Connect with us

Lifestyle

Junaedi Salat Meninggal, Evry Joe: Saya Terkenang Perannya Di Film Ali Topan Anak Jalanan

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Atas meninggalnya Aktor Junaeidi Salat, Ketua Humas PARFI Evry Joe mengungkapkan, terkenang peran Ali Topan di Film Ali Topan Anak Jalanan

Adanya kabar duka ini, Evry Joe ikut kehilangan Junaedi Salat, aktor gaek yang meninggal dunia di RS PGI Cikini, Jakarta Pusat, pada hari Senin (18/1/2021) malam.

Dilansir dari WARTAKOTALIVE.COM, Evry Joe ikut kehilangan Junaedi Salat, aktor gaek yang populer lewat peran Ali Topan di film Ali Topan Anak Jalanan (1977).

Evry Joe, aktor dan produser film yang kini menjadi Ketua Humas PARFI, ikut berduka saat mendengar kabar duka meninggalnya Junaedi Salat.

“Selamat jalan sang aktor besar Indonesia Junaedi Salat, legenda dunia perfilman Indonesia,” ucap Evry Joe berbincang bersama Wartakotalive.com, Selasa (19/1/2021).

Mendiang Junaedi Salat populer di era kejayaan perfilman nasional pada tahun 1970 hingga 1980-an.

Salah satu peran yang melambungkan nama Junaedi Salat adalah Ali Topan di film Ali Topan Anak Jalanan.

“Kepopuleran film Ali Topan Anak Jalanan itu tidak akan lekang di makan waktu,” kata Evry Joe.

Seingat Evry Joe, hampir semua anak muda Indonesia di jaman itu mengandurungi film pop tersebut.

Lagu Anak Jalanan Kota Metropolitan yang menjadi soundtrack film Ali Topan Anak Jalanan tetap enak dinyanyikan hingga di era melenial.

Lagu Anak Jalanan Kota Metropolitan dipopulerkan almarhum Chrisye dan dinyanyikan ulang Sandhy Sondoro di masa sekarang.

“Saya bangga dengan para senior perfilman tempoe doeloe, dengan keterbatasan teknologi, mereka bisa melahirkan karya besar yang selalu dikenang,” ujar Evry Joe.

Ia kagum ke para pendahulu yang telah memelopori bangkitnya perfilman Indonesia, seperti yang dilakukan Junaedi Salat.

“Kita tidak akan pernah ada tanpa mereka. Perfilman Indonesia tidak akan pernah jaya tanpa perjuangan dan karya-karya besar mereka,” ungkap Evry Joe.

Junaedi Salat meninggal dunia disela menjalani perawatan di RS PGI Cikini, Jakarta Pusat, Senin (18/1/2021) malam. (Amhar)

Continue Reading

Lifestyle

Dalang Kharismatik Ki Manteb Sudarsono Meninggal, Roy Suryo: INNALILLAHI

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Dalang wayang kulit senior Ki Manteb Sudarsono meninggal dunia, Jum’at 2 Juli 2021 pada pukul 09.45 WIB dalam usia 72 tahun di Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah.

Adalah pakar telekomunikasi dan informatika Roy Suryo melalui akun Twitter Pribadinya @KRMTRoySuryo2 yang mengabarkan berita duka itu.

“Innalilahi wa innailaihi rojiuun.., telah Wafat Dalang Ki Manteb Soedarsono dalam usia 72th hari ini Jumat 02/07/21 jam 09.45 WIB,” tulis Roy Suryo.

Dalam Twitternya Roy Suryo menyebut, Almarhum lahir di Sukoharjo, 31/08/48 dan sempat mementaskan Lakon yg sangat Legendaris tsb pada 16/08/14. Sugeng tindhak ing Alam Swargi, Ki Manteb.

Mantan Menpora di era Presiden SBY itu tidak menyebutkan penyakit apa yang diderita Ki Manteb yang merupakan dalang kondang tersebut.

Informasi terakhir, Ki Manteb Sudarsono berdomisili di Dusun Sekiteran, Kelurahan Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Ki Manteb Sudarsono mulai mendalang sejak kecil. Namun, popularitasnya sebagai seniman tingkat nasional mulai diperhitungkan publik sejak Ia menggelar pertunjukan Banjaran Bima sebulan sekali selama setahun penuh di Jakarta pada tahun 1987.

Karena keterampilannya dalam memainkan wayang, Ia pun dijuluki para penggemarnya sebagai Dalang Setan. Ia juga dianggap sebagai pelopor perpaduan seni pedalangan dengan peralatan musik modern. (Amhar)

👆sumber: deskjabar.com

Editor: Zair Mahesa

Continue Reading

Lifestyle

Deteksi Dini Alergi Si Kecil agar Tetap Berprestasi

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Dalam mendukung Si Kecil yang alergi mengoptimalkan pertumbuhannya agar tetap bisa berprestasi, tahun ini Morinaga Allergy Week mempersembahkan Webinar Kesehatan yang berlangsung hari ini, Sabtu (26/6/2021) dengan tema “Atasi Alergi Si Kecil dengan Deteksi Dini“.

World Allergy Week merupakan program tahunan inisiasi World Allergy Organization (WAO) dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai alergi dan penyakit lain yang terkait, serta menggagas pelatihan dan sumber daya untuk melakukan diagnosis dan tindakan pencegahan.

Dalam paparannya, Dewi Angraeni, Business Head Morinaga, KALBE Nutritionals mengatakan setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh kembang secara optimal termasuk anak dengan kondisi alergi.

“Orang tua perlu mengetahui bahwa Si Kecil yang alergi tetap dapat tumbuh optimal dan berprestasi jika alerginya diatasi dengan deteksi secara dini,” ungkap Dewi Angraeni

Untuk itu kata Angraini, Morinaga selalu berkomitmen meningkatkan edukasi dan akses nutrisi melalui program World Allergy Week hari ini

Dia jelaskan, “penyakit alergi seperti asma, rinitis alergi, alergi makanan, dermatitis atopik, serta alergi protein susu sapi merupakan kasus alergi yang paling banyak diderita oleh Si Kecil,” urai Angraini.

Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A(K), M.Kes. Dokter Konsultan Alergi Imunologi Anak menjelaskan bahwa, Alergi susu sapi merupakan salah satu alergi makanan yang paling sering dialami anak-anak di Asia.

Dr. dr. Budi Setiabudiawan merincin, kejadian alergi susu sapi pada anak-anak di Indonesia yaitu 0,5% – 7,5%. Meskipun sebagian besar anak-anak pulih dari gejala saat meninggalkan periode balita, tetapi bukan berarti alergi ini bisa disepelekan.

“Jika kondisi alergi terdiagnosis sejak awal dan segera dikonsultasikan ke dokter maka dapat dilakukan tata laksana yang tepat sehingga tumbuh kembangnya optimal,” jelasnya.

Dia tambahkan, sebaliknya, jika terlambat didiagnosis dan orang tua mendiagnosis sendiri, maka bisa muncul dampak-dampak tidak diinginkan, yaitu dampak kesehatan yaitu tumbuh kembang anak, serta meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti hipertensi atau sakit jantung di kemudian hari.

“Kemudian dampak ekonomi karena harus sering berobat ke dokter, serta dampak psikologis karena bisa timbul stress pada ibu dan anaknya,“ ungkap Prof. Dr. dr. Budi.

Lebih lanjut Ia katakan, gejala yang bisa terjadi jika Si Kecil mengalami alergi susu sapi sangatlah beragam. Gejala alergi susu sapi dapat muncul dengan gejala ringan, sedang sampai berat, dan dapat mengenai tiga organ.

Menurutnya, kejadian yang paling sering yaitu keluhan di saluran cerna seperti diare sebanyak 53%, kemudian kolik 27%. Gejala susu sapi bisa juga bisa mengenai di saluran napas, misalnya batuk-batuk di malam hari ke arah pagi hari. Kejadian gejala di saluran napas yaitu asma 21%, rinitis 20%.

Berikutnya, “yaitu gejala alergi bisa muncul di kulit, organ ketiga, kebanyakan berupa eksim atau dermatitis atopik sebanyak 35%, sedangkan biduran atau urtikaria sebesar 18%. Gejala yang berat berupa sistemik yaitu timbulnya anafilaksis sebesar 11%.,” jelasnya.

Dr. dr. Budi Setiabudiawan menyebut, faktor risiko berkembangnya alergi pada Si Kecil dapat berasal dari faktor genetik atau keturunan yaitu dari keluarga dengan riwayat alergi.

“Adapun kasus alergi protein susu sapi umumnya terjadi pada Si Kecil yang tidak mendapatkan Air Susu Ibu (ASI). Oleh karena itu, pencegahan alergi protein susu sapi dapat dilakukan dengan cara memberikan ASI eksklusif bagi anak,” pungkas Prof. Budi dalam acara webinar tersebut.

Berbicara dalam kesempatan yang sama, hadir pula Ariska Putri Pertiwi, Miss Grand International 2016, yang memiliki anak alergi mengungkapkan, Dokter menyarankan nutrisi pengganti susu formula sapi dengan susu formula soya ketika mendiagnosis alergi susu sapi pada Kyara, anak saya.

Anak saya mengalami gejala yang muncul yaitu ruam kemerahan di kulit. Saya sempat khawatir mengenai susu formula soya, namun saya memilih Morinaga Soya karena nutrisinya ternyata setara dengan susu sapi dan dilengkapi probiotik Triple Bifidus yang mempercepat penyembuhan alergi.

“Terbukti saat ini Kyara 1,5 tahun tumbuh baik dengan berat dan tinggi badannya yang sesuai tahapan usianya, sehat, aktif, ekspresif,“ ungkap Ariska yang berstatus juga sebagai Dokter Muda ini.

Pentingnya isu mengenai alergi yang tidak diatasi dengan baik karena kurangnya pengetahuan dan kekhawatiran masyarakat mengenai alergi pada Si Kecil, merupakan salah satu motivasi Morinaga untuk memudahkan bunda mendeteksi gejala alergi, risiko alergi dan memantau pertumbuhan si kecil secara digital.

Morinaga beserta KlikDokter mempersembahkan aplikasi digital Cek Alergi untuk Atasi Alergi Dengan Deteksi Dini yang terdiri dari 3 langkah mudah yaitu TAU, CEGAH dan ATASI, SEBAR.

Langkah pertama, TAU – CEK ALERGI. Untuk mencegah dan mengatasi alergi anak adalah dengan terlebih dahulu mengenali gejala alergi Si Kecil. Dalam hal ini, pengecekan gejala, risiko alergi Si Kecil dan artikel lengkap mengenai segala hal yang terkait dengan alergi bisa ditemukan di www.klikdokter.com/cek-alergi, yaitu modul digital yang mendukung Bunda dalam mengakses berbagai informasi mengenai alergi Si Kecil secara digital.

KlikDokter memberikan akses langsung untuk live chat dengan dokter berpengalaman jika Bunda ingin segera berkonsultasi dalam aplikasi digital tersebut.

Kedua, CEGAH dan ATASI Melalui MORINAGA ALLERGY SOLUTION. Pada dasarnya, alergi dapat diatasi, dan Bunda bisa mencegah Si Kecil mewarisi bakat alerginya. Oleh karenanya, edukasi dan pemahaman mengenai pencegahan alergi dan solusi nutrisinya, berperan penting.

Untuk itu, Morinaga memiliki program tetap yaitu Allergy Solution yang merupakan solusi total alergi untuk Si Kecil melalui sinergi nutrisi yang tepat, hasil pengembangan KALBE Nutritionals bersama Morinaga Research Centre Jepang.

Langkah terakhir SEBAR. Melalui ALLERGY SOLUTION SMART COMMUNITY (ALLYSCA). SEBAR sebagai langkah terakhir, menjadi salah satu langkah terpenting dalam menyebarluaskan informasi yang tepat khususnya mengenai alergi pada Si Kecil, agar sedini mungkin dapat dilakukan pencegahan dan penanganan yang tepat.

Dukungan dari media massa juga diharapkan bisa membantu menyebarkan informasi terkait aplikasi digital CEKALERGI untuk Atasi Alergi Si Kecil dengan Deteksi Dini.

Helly Oktaviana, Group Business Unit Head Nutrition for Kids KALBE Nutritionals mengungkapkan, tujuan kami adalah mengedukasi masyarakat luas mengenai pentingnya pemahaman mengenai alergi Si Kecil.

“Hal ini sejalan dengan tanggung jawab sosial KALBE yaitu mendukung pemerintah dalam mencapai Sustainable Development Goal untuk mewujudkan Indonesia sehat menuju kehidupan yang lebih baik,” tutup Helly Oktaviana. (Amhar)

Continue Reading

Lifestyle

Hijabersmom Community : Berusaha dan Berkreasi Di Kota Bekasi Keren

Published

on

By

JanoerKoening, Bekasi – Komunitas Muslimah yang membentuk nama Hijabersmom Community hari ini, Sabtu 1 Mei 2021 bertempat di Main Atrium Grand Galaxy Park Bekasi, menggelar Bekasi Sharia Festival 2021.

Di ketahui bahwa Sharia Festival adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh komunitas muslimah yang membentuk Hijabersmom Community (HmC) Bekasi yang telah berbadan hukum dan sudah memiliki 35 cabang di seluruh Indonesia.

Bekasi Sharia Festival diselenggarakan dengan tujuan untuk memajukan usaha UMKM Bekasi agar semakin dikenal, memperluas pangsa pasarnya dan juga mengangkat produk unggulan kota Bekasi.

Ajang ini juga menjadi wadah bagi para UMKM mengaktualisasikan dan menampilkan produk-produk serta kreasinya kepada masyarakat bahwa setidaknya meski masa pandemi yang sulit ini, usaha kita masih bergeliat dan eksis.

Seperti mengutip sambutan Wakil Walikota Kota Bekasi Tri Adhianto bahwa dalam masa pandemi ini potensi ekonomi yang bisa segera bangkit adalah UMKM dan yang bisa hidup dan menggeliat di kota Bekasi adalah UMKM di bidang digitalisasi, fashion serta makanan dan minuman baik yg offline maupun online.

Event yang mengusung tema “Berusaha dan Berkreasi di Kota Bekasi Keren” sekaligus juga mendukung city branding kota Bekasi sebagai Kota Bekasi Keren. Dimana akronim dari KEREN adalah Kreatif, Energik, Responsif, Empati dan Nyata.

“Di mana Kota Bekasi harus dibangun penuh dengan kreatifitas, penuh energik, responsif dengan penuh rasa empati dan dengan tindakan nyata. Bekasi Sharia Festival adalah cerminan dari tindakan nyata yg kreatif, energik, responsif dan penuh empati kepada para pelaku UMKM,” ungkap Tri Adhianto

Karenanya terkait dengan dunia usaha kata Adhianto, pemerintah daerah mengapresiasi Hijabersmom Community yang mampu menampilkan kegiatan ini walaupun dalam kondisi pandemi seperti ini, mampu menggaet sponsor, menggaet berkolaborasi dengan para stakeholder dan mampu menggaet pihak ketiga seperti PT Sitebeat Indonesia yg memiliki jaringan di 22 negara.

“Sehingga diharapkan branding kota Bekasi bisa semakin terangkat,” Demikian disampaikan oleh wakil walikota Bekasi, Tri Adhianto. Juga apresiasi kepada Grand Galaxy Park Mall Bekasi yang telah memberikan tempat untuk para UMKM memasarkan produknya.

Kelebihan dari BSF 2021 adalah event ini diadakan tidak hanya secara offline di Grand Galaxy Park Mall saja tapi juga online (hybrid concept).

Untuk mengakomodir hal tersebut, Hijabersmom Community Bekasi partnership dengan Grand Galaxy Park Mall sebagai tempat acara secara offline dan Sitebeat Indonesia sebagai partner online.

Konsumen yang tidak datang ke mall pun bisa ikut melihat bazarnya secara online dari manapun, bisa membeli barang melalui online dan barang akan dikirim oleh tenant masing – masing.

Konsep Hybrid event seperti ini baru pertama kali dilakukan di Bekasi dan HmC Bekasi adalah pioneer dan pilot project hybrid bazar pertama di Bekasi.

Adapun rangkaian Kegiatan BSF 2021 akan di isi event Performance: setiap hari selama event berlangsung terdiri dari inspiring talkshow, trunk show, kompetisi, dll diantaranya:

A. Pada 1 Mei 2021: Opening Ceremony oleh founder HMC mom Najua Yanti (Fashion Show, Talkshow Inspiratif Wakil walikota & Dr Tri Adhianto serta Adrian Maulana & istri), mengadirkan designer-designer berbakat dari Bekasi yang melakukan trunk show

Seperti : Trufatmah By Fatmah Suudiyah, Najua Modest Syari by Najua Yanti, Enny Collection by Enny Herman, Heejab Castle by Diva, Meemaa Style by Chaera Lee, Azzahra Beauty of Islam by Titin Fatimah, Shahda Style by Iis Shahda, Marianas Syari by Desty Mariana, Dewi Utami by Dewi Utami dan Sahur kidswear by Sami Zuhur.

Lalu hari kedua, 2 Mei 2021: HMC Bekasi x Bekasi Keren, Ngabuburit di Kota Bekasi Keren diisi oleh lomba modelling dan lomba lagu religi

Lanjut pada 3 hingga 5 mei: workshop, beauty demo, parenting dan pada 7 Mei 2021 : Charity, nobar dan berbagi dengan anak yatim, berikutnya 8 Mei 2021: HMC Bekasi x WBK diisi trunk show dan beauty demo dan terakhir 9 Mei 2021: Closing Ceremony (Final lomba tahfidz anak – anak)

Dalam perhelatan performance event, Hijabersmom Community Bekasi kali ini berkolaborasi dengan Tim Kreatif Bekasi Keren yang akan mengadakan lomba modeling dan lagu religi dimana ini akan ajang pencarian bakat baru.

Selanjutnya juga akan berkolaborasi dengan WBK sebagai pengisi acara tgl 8 Mei dimana acara akan diisi dengan trunk show, talkshow dan beauty demo. (Amhar)

Continue Reading

Trending