Connect with us

Business

Transportasi Online ‘Emas Jek’ Siap Uji Coba Besok Minggu

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Aplikasi transportasi online Emas Jek akan menjalani uji coba pada Minggu (20/12/2020) besok. Aplikasi penyedia layanan ojek sepeda motor karya Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) ini, rencananya akan diluncurkan dalam waktu dekat.

“Kita akan trial hari Minggu pukul 13.00 WIB,” ujar Ketua Umum Partai Emas HJ Hasnaeni dalam keterangannya, Sabtu (19/12/2020).

Uji coba dilakukan guna memastikan kesiapan Emas Jek jelang peluncurannya. Pengujian rencananya dilaksanakan di sejumlah lokasi.

“Kita melakukan trial and error guna mengetahui siap-tidaknya Emas Jek. Memastikan ada atau tidak kelemahan atau kekurangannya, untuk kemudian kita perbaiki, jika ada. Kita targetkan di seluruh Indonesia, 34 provinsi,” ujarnya.

Emas Jek sendiri merupakan layanan transportasi online dengan mitra para kader atau simpatisan Partai Emas maupun masyarakat pada umumnya.

Selain ojek online, melalui Emas Bike, Emas Jek juga menyediakan layanan pembelian dan pengantaran makanan dengan Emas Food.

Lalu ada juga Emas Car; layanan taksi online, Emas Send; layanan pengiriman dokumen atau barang dengan jumlah kecil, Emas Kargo; layanan jasa pengiriman barang dengan jumlah besar melalui truk atau mobil box. Kemudian Emas Pay, layanan pembayaran dan transfer dana ke rekening.

“Keuntungan bergabung dengan Emas Jek ialah mitra kita bagi hasil sebesar 85 persen. Sementara 15 persennya untuk badan usaha,” ungkap Hasnaeni.

Dia tambahkan, kemudian ada bagi hasil keuntungan 15 persen per tiga bulan.

“Mitra usaha juga mendapat bonus harian dan pembagian deviden. Mitra juga kita proteksi dengan asuransi kecelakaan,” tutur Hasnaeni.

Selain Emas Jek, uji coba juga akan dilakukan situs Koperasi Emas. Situs jual-beli online ini hadir guna membantu masyarakat terutama kader serta simpatisan Partai Emas untuk memasarkan produk-produknya.

Hasnaini mengungkapkan, situs www.koperasiemas.com ini bisa dipakai untuk memasarkan produk agrikultural atau pertanian, peternakan dan perikanan, kerajinan tangan, makanan serta produk UMKM lainnya.

“Keuntungannya menggunakan situs ini adalah, selain bagi hasil 85 persen untuk produsen atau penjual produk, mereka juga mendapatkan bagi hasil sebesar 15 persen juga per tiga bulan,” jelas ‘Wanita Emas’, sapaan populer Hasnaeni. (Ahr/Zoheri)

Continue Reading

Business

2021, Kemendag Dukung Penuh Pemulihan Ekonomi dari Dampak Pandemi

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi kembali menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan dalam mendukung pemulihan ekonomi 2021 dari dampak pandemi Covid-19.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan akan melaksanakan berbagai langkah penanganan serta kebijakan dalam menyikapi ekonomi dunia yang saat ini sedang sulit.

Hal ini disampaikan Mendag dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, hari ini, Senin (11/1/2021).

“Dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada di sektor perdagangan saat ini, Presiden Joko Widodo memberikan tiga mandat kepada Kementerian Perdagangan untuk segera dapat dilaksanakan,” ujar Mendag.

Tiga mandat tersebut, lanjut Mendag, pertama, menjaga stabilitas harga, terutama inflasi serta meningkatkan daya beli masyarakat. Kedua, membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dalam menembus pasar ekspor. Ketiga, meningkatkan ekspor melalui perjanjian kerja sama perdagangan internasional, salah satunya dengan negara-negara tujuan ekspor nontradisional.

Untuk itu, Kemendag akan melaksanakan berbagai kegiatan dan kebijakan dalam melaksanakan mandat-mandat yang telah diamanatkan tersebut. Dalam menggerakkan perekonomian nasional, Kemendag akan memastikan arus barang tetap berjalan dengan baik.

“Kemendag berkomitmen terus menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok agar terjangkau masyarakat, termasuk dalam menghadapi Ramadan dan Lebaran. Kami sudah memastikan ketersediaan barang penting seperti gula, daging, dan beras cukup dalam menghadapi hari besar tersebut,” jelas Mendag.

Selain itu, Kemendag akan terus membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam menembus pasar ekspor. Kemendag akan terus membantu UMKM agar lebih kompetitif sehingga dapat menembus pasar ekspor negara tradisional dan nontradisional.

Mendag menyampaikan, di Indonesia kini sedang terjadi fenomena baru, yaitu yang sebelumnya Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor barang mentah dan barang setengah jadi, di masa yang akan datang Indonesia akan menjadi pengekspor barang industri berkualitas tinggi.

“Indonesia akan menjadi pengekspor barang industri melalui produk besi baja dan kendaraan bermotor. Kedua barang ini adalah fenomena baru dalam ekspor Indonesia di masa yang akan datang. Nilai yang disumbangkan kedua produk ini sangat tinggi dan menjanjikan,” terang Mendag.

Menurut Mendag, di masa yang akan datang apabila ingin menjadi pengekspor yang besar, kita harus membuka pasar kita agar menjadi lebih kompetitif.

“Karena dengan terbukanya pasar, maka akan mengundang investasi dan industrialisasi masuk. Dengan banyaknya investasi dan industrialisasi yang masuk, maka akan melahirkan berbagai peluang ekspor ke depannya,” jelas Mendag.

Mendag menambahkan, beberapa produk ekspor Indonesia yang saat ini jumlahnya signifikan adalah produk kayu, sebesar USD 3,44 miliar dan perhiasan, sebesar USD 7,88 miliar yang didominasi oleh padat karya.

“Banyak UMKM yang bisa kita galakkan dari sektor ini. Kedua barang ini akan terus kita dorong untuk UMKM dan semoga dapat menciptakan banyak lapangan kerja,” harap Mendag.

Secara kumulatif, total ekspor Indonesia selama Januari-November 2020 mencapai USD 146,78 miliar, sedikit mengalami penurunan yaitu 4,22 persen (YoY).

Pada sektor nonmigas, sepanjang Januari-November 2020 ekspor sektor nonmigas turun sebesar 2,18 persen, begitu juga dengan ekspor sektor migas turun 31,59 persen.

Nilai ekspor Indonesia pada November 2020 ke negara mitra utama terus tumbuh, antara lain ke Tiongkok tumbuh 16,17 persen (MoM), Jepang tumbuh 11,67 persen (MoM), India tumbuh 10,04 persen (MoM), Australia 16,56 persen (MoM), dan Korea Selatan tumbuh 7,12 persen (MoM).

Kinerja ekspor di beberapa negara di kawasan ASEAN dan Uni Eropa juga masih terus tumbuh, seperti ekspor ke Malaysia dan Thailand masing-masing sebesar 24,5 persen dan 8,79 persen; serta ke Jerman dan Belanda sebesar 35,38 persen (MoM) dan 7,52 persen (MoM).

Dalam kesempatan ini, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga juga turut menyampaikan berbagai pencapaian perundingan perjanjian perdagangan internasional pada 2020.

Wamen menjelaskan, untuk perjanjian dagang yang sudah berlaku adalah Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), ASEAN-Hongkong Free Trade Agreement (FTA), dan First Protocol to Amend ATIGA.

Pada 2020, telah dilaksanakan pula penandatangan perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Indonesia-Korea CEPA.

Selain itu, Indonesia juga menjalankan proses ratifikasi dalam Indonesia-EFTA CEPA dan Indonesia-Mozambik Preferential Trade Agreement (PTA).

Wamendag melanjutkan, tahun lalu juga menjadi catatan tersendiri dengan diperpanjangnya fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) Amerika Serikat untuk Indonesia dengan total 3.572 pos tarif produk dan dilaksanakannya WTO Trade Policy Review Indonesia ke-7.

“Memasuki 2021, Kemendag telah menargetkan untuk menyelesaikan 11 kesepakatan perjanjian perdagangan internasional dengan berbagai negara, salah satunya yang paling besar adalah EU-CEPA,” tutup Wamendag. (Amhar)

Continue Reading

Business

Kembangkan UMKM, CARImakan Luncurkan Semangat #NYATAKANsalingbantu

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – PT Dasa Karya Indonesia (PT DKI), perusahaan penyedia berbagai kebutuhan keluarga, makanan & minuman, serta produk & layanan terkait lainnya berbasis online, hadir dengan semangat untuk terus #NYATAKANsalingbantu.

Berbagai upaya dan aksi dilakukan dalam mendukung ekonomi terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak di masa pandemi.

PT DKI dengan berbagai mitra, saling bantu, untuk mendukung para UMKM dan pekerjanya agar terus berkreasi dalam memproduksi dan memasarkan produknya kepada konsumen.

#NYATAKANsalingbantu diwujudkan melalui CARImakan, sebuah layanan daring yang mempertemukan dan memasarkan berbagai hasil kreasi Mitra UMKM di bidang makanan & minuman dengan pembeli.

Di samping CARImakan, PT DKI juga mengembangkan CARInih, sebuah layanan daring terkait produk dan layanan kebutuhan keluarga, beberapa fitur yang terdapat di dalamnya seperti CARIstore yang menyediakan aneka produk kebutuhan keluarga

Lalu ada CARIservice yang salah satunya
bekerja sama dengan BRUM Indonesia menghadirkan layanan ke rumah untuk servis kendaraan roda empat

Kemudian ada juga CARIfarmasi yang bekerja sama dengan mitra apotek berizin resmi untuk memudahkan konsumen melakukan tebus resep lebih mudah.

Layanan CARInih ke depannya akan mengembangkan jasa layanan tenaga kerja terkait kebutuhan keluarga seperti suster bayi dan anak, suster lansia, asisten rumah tangga, hingga pengemudi pribadi.

CARInih ingin membantu para tenaga kerja Indonesia terhubung dengan keluarga yang membutuhkan, serta fitur CARI lainnya yang akan terus dikembangkan dalam membantu mitra usaha dan konsumen.

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/12/2020), Arya Supelli, Co-Founder PT DKI menjelaskan bahwa sudah menjadi komitmen kami untuk memastikan kontribusi kami dapat memberikan manfaat yang lebih baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

Dia juga jelaskan, PT DKI melalui CARInih dan CARImakan memiliki visi menjadi mitra pilihan bagi para pelaku usaha di industri terkait di Indonesia untuk memasarkan produk dan layanan hasil kreasi pelaku usaha kepada konsumen.

“Kami tergerak untuk bersama mengupayakan kelangsungan bisnis para UMKM terus berjalan, sehingga tidak sampai terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) para karyawannya,” ujar Arya.

Seperti diketahui, tahun 2020 adalah tahun yang berat, di mana dampaknya sangat terasa oleh banyak orang, tak terkecuali pelaku usaha mikro dan kecil di berbagai kota dan pelosok Indonesia.

Dengan semangat #NYATAKANsalingbantu, diharapkan perlahan namun pasti dapat memberikan kontribusi terbaik bagi Mitra UMKM kami terutama dalam melewati masa yang penuh tantangan ini.

“Kami berharap siapa pun tidak mudah menyerah dengan keadaan,” ujar Suharto Heri Asmara, Co￾Founder PT DKI menambahkan.

Oleh karenanya, kami mengajak mitra UMKM kami untuk terus berkarya dalam menyediakan produk & layanan terbaiknya, sedangkan kami (CARImakan & CARInih) terus agresif mengajak masyarakat untuk berkontribusi mendukung usaha mereka.

Lebih rinci Suharto mengungkapkan, CARImakan dan CARInih telah menghadirkan tiga (3) program utama untuk #NYATAKANsalingbantu, yakni:

Yang pertama yaitu program kolaborasi dengan para mitra UMKM di bidang makanan/ minuman melalui “Parcel #NYATAKANsalingbantu”. Parcel ini berisikan beragam produk dari mitra UMKM dari Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta dan Malang, yang dikemas spesial untuk memenuhi kebutuhan hari raya atau liburan di akhir tahun.

Kedua yaitu program “1K untuk Kebaikan”, di mana CARImakan dan CARInih akan menyalurkan Rp.1000,- dari setiap transaksi pelanggan untuk kegiatan sosial.

Dan uang terakhir adalah SOBATmakan,
sebuah program yang mengajak pelanggan untuk membantu memberikan masukan atau review produk mitra UMKM seperti rasa, packaging, dan lain sebagainya.

Tidak berhenti sampai di sini, PT DKI akan terus mengembangkan program-program kolaborasi berkelanjutan yang lebih kreatif dengan lebih banyak mitra.

Kami berharap masyarakat kini dapat mendapatkan layanan yang lengkap (one-stop solution), mulai dari barang-barang kebutuhan keluarga hingga makanan dan minuman, juga kebutuhan tenaga kerja di rumah.

Namun di sisi lain, kami mengajak partisipasi masyarakat dalam saling bantu antara penyedia jasa dan barang dengan konsumen.

“Kami percaya, kekuatan aksi saling bantu dan kolaborasi inilah yang membawa kita dan Indonesia lebih maju,” Suharto menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Business

Gelar Pameran Virtual, Krista Exhibitions Ramaikan Dengan 5 Sektor Industri

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Krista Exhibitions menggelar Upacara Pembukaan Pameran Virtual Internasional dengan total lima sektor industri yaitu Eastfood Indonesia Virtual Expo, Virtual Jamu Herbal Expo, Virtual Seafood Show, Virtual Refritech Expo & Indo Licensing Virtual Expo 2020 yang dapat diakses oleh publik melalui platform virtual http : //www.kristamediaonline.com pada tanggal 8-13 Desember 2020.

Tak cuma itu, Pameran produk secara virtual ini adalah solusi pemasaran di masa pandemi dan membuka peluang ke mancanegara tanpa batas, karena pameran virtual dapat diakses oleh pengunjung dari berbagai wilayah dan zona waktu yang berbeda.

Selain itu, Para pelaku usaha yang memamerkan produknya berkesempatan untuk dilihat secara global oleh seluruh dunia.

CEO Krista Exhibitions, Bapak Daud Salim dalam Upacara Pembukaan mengatakan, semoga pameran virtual ini dapat memberikan wawasan pada masyarakat luas, khususnya para pelaku usaha, agar dapat mengembangkan kembali bisnis yang dijalani selama pandemi dengan potensi pasar mancanegara

Dia tambahkan, sekaligus dapat memajukan perkembangan ekonomi Indonesia dan dunia dengan teknologi digital.

“Selain itu, Pameran Krista Exhibitions Virtual Expo 2020 diikuti lebih dari 200 peserta, baik dari lokal maupun internasional plus 25 pelaku UMKM ikut mempromosikan produknya,” kata Daud saat virtual meeting. Selasa (08/12/2020).

Menariknya, kata Daud, dalam pameran ini pengunjung dapat merasakan sensasi dan pengalaman baru yang menarik secara virtual  lengkap dengan konsep design booth virtual 3D ini tanpa terkendala waktu dan jarak.

Begitu juga, lanjut Daud, Pengunjung tetap dapat merasakan sensasi kegiatan pameran offline, karena pengunjung pameran (visitor) dapat berinteraksi dengan peserta pameran (exhibitor) via video call dan chatting.

Bahkan, tambahnya, Pengunjung juga dapat menikmati berbagai acara menarik di seputar panggung utama, Conference Room, Stan pameran dan kelas workshop seperti Cooking Demo, Baking Demo, Wine Competition maupun sesi seminar dan lain-lain.

Dalam Pameran Virtual ini, kata Daud, terdapat 65 acara menarik yang dihadiri 139 pembicara yang tentunya dapat mengedukasi pengunjung yang mengikuti acara Krista Exhibitions Virtual Expo 2020.

Asal tahu saja, rangkaian acara menarik hadir di Main Stage dan Conference Room diantaranya Live Webinar dari GP Jamu Indonesia bersama dengan perwakilan Negara Indonesia di luar negeri seperti KBRI New Delhi, Tiongkok & Mongolia dan Brasil.

Adapun pameran virtual dengan topik “Investasi Industri dan Kebangkitan kembali Pariwisata dan Ekspor Indonesia” dengan dukungan dari Jamu, Suplemen Kesehatan, Rempah – Rempah, Kosmetik, Spa & Aromaterapi Indonesia.

Selanjutnya juga disampaikan, di bidang kecantikan ada Webinar dari Yayasan Budi Andika dengan topik “The Art of Spices & Herbs in Health & Beauty Products” dan Webinar dari Asosiasi Sarang Burung Walet dengan topik “Mengenal Lebih Tentang Sarang Burung Walet”.

Tidak berhenti sampai disitu, lanjutnya, di bidang Rantai Pendingin, ada Webinar dari Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) dengan topik menarik “Cold Chain Solution : Survive in Pandemic Situation with Saving Energy”

“Demikian juga, Pada bidang Industry makanan, ada Live Cooking Demo oleh para Chef handal seperti Chef Vindex, Chef William Wongso, Baking Demo oleh Chef Yongki Gunawan, Ny. Liem dan Live Wine Competition oleh ISA,” pungkasnya. (Amhar)

Continue Reading

Trending