Connect with us

Tokoh / Publik Figur

Boy Rafly Amar Masuk Radar Calon Terkuat Kapolri

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Segudang pengalaman Boy Rafly Amar di mabes polri sebagai Kapolda Banten, Kadiv Humas, Kapolda Papua, Wakalemdiklat dan tepat 1 mei 2020 lalu dipercaya dan ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diluar struktur Polri

Dari rangkaian pengalaman tersebut, sangatlah tepat dan layak menjadi Kapolri paska Idam Aziz. “Diketahui, Komjen Pol DR. Drs. Boy Rafli Amar M.H masuk dalam radar dan menjadi kandidat kuat calon Kapolri 2021,” ungkap Haikal dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/12/2020).

Haikal Ketua Umum Partai Pribumi mengungkapkan, bahwa Figur Komjen Pol DR. Drs. Boy Rafli Amar M.H yang berkarakter, penuh integritas, cerdas, jujur, bersih, santun, ramah, bersahabat pada semua orang, murah senyum, tegas, tegar dan rendah hati serta kharismatik

“Sosoknya Pribadi yang sangat sayang pada keluarga dan orang tuanya, serta peduli sesama ini merupakan Figur yang Ideal untuk menggantikan Kapolri Jenderal Idham Aziz yang akan memasuki pensiun pada januari 2021,” pungkasnya.

Karakter dan Kepemimpinan Komjen Boy Rafli Amar cocok untuk memimpin Polri dalam menghadapi ancaman dan tantangan saat ini dan mendatang dalam Melindungi, Mengayomi dan Melayani Masyarakat.

Pria kelahiran Jakarta pada 25 Maret 1965 dari pasangan Minangkabau. Ayahnya berasal dari Solok sedangkan ibunya dari Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat.

Beliau adalah cucu dari sastrawan Indonesia, Aman Datuk Madjoindo. Boy menikah dengan Irawati dan telah dikaruniai dua orang anak.

Pada tanggal 29 November 2013, dia diangkat sebagai kepala kaum suku Koto, nagari Koto Gadang, Agam, dengan gelar Datuak Rangkayo Basa.

Berikut pendidikan Polisi yang perdah dijalaninya : Akabri A (1988), PTIK (1997), SESPIM (2002), SESPIMTI (2011), LEMHANNAS PPSA (2013).

Boy Rafli Amar meraih Gelar Doktor (S3) pada Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran pada Sidang Promosi Doktor yang digelar di Bale Sawala, Rabu (14/8/2019) dan dinyatakan lulus dengan yudisium “Sangat Memuaskan”.

Boy Rafli mempertahankan disertasinya yang berjudul “Integrasi Manajemen Media dalam Strategi Humas Polri sebagai Aktualisasi Promoter”.

Disertasi tersebut merupakan studi kasus implementasi manajemen media sebagai salah satu program prioritas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mendukung aktualisasi promoter, yakni profesional, modern, dan terpercaya.

Tentang Boy Rafli Amar

1. Kapolda Banten 2014

2. Kadivhumas 2016

3. Kapolda Papua 2017

4. Wakalemdiklat 2018

5. Kepala BNPT 2020

6. Insya Allah, Beliau adalah Kapolri 2021

Itulah Figur Ideal Salah Satu PutraTerbaik Bangsa. (Amhar)

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

Kepemimpinan itu Mampu Mempengaruhi Orang Lain

Published

on

By

Oleh : Hendrik Yance Udam (Putra Papua). Penulis adalah Ketum DPN Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (GerCin)

Kepemimpinan itu penuh makna dan bisa jadi inspirasi hidup. Kepemimpinan adalah sebuah kemampuan seseorang untuk bisa memengaruhi orang lain atau memandu pihak tertentu untuk mencapai tujuan.

Dalam menjalani hidup, secara tak sadar seseorang berperan sebagai pemimpin, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun dalam lingkungan pekerjaan.

Saat menjadi pemimpin, diperlukan jiwa kepemimpinan yang baik.

Kepemimpinan sendiri bisa dipelajari setiap orang. Mempelajari tentang kepemimpinan bisa dibilang tidak akan ada habisnya, selalu ada hal baru yang bisa dipelajar.

Memang sebagian orang ada yang terlahir dengan memiliki bakat kepemimpinan. Namun, ada pula sebaliknya, dan perlu belajar tentang kepemimpinan.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa belajar tentang kepemimpinan, seperti dengan menjadi pengikut yang baik sebelum ditunjuk menjadi pemimpin.

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

BANGKITNYA ALUMNI ITB DI TANAH AIR

Published

on

By

Oleh : Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA. Penulis adalah Bakal Calon Ketua Umum IA ITB Periode 2021-2025.

Institut Teknologi Bandung (ITB) kini telah berusia 100 tahun. Sejak berdiri pada 3 Juli 1920 dengan nama Technische Hoogeschool te Bandoeng disingkat TH te Bandoeng

TH Bandung, atau THS telah memiliki alumni yang kental dengan semangat perjuangan dan gotong-royong. Serta mendorong domokratisasi disegala bidang, utamanya demokratisasi teknologi.

Ikatan Alumni (IA) ITB memiliki peran strategis untuk menyadarkan bahwa Indonesia adalah negara besar dengan potensi luar biasa, namun belum didayagunakan seoptimal mungkin.

IA ITB perlu membentuk platform gotong royong para intelektual bangsa yang sesuai dengan pembangunan manusia Indonesia khususnya membentuk SDM terbarukan.

Karena selama ini para intelektual bangsa lebih suka kerja sendiri dan terlalu sibuk dengan ambisi masing-masing.

Akibatnya progres kemajuan bangsa tesendat dan indeks daya saing SDM bangsa belum menggembirakan. Perlu terobosan dalam pembangunan manusia agar bisa membuahkan produktivitas yang tinggi serta meningkatnya nilai tambah lokal.

Saatnya kerja yang cerdas dan berkualitas, bukan kerja asal kerja karena dampak pandemi Covid-19 telah mendorong dunia melakukan tatanan baru.

Intelektual Indonesia kerja bersama disemangati oleh nilai tradisi keIndonesiaan yang telah membumi berabad-abad. Esensi kerja bersama adalah “holopis kuntul baris” yang identik dengan prilaku gotong royong ajaran leluhur bangsa.

Lalu diformulasikan secara ideologis oleh seorang alumnus ITB yakni Presiden RI pertama Soekarno dan dilanjutkan oleh Presiden ke-3 Bapak BJ. Habibie.

Makna terdalam yang terkandung lembaga pendidikan tinggi seperti ITB adalah menyiapkan sebanyak mungkin SDM Iptek yang unggul. Baik SDM yang menggeluti hi-tech atau teknologi canggih maupun teknologi tepat guna yang sangat dibutuhkan oleh usaha rakyat.

Untuk mencetak dua kategori SDM Iptek tersebut dibutuhkan program yang progresif dan luar biasa. Menyiapkan SDM tanpa mewujudkan demokratisasi teknologi tidak akan optimal.

Karna Generasi milenial Indonesia sebagian besar hanya menjadi obyek produk teknologi dari luar negeri. Generasi milenial semakin kecanduan konsumerisme produk teknologi tanpa berdaya menumbuhkan nilai tambahnya.

IA ITB memiliki peran untuk mengatasi kebutuhan ruang kreatifitas dan inovasi segenap milenial bangsa. Sehingga proses demokratisasi teknologi nantinya bisa terwujud.

Apalagi tren menunjukkan bahwa korporasi dunia sedang menekankan inisitif dan program demokratisasi teknologi.

Saatnya segenap IA ITB bisa tampil sebanyak-banyaknya menjadi skunk works pembangunan. Agar bangsa ini bisa melakukan lompatan yang dramatis.

Seperti Leprechauns si pelompat yang luar biasa. Leprechauns telah menjadi legenda sekaligus ikon kemajuan bangsa Irlandia.

Irlandia Merupakan negeri yang berhasil melakukan lompatan besar sehingga dalam waktu yang singkat (kurang dari satu generasi) bisa mewujudkan kemajuan dan kemakmuran.

Irlandia Negeri yang bangga mendapat julukan sang Leprechauns itu kini memiliki pendapatan nasional per kapita yang lebih tinggi dari Jerman, Prancis, dan Inggris.

Mencetak generasi emas Indonesia tidak semudah membalikkan tangan. Harus ada usaha keras untuk melepas belenggu sistem pendidikan nasional lalu dibutuhkan inisiatif jitu yang sesuai semangat zaman.

Karena pendidikan nasional menjadi kunci kemajuan dan cara terbaik untuk meningkatkan martabat bangsa dan negara.

Proses pendidikan mestinya tidak terjebak dalam rutinitas dan formalitas belaka. Tetapi harus ada terobosan yang bersifat inovatif, kreatif dan transformatif dalam hal mencetak generasi emas menuju bangsa yang maju.

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

Hidup & Sukses Dengan 5 Jari

Published

on

By

Oleh: Drs. AGUN GUNANDJAR SUDARSA (AGS), Bc.IP., M.Si.

Untuk meraih sukses, Pertama, kita harus tahu bahwa kita adalah manusia yang hidup di dunia, yang sudah pasti ada penciptanya. Oleh karena itu kita harus sadar bahwa kita bukan siapa-siapa dibanding sang pencipta.

Kedua, kita harus ingat bahwa kita hidup dan berada ditengah-tengah jutaan, bahkan milyaran manusia yang saling berbeda satu dengan lainnya. Tdak ada yang sama, bahkan kembar sekalipun. Oleh karena itu untuk apa kita mempertentangkan perbedaan diantara sesama manusia? bukankah perbedaan-perbedaan itu ciptaan sang pencipta yang satu (esa)?

Untuk meraih kebahagian, Pertama, Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa dan maha kuasa. Kedua, bersatu dan bekerja sama diantara kita sesama manusia yang berbeda.

Tangan dengan lima jarinya, menunjukan kepada kita bahwa manusia bukan siapa-siapa dan manusia berada di tengah lautan manusia lainnah yang saling berbeda-beda.

Lihat Jari tengah, adalah jari tertinggi, dikiri dan kanannya ada Jari Jempol, Jari Telunjuk, Jari manis dan Jari kelingking yang berbeda-beda.

Jari tengah mengingatkan kita bahwa ada yang tertinggi, Tuhan yang maha esa dan maha kuasa, beriman bertaqwa dan bermohonlah kepadaNYA.

Diantara kelima jari yang saling berbeda-beda itu, jika dikepalkan solid bersatu menggenggam, maka akan ada kekuatan didalamnya.

Jadi, bersatu dan bekerjasamalah diantara kita manusia yang berbeda-beda, maka kemampuan dan kekuatan akan diberikan oleh Tuhan yang maha kuasa.

Bagaimana memulainya? Awali jari Jempol (prestasi) yang baik, kita akan dapatkan Jari telunjuk (pengakuan) untuk kita bisa memberi perintah, maka Insya Allah kita akan memperoleh Jari Manis (Pendapatan)

Kemudian, setelah melampaui jari tengah (pendekatan) dengan pendekatan keatas kepada Tuhan melalui bermohon dan berdoa, serta pendekatan ke kiri dan kanan kepada sesama manusia yang saling berbeda melalui persatuan dan kerjasama.

Setelah memperoleh pendapatan, lihatlah jari kelingking. Jari terkecil (perawatan) untuk kita selalu bersyukur, berterimakasih dan tidak sombong.

Setelah itu semua sesungguhnya kita sudah kembali ke Jari Jempol (prestasi berikutnya). Dan terus lakukan sebagaimana waktu yang terus bergerak kedepan. Akhir kata, “SALAM SUKSES 5 JARI,” AGS.

Continue Reading

Trending