Connect with us

Pemuda

Rakernas CMMI: Merajut Ukhuwah Islamiyah Dalam Bingkai Pancasila

Published

on

Janoerkoening, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Cendekia Muslim Muda Indonesia (DPP-CMMI) menggelar acara Refleksi Akhir Tahun Kepemimpinan Ir. H. Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amin dan Rakernas Ke-1 DPP CMMI

Rakernas DPP CMMI yang pertama ini mengambil tema, “Bersama Aktivis Muda Muslim: Merajut Ukhuwah Islamiyah Dalam Bingkai Pancasila” di D’Hotel Setia Budi, Jakarta Selatan, Rabu (23/12/2020).

Ketua Umum CMMI, Anhar Tanjung menjelaskan, Refleksi Akhir Tahun dan Rakernas Ke-1 DPP CMMI ini diadakan ‎untuk menyatukan ide dan gagasan.

Kemudian, sambungnya, dari acara ini akan membahas agenda-agenda kebangsaan dan Keumatan.

“Kita jadikan pertemuan ini sebagai ajang silaturahmi nasional aktivis Muslim Indonesia. Forum permusyawaratan ini akan membahas situasi kebangsaan, keumatan, dan menghadapi program kerja tahun 2021,” kata Anhar dalam sambutannya.

Dia tambahkan, setelah acara Refleksi ini kami akan lanjutkan dengan rapat kerja bersama Pengurus DPP CMMI untuk kemudian mempersiapkan Rekomendasi internal dan eksternal yang dihasilkan untuk kedepannya

“Kemudian tahun depan kita akan laksanakan program nya dan tentu kita harus bermitra dengan pemerintah pusat dan daerah maupun Institusi Polri dan TNI,” pungkasnya.

Kombes.Pol. Badya Wijaya
(Dir.BINMAS PMJ) menyampaikan, refleksi akhir tahun kepemimpinan Ir. H. Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amin dalam Rakernas Ke-1 DPP CMMI yang bertemakan ”Bersama Aktivis Muda Muslim ; Merajut Ukhuwah Islamiyah Dalam Bingkai Pancasila” sebagai semangat pemuda yang terhimpun dalam Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI)

“CMMI turut mengambil bagian dalam upaya mengisi diskusi-diskusi walaupun perkembangan akhir-akhir ini, negera kita selalu dilanda bencana baik bencana nasional berupa wabah corona,” ujarnya.

Badya mengungkapkan, Kami sekarang pun masih sibuk dengan agenda-agenda kepolisian yang pada prinsipnya persatuan dan kesatuan lebih kita utamakan untuk di praktekkan di tengah-tengah masyarakat demi tercipta keutuhan bangsa dan Negara

“Masyarakat DKI Jakarta khususnya dan masyarakat indonesia pada umumnya semoga warga lebih memahami akan kesadaran hukum, sosial, ekonomi dan lebih penting lagi isu agama, kita jangan terprofokasi dengan isu-isu agama yang akhir-akhir ini menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini juga kata Badya, kita mau menghadapi moment Natalan dan tahun baru 2021, maka segala aktivitas di DKI Jakarta kita batasi selama wabah Covid-19 masih berlansung.

“Kita tidak tahu wabah pandemi ini berakhir kapan, pemerintah DKI Jakarta sendiri sudah pemperingatkan warganya dan itu kita bisa baca dalam media-media sosial maupun cetak dalam peraturan pemda DKI Jakarta,” ungkapnya.

DR. Muhammad Sabri, M.Ag. (Direktur Pengkajian dan Materi BPIP) mengungkapkan, berkomitmen menjadikan Pancasila sebagai paradigma ilmu pengetahuan yang akan melahirkan teori keilmuan berbasis nilai-nilai Pancasila dan CMMI kedepannya bisa berkerjasama untuk menyampaikan ke masyarakat luas.

Nilai-nilai Pancasila mesti terus digali sesuai teladan para pendiri bangsa agar ideologi Pancasila bisa dikembangkan sebagai paradigma ilmu pengetahuan.

Saat ini BPIP tengah menginisiasi terbangunnya studi agama (religious studies) yang berakar pada nilai-nilai Pancasila agar terbangun masyarakat Indonesia yang inklusif toleran dan moderat dalam relasi lintas agama.

“Kita itu harus berwawasan luas misalnya dapat dikembangkan dengan melibatkan pakar dan ilmuwan, membangun studi-studi agama, sosial, keagamaan berparadigma Pancasila,” kata Sabri.

Muhammad Natsir
(Waketum Pemuda OKI) mengatakan, bahwa Pancasila yang merupakan titik temu hanya dapat dipahami dan implementasikan oleh paradigma kemanusiaan yang universal.

“Bahwa keragaman kita harus menjadi spirit kestabilan nasional dan menghindari disintegrasi bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai generasi bangsa kita harus mempunyai wawasan yang luas agar kita tidak terjebak dengan operasi adu-domba antar anak bangsa yang dapat memecah belah kesatuan.

“Kita harus mendukung pemerintah sekarang dalam memberantas hal-hal yang mengacam NKRI. Dengan demikian ukhuwah islamiah dan ukhwah kebangsaan akan terjaga,” tandasnya.

Narsum selanjutnya, Fahri Lubis Ketua GENERASI PENERUS NKRI menyampaikan, refkeksi Kepemimpinan Ir. Joko Widodo dan K.H Ma”ruf Amin Bersama Aktifis Muda “Merajut Ukhuwah Islamiyah Dalam Bingkai Pancasila, dengan Keynote Speaker DR Muhammad Sabri M.Ag Direktur Pengkajian dan Materi BPIP RI, perlu mendapat apresiasi.

“Dan juga dukungan segenap komponen bangsa, khususnya para mahasiswa sebagai generasi penerus pewaris didalam mewujudkan cita-cita proklamasi 1945,” ucapnya.

Pasca reformasi telah terjadi perubahan terhadap konstitusi negara khususnya sistem demokrasi yg dijalankan sudah sistem demokrasi liberal sehingga pancasila mengalami degradasi terhadap pancasila sebagai ideologi falsafah hidup rakyat bangsa Indonesia

Dengan adanya BPIP diharapkan sebagai bentuk implementasi ukhuwah islamiyah dalam bingkai pancasila didalam menghadapi tantangan zaman untuk mengembalikan jati diri bangsa Indonesia kembali kepada sistem demokrasi pancasila

Menjadi tugas utama BPIP untuk mengedukasi untuk membangun kesadaran kepada rakyat bersama sama stake holder dengan segenap komponen bangsa untuk pancasila tidak sebatas teks/ucapan tetapi pancasila dalam praktek implementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Harapan kita bersama apa yang dilakukan oleh DPP CMMI ini bisa dilanjutkan secara masif dalam bentuk penyadaran sosialisasi untuk menanamkan nilai-nilai luhur warisan para syuhada para pendiri bangsa Indonesia yaitu pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia,”tuturnya.

Fahri Timur Ketua PP Bakomubin mengatakan, Ukhuwah Islamiah dalam bingkai Pancasila bisa kita lihat dalam pendekatan antara lain dikarenakan: genetika, aspek religi, aspek politik. Persaudaraan bisa ditakar oleh kepentingan.

“Bahkan pada aspek religius, kepentingan juga Kemajemukan kita bisa diakomodir dan mampu merajut oleh Pancasila,” jelasnya.

Fahri katakan, bukan hanya dalam teks Pancasila. Tapi, kenapa orang masih mempertanyakan saya Pancasila,” ungkap pria Advokat ini dalam acara yang bertajuk “Bersama Aktivis Muda: Merajut Ukhuwah Islamiyah dalam Bingkai Pancasila”.

Menurut aktivis PP Bakomubin ini seraya mengutip Budayawan dan Wartawan senior, Mochtar Lubis, saya ingin mengatakan, dalam tulisan orasi kebudayaan, ia merumuskan ada lima karakter negatif orang Indonesia.

Lima karakter, Yaitu:
Pertama, orang Indonesia punya karakter munafik, karena antara kata dan perbuatan tidak sama.

Kedua, mudah bersikap segan dan tidak punya tanggung jawab, misalnya, dalam kondisi tertentu dia mudah mengatakan itu bukan urusan saya, saya netral saja.

Ketiga, karakter lemah.

Keempat, suka percaya kepada takhayul, praktek pedukungan masih banyak.

Kelima, Orang Indonesia berwatak feodal, mereka pingin terus berkuasa selamanya, mereka ingin menikmati sebagai seorang pejabat.

Sehingga, tambah Fachri, dalam pelaksanaan ukhuwah kebangsaan dan bernegera, apakah benar orang Indonesia memiliki karakter sama seperti apa yang diungkapkan oleh Mochtar Lubis?

“Namun Kalau kesepakatan politik itu hanya kepentingan, maka Kita akan dijauhkan dari semangat ukhuwah,” pungkas Fahri menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Pemuda

PPKM Darurat Diperpanjang, Sekjen GPI Minta Jokowi Mengundurkan Diri

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Sekretaris Jenderal (SEKJEN) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Khoirul Amin, meminta Presiden Joko Widodo untuk mundur jika PPKM Darurat benar diperpanjang sampai akhir bulan Juli 2021.

Permintaan itu disampaikan oleh Sekjen GPI, menyikapi kibijakan pemerintah yang akan memperpanjang PPKM Darurat melaui keterangan tertulisnya Senen (19/7/2021) sore.

“Jika memang sudah tidak mampu mengatasi pandemi Covid-19 ini. Maka saran saya lebih baik Presiden segera mengundurkan diri secara gantel dan terhormat,” tegas Khoirul Amin

Presiden Mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Periode 2005 – 2008 tersebut juga menyampaikan, bahwa menjadi pemimpin itu harus memiliki kepekaan sosial dan tau penderitaan rakyatnya.

“Apabila menjadi pemimpin tidak memiliki kepekaan sosial, yang taunya cuma memerintah. Maka itu bukan pemimpin, tapi penguasa. Dia tidak akan pernah mampu merasakan penderitaan yang dialami oleh rakyatnya,” tandasnya.

Ia melanjutkan, kalau menjadi pemimpin hanya tau memerintah dan mendengar laporan orang disekitarnya. Maka kebijakannya akan selalu kontroversial, dan bertentangan dengan kehendak rakyatnya.

“Saya merasa bahwa kebijakan PPKM Darurat ini adalah kebijakan yang dipaksakan dan tanpa solusi. Dimana rakyat diminta untuk berdiam diri dirumah, tapi pemerintah tidak membantu kebutuhan hidupnya,” kata Amin.

“Terus rakyat disuruh makan apa, jika berdiam diri dirumah. Ini namanya kebijakan yang asal-asalan. Melawan Virus Corona biar tidak mati, tapi akan mati juga karena kelaparan,” lanjutnya.

Sekjen Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) Periode 2007-2010 ini juga menyoroti dasar hukum. Dari kebijakan PPKM Darurat, yang dianggap Inkonstitusional dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Dalam UUD 1945, Pasal 28A dan 28D ayat (2) tentang HAM sudah sangat jelas. Bahwa Konstitusi kita menjamin hak-hak warga Negara untuk bertahan hidup. Maka melarang orang mencari nafkah sesungguhnya telah melanggar Konstitusi dan HAM,” ucap Amin.

Ia pun menerangkan, apabila Pasal 28A dan 28D ayat (2) tersebut dibatasi, berdasarkan Pasal 28J tentang pembatasan HAM. Maka pembatasan tersebut harus dengan Undang-undang (UU).

“Kebijakan PPKM Darurat ini memakai dasar hukum UU mana? Jika memakai UU Kekarantinaan Kesehatan. Maka semestinya Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. Wajib menanggung kebutuhan hidup selama masyarakat selama berlaku karantina,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa Pemerintah melalui
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy. Telah menyatakan, bahwa PPKM Darurat akan diperpanjang sampai akhir Juli 2021.

Muhajir juga menyampaikan, perpanjangan PPKM Darurat tersebut berdasarkan hasil rapat kabinet terbatas dengan Presiden Joko Widodo. (Ahr)

Continue Reading

Pemuda

Melalui Zoom, TJS Genjot Loyalitas Kebangsaan Kader Perisai

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Zoom meeting Front Nasional Berkarya yang di gagas oleh Ketua Umum Perisai Berkarya Tri Joko Susilo, SH., dalam rangka ulang tahun Partai Berkarya Ke-5 berlangsung pada Kamis, 15 Juli 2021.

Melalui zoom Meeting dalam komando Ketua Umum H. Hutomo Mandala Putra, SH., dilakukan dengan khidmat sebagai comando call Pimpinan Partai Berkarya Perisai Berkarya dan Ormas Ormas Partai Berkarya di tanah Air.

Dalam paparan Zoomnya, Tri Joko Susilo (TJS) menekankan agar para negarawan itu selalu mengarahkan bangsa seperti Bung Hatta, Mereka inisiator memimpin pergerakan.

“Saya minta kepada kader, yang penting pertama adalah jaga semangat, dan koyalitas kebangsaan sebab kalau semangat sudah hilang, pagi pun dapatnya cuma kopi bukan catatan sejarah,” ujar Tri Joko Susilo penuh semangat!

Dalam zoom meeting itu Tri Joko Susilo menyebut semangat yang membuat segar kepala dan sorot mata kita sangat diperlukan karena kita adalah ‘vaksin’ bagi bangsa yang dibuat lemah oleh permainan komunis diberbagai bidang termasuk kesehatan.

“Kalau bukan kita siapa lagi, semangat itu mahal, harus didapat dengan orang-orang yang selalu menebar aura semangat,” ujar Ketua Umum Perisai Berkarya.

Tri Joko Susilo juga meyakinkan kader agar terus mempunyai ‘bom atom’ keyakinan, yakin usaha sampai bahwa kelak mereka akan pegang negara.

“keyakinan mampu membuat kita memindahkan gunung sekalipun, makanya kata Bung Karno, keyakinan itu milik anak muda, di Partai Berkarya itu isinya mayoritas kader muda dan orang lapangan dan suka medan berat walaupun seseram dekat mulut harimau toh, ingat kalimat Panggil aku 10 pemuda. Maka aku akan mengguncang dunia,” cetus Tri Joko.

Pesan terakhir zoom Meeting dari ketua umum Ormas perisai berkarya ini yg sekaligus moderator dalam agenda tersebut, mengingatkan dengan gagalnya Reformasi yang sudah 20 tahun lebih

“Oleh karena itu, mari kita menjadi pelaku sejarah untuk membuat perubahan orientasi sejarah. Kader Partai Berkarya harus menjawab tantangan Milenial mempertahankan harapan pendiri bangsa ini,” pungkas Tri Joko, menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Pemuda

GMKI, OKP Cipayung Plus Gandeng POLRI-TNI Gelar Vaksinasi

Published

on

By

Janoerkoening, Jakarta – GMKI bersama OKP Cipayung Plus turut berperan aktif dalam Program pemerintah guna mensukseskan Vaksinasi 1 Juta per hari terus digulir oleh semua pihak.

TNI dan Polri sebagai garda keamanan terdepan terus bahu membahu mengamankan dan bekerja sama ke semua pihak untuk menjalankan program vaksinasi. Berbagai pihak, dari instansi negeri, swasta dan institusi pendidikan juga ikut serta menyelenggarakan kegiatan vaksinasi bersama.

OKP Cipayung Plus, salah satu wadah kepemudaan dari Organisasi pemuda, bekerjasama dengan TNI-POLRI mengadakan Vaksinasi gratis untuk warga.

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), salah satu organisasi kemahasiswaan, turut serta dalam mengadakan kegiatan vaksinasi tersebut. Acara diselenggarakan pada hari Kamis, (15/07/2021) di kantor GMKI, Salemba-Jakarta Pusat.

Acara dimulai pada pukul 08.30-18.00 WIB. Para warga antusias mengikuti vaksinasi tersebut. Jeffri Gultom, Ketua PP GMKI yang ikut hadir dalam acara tersebut mengatakan, bahwa GMKI turut serta mensukseskan program pemerintah untuk vaksinasi.

“Kami bersama organisasi kemahasiswaan lainnya bekerjasama dalam menyelenggarakan vaksinasi. Jenis Vaksin yang diterima adalah Sinovac. Target hari ini adalah 300 vaksin dan kami masih menunggu masyarakat untuk segera mendaftarkan,” ujarnya.

Ketika ditanyakan mengenai apakah mahasiswa, terutama dari GMKI mengenai komersialisasi vaksin, Jeffri menegaskan menolak akan rencana tersebut. “Kami menolak rencana komersialisasi vaksin. Bagi kami masyarakat jangan diberatkan lagi untuk biaya vaksin, “pungkasnya.

Acara Vaksinasi yang diselenggarakan OKP Cipayung Plus beserta TNI-POLRI akan terus diadakan guna menekan angka terpaparnya Covid 19 yang sampai saat ini masih belum kondusif. Diharapkan vaksinasi dapat segera didistribusikan secara menyeluruh dan semua warga negara RI menerima vaksin tersebut. (Ahr).

Continue Reading

Trending