Connect with us

Uncategorized

Pembegalan Nelayan di Perairan Bawean, Opan Sebut Lemahnya Pengawasan Aparat Terkait

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Waspada terhadap perampasan atau pembegalan tidak hanya di darat saja, tetapi hal tersebut juga harus diwaspadai termasuk di lautan, Pembegalan di tengah laut ini dialami oleh Kru Kapal nelayan mini porse seine dari kecamatan sarang, rembang di Pantai Pamona, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Sabtu, 14 November 2020.

Pada hari Sabtu tanggal 14 November 2020 Jam 04.30 waktu setempat, Koordinat 06.01 dan 112.1 sekitar 20 mill laut dari Pantai Pamona Pulau Bawean Kabupaten Gresik Jawa Timur. Tiba- tiba kapal nelayan mini porse seine didekati sebuah Perahu kecil (cekotok) yang merapat ke kapal mini porse seine dengan iringan beberapa perahu kecil lainnya.

“Beberapa orang ABK perahu tersebut naik ke Kapal nelayan mini porse seine dengan menodongkan celurit dan berteriak mencari Nakhoda,” demikian dikatakan Muhammad Sokhib, salah satu pemilik Kapal dalam Keterangan Tertulis pada Awak Media di Jakarta Rabu (16/12/2020).

Menurutnya perompak atau Pembegal tersebut berjumlah sekitar 12-15 orang, sambil mengancam para Kru Kapal nelayan mini porse seine menggunakan senjata tajam, memaksa para nakhoda tersebut untuk turun kedalam kapal kecil (cekotok) dan membawa para nakhoda ke pulau Bawean.

“Nakhoda saya disuruh turun dari kapal dan naik perahu kecil (cekotok) tersebut yang berisi sekitar 12-15 orang. Mereka membawa senjata tajam berupa celurit dan pedang, kemudian perahu itu membawa nakhoda saya. Setelah 3 Jam perjalanan perahu sampai di Pulau Bawean,” ujar Muhammad Sokhib.

Dijelaskannya, para pembegal tersebut awalnya meminta tebusan sekitar 200.000.000 rupiah, bila tidak kapal-kapal yang tertangkap tersebut akan dibakar.

Belasan orang bersenjata tajam mengumpulkan nakhoda kami disalah satu rumah pelaku, kemudian orang-orang itu berteriak harus ada tebusan uang untuk 10 kapal yang ditangkap sebesar Rp. 200.000.000,-.

“Dari nominal Rp, 200.000.000 yang diajukan oleh pelaku tersebut, salah satu nelayan korban pembegalan tersebut meminta untuk menawar nilai tebusan senilai Rp. 15.000.000 per satu buah kapal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, seorang diantara nakhoda menjadi juru bicara mencoba menawar tebusan untuk 10 kapal milik Nelayan Sarang Kab. Rembang dengan angka Rp. 15.000.000,- per kapal.

“Pembegal akhirnya menyetujui tawaran tersebut, dan meminta agar ditransferkan ke rekening salah satu pelaku, dengan situasi mencekam dan penuh intimidasi para Nelayan Korban tersebut terpaksa harus memenuhi keinginan pembegal agar dapat pulang dengan selamat dan meminta uang tersebut segera ditransfer dalam waktu 30 menit jika tidak kapal akan dikandaskan dan dibakar,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Paguyuban Masyarakat Rembang Jakarta Abdullah Mansuri menyatakan Negara harus hadir didalam melindungi seluruh rakyat.

“Negara kami minta hadir melindungi segenap rakyat termasuk para nelayan Sarangan Rembang yang diintimidasi oleh sekelompok orang tidak bertanggung jawab dikawasan perairan Bawean Gersik Jawa Timur,” ulasnya.

Lebih lanjut Abdullah menyatakan atas peristiwa ini pihaknya akan membuat laporan ke Polda Jawa Timur dan Istansi terkait lainnya.

“Kami akan segera membuat laporan Polisi ke Polda Jawa Timur dan Kapolri serta Kementrian Kelautan dan Perikanan,” paparnya.

Terpisah, Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ), Mustofa Hadi Karya yang biasa disapa Opan ketika dihubungi wartawan terkait adanya teror dan penculikan para nelayan di Bawean oleh sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) mengungkapkan rasa keprihatinannya.

Opan menyebut lemahnya pengawasan kepolisian dan pihak-pihak terkait dalam melindungi Warga Negaranya dari intimidasi teror serangan perompak, dan penculikan maupun pembantaian dari mereka yang menyebut dirinya para pembegal ataupun teroris.

“Saya menilai peristiwa tersebut bukan pertama kali terjadi di Indonesia, artinya pengawasan dan perlindungan keamanan diri pekerja Indonesia maupun yang berprofesi sosial secara global tidak lagi menjadi prioritas utama,” kata Opan di Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Opan juga mendesak para pihak alat negara, baik TNI, Polri, bahkan Presiden langsung untuk segera melakukan pembentengan keamanan bagi para pekerja, profesi, dan nelayan sebagai perwujudan amanah UUD’45, terkhusus bagi para nelayan di Bawean yang di teror dan diculik oleh para perompak. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Ucapkan Selamat! FWJ Sambut Baik Terpilihnya Marullah Jadi Sekda

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Terpilihnya mantan Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta tahun 2021 akan membawa angin segar dalam memperkuat pembangunan di segala bidang.

Tentunya bukan hal mudah menjadi seorang Sekda DKI Jakarta, setidaknya ada beberapa calon kuat yang juga yang ikut maju mencalonkan dirinya menjadi orang ke tiga di DKI Jakarta.

Marullah Matali ditetapkan menjadi Sekda DKI setelah dikeluarkannya SK penetapannya pada Senin, 11 Januari 2021. Adapun pelantikan Marullah Matali menjadi Sekda DKI Jakarta rencananya akan digelar hari ini Jumat (15/1/2021).

Penetapan terpilihnya Marullah Matali karena memiliki nilai tertinggi dalam tahapan seleksi sekretaris daerah DKI Jakarta. Dalam tes asesmen kompetensi, Marullah meraih nilai 82,22 dan mendapatkan bobot sebesar 20,56 persen.

Marullah mengalahkan sembilan kandidat lainya. Di bawah Marullah, terdapat nama Sri Hartati yang kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekda. Sri Hartati sendiri meraih skor 80,00 dengan bobot 20,00 persen.

Selanjutnya walikota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko berada di posisi ketiga dengan skor 77,78.

Dibawahnya berturut-turut ada nama Yusmada Faisal (77,78), Andri Yansah (77,78), Dhany Sukma (71,11), Faisal Syafruddin (73,33), Bayu Meghantara (75,56), Edi Sumantri (75,56) dan Arifin (68,89).

Selain itu, Marullah juga meraih skor tertinggi dalam tes menulis dan makalah sebelumnya, dalam tes tertulis dan skor penulisan makalah, Marullah juga meraih skor tertinggi diraih Marullah Matali untuk menjabat sebagai Sekda DKI Jakarta tersebut mencapai 78,00.

Surat itu ditetapkan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya tahun 2020 Suharti pada Selasa (27/10/2020) lalu.

Terkait terpilihnya Marullah Matali sebagai Sekda DKI, Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ), Mustofa Hadi Karya yang biasa disapa Opan ini menyambut baik atas terpilihnya Marullah Matali sebagai Sekda DKI.

Opan menilai selayaknya jabatan itu disandang oleh seorang yang memiliki wawasan tinggi dan mumpuni seperti Marullah.

“Kami ucapkan selamat untuk bang Haji Marullah Matali menjadi Sekda DKI Jakarta, dan kami yakin Jakarta akan lebih maju dalam pembangunan dan tata kelola birokrasi ditangan Marullah Matali, karena fungsional Sekda sangat menentukan berbagai kebijakan,” Kata Opan. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Dibohongin Prabowo – Sandi, Ex Relawan Akan Gelar Konsolidasi Akbar

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Aliansi Rakyat Terbohongin Capres – Cawapres akan menggelar diskusi terbuka dengan mengundang seluruh relawan ex pendukung Prabowo – Sandi terutama emak-emak militan yang merasa tertipu atau terbohongin Capres – Cawapres 2019

Diskusi terbuka ini rencananya akan di selenggarakan pada Sabtu, 2 Januari 2021, dimulai pukul 16.00 s/d 17.30, via Zoom sebagai bentuk konsolidasi akbar dengan tema “Kembalikan Sumbangan Kampanye Kami”. Adapun quota Zoom terbatas untuk 10ribu peserta

Adapun alasan di gelarnya konsolidasi akbar ini, Saya melihat dan mendengar langsung kemarahan, kekecewaan dan ketidak terimaan ex relawan 02 memuncak ketika Sandiaga Uno melabuhkan dirinya ke pemerintahan saat ini.

Demikian di ungkapkan Koordinator Aliansi, David yang juga adalah Ketua Ex Relawan Senyum Millenial Prabowo Sandi kepada media, pada hari ini selasa (29/12/2020) di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, David juga mengungkapkan, dengan dalih apapun Bang Sandi tetap saja itu mencoreng nama Bang sandi sendiri dimata publik terutama komunitas emak-emak militan yang melekat pada diri Bang Sandi.

“Kalau kita lihat pada pilpres 2019 kemarin sebenarnya masyarakat indonesia lebih memilih Sandiaga Uno sebagai tokoh perubahan dengan berbagai konsep ekonomi yang di tawarkan kepada emak-emak,” jelasnya.

Dalam konsolidasi akbar Aliansi ini, saya sebagai koordinator Aliansi akan membuat secara daring via zoom untuk mengindentifikasi apa saja kekecewaan ex relawan pendukung paslon 02

“Sehingga bahan dari konsolidasi akbar ini, nantinya akan saya bawa menghadap Bapak Prabowo Subianto atau Bang Sandiaga Uno,” tambahnya.

Yang pasti, “Saya mengajak seluruh elemen ex relawan pendukung Prabowo-Sandi untuk sama-sama bergabung dalam konsolidasi akbar nanti,” tutup David. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

IJMI: Peran Dan Fungsi Pers Sebagai Kontrol Sosial

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Peran dan fungsi pers salah satunya sebagai kontrol sosial terhadap kondisi masyarakat dan bangsa lewat penulisan berita berita sesuai fakta dan data secara apa adanya. Dari sinilah substansi pers sebagai pilar demokrasi keempat menemukan momentumnya.

Apalagi ketika ketiga pilar yang lainnya tak lagi dipercaya karena banyaknya penyimpangan serta melanggar kaidah-kaidah demokrasi. Ditengah demokrasi yang dipenuhi perilaku oligarki, hipokrasi dan diskriminsi itulah, peran dan fungsi pers tetap tegar menyuarakan kebenaran dan keadilan.

Pernyataan diatas diungkapkan Muhammad Harun, selaku inisiator/ deklator dan Ketua Umum Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia (IJMI) jelang Deklarasinya di Aula Perpustakaan HB Jasin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini Raya, Jakpus, Selasa (29/12/2020).

Menurut pria asal Madura ini, jurnalis muslim dan pers pers yang bernafaskan Islam adalah bagian penting dalam merawat demokrasi di Indonesia.

Harun katakan, ditengah kondisi masyarakat kita saat ini yang penuh ketidak pastian melihat pesan-pesan yang ada di medsos, para elitnya menjadi politisi oligarki, aparat penegak hukumnya yang diduga berprilaku Diskriminatif, bahkan cenderung diduga melanggar HAM

“Maka IJMI hadir untuk memberikan pencerahan kepada publik mana yang haq dan batil,” lanjut Cak Harun dalam siaran persnya, Senin (28/12/2020).

Ditambahkan oleh Cak Harun, jurnalis muslim tentu memiliki tanggungjawab berat dalam memberitakan kebenaran. Karena salah satu fungsi pers adalah pesan-pesannya bukan sekadar memberi informasi.

Namun juga kata harun, Pers harus mengedukasi masyarakat, mengajak dan menghimbau ke arah jalan yang benar.

“Oleh karenanya, peran jurnalis muslim, tentu bersama komponen muslim dan lainnya memiliki peran strategis dalam turut serta meluruskan kiblat bangsa sehingga tampak jelas pers Islam lebih mantap perannya,” pungkas Harun.

Sementara itu Sekretaris Jenderal IJMI, Moch. Ridhwan setuju dengan pernyataan tegas Muhammad Harun, sehingga kiprah IJMI, menurut Ridhwan, diharapkan dapat dirasakan perannya di seluruh penjuru tanah air.

“Sehingga kami juga mengharapkan agar keberadaan IJMI ini nantinya eksis hingga ke tingkat daerah kabupaten /kota,” ungkap pria asal kota Santri, Demak ini. (Bagian Komunikasi Publik dan Humas IJMI). (Zoheri)

Continue Reading

Trending