Connect with us

Lifestyle

Sebagai Aktivis Kudu Membaca Buku Pemikiran Sang Revolusioner

Published

on

Oleh : Hans Suta Widhya, 29 Desember 2020. Penulis adalah Aktivis dan juga Pengacara

Buku Pemikiran Sang Revolusioner karya DR. Syahganda Nainggolan penting untuk dibaca bagi para aktivis. Buku setebal 370 halaman plus xxii ini bisa membuka pandangan Aktivis terhadap kondisi Indonesia saat ini.

Buku yang diluncurkan selagi tokoh nya sedang di dalam tahanan ini dibuka dengan sambutan dari Hariman Siregar (xvi); Jenderal TNI Purn. Gatot Nurmantyo (xviii); M. Din Syamsuddin (xxi).

Buku ini dimulai dengan artikel tahun 2020,2019, 2018 – 2013 menunjukkan bagaimana kapasitas intelektual Syahganda dalam menorehkan pemikiran dengan konsisten terhadap semangat perjuangan membela rakyat kecil yang tiada henti.

Track record Syahganda sebagai aktivis dicatat dengan 1984. Ia sangat progresif dengan jiwa pemberontakannya terhadap pemasangan kebebasan berpendapat di kampus.

Hasil pemikiran Revolusioner Syahganda ini merupakan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan sosial, di tengah keserakahan oligarki politik sosial dan ekonomi. Mayoritas dimuat di RM Online, FNN online dan lainnya.

Ikut sertanya Syahganda dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tidak lepas dari perhatiannya terhadap kemerosotan dalam berbagai bidang kehidupan yang dialami rakyat. Doktor dari Universitas Indonesia dengan disertasi *Kesejahteraan Buruh* mendirikan lembaga kajian Sabang Merauke Circle (SMC).

“Semangat perjuangan kebangsaan Syahganda takkan pernah bisa padam meski ia ditahan di Bareskrim,” tulis Jenderal TNI Purn. Gatot Nurmantyo dalam sambutannya.

Menurut Gatot, sikap Syahganda merupakan semangat perjuangan kebangsaan yang telah mendarah-daging pada setiap diri rakyat Indonesia. Landasan teori – teori filsuf dunia secara komprehensif dibahas oleh Syahganda.

Syahganda demikian usil membandingkan pandangan seorang bupati dengan Bung Karno. Di halaman 283 (Dedi Mulyadi, Bung Karno dan Pemimpin Inlander) Syahganda membahas _”seeing is believing”_, dimana seseorang cenderung mempercayai apa yang dilihatnya tanpa mendalami lebih jauh apa di balik yang terlihat tersebut.

Dalam _seeing is believing_, penglihatan fisik menjadi acuan utama tanpa melihat masalah esensi menjadi sekunder. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kagum dengan peninggalan Belanda atas infrastruktur irigasi karena kokoh bertahan hingga saat ini.

Sedangkan Bung Karno selain melihat infrastruktur pertanian, juga mengkritik apa yang dibangun Belanda adalah dengan tujuan memudahkan pengambilan rempah dan kekayaan alam lainnya.

Buku ini kaya dengan pandangan aktual saat ini. Banyak tokoh yang dibahas, mulai dari Anies Baswedan, Prabowo, Rachmawati, Eggi Sujana, hingga Habib Rizieq Shihab. Sehingga, rasanya para aktivis belum lengkap mengaku Aktivis bila tidak pernah membaca buku ini.

Continue Reading

Lifestyle

Salah Satu Penerima Anugerah Time Indonesia 2020 adalah Kang Agun!

Published

on

By

JanoerKoening, Bandung – Anugerah TIMES Indonesia (ATI) tahun 2020 ini telah memasuki tahun kedua. Tahun ini ATI 2020 mengangkat tema “Nasionalisme dan Kepedulian di Tengah Pandemi Covid-19”.

Adanya tema ini berkaitan pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu telah memberi dampak yang luar biasa bagi bangsa ini. Sektor ekonomi, politik, sosial, budaya, dan nasionalisme terdampak hebat oleh pandemi ini.

Dampak yang demikian luar biasa ini lambat laut tetap mampu kita rekatkan dan kuatkan dengan semangat nasionalisme dan kepedulian. Sehingga masyarakat Indonesia tetap bisa berdiri tegak menghadapi badai Covid-19.

Keberadaan daerah-daerah untuk penanganan Covid-19 tentu tidak bisa dianggap remeh. Mereka juga punya peran penting dalam penanggulangan Covid-19 di masing-masing wilayah.

Salah satu Tokoh Daerah penerima Anugerah TIMES Indonesia adalah Agun Gunanjar Sudarsa (AGS), anggota DPR-RI dari Partai Golkar yang biasa di panggil Kang Agun.

Anugerah Time Indonesia memberikan penghargaan kepada Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc. IP., M.Si. (Anggota DPR RI periode 2019-2024) sebagai Tokoh Positive News Maker Priangan Timur 2020.

Kepada media, Selasa 5 Januari 2021, terkait penerima Anugerah Time Indonesia 2020, Kang Agun mengungkapkan rasa Syukur dan Alhamdulillah, segala puji dan kebaikan milik Allah

Kang Agun juga tak lupa mengucapkan Terimakasih pada para sahabat, dan berharap terus berjuang untuk Rakyat, ini kesempatan emas untuk berbuat di saat rakyat terhimpit karena pandemik Covid-19, Ajak semua kerabat dan teman dekat, bersama bekerja dengan penuh semangat.

“Bersama kita pasti bisa, bersatu kita pasti maju, untuk Indonesia adil, makmur, berdaulat, maju dan bersatu. Tiada hari tanpa aktivitas, ‘salamsukses5jari’,” tutup Kang Agun.

Inilah Tokoh-tokoh yang mendapatkan ATI 2020 ini telah melalui berbagai pertimbangan yang matang baik dari redaksi TIMES Indonesia dari biro-biro seluruh Indonesia. Juga melibatkan pandangan beberapa praktisi.

Berikut daftar penerima Anugerah TIMES Indonesia 2020 Provinsi Jawa Barat berdasarkan SK Anugerah TIMES Indonesia Nomor: 005/ATI-2020/TIN/XII/2020.

Anugerah TIMES Indonesia Provinsi Jawa Barat adalah:
Positive News Maker Jawa Barat 2020: Bima Arya, Bupati Bogor

Man of The Year Jawa Barat 2020: Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat

Women of The Year Jawa Barat 2020: Atalia Praratya, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat

Untuk Anugerah TIMES Indonesia Bandung Raya adalah:
Positive News Maker Bandung Raya 2020: HM Dadang Supriatna SIP MSi, Bupati Bandung terpilih

Man of The Year Bandung Raya 2020: Cucun Ahmad Syamsurijal, anggota DPR RI

Special Achievement Award Bandung Raya: Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan

Adapun Anugerah TIMES Indonesia Cirebon Raya adalah:
Positive News Maker Cirebon Raya 2020: Bupati Majalengka Karna Sobahi

Man of The Year Cirebon Raya 2020: Walikota Cirebon Nasrudin Azis

Women of The Year Cirebon Raya 2020: Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati

Kemudian, Anugerah TIMES Indonesia Priangan Timur adalah:
Positive News Maker Priangan Timur 2020: Agun Gunanjar Sudarsa, anggota DPR RI

Man of The Year Priangan Timur 2020 Muhammad Yusuf, Plt Wali Kota Tasikmalaya. (Amhar)

Continue Reading

Lifestyle

KISAH INSPIRATIF, MUALLAF TIONGHOA PEMILIK JNE

Published

on

By

Oleh : Luthfi Bashori

Membaca postingan di salah satu media online, saya sangat tertarik untuk mengapresiasi dan mendukung atas mantapnya keislaman dan keimanan seorang muallaf, Bpk. Johari Zein, pemilik JNE sebagaimana berikut ini.

WE Online, Jakarta –
Bos PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Johari Zein atau Djohari Zein merupakan sosok pengusaha muslim yang inspiratif.

Lahir di Medan, Sumatera Utara pada tahun 1954 dari keluarga pedagang Tionghoa, ia lahir dalam keluarga yang menganut agama Budha.

Johari pun pernah disekolahkan di sekolah Katolik. Pada tahun 1982, Johari memutuskan menjadi mualaf dengan memeluk agama Islam. Sejak itulah ia menjadikan Al Quran sebagai petunjuk hidupnya.

Sejak berusia 12 tahun, Johari sudah memperlihatkan bibit wirausahanya. Saat itu ia masih SMP dan suka menjual majalak ke teman-temannya.

Usahanya pun terus belanjut hingga SMA. Johari merupakan seorang lulusan Akademi Perhotelan Trisakti. Ia pernah bekerja di Hilton International Hotel.

Kemudian pada tahun 1980, Johari pindah pekerjaan jadi salesman perusahaan jasa pengiriman multinasional, TNT.

Beberapa tahun kemudian, Johari dipromosikan menjadi Operation Manager TNT Indonesia. Namun di puncak karinya, ia justru meninggalkan TNT dan memilih berwirausaha.

Tahun 1985 ia mulai merintis perusahaan jasa pengirimannya. Nama awalnya adalah Worldpak yang berganti nama menjadi Pronto. Alhasil, pada tahun 1990 ia menjual seluruh sahamnya di Pronto dan mendirikan PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

Saat ia mendirikan JNE, Johari sudah 8 tahun memeluk agama Islam. Ia meyakini apa yang ia lakukan adalah demi kebaikan dan membantu orang lain.

Suatu ketika Johari berdoa di Masjidil Haram saat ibadah umroh tahun 2009, Johari memohon kepada Allah agar diizinkan mendirikan masjid.

Kemudian Johari mendapatkan jawaban melalui mimpi, “jangankan satu, 99 masjid pun diizinkan”. Kira-kira seperti itulah jawaban dalam mimpinya.

Bagi Johari, mimpi itu bukanlah mimpi biasa, ia menganggap sebagai sebuah perintah yang harus dilaksanakan. Hingga ia pun bertekad untuk mendirikan 99 masjid dengan nama sesuai Asmaul Husna.

Pada 3 Mei 2017, Johari mendirikan Johari Zein Foundation dengan tujuan dapat membangun 99 masjid di 8 penjuru dunia.

Tak hanya bertekad membangun masjid, Johari juga aktif dalam kegiatan amal. Baginya, beramal adalah kewajiban setiap Muslim yang wajib dilaksanakan karena itu diperintahkan dalam Al-Quran.

_*”BRAVO BPK. JOHARI ZEIN, SEMOGA SUKSES SELALU USAHANYA !!”*_

Continue Reading

Lifestyle

Masa Pandemi, Krisna Murti Manfaatkan Kreativitas Lewat Karya Lagu

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Di tengah-tengah pandemi covid-19, pengacara kondang, Krisna Murti tak berhenti mengasah kreativitasnya.

Jika biasanya menangani kasus-kasus hukum besar, kini Krisna menuangkan kreativitasnya lewat sebuah karya lagu.

Sebuah lagu bertajuk Pemberi Harapan Palsu (PHP) dirilisnya lewat channel Youtube Krisna Murti.

Lagu berdurasi 4 menitan itu diunggah sejak 8 Juli 2020 dan hingga berita ini diturunkan telah menjaring hampir 3 ribuan views.

“lagu ini ciptaan sahabat saya Ilham IGO, dibuat tahun 2019 yang terinspirasi dari orang yang di kecewakan… FORGET IT !!! LET’S MOVE ON,” ujar Krisna pada media, Sabtu (25/7/2020) di Jakarta.

Krisna menambahkan, lagu ini juga untuk meningkatkan jiwa produktif dengan berkreativitas dalam karya seni di situasi Covid-19 saat ini.

Diketahui bahwa lagu yang ditulis sendiri oleh Krisna ini menceritakan tentang sesorang yang sedang jatuh cinta, namun ternyata hanya diberikan harapan palsu.

“Lagu itu tercipta karena pengalaman pribadi jadi dituangkan melalui seni bermusik,” ujarnya.

Sedikit informasi, Krisna juga pernah bergabung bersama label TX Musik. Mantan suami Regina ini merilis lagu berbahasa Jawa berjudul Alun-Alun yang merupakan ciptaan Rizal Latief. (Amhar)

Continue Reading

Trending