Connect with us

Tokoh / Publik Figur

AKU AKAN MENDAMPINGI MUNARMAN

Published

on

Oleh: Kol (Purn) TNI AD Sugeng Waras, Bandung 24 Desember 2020.

Jika benar, Munarman dipanggil Polisi, gegara seseorang oknum melaporkan Munarman kepolisi, terkait hal pemberitaan kondisi jenazah, aku yang akan berada didepan Munarman

Dan juga aku akan bongkar awal niat oknum itu, serta akan kuhadapi siapapun yang melindungi oknum itu

Ini panggilan jiwaku, untuk membela sesama warga negara yang ingin mencari keadilan, namun ada yang mencoba-coba mengganggu

Aku bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, tapi dadaku mendidih ketika mendengar ada oknum yang melaporkan masalah ini

Kita adalah negara hukum, oleh karenanya jangan coba-coba melesetkan hukum dengan tindakan yang bisa melanggar hukum

Aku tidak melihat siapa-siapa, kecuali rasa kemanusiaan yang adil dan beradab

Masih saya genggam kata kata Kapolda Jaya Irjen pol Fadil yang esensinya menyinggung dan membandingkan nyawa 6 orang laskar FPI jauh lebih kecil maknanya dibanding nyawa para korban yang bisa terancam bahaya pandemi Covid 19

Ini perbandingan yang tidak komprehensif dan sangat tidak relevan

Sebab kematian 6 orang laskar FPI tidak indentik dengan kematian korban Covid-19

Ini masalah, latar belakang, maksud dan tujuannya yang berbeda

Kematian korban Covid, merupakan akibat pandemi, sedangkan kematian 6 orang laskar FPI akibat ulah penegak hukum

Analisis tindakan terhadap 6 orang laskar FPI sebagai upaya meminimalkan bahaya pandemi sangat dangkal dan menyimpang dari analisis terjadinya penembakan yang mengakibatkan kematian 6 orang laskar FPI ini

Sekali lagi, jiwa saya terpanggil untuk mendampingi siapapun yang teraniaya dalam upaya upaya mencari kebenaran dan keadilan

Yang kebetulan kali ini saya melihat kepada Munarman, yang juga kebetulan sebagai sekretaris umum FPI

Bagi saya, tidak ada sangkut pautnya masalah keorganisasian tertentu, namun nilai kemanusiaan adalah diatas segala-galanya

Berangkat dari sinilah, akan kudampingi siapapun orangnya yang berupaya mencari kebenaran dan keadilan kemanusiaan ini, serta akan kuhadapi siapapun orangnya yang berupaya mengada ada dan merekayasa masalah ini

Demi hukum, demi agama, demi bangsa dan negara, aku tidak akan mundur, dan akan kuhadapi siapapun pihak-pihak yang terkait.

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

Ada Kesan Seteru 2 Jenderal (Purn) Di Kabinet Jokowi

Published

on

By

Oleh : M.Yuntri, 1 Agt 2021. Penulis adalah Pengamat politik & hukum

Yang selama ini banyak netizen yang mengibaratkan merasa tidak begitu nyaman pendengaran di telinga nya tentang bunyi tim musik orkestra yang dipimpin presiden Jokowi. Setiap menteri kadang terkesan tidak saling mendukung dengan visi presiden sendiri.

Bahkan ada kabar burung, selesai rapat kabinet yang dipimpin langsung Presiden Jokowi para anggota kabinet bingung siapa yang berhak menjadi juru bicara secara resmi atas masalah yang telah dibahas tadi untuk menyampaikan pesan-pesan Presiden dari hasil rapat kabinet tersebut.

Sehingga masing-masing Menteri punya versinya sendiri-sendiri yang kadang-kadang ada yang terasa kurang Logic di mata rakyat dan menjadi bahan lelucon di tengah masyarakat.

Jenderal yang satu Luhut Binsar Panjaitan (LBP) seolah begitu lengketnya dengan China, semua TKA China begitu bebas masuk Indonesia tanpa karantina saat kedatangan di bandara dengan alasan investasi China jangan dihambat kalau tidak mereka bisa hengkang dari Indonesia

Sedangkan disaat yang sama perlakuan untuk WNI begitu berbedanya dan banyak kesulitan di bandara, sehingga banyak netizen yang bertanya, beliau ini Dubes China untuk Indonesia atau pejabat tinggi Indonesia? Tapi hampir selalu tampil mewakili pemerintah untuk hal-hal yang penting & urgen di depan TV.

Jendral yang lain nya Prabowo Subianto (PS) seolah menerapkan “politik bebas aktif” Indonesia di kancah Internasional tidak memihak kepada Barat ataupun Timur.

Dengan adanya “Latihan perang-perangan” yang sedang berlangsung persiapannya saat ini di Palembang dan 3 pulau lainnya, dan adanya berbagai agenda lainnya sebagaimana yang disampaikan John Bidden presiden USA “seolah Indonesia terancam”.

Kondisi tersebut jelas sangat memecah konsentrasi keakraban Indonesia-China yang selama ini dirintis kabinet Jokowi.

Konon Kabarnya Amerika telah mendeteksi banyak rahasia busuk tentang bom nuklir yang ditanam China di Jakarta Utara, terancamnya eksistensi pangkalan militer China yang ada di pulau Natuna, rencana China menggunakan vaksin untuk menekan pemerintahan Indonesia dll.

Siapakah yang keluar jadi pemenangnya? LPB kah atau PS kah ?

Sementara presiden Jokowi sendiri masih sibuk sidak ke apotek dan menyerahkan bansos malam-malam langsung ke masyarakat yang sama sekali belum/tidak bersikap harus memihak kepada salah satu jenderal purn tersebut.

Toh kedua-duanya adalah para pembantu beliau sendiri. Kapabilitas dan kepemimpinan beliau sangat diuji untuk bersikap & bertindak cepat. Rakyat maupun masyarakat sedang menunggu apa yang bakal terjadi dengan Indonesia.

Jenderal yang satu adalah mantan pesaing di Pilpres tahun 2019, dan jenderal yang satu lagi adalah konco dekat sejak awal Pilpres 2014 lalu.

Terus dari kejadian di atas rakyat yang cerdas harus memilih opsi yang mana?

Cukup tutup mulut dan menonton saja atau memihak kepada salah satu jenderal purn yang sedang menjalankan tugasnya tersebut?

Atau punya agenda lain yang masih disembunyikan? Walahualam bissawab. Mari kita tunggu jawabannya.

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

Kepemimpinan itu Mampu Mempengaruhi Orang Lain

Published

on

By

Oleh : Hendrik Yance Udam (Putra Papua). Penulis adalah Ketum DPN Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (GerCin)

Kepemimpinan itu penuh makna dan bisa jadi inspirasi hidup. Kepemimpinan adalah sebuah kemampuan seseorang untuk bisa memengaruhi orang lain atau memandu pihak tertentu untuk mencapai tujuan.

Dalam menjalani hidup, secara tak sadar seseorang berperan sebagai pemimpin, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun dalam lingkungan pekerjaan.

Saat menjadi pemimpin, diperlukan jiwa kepemimpinan yang baik.

Kepemimpinan sendiri bisa dipelajari setiap orang. Mempelajari tentang kepemimpinan bisa dibilang tidak akan ada habisnya, selalu ada hal baru yang bisa dipelajar.

Memang sebagian orang ada yang terlahir dengan memiliki bakat kepemimpinan. Namun, ada pula sebaliknya, dan perlu belajar tentang kepemimpinan.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa belajar tentang kepemimpinan, seperti dengan menjadi pengikut yang baik sebelum ditunjuk menjadi pemimpin.

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

BANGKITNYA ALUMNI ITB DI TANAH AIR

Published

on

By

Oleh : Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA. Penulis adalah Bakal Calon Ketua Umum IA ITB Periode 2021-2025.

Institut Teknologi Bandung (ITB) kini telah berusia 100 tahun. Sejak berdiri pada 3 Juli 1920 dengan nama Technische Hoogeschool te Bandoeng disingkat TH te Bandoeng

TH Bandung, atau THS telah memiliki alumni yang kental dengan semangat perjuangan dan gotong-royong. Serta mendorong domokratisasi disegala bidang, utamanya demokratisasi teknologi.

Ikatan Alumni (IA) ITB memiliki peran strategis untuk menyadarkan bahwa Indonesia adalah negara besar dengan potensi luar biasa, namun belum didayagunakan seoptimal mungkin.

IA ITB perlu membentuk platform gotong royong para intelektual bangsa yang sesuai dengan pembangunan manusia Indonesia khususnya membentuk SDM terbarukan.

Karena selama ini para intelektual bangsa lebih suka kerja sendiri dan terlalu sibuk dengan ambisi masing-masing.

Akibatnya progres kemajuan bangsa tesendat dan indeks daya saing SDM bangsa belum menggembirakan. Perlu terobosan dalam pembangunan manusia agar bisa membuahkan produktivitas yang tinggi serta meningkatnya nilai tambah lokal.

Saatnya kerja yang cerdas dan berkualitas, bukan kerja asal kerja karena dampak pandemi Covid-19 telah mendorong dunia melakukan tatanan baru.

Intelektual Indonesia kerja bersama disemangati oleh nilai tradisi keIndonesiaan yang telah membumi berabad-abad. Esensi kerja bersama adalah “holopis kuntul baris” yang identik dengan prilaku gotong royong ajaran leluhur bangsa.

Lalu diformulasikan secara ideologis oleh seorang alumnus ITB yakni Presiden RI pertama Soekarno dan dilanjutkan oleh Presiden ke-3 Bapak BJ. Habibie.

Makna terdalam yang terkandung lembaga pendidikan tinggi seperti ITB adalah menyiapkan sebanyak mungkin SDM Iptek yang unggul. Baik SDM yang menggeluti hi-tech atau teknologi canggih maupun teknologi tepat guna yang sangat dibutuhkan oleh usaha rakyat.

Untuk mencetak dua kategori SDM Iptek tersebut dibutuhkan program yang progresif dan luar biasa. Menyiapkan SDM tanpa mewujudkan demokratisasi teknologi tidak akan optimal.

Karna Generasi milenial Indonesia sebagian besar hanya menjadi obyek produk teknologi dari luar negeri. Generasi milenial semakin kecanduan konsumerisme produk teknologi tanpa berdaya menumbuhkan nilai tambahnya.

IA ITB memiliki peran untuk mengatasi kebutuhan ruang kreatifitas dan inovasi segenap milenial bangsa. Sehingga proses demokratisasi teknologi nantinya bisa terwujud.

Apalagi tren menunjukkan bahwa korporasi dunia sedang menekankan inisitif dan program demokratisasi teknologi.

Saatnya segenap IA ITB bisa tampil sebanyak-banyaknya menjadi skunk works pembangunan. Agar bangsa ini bisa melakukan lompatan yang dramatis.

Seperti Leprechauns si pelompat yang luar biasa. Leprechauns telah menjadi legenda sekaligus ikon kemajuan bangsa Irlandia.

Irlandia Merupakan negeri yang berhasil melakukan lompatan besar sehingga dalam waktu yang singkat (kurang dari satu generasi) bisa mewujudkan kemajuan dan kemakmuran.

Irlandia Negeri yang bangga mendapat julukan sang Leprechauns itu kini memiliki pendapatan nasional per kapita yang lebih tinggi dari Jerman, Prancis, dan Inggris.

Mencetak generasi emas Indonesia tidak semudah membalikkan tangan. Harus ada usaha keras untuk melepas belenggu sistem pendidikan nasional lalu dibutuhkan inisiatif jitu yang sesuai semangat zaman.

Karena pendidikan nasional menjadi kunci kemajuan dan cara terbaik untuk meningkatkan martabat bangsa dan negara.

Proses pendidikan mestinya tidak terjebak dalam rutinitas dan formalitas belaka. Tetapi harus ada terobosan yang bersifat inovatif, kreatif dan transformatif dalam hal mencetak generasi emas menuju bangsa yang maju.

Continue Reading

Trending