Connect with us

Nasional

MUI DKI Gelar Workshop: Resolusi Ekonomi Umat saat Corona

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta (MUI DKI) melalui bidang Ekonomi Menggelar web workshop Resolusi Ekonomi Umat saat Corona bagi UMKM, Koperasi, dan Para Ustadz-Ustadzah pada Kamis (15/10/2020) melalui Zoom.

Dalam sambutannya, ketua umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar menyampaikan apresiasi kepada bidang ekonomi MUI DKI Jakarta yang telah menyelenggarakan acara ini walaupun di tengah pandemi covid-19.

Menurutnya, semua yang hadir akan menjadi rujukan sebagai salah satu pembuka kesulitan yang sedang dihadapi oleh ummat saat ini di tengah pandemi

“Karena itu pas kalau judul saat ini bahwa resolusi ekonomi ummat saat pandemi yang memiliki dampak luas bukan sekedar UMKM, masyarakat biasa, bahkan ke ustad dan ustadzah,” ungkapnya.

Munahar menjelaskan, inilah hal yang memang perlu di bicarakan bersama sama, dan kita tidak tahu kapan ini selesai, walaupun kita punya keyakinan  bahwa rejeki sudah diatur Allah Swt.

melalui webinar ini, MUI DKI Jakarta meminta masukan juga dari bapak gubernur DKI Jakarta, apa yang harus dilaksanakan saat pandemi?

Karena bukan hanya yang menimpa kita indonesia tapi seluruh dunia, bagaimanapun seorang muslim, berkeyakinan bahwa Allah tidak mungkin berbuat zolim kepada hambanya, di balik kesulitan pasti ada kemudahan

Munahar mengatakan, masukan dari narasumber baik dari negara arab saudi, malaysia atau sahabat sahabat kita di Indonesia mulai dari bapak gubernur, kami minta masukan yang terbaik.

“Kalau perlu saya minta acara ini di bukukan, hasil dari acara ini, kita akan sampaikan ke munas MUI pusat nanti, karena MUI DKI Jakarta harus banyak buku yang kita keluarkan kepada musyawirin yang hadir nanti,” pungkas Munahar.

Hadir, sebagai keynote speaker Gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan menyatakan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) menjadi peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi sebagai solusi ekonomi keumatan.

Pasalnya, COVID-19 menjadi kendala yang dihadapi banyak orang, mulai dari interaksi yang dibatasi, jumlah orang dalam sebuah pertemuan yang dibatasi karena sangat berbahaya untuk terjadinya penularan, yang pada akhirnya berdampak pada sektor keagamaan, kegiatan sosial dan ekonomi.

“Dampaknya terasa, itu turun semua, termasuk majelis-majelis di mana ada yang menyiapkan makanan, minuman, tenda dan lainnya. Sekarang dalam suasana pandemi, kita perlu melihat apa yang sesungguhnya menjadi peluang, yaitu teknologi,” kata Anies.

Teknologi tersebut, dicontohkan seperti yang dilakukan saat webinar tersebut yang sama dengan seminar namun dari jarak jauh, tanpa sewa gedung, namun bisa menampung banyak peserta.

“Hari ini 100 orang ikut acara, semuanya virtual, alatnya juga sudah kita miliki, bukan kita beli alat baru. Laptopnya sama, HP-nya sama, tapi baru kita gunakan sekarang. Begitu juga ke depan, kita harus menangkap ini sebagai peluang,” kata Anies.

Pemanfaatan teknologi digital ini, menjadi salah satu solusi untuk menjaga interaksi termasuk interaksi perekonomian di mana seperti yang terlihat bahwa banyak sekali usaha-usaha yang menggunakan teknologi untuk pemasaran menjangkau pembeli.

“Salah satu cara yang kita ingin lakukan untuk memudahkan bagi masyarakat memanfaatkan peluang berkembangnya interaksi digital. Ke depan, kita belum tahu berapa lama kondisi pandemi ini akan dihadapi di Jakarta,” ucapnya

Dia tambahkan, tapi satu hal yang pasti bahwa dalam kondisi apapun, kita diwajibkan untuk terus berikhtiar.

“Saya mengharapkan kepada semua untuk memanfaatkan luasnya jangkauan untuk mengambil contoh praktik-praktik baik di dalam berwirausaha. Lalu begitu juga dengan antisipasi untuk perubahan peluang,” ungkap Anies.

Pemprov DKI Jakarta sendiri, kata Anies, siap untuk ikut memfasilitasi peningkatan kemampuan itu. Di sisi lain, penggunaan teknologi ini juga membutuhkan status legal bagi tokonya.

“Karena itulah kita di Jakarta selama pandemi ini kami menjemput bola, mendatangi UMKM, memberikan izin. Jadi bukan UMKM yang mengurus izin ke kita, tapi kita yang mendatangi. Yang belum punya izin, kita beri izin,” jelasnya

Dengan diberi izin usaha tersebut akan mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), yang dengan itu mereka jika ingin berjualan daring, bisa menunjukkan legalitas badannya.

Ini dibutuhkan karena interaksinya tidak ketemu langsung. Kalau ketemu langsung, kita tahu tokonya di mana, kita tahu rumahnya di mana. Tapi karena ini virtual, maka status ini menjadi penting.

“Jadi bagi semuanya di sini yang mengetahui mereka yang belum memiliki izin, kabarkan, datang ke Kecamatan, datang ke kantor Wali Kota. Maka beritahu kita, kita akan datangi, kita akan beri,” ujanya.

Ini merupakan  penting akan terjadi perubahan-perubahan berikutnya, perubahan siapa yang bisa bergerak dan siapa yang membaca kasus ini, yah kasus pandemi ini, sebagai 1 aktifitas baik Pada saat pandemi dan pasca.

“Saya kira ini amat sangat penting, hampir sebagian besar para pelaku usaha dimassa pandemi dimanapun berada,” tutup Anies.

Adapun narasumber yang mengisi yakni: Mr. Maher Mahmoud (Arab saudi), Muhidin Mokter (Malaysia), Isfadiah (Malaysia), Ferry Juliantoro (ketua Dekopin Jakarta), Cahyo Kartiko (ketua Asbisindo) dan Robi Nurhadi (Ketua Bidang Ekonomi MUI DKI Jakarta). (Amhar)

Continue Reading

Nasional

Mendarat Darurat, Pesawat yang Ditumpangi Kepala BNPB Aman

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Pesawat yang ditumpangi Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. mendarat dengan mulus di Bandar Udara (Bandara) Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada siang tadi, Minggu (29/8/2021).

Mendarat darurat, Pilot memutuskan untuk mendaratkan pesawat yang seharusnya menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sesaat setelah mendarat dengan selamat, Kepala BNPB yang didampingi Dirjen Administrasi Kewilayahan Kemendagri DR. Safrizal ZA, M.Si. segera meninggalkan pesawat untuk menuju ruang VIP.

Pada saat meninggalkan pesawat, tampak kru teknisi melakukan pengecekan mesin turbin sebelah kiri pesawat dengan kode ID 6897 tersebut.

Selama di udara penumpang tidak merasakan adanya kerusakan dan pesawat mendarat selamat. Setelah menunggu beberapa jam sekitar pukul 16.00 WIB, Kepala BNPB, rombongan dan penumpang lain menggunakan pesawat yang berbeda take off menuju Jakarta.

Ganip dan jajaran menggunakan pesawat setelah melakukan kunjungan kerja penanganan Covid-19 di Provinsi Aceh. Kepala BNPB bertolak ke Aceh pada Sabtu lalu (28/9) setelah melepas mobil masker dan rapat koordinasi Forkopimda Aceh dan kabupaten/kota untuk penanganan pandemi Covid-19.

Pada hari ini Kepala BNPB menyempatkan untuk meninjau Posko PPKM dan fasilitas isolasi terpusat di Kota Banda Aceh. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

Kenaikan Covid-19 di Aceh Perlu Sinergi Berbagai Elemen untuk Menanggulangi

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Tingginya kenaikan kasus Covid-19 di Provinsi Aceh pada tujuh hari terakhir perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Sinergi berbagai elemen sangat dibutuhkan untuk pengendalian pandemi di wilayah ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri DR. Safrizal ZA, M.Si., saat melakukan rapat koordinasi yang melibatkan Kepala BNPB dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, kabupaten dan kota di wilayah Aceh.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam pengendalian Covid-19. Sinergi berbagai elemen menjadi kekuatan dalam mengakhiri pandemi. Langkah tersebut perlu melibatkan kepala daerah, forkopimda, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, para camat, lurah maupun pemimpin di tingkat RW dan RT.

Safrizal mencontohkan dengan pelibatan organisasi masyarakat atau LSM, kampus maupun pesantren dalam pembagian masker. Ia mempraktekkan hal tersebut di Jawa Timur sehingga tumbuh kekompakan.

“Saya lihat dari semua daerah yang berhasil mengendalikan Covid-19 dengan empat indikator tadi karena sinergi dan konsistensi,” ujar Safrizal pada rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu (28/8/2021).

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. dalam penanganan pandemi Covid-19. Jenderal bintang tiga yang sekaligus menjabat Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19

Ganip selalu mendorong adanya keterlibatan pentaheliks berbasis komunitas, yang terdiri dari pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha dan media massa.

Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/8), Ia mengatakan, dunia usaha dapat berperan dalam mendukung dan menggalang sumber daya untuk percepatan penanganan Covid-19.

“Masyarakat, baik dalam lingkup individu atau keluarga sangat berperan dalam penguatan perubahan perilaku,” tambahnya.

Dari sisi media massa, heliks ini dapat berperan dalam mengedukasi, melakukan sosialisasi, menyebarkan informasi dan menangkal berita palsu atau hoaks yang beredar terkait Covid-19. Sedangkan dari akademisi, mereka dengan latar belakang keilmuan mampu berkontribusi dalam memberikan rekomendasi alternatif solusi sehingga penanganan dapat berjalan lebih efektif.

Kolaborasi dan sinergi berbagai heliks ini merupakan salah satu strategi yang sudah dilakukan Satgas dalam pengendalian pandemi Covid-19. Strategi lain yang saat ini terus diterapkan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional antara lain pembatasan mobilitas, interkoneksi pusat-daerah, perubahan perilaku dan penguatan prokes.

Sementara itu, melihat kondisi positivity rate dalam 7 hari terakhir menunjukkan kenaikan angka 41,9 atau tertinggi nomor satu se-Indonesia. Sedangkan dilihat dari angka kematian, kondisi di Aceh per 10.000 penduduk per minggu menunjukkan angka 2,5 atau nomor 15 se-Indonesia.

Hal tersebut menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti dengan dukungan Satgas Nasional dengan bantuan masker dan mesin PCR. Bantuan masker ini diharapkan dapat membantu dalam edukasi dan sosialisasi di tengah masyarakat, khususnya perubahan perilaku dalam prokes. Sedangkan mesin PCR diharapkan dapat menambah kapasitas testing sehingga upaya pelacakan lebih lanjut dapat segera dilakukan.

Saat berkunjung ke Aceh, Kepala BNPB memberikan bantuan 1,5 juta masker dan 2 mesin PCR. Dua mesin PCR ini akan diperbantukan untuk testing di Kabupaten Aceh Besar dan tim medis yang dikelola oleh Kodam Iskandar Muda. Selain pemberian bantuan, Kepala BNPB dan Dirjen Administrasi Kewilayahan Kemendagri memberikan arahan kepada Forkopimda provinsi, kabupaten dan kota di wilayah Aceh. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

Banjir Tanah Bumbu Berangsur Surut

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Banjir yang dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu berangsur surut. Pantauan BPBD setempat menyebutkan banjir yang menggenangi beberapa desa pagi tadi, Sabtu (14/8), berangsur surut jelang petang hari, sekitar pukul 18.00 WIB.

BPBD juga menginformasikan bahwa kondisi cuaca di wilayah terdampak banjir tampak cerah berawan. Sedangkan perkembangan data terkini pada sore ini, banjir telah melanda delapan desa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Delapan desa terdampak antara lain berada di Kecamatan Satui, yaitu Desa Sinar Bulan, Sungai Danau, Jombang, Satui Timur dan Sejahtera Mulia.

Dua desa di Kecamatan Sungai Loban, yaitu Desa Sebamban Baru dan Sebamban Lama, serta satu desa lain di Kecamatan Angsana, yaitu Desa Angsana.

BPBD Tanah Bumbu mencatat sebanyak 40 KK atau 157 warga mengungsi di dua titik yang masing-masing berada di Desa Sinar Bulan dan Desa Angsana. Total keluarga terdampak di tiga kecamatan berjumlah 702 KK, sedangkan lahan warga terendam mencapai 183 hektar.

Banjir di wilayah ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi pada pagi tadi. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan ketinggian muka air antara 3 hingga 1,5 meter. Saat banjir terjadi, BPBD mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) untuk mengevakuasi warga ke tempat yang aman, serta pendataan di lokasi terdampak. Di samping itu, BPBD juga mendistribusikan bantuan makanan kepada warga.

Penanganan banjir di tiga kecamatan telah dilakukan di bawah koordinasi pos komando kabupaten yang lokasinya berada di Kecamatan Satui.

Berdasarkan analisis inaRISK, ketiga kecamatan terdampak memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Sedangkan total wilayah kecamatan, sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu memiliki potensi tersebut. Tujuh kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Kusan Hilir, Kusan Hulu, Kuranji, Batu Licin, Karang Bintang, Simpang Empat dan Mantewe.

Sebelumnya BNPB memberitakan banjir merendam lima desa di Kecamatan Satui pada Sabtu pagi (14/8), pukul 07.00 WIB. Kaji cepat awal menyebutkan lima desa yang terendam dengan tinggi muka air sekitar 30 – 50 cm yaitu Desa Sinar Bulang, Sungai Danau, Jombang, Satui Timur dan Sejahtera Mulia.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi hujan dengan intensitas lebat di beberapa wilayah di Indonesia. Pantauan peringatan dini cuaca, sejumlah wilayah berpotensi hujan lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang, seperti wilayah Aceh, Sumatera Barat, Kepulaun Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Papua Barat dan Papua. (Amhar)

Continue Reading

Trending