Connect with us

Sosial

Kepergok! Airlangga Lepas Bantuan Korban Bencana

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Telah kepergok! Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto didampingi jajaran melepas bantuan Partai Golkar peduli korban bencana alam Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat di Jakarta.

Dalam sambutannya Airlangga meyampaikai, Partai Golkar akan mendistribusikan bantuan untuk korban bencana alam di wilayah Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat

“Adapun bantuan yang diserahkan hari ini secara akumulatif senilai Rp4,7 miliar yang terdiri dari kebutuhan pokok, perlengkapan kesehatan, dan mobil filter air,” sebut Airlangga di Kantor Studio Dijital Partai Golkar, Cikajang 19, Jakarta. Jum’at (22/1/2021).

Lalu, Airlangga mengatakan
Secara rinci bahwa bantuan bahan pokok seperti beras sebesar 20 ton, ratusan paket gula pasir hingga minyak goreng, sementara bantuan kesehatan seperti masker sebanyak 10 ribu, alat tes antigen sebanyak 6.250 unit, dan vitamin C sebanyak 1.620 karton.

“Bantuan yang kami berikan ini untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam yakni korban gempa di Sulawesi Barat dan banjir di wilayah Kalimantan Selatan,” pungkas Ketum Golkar. (Amhar)

Continue Reading

Sosial

Kuatkan Komitmen Bersama Komunitas Se-Jabodetabek, Dompet Dhuafa Gelar Community Festival 2021

Published

on

By

JanoerKoening, Bogor – Dompet Dhuafa memberikan apresiasi kepada berbagai komunitas yang telah berkontribusi dalam donasi kemanusiaan. Menggelorakan Nilai kepedulian kebaikan, Dompet Dhuafa menggelar Community Festival 2021 #BeraniBaik di Kawasan Terpadu Zona Madina, Parung, Bogor, Jawa Barat, yang melibatkan komunitas Se-Jabodetabek dari berbagai kalangan untuk turut berperan aktif dalam membantu sesama melalui Dompet Dhuafa, pada Minggu (7/11/2021).

Banyaknya permasalahan yang kerap kali terjadi di penghujung tahun menginisiasi Dompet Dhuafa melakukan gerakan Humanesia dengan mengusung semangat #BeraniBaik. Pada Tahun 2021, Dompet Dhuafa mengusung jargon #BeraniBaik yang merupakan sebuah pesan mengajak masyarakat khususnya kaula muda untuk berani memulai, berani bertindak, dan berani dalam berbuat kebaikan, mulai dari sekeliling dan terdekat.

Community Festival 2021 ini juga merupakan penanda ‘kick-off’ campaign Humanesia dari Dompet Dhuafa dengan semangat bersama untuk sesama. Beragam program seperti Para Tangan Tangguh berupa bantuan modal usaha guna menguatkan keluarga dan bagi mereka yang terdampak Covid-19 khususnya saudara kita penyandang disabilitas pemimpin keluarga. Kemudian Kado Akhir Tahun sebagai dukungan kebangkitan masyarakat dhuafa yang terdampak pandemi. Serta, Hangatkan Jiwa dan Raga Warga Palestina sebagai kepedulian kepada warga Palestina.

Kegiatan ini dikemas dengan penuh kemeriahan dan tetap mematuhi protokol kesehetan, mengingat kewaspadaan datangnya gelombang pandemi berikutnya. Berbagai macam penampilan menghiasi acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari. Dari mulai talk show dengan salah satu Super Volunteer Dompet Dhuafa yaitu Chiki Fawzi bersama Yudha Andilla selaku Manager Retail Fundraising Dompet Dhuafa, Udhi Tri Kurniawan sebagai Direktur Zona Madina Dompet Dhuafa, dan Bobby P. Manullang selaku General Manajer Wakaf Dompet Dhuafa.

“#BeraniBaik adalah berani berbuat kebaikan sekecil apapun dengan paket pengorbanannya masing-masing. Walaupun belum bisa yang besar jangan berkecil hati, karena ternyata melakukan kebaikan juga bisa dengan kolaborasi kolosal. Seperti wakaf yang hanya 10.000 di Dompet Dhuafa, jika dilakukan oleh 1 (satu) juta orang akan menjadi rumah sakit yang manfaat dan pahalanya akan terus mengalir,” ujar Chiki Fawzi.

“Dompet Dhuafa sudah menyajikan begitu banyak kemudahan. Takut uang terkuras banyak, donasi hanya 10.000 saja. Malas ke ATM untuk transfer, sudah ada barcode, QRS, atau donasi.tabungwakaf.com kalau mau berwakaf. Jadi yang terpenting adalah niat dan kepeloporan, artinya mengalahkan rasa takut atas diri sendiri,” jelas Bobby dalam pemaparannya.

Pengujung tahun dipilih sebagai momentum pelaksanaan Humanesia, mengingat akhir tahun menjadi waktu rawan terjadinya bencana alam terutama yang disebabkan curah hujan tinggi maupun pergantian siklus alam lainnya. Tentunya kita sama-sama berharap tidak adanya bencana yang hadir khususnya di Indonesia, akan tetapi Humanesia akan terus bergulir untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya kebaikan untuk ditularkan kepada mereka yang membutuhkan.

“#BeraniBaik itu berani untuk memulai dari diri sendiri dan berpikir luas bahwa jangan masuk surga sendirian. #BeraniBaik untuk mengambil keberkahan diawal dan untuk memancing keberkahan dikedepannya. Jadi dengan konsep berbagi memanfaatkan kolaborasi dengan Dompet Dhuafa atau platform seperti TabungWakaf.org, JadiBaik.org, dan pihak lainnya harapannya bisa bisa dimaksimalkan untuk selalu bisa tumbuh dan mengajak kebaikkan-kebaikan di lingungkan kita setidaknya seperti itu,” jelas Yudha dalam kesempatannya.

Beberapa penampilan dari komunitas turut meramaikan semaraknya acara seperti Silat Jampang, Stand Up Comedy, Bogor Beatles Society, Opini Kustik, EmPang, hingga Kempoters. Selain itu ada juga kesiap siagaan dalam respon kemanusiaan dan kebencanaan dari Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa yang di kemas dalam campaign Indonesia Siap Siaga sebagai langkah antisipasi maupun respon cepat dari peristiwa di Indonesia maupun Mancanegara.

“Bukan hanya niat, bukan hanya rencana, tetapi berani melakukan lalu efeknya adalah kebaikan. Karena yang kita gaungkan adalah BeraniBaik, lalu dari semangat BeraniBaik itu lahir perbuatan baik, maka pasti adalah kebaikan. Dampak kebaikan tidak hanya untuk diri kita sendiri, akan tetapi dampak kebaikan untuk orang lain,” jelas Udhi dikesempatan yang sama. (Amhar)

Continue Reading

Sosial

Gandeng BAPPENAS, Tanoto Foundation Dorong Implementasi Indeks Perkembangan Anak Usia Dini

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto di tahun 1981, hari ini menyeleggarakan seminar daring bertajuk “Komitmen Bersama Mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

Acara Webinar yang di gelar hari ini Kamis, 21 Oktober 2021 dilaksanakan oleh Tanoto Foundation bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), UNICEF, dan Sekretariat Nasional SDGs/ BAPPENAS.

Hadir sebagai pembicara adalah Eddy Henry, Head of ECED Tanoto Foundation; Ahmad Avenzora, Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat, BPS; Nina Sardjunani, Koordinator Tim Ahli Sekretariat SDGs/ BAPPENAS

Pembicara berikutnya yakni; Nugroho Warman, Education Specialist dan Bheta Arsyad, Social Policy (Statistics) Specialist, UNICEF; beserta
Asmara Wreksono, anggota Technical Advisory Group Tanoto Foundation dan Perwakilan Orang Tua.

Head of ECED Tanoto Foundation, Eddy Henry dalam paparanya mengatakan, Indonesia diprediksi akan menjadi negara berpenghasilan tinggi dan kekuatan ekonomi dunia pada 100 tahun kemerdekaannya di tahun 2045. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi Indonesia akan memiliki 318,9 juta penduduk.

“BPS pada 2018 menyebutkan jumlah penduduk tersebut didominasi oleh angkatan usia produktif (15-64) mencapai 70%,
sementara usia non-produktif sekitar 30%. Dari prediksi angka tersebut, Indonesia akan
mengalami bonus demografi yang menunjukkan tren positif bagi pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Namun, kata Eddy, masih banyak tantangan yang harus dihadapi; kesenjangan sosial, ketimpangan ekonomi, dan belum optimalnya kualitas sumber daya manusia Indonesia menjadi sejumlah persoalan yang perlu kita atasi.

“Upaya mengatasi persoalan dan menjawab tantangan di atas dilakukan pemerintah melalui
pelaksanaan agenda pembangunan berkelanjutan dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs),” imbuhnya.

Menurutnya, salah satu komitmen pemerintah dalam bidang pembangunan manusia adalah dengan dicanangkannya program nasional Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI).

“Komitmen tersebut selaras dengan indikator SDG 4.2.1. Perpres No. 60 Tahun 2013 tentang PAUD-HI mengamanatkan agar semua pihak, lintas kementerian/ lembaga, dan kalangan non-pemerintah bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan esensial anak usia dini dalam hal pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, dan
perlindungan serta kesejahteraan sosial, baik di tingkat nasional maupun daerah,” urai Eddy.

Oleh karena itu lanjut Eddy, melalui program Pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (Early Childhood Education and Development/ECED), Tanoto Foundation secara aktif dan kolaboratif mendukung upaya pemerintah dalam pencapaian SDGs dan mendorong pembangunan SDM Indonesia yang berkualitas.

Pada tahun 2020, Tanoto Foundation mendukung BPS dan UNICEF guna melakukan analisis data ECDI2030 (Early Childhood Development Index 2030) yang merupakan alat ukur berstandar global yang komprehensif untuk merekam pencapaian dari pertumbuhan kunci anak pada usia 24-59 bulan.

“Tanoto Foundation berkomitmen pada pembangunan anak usia dini dalam kerangka SDGs. Dengan adanya laporan analisis ECDI 2018 dan tersedianya instrumen ECDI2030, kami percaya pembangunan generasi bangsa Indonesia akan lebih terukur dan terarah”, jelas Head of ECED Tanoto Foundation, Eddy Henry.

Dia tambahkan, Kolaborasi tersebut dilanjutkan dengan peluncuran video dan materi edukasi ECDI2030, yang diluncurkan 21 Oktober 2021 dalam rangkaian webinar “Komitmen Bersama Mewujudkan Indonesia Emas 2045”.

Bheta Arsyad, Social Policy (Statistics) Specialist UNICEF menimpali, “Webinar ini bertujuan untuk mensosialisasikan ECDI2030 kepada para pemangku kepentingan terkait, baik dari lembaga pemerintah, swasta, masyarakat sipil maupun masyarakat pada umumnya dan khususnya para orang tua, sebagai ukuran yang berstandar global, untuk memonitor kemajuan perkembangan anak usia dini.

“Ini menjadi sangat penting bagi kita untuk menciptakan generasi mendatang yang tangguh, berkualitas, sehat dan berpendidikan tinggi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Sementara itu, Nugroho Warman, Education Specialist UNICEF menyampaikan, bahwa webinar ini sangat penting untuk memahami mengapa kita perlu mengadaptasi instrumen global ECDI2030 dan apa kepentingannya untuk anak-anak usia dini di Indonesia.

“Saya apresiasi Badan Pusat Statistik
Indonesia yang merencanakan implementasi instrumen ini secara regular melalui Susenas mulai tahun 2022 nanti,” tutur Nugroho, menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Sosial

Kepergok! Ulama dan Walikota Jaksel Ngumpul di Kediaman Ketum GPMI

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Kepergok!Para Ulama dan Umara serta Walikota Jakarta Selatan yang baru saja dilantik, Munjirin pagi ini kumpul di rumah kediaman Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia ( GPMI ), Ada Apa ?

Terungkap! Syarief hidayatulloh yang di kenal aktifis GoodBener ternyata mengadakan Tasyakuran 4 tahun Kepemimpinan dan Keberhasilan Anies Rasyid Baswedan dalam memimpin DKI Jakarta, dan sangat luar biasa pemotongan kue yang di lakukan oleh Walikota Jakarta Selatan

Sederetan Ulama Besar hadir dari mulai Ketua MUI KH Munahar Muktar, KH Makmun Al Ayyubi, Ketua (DMI )KH Luftu Zawawi Ketua Forum Ulama Habaib (Fuhab), KH Nurfadillah ( Ustad Tile) Habib Ali Abdulrahman Al Habsi ( Islamic Center Kwitang)
KH Fahrudin Albantani., KH Mahfud Asirun ketua Masjid Raya Jakarta Barat, Habib Hud.

Selain para alim ulama hadir juga Walikota Jakarta Selatan, yang baru saja di lantik, H.Munjirin di kediaman H. Syarief Hidayatulloh terlihat juga Perangkat Camat dan Lurah se- Kecamatan Mampang Prapatan

Tasyakuran yang di laksanakan bertepatan dengan pelantikan Gubernur DKI Jakarta 17 Oktober 2017 sampai Sekarang 17 Oktober 2021 tepat 4 tahun Anies Memimpin Jakarta.

Menurut Syarief Hidayatulloh, pria berkumis tebal mengatakan semua Janji kampanye Gubernur Anies telah terselesaikan dengan baik.

“Lhat saja perubahan Kota Jakarta yang sangat dahsyat selama 4 tahun ini di pimpin anies dan sudah bermanfaat bagi semua warga Jakarta Raya yang telah merasakan Maju Kotanya Bahagia warganya,” ungkap Pri Berkumis.

Menurutnya jika ada kekurangan tentunya hal wajar anies sebagai manusia biasa tidak sempurna.100% .

“Tetapi keberhasilan selama memimpin Jakarta di nilai sangat baik dan berhasil,” Pungkas Syarif menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Trending