uli Satria, Aceh

3. Ali Hamzal Alfansuri, Kepulauan Riau

Cabang 15 Juz, yakni:
1. Andi Rahmad Yusuf Ikhradja, Sulawesi Selatan

2. Ahmad Faiz Fikri, Sulawesi Tenggara

3. Khairullah, Kepulauan Riau

Cabang 20 Juz, yakni:
1. Wildan Syukrillah, Banten.

2. Muhammad Adzim Fadlan, Sulawesi Selatan.

3. Alfin Firkham Maulana, DKI Jakarta

Cabang 30 Juz, yakni:
1. Yazid Fadillah, Lampung

2. Bambang Alfino Adi Utomo, Jambi

3. Muhammad Juaini, Nusa Tenggara Barat.

II Putri
Cabang 10 Juz, yakni:
1. Nurul Iffah Khumairoh, Sulawesi Tenggara.

2. Musta Dewi Indriyani, Kepulauan Riau

3. Fatihah Az-zahro, Papua

Cabang 15 Juz, yakni:
1. Norma, Kalimantan Barat

2. Nabillah Suharso, Sumatera Utara

3. Nur Fadhillah Wahid, Sulawesi Selatan

Cabang 20 Juz, yakni:
1. Sri Rahayu Lestari Putri, Kepulauan Riau

2. Qurrota A’Yun, Jawa Timur

3. Fitriani, DKI Jakarta

Cabang 30 Juz, yakni:
1. Rifdah Farnidah, Banten

2. Istiqomah, Kepulauan Riau

3. Indana Zulfa, DKI Jakarta

Hafalan Hadis Kitab Umdatul Ahkam, yaitu:
1. Rozin Nasrullah, Sulawesi Selatan.

2. Za’im At-Thory, DKI Jakarta

3. Mohammad Alunk, Jawa Timur. (Amhar)

Continue Reading

DUNIA ISLAM

Lahirkan Penghafal Al-Qur’an, Kemenag Apresiasi Peran Guru Tahfiz

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Kementerian Agama mengapresiasi peran para guru tahfiz Al-Quran di seluruh tanah air dalam membimbing, melatih, dan melahirkan para penghafal Al-Quran.

Keberhasilan putra-putri Indonesia dalam menghafal dan memahami Al-Quran, tidak dapat dicapai secara autodidak. Semua itu tidak lepas dari motivasi dan bimbingan guru.

Hal ini disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar usai meninjau dan menyaksikan babak final Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits (MHQH) Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Suud Rahimahullah Tingkat Nasional Ke-13 di Jakarta, Rabu (24/3/2021) malam.

“Program pendidikan tahfiz Al-Quran yang diasuh oleh guru-guru penuh dedikasi di berbagai pelosok tanah air memiliki peran penting dalam membentuk kader-kader generasi umat dan bangsa yang beriman dan berakhlak mulia sebagai fondasi lahirnya generasi unggul,” tegas Fuad Nasar.

“Al-Quran menjadi satu-tunya kitab suci yang paling sering dibaca dan paling banyak dihafal di seluruh dunia sejak pertama kali diturunkan hingga akhir zaman,” sambungnya.

Dilansir dari Kemenag.go.id, bahwa MHQH tingkat nasional ini dilaksanakan setiap tahun di Jakarta atas kerjasama Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia dan Kementerian Agama.

Menurut Fuad Nasar, MHQH menjadi salah satu barometer kemajuan pendidikan Al-Quran dan Hadits di Indonesia, khususnya di bidang hafalan.

“Sejauh ini, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang mendapat kepercayaan Saudi Arabia untuk menyelenggarakan musabaqah hafalan Al-Quran dan Hadits sebagai amal jariyah dari keluarga Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Suud Rahimahullah,” terang Fuad.

M. Fuad Nasar, yang juga mantan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, berharap para peserta dan juara musabaqah hafalan Al Quran dan Hadits yang dipersyaratkan berusia di bawah 30 tahun, dapat meraih prestasi terbaik dalam jenjang pendidikan, karir, dan kehidupan sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

Dia tambahkan, Pemerintah dan masyarakat perlu lebih memperhatikan dan memberi dukungan.

“Allah SWT telah memudahkan umat Islam untuk menghafal firman-firman-Nya yang terhimpun dalam kitab suci Al-Quranul Karim. Semoga para penghafal Al-Quran dan pengamal isi Al-Quran diberi kemudahan dalam segala urusan keduniaan,” tutur Fuad Nasar.

Penyelenggaraan kegiatan MHQH Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Suud 2021 berlangsung empat hari, 22 – 25 Maret 2021 di Jakarta. Event ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan tersebut diikuti 250 Hafiz dan Hafizah dari 34 provinsi seluruh Indonesia. Cabang musabaqah yang dilombakan terdiri atas hafalan Al Quran 30 juz, 20 juz, 15 juz, dan 10 juz untuk putra dan putri.

Sementara hafalan Hadits hanya untuk putra dengan 100 Hadits beserta sanad (penyampai Hadits) dan 400 tanpa sanad. (Amhar)

Continue Reading

DUNIA ISLAM

Atase Agama Saudi Puji Kualitas Penghafal Al-Qur’an Indonesia

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi Syeikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi terkesan dengan kualitas bacaan para penghafal Al-Qur’an dari Indonesia.

Hal ini disampaikan Syeikh Ahmed saat menyaksikan Final Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits (MHQH) Amir Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud Tingkat Nasional ke-13, di Jakarta.

“Saya bangga dengan anak-anak muda di negeri Indonesia ini, yang telah membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan tartil, tahsin, dan tajwid yang tepat,” tutur Syeikh Ahmed di lokasi Final MHQH, Rabu (24/3/2021).

Dia juga ungkapkan rasa syukur “Saya bersyukur bisa hadir dan melihat langsung final musabaqah ini,” sambungnya.

MHQH Amir Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud Tingkat Nasional ke-13 ini merupakan program kerja sama Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia.

Syeikh Ahmed juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan musabaqah tahunan ini.

Menurutnya, musabaqah yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat ini berjalan sukses.

“Saya sampaikan penghargaan tertinggi kepada semua yang terlibat menyukseskan kegiatan yang dilaksakan di tengah pandemi Covid-19 ini,” ucapnya dengan nada senang.

Dia berharap “Semoga peserta, panitia, panitera, dewan hakim, Kementerian Agama Republik Indonesia, Yayasan Amir Sultan bin Abdul Aziz, Kedutaan Besar Arab Saudi, dan semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu mendapatkan pahala terbaik dari Allah,” tambahnya.

Gelaran MHQH Tahun 2021 saat ini telah memasuki babak final. Sebanyak 40 penghafal Al-Qur’an berhasil melaju ke babak final untuk kategori putra dan putri.

Sedangkan babak final cabang hadis diikuti oleh 10 penghafal hadis terbaik dari 34 provinsi di Indonesia.

MHQH ke-13 ini rencananya akan ditutup Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sekaligus penyerahan hadiah kepada para juara pada Kamis (25/3/2021) siang. (Amhar)

Continue Reading

Trending