Connect with us

Daerah

Di Marsram, Genderang Kemenangan IMANI Mulai ditabuh

Published

on

JanoerKoening, SUPIORI – Masyarakat yang berada di Kampung Marsram, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, pada Sabtu (28/11/2020), menyatakan sikap untuk memenangkan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Supiori, Drs Yan Imbab dan Nichodemus Ronsumbre.

Adapun Genderang kemenangan IMANI mulai di tabuh dengan dukugan dari para tokoh masyarakat, Kampung Marsram.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat Kampung Marsram, Luter Yom dihadapan kedua paslon dan juga Tim Koalisi Seniman IMANI serta masa pendukung yang hadir di dalam kampanye IMANI di Marsram, Sabtu (28/11).

“Buat kedua bapak (Drs Yan Imbab dan Nicho Ronsumbre) Bersama tim, saya mewakili masyarakat, siap untuk memenangkan IMANI di Kampung ini, tentu dengan strategi yang kami sudah buat,” ungkapnya.

Memenangkan IMANI, ujar Yom, merupakan sebuah hal yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi, dan sudah menjadi komitmen seluruh masyarakat pada waktu itu sudah merasakan buah tangan dan kebaikan dari Drs Yan Imbab saat menjabat sebagai Wakil Bupati dan Bupati pengganti sisa masa jabatan.

“Pengalaman pahit 5 tahun kemarin, sudah cukup menjadi pelajaran, memenangkan orang yang tidak perduli dengan kami, IMANI harga mati di Marsram,” ungkapnya.

Dia tambahkan, kenangan pahit di 5 tahun lalu, menjadi momentum bagi pihaknya untuk tidak salah memilih pemimpin, apalagi memilih orang yang baru belajar memimpin.

“Kami panggil bupati dan wakil bupati, karena 9 Desember kita sudah menang, jangan lupa kita semua pilih nomor 5, kita bergumul semua anak Tuhan yang maju di Supiori, tapi yang dipersiapkan Tuhan untuk memimpin Supiori adalah nomor 5, bapak Yan Imbab dan Nicho Ronsumbre,” bebernya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Marsram lainnya, Robi Mambenar menegaskan paslon IMANI yang mampu menjawab apa yang diharapkan oleh masyarakat Marsram secara khusus, maupun Supiori secara umum.

“Selama kabupaten ini berdiri, tidak ada anak dari Marga Mambenar yang honor di dinas (Organisasi Perangkat Daerah, Kabupaten Supiori) yang berada di Marsram, kami harap bapak berdua menjabat perlu ada perhatian,” pintanya.

Robi juga mengharapkan jika paslon IMANI dilantik, maka jangan lagi mengulang kesalahan pemerintahan masa sebelumnya yang tidak memperhatikkan masyarakat Supiori dengan baik, selama ini.

“Jangan sampai ada paslon lain yang klaim di kampung ini sudah ada 400, atau 600 suara, itu saya pastikan tidak benar (hoax), sudah ada komitmen memenangkan IMANI,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, calon bupati Kabupaten Supiori, Drs Yan Imbab mengapresiasi langkah bijak dari masyarakat Kampung Marsram yang mendukung sepenuhnya paslon IMANI.

“Terima kasih, dukungan ini Sudah benar, kita tidak boleh salah memilih pemimpin, Supiori ini tempat kita mengabdi bukan tempat untuk belajar, terima kasih pak Luter Yom dan Ade Robi Mambenar,” ucapnya.

Yan Imbab mengakui bahwa dalam visi misi yang sudah dijabar, adalah lebih memprioritaskan potensi daerah yakni pariwisata, kelautan dan perikanan.

”Kita juga memberikan kesempatan kepada adik-adik kita di Marsram untuk diakomodir dalam CPNS jika ada, tetapi juga peluang usaha lainnya,” katanya lagi.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Supiori, Nicho Ronsumbre juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Marsram sudah mau mendukung paslon IMANI.

“Jadi saya tetap ada buat masyarakat disini, bila perlu waktu pemilihan nanti saya disini, kita tidak buat janji-janji yang tidak bisa, kita buat program yang dapat dilaksanakan,” tuturnya.

Pria yang akrab dengan akronim NR, ini memastikan bahwa hubungan koneksi antara Pemerintah Kabupaten Supiori dan Pemerintah Provinsi Papua dapat terjadi kembali ketika, IMANI menang dan pembangunan kembali seperti dulu, ketika Bupati dijabat oleh alm. Fred Menufandu. (Amhar)

Continue Reading

Daerah

Demokrasi yang Ideal di Indonesia Adalah Demokrasi Pancasila

Published

on

By

JanoerKoening, Yogyakarta – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan bahwa demokrasi yang ideal di Indonesia adalah Demokrasi Pancasila. Sesuai yang diinginkan oleh ‘Founding Fathers’ atau para pendiri bangsa.

Pernyataan itu disampaikan LaNyalla menjawab pertanyaan dari perwakilan BEM Universitas Gadjah Mada, Farhan, dalam Ngopi Bareng dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

“Tapi saat ini model demokrasi tersebut belum dilaksanakan. Oleh sebab itu, DPD RI menilai pentingnya Amandemen konstitusi ke-5 dilakukan dengan suasana kebatinan untuk melakukan koreksi atas arah perjalanan bangsa. Hal ini dilakukan karena DPD RI menilai semangat amandemen konstitusi yang dilakukan sejak 1999 hingga 2002 sudah cukup banyak melenceng dari harapan para pendiri bangsa,” kata LaNyalla saat bersamaan diskusi Daring(Webinar) berlangsung, se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Oase Cafe, Minggu (06/06/2021)

Menurutnya, Pancasila seharusnya dijadikan nafas dalam semangat perbaikan bangsa.

“Jadi kalau ada yang tanya, sebenarnya apa DNA sistem pemerintahan Indonesia? Parlementer atau Presidensiil? Jawabnya adalah Pancasila. Yang merupakan sintesa atas dialektika teori-teori yang diterapkan negara-negara di barat. Saya katakan di sini Demokrasi Pancasila itu bukan teori yang tidak bisa diwujudkan,” sebut LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu menegaskan, Pancasila merupakan sumber segala hukum dan seharusnya dijadikan pedoman. Termasuk untuk memilih para pemimpin bangsa.

Dari tatanan sila-sila Pancasila, yakni membangun manusia Indonesia yang Berakhlak, Beradab dan Bersatu diharapkan akan memunculkan para Hikmat Kebijaksaan, yang mewakili suara rakyat untuk mengambil keputusan-keputusan penting terhadap bangsa dan negara melalui musyawarah mufakat.

“Termasuk memilih siapa yang diberi ‘mandat’ untuk memimpin pemerintahan. Sehingga diharapkan Keadilan Sosial terwujud. Itulah Demokrasi Pancasila. Itulah Presidensiil yang diinginkan para pendiri bangsa,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, LaNyalla mengajak mahasiswa bersama dengan DPD untuk berjihad secara konstitusi. Karena DPD butuh dukungan mahasiswa dan kalangan akademisi terkait keinginan melaksanakan Demokrasi Pancasila tersebut.

“Karena DPD punya tanggung jawab terhadap aspirasi rakyat. Harus memperjuangkannya dengan baik dan kami terbuka untuk bersinergi dengan mahasiswa,” kata LaNyalla.

Mantan Ketua Umum PSSI ini menegaskan, perjuangan memang harus melalui jalan yang berliku. Tidak ada perjuangan yang mulus.

“Yang penting adalah perjuangan kita itu benar dan on the track. Itu yang harus dipegang teguh. Kita tugasnya sebagai manusia adalah ikhtiar. Hasilnya diserahkan ke Tuhan,” katanya.

LaNyalla juga memberikan tips bagi generasi muda maupun mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Yaitu harus pelan-pelan.”Jangan langsung frontal dalam hadapi kekuasaan atau menyampaikan sesuatu hal. Kalau yang frontal biasanya akan ditangkap. Harus sein kiri belok kanan,” ujar.

Meski demikian, LaNyalla siap membantu memperjuangkan empat aktivis mahasiswa yang ditahan polisi agar bisa dikeluarkan. “Kita tidak janji akan hal ini. Tapi tolong tulis nama empat mahasiswa itu. Serahkan ke saya, nanti kita perjuangkan,” ucapnya.

Menurut LaNyalla kebebasan berpendapat harus tetap dibuka. Ruang diskusi tidak boleh dibungkam dan demonstran tidak boleh ditangkapi.

“Kita akan kawal kebebasan berpendapat ini yang sebenarnya aturan atau Undang-undangnya secara tekstual bagus namun secara konstektualnya terkadang belum dilaksanakan,” ujarnya.

Masalah kebebasan berpendapat tersebut disampaikan LaNyalla untuk menanggapi keluhan Presiden BEM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yunanto, mengenai kebebasan berpendapat yang saat ini dibungkam. Bahkan ada penahanan terhadap aktivis mahasiswa saat berdemonstrasi tolak omnibus law cipta kerja di Semarang.

Yunanto juga menyampaikan keinginannya agar DPD membantu mengeluarkan para aktivis mahasiswa yang ditahan karena berjuang mengadvokasi rakyat.

“Ada empat mahasiswa dari Semarang yang ditahan saat demo penolakan Omnibus law cipta kerja di Semarang. Kami berharap teman-teman tersebut dikeluarkan,” pinta Yunanto.

Continue Reading

Daerah

Nias Barat Di Guncang Gempabumi M 7.2

Published

on

By

JanoerKoening, Kakarta – Gempabumi dengan parameter magnitudo 7.2 dirasakan kuat oleh masyarakat di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Jumat (14/5/2021) pukul 13.33 WIB.

Kepala Sub Bidang Direktorat (Kasubdit) Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Barat, Hiramo melaporkan, guncangan gempabumi tersebut sempat membuat masyarakat panik dan keluar rumah.

“Masyarakat panik dan keluar rumah,” ujar Hiramo melalui keterangan tertulis.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Nias Barat saat ini sedang melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi dan pihak terkait.

Sementara itu, berdasarkan hasil rekaman seismogram Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempabumi tersebut berada pada 0.10 LU dan 96.53 BT di laut pada kedalaman 19 kilometer (km).

Adapun apabila ditarik garis lurus, maka jarak pusat gempa tersebut berada pada 141 km Barat Daya Nias Barat, 151 km Barat Daya Nias Selatan, 172 km Barat Daya Nias, 455 km Barat Daya Medan dan 1.339 km Barat Laut Jakarta.

Lebih lanjut, menurut BMKG gempabumi tersebut tidak berpotensi tsunami. (Amhar)

Continue Reading

Daerah

Ke Kupang, AHY Langsung Silaturahmi dengan Gubernur NTT

Published

on

By

JanoerKoening, Kupang – Usai berkunjung ke Kota Palu, di hari keempat rangkaian Safari Ramadhan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meneruskan perjalanannya ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (27/4/2021) siang.

Di Bandara Internasional El Tari, Ketum AHY langsung dijemput oleh Wali Kota Kupang sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat NTT Jefri Riwu Kore (Jerico), Wakil Ketua Umum dan Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Benny K. Harman

Turut menjemput juga Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Anita Jacoba, dan perwakilan terbatas DPC. Ketum AHY disematkan selendang cantik khas NTT.

Agenda Ketum AHY di NTT, selain akan mengunjungi dan memberikan bantuan kepada korban bencana, juga akan melaksanakan konsolidasi internal bersama para pimpinan, pengurus dan kader Partai Demokrat di NTT.

Setibanya di Kupang, Ketum AHY langsung menuju Kantor Gubernur NTT untuk silaturahmi dengan Gubernur Viktor Laiskodat. Sesampainya di sana, AHY diselempangkan kain khas Sumba NTT oleh Viktor.

“Dalam pertemuan tadi, kami banyak bercerita tentang proses pemulihan pasca bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di NTT,” ujar Ketum AHY.

“Saya pun bercerita pada Pak Viktor bahwa secara pribadi melalui AHY Foundation saya dan teman-teman sudah ikut membantu mendistribusikan bantuan ke Pulau Adonara, Desa Lamanele, Flores Timur beberapa saat yang lalu,” tambahnya.

Ketum AHY kemudian menjelaskan, bahwa salah satu maksud kedatangannya bersama teman-teman Partai Demokrat ke NTT adalah untuk membantu saudara-saudara masyarakat NTT yang terdampak dari bencana.

“Mudah-mudahan ikhtiar bersama ini bisa bermanfaat dan membantu upaya pemulihan pasca bencana di NTT,” harap Ketum AHY menutupnya.

Turut mendampingi Ketum AHY di kantor Gubernur diantaranya Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, Anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat Benny K. Harman dan Anita Jacoba Gah. (Amhar)

Continue Reading

Trending