Connect with us

Uncategorized

Bantu ANARKO, PPMM Gekar Lelang Motor

Published

on

Jakarta, Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang menggelar konferensi pers dengan tema “Negara Lalai Urus Ex Anarko” oleh Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang di Jalarta, Rabu (28/10/20).

Ketua PPMM David mengatakan Saya masih percaya adik adik anarki kurang perhatian pemerintah. Dari merekah calo n calon pemimpin masa depan. PPMM akan mengambil alih untuk masa depan bangsa. Adik adik anarko perlu ruang dan tempat. Mereka masih manusia dan beradab.
Tiap anak berhak tumbuh berkembang sesuai harkat kemanusiaan dan anak bangsa Indonesia.

Tujuan kegiatan ini adalah sosial isasi dan sayangilah ibu dan ayahanda membesarkan adik adik. Memberikan penyadaran kepada adik adik. PPMM tidak sanggup berdiri sendir dan bersinergi dengan Pemerintah. Bagaimana adik adik anarko tidak mengikuti demo. Sebelum sekolah tugas PPMM kepada adik adik sekolah kembali ke jalan yang baik. Saya punya dua motor kita lelang. Uangnya hasil pemenangan lelang untuk biaya operasiol kita PPMM ulang David.

Lelang motor saya pribadi. Motor ini bersejarah bagi saya untuk memulai usaha dan membina keluarga. Harga tertinggi akan diumumkan. Insha Allah kita membuat asrama adik adik. Asrama 300 meter. Kita himpun masyarakat tergerak. Anarko adalah hobi yang tersesat. Tugas kita menyadarkan adik adik bisa sebagai pemimpin. Anarko adalah ekspresi bebas dan bukan dibayar dan ada yang dibayar afakah suatu hal lain.

Awal tahun adik-adik anarko kita tidak ditangkap lagi. Kita sudah buka komunikasi dengan mahasiswa Minang dari berbagai negara. Kita harapkan lelang motor ini bisa viral dan diketahui khalayak ramai. Dinas Dinas sosial berikan sentuhan halus kepada adik adik anarko.

PPMM meminta Kapolri, Wakapolri dan Kementerian sosial ikut serta lelang motor ini.

Dari Pemuda Papua mengatakan
Sumatera barat ikut membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalah an sosial. Anarko dekat dengan vandalisme. Temen temen PPMM mengambil alih sebagian tugas dari pemerintah. Orang Minang dari dahulu ikut membantu pemerintah dalam perhelatan nasional maupun gejala gejala sosial yang tumbuh.

Di Papua benih benih anarko mulai ada tapi tidak sebanyak di Jakarta. Anarko rata rata pelajar. Anarko perlu dibina mereka generasi bangsa dan calon calon pemimpin. Anarko adalah adik adik kita. Kita bantu pemerintah untuk mengurai permasalahan sosial ini. Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada PPMM untuk mengurai masalah sosial ini. Ini adalah pemikiran futuristik. Saya ucapkan selamat organisasi PPMM ini terbentuk pungkasnya. (red)

Continue Reading

Uncategorized

Menuju 2045, Wujudkan Indonesia Maju

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Jika dibandingkan dengan negara-negara Korea, Jepang, China, bahkan juga Vietnam, kita masih jauh lebih baik, karena waktu mereka mulai melaukan pembangunan, kondisinya lebih berantakan dari kita,” kata Nugroho Dewanto saat menjadi narasumber pada Peluncuran Buku Indonesia Menuju 2045 di Lemhannas RI, (6/10/2021).

Lebih lanjut Nugroho memaparkan, kondisi Indonesia saat ini sedang mengalami penurunan kondisi ekonomi. Sebelumnya Indonesia sempat masuk ke level pendapatan menengah ke atas, namun karena pandemi Covid-19, turun level menjadi pendapatan menengah ke bawah.

Dia tambahkan, tidak hanya kondisi ekonomi yang mengalami penurunan, namun kesehatan generasi emas Indonesia juga masih perlu dibenahi. Sekitar 54% angkatan kerja di Indonesia terindikasi menderita stunting, yang tersebar di sektor kerja swasta, birokrasi sipil, kepolisian, dan kemiliteran.

“Kondisi stunting ini sangat memprihatinkan dan mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap kualitas SDM di Indonesia, terutama pada usia produktif,” jelas Nugroho.

Oleh sebab itu, Nugroho menyampaikan ada tiga pondasi yang dimiliki negara maju untuk membenahi masalah tersebut, yaitu, investasi di bidang kesehatan, bidang pendidikan, dan saat bersamaan membangun infrastruktur secara massive. Selain itu, juga melakukan investasi pada riset di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).

Peluncuran buku Indonesia Menuju 2045 berlangsung pada  Rabu, 6 Oktober 2021,  pukul 15.00 s.d. 18.00 WIB dilaksanakan secara hybrid dengan menghadirkan narasumber terkemuka

Narsum tersebut di antaranya, Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan manusia dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P; Direktur Eksekutif CSIS, Phillips J. Vermonte; Penulis Buku Indonesia Menuju 2045, Nugroho Dewanto; serta Direktur Komunikasi Kompas Group, Glory Ojong. Hadir sebagai moderator Wakil Pemred Kompas, Tri Agung Kristanto.

Kegiatan ini diharapkan mampu menggambarkan capaian dan juga tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Merdeka. Sehingga Indonesia mampu bersaing dengan negara lain untuk mewujudkan generasi emas Indonesia Maju. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Berpotensi Rugikan Rakyat, Presidium GEKANAS Tolak IPO PLN

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas) yang merupakan aliansi 18 Serikat Pekerja tingkat Nasional termasuk didalamnya Serikat, Akademisi, Peneliti dan Advokat atas nama rakyat Indonesia, mendukung perjuangan SP PLN Group dan Menolak rencana kebijakan Holdingisasi dan Initial Public Offering (IPO)

Adapun Aliansi Gerakan Kesejahteraan Nasional, yakni: FSP KEP SPSI, FSP LEM SPSI, FSPI, FSPKEP-KSPI, PPMI’98, FSP PAR REF, FSP RTTM SPSI, FSP TSK SPSI, FSP PPMI KSPI, IKAGI, GOBSI, GASPERMINDO, PPIP, SP PLN, SP PJB, SPDAG, FSPBI, ELKAPE, PAKKAR.

Kepada media, Koordinator Presidium GEKANAS, R. Abdullah mengatakan, Privatisasi dengan meliberalisasi tenaga listrik negara berbasis Initial Public Offering (IPO), akan berpotensi menimbulkan pertentangan dengan amanat dan perintah Konstitusi negara.

“Sebab, dengan melakukan Privatisasi Perusahaan Plat Merah yang bernama PT.PLN (Persero), maka kepemilikannya akan berubah menjadi Milik Umum (Swastanisasi). Padahal tenaga listrik merupakan cabang produksi yang penting bagi negara dan dibutuhkan oleh hajat hidup orang banyak,” ungkapnya, Selasa (5/10/2021).

Menurutnya, Privatisasi terhadap PT. PLN dengan dalih program Holdingisasi dan IPO, menunjukkan Pemerintah sebagai Penyelenggara Negara tidak taat azas dalam melaksanakan atau mengimplementasikan amanat dan perintah Pasal 33 ayat (2) UUD 1945

“Masyarakat sebagai pengguna Listrik Negara patut mengantisipasi bahwa Privatisasi berpotensi besar menimbulkan peningkatan biaya produksi bagi dunia usaha, akibat kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) secara berkelanjutan demi mecapai keuntungan PT. PLN (Persero) sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kemakmuran pemilik modal (saham),” ujar R. Abdullah. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Said Iqbal terpilih sebagai ketua Umum Partai Buruh

Published

on

By

Janoerkoening, Jakarta – ketua umum (KSPI) Said Iqbal secara resmi terpilih menjadi Ketua Umum Partai Buruh 2021-2026. Iqbal/ terpilih dalam deklarasi dan kongres Partai Buruh ke-4 yang digelar pada 4-5 Oktober di Hotel Grand Cempaka, Jakarta.

“Dan ini sudah dimulai dengan 11 elemen yang bergabung dan dipimpin, dan kita percayakan kepada Bung Said Iqbal untuk memimpin di pemilu yang akan datang,” kata mantan Ketua Umum Partai Buruh, Sonny Pudjisasono dalam pidatonya, Selasa (5/10/2021).

Sonny mengatakan bahwa pendirian partai buruh sudah lama ia bicarakan dengan Iqbal. Ia sempat mendorong agar partai buruh ikut dalam Pemilu 2019, namun gagal. Kini, kata Sonny, Partai Buruh diproyeksikan dapat bersaing dalam Pemilu pada 2024.

Ia berharap deklarasi kembali Partai Buruh kali ini bisa belajar dari pendirian partai itu sebelumnya. Ia mengingat peristiwa saat Partai Buruh didirikan pada 2003, dengan penuh gegap gempita. Namun, semangat itu luntur menjelang pemilu.

Ia mengapresiasi saat Partai Buruh menempatkan wakilnya di tingkat kabupaten kota. Namun, ia menyayangkan partai Buruh yang masih gagal menempatkan wakilnya di tingkat pusat dalam beberapa pemilu terakhir.

“[Partai Buruh] masih mampu tetap eksis di dalam dua kali pemilu dan berhasil menempatkan wakil-wakilnya di tingkat provinsi kabupaten dan kota tetapi belum berhasil menempatkan wakilnya di tingkat nasional atau pun DPR RI,” kata dia.

Continue Reading

Trending