Connect with us

Pemuda

Brutal! Aparat Serbu Markas PII & GPII Dengan Gas Air Mata Hingga Pemukulan

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Penyerangan Sekretariat Pelajar Islam Indonesia (PII) oleh pihak Kepolisian tidak seharusnya dilakukan, terlebih dengan cara refresif.

Dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, aparat kepolisian harus berlandaskan pada aturan yang berlaku dan penghormatan kepada Hak Asasi Manusia.

Kepolisian Republik Indonesia mempunyai Peraturan Kapolri Nomor 8/2009 tentang Pedoman Implementasi Hak Asasi Manusia.

Semestinya jika aparat kepolisian berpedoman terhadap peraturan tersebut, maka tindakan-tindakan refresif seperti yang terjadi di Sekretariat Pelajar Islam Indonesia (PII), Menteng Raya 58 Jakarta Pusat pada tanggal 13 Oktober 2020 tidak terjadi sebagaimana kronologis sebagai berikut:

1. Sekitar pukul 20.00 WIB, 13 Oktober 2020. Sekelompok Aparat kepolisian masuk ke kompleks Menteng Raya 58, yang merupakan Sekretariat PB PII dan PW PII Jakarta, dengan dalih menyisir dan swiping masa aksi Tolak UU Ciptaker (Omnibus Law) yang terlibat Demo

2. Tiba-tiba aparat Kepolisian menembakan gas Air Mata ke arah Sekretariat PB PII dan PW PII Jakarta.

3. Beberapa pengurus PW PII Jakarta dan PB PII langsung masuk ke Sekretariat PW PII Jakarta untuk mengamankan diri.

4. Tiba-tiba pintu didobrak dan terjadi pemukulan, penganiayaan dan pengrusakan sekretariat PII Jakarta.

5. Para pengurus PW PII Jakarta dan Pengurus PB PII yang TIDAK terlibat aksi, dan sementara berada di sekretariat, tiba-tiba mendapat serangan, pemukulan, diskriminasi serta diangkut ke Polda Metro Jaya Jakarta.

6. Sejumlah pengurus yang salah tangkap dan mendapat diskriminasi tersebut terlihat luka di bagian kepala.

Berikut nama-nama kader dan pengurus yang ditangkap :

1. Ania Hawari Fasya (Ketua Umum PW PII Jakarta)

2. Moch Syafiq Lamenele (Ketua Umum PD PII jakut)

3. Mindadul Han (Bendum PD PII Jakut)

4. Khaerul Hadad (Kastaff Teritorial Koorwil Brigade PII Jakarta)

5. Lulu Bahijah Sungkar (KastaffAdlog Koorwil Brigade PII Jakarta)

6. Zaenal Abidin (Kader PII Jakut)

7. Mahmud Saadi (Kabid PPO PW PII Jakarta)

8. Agung Hidayat (Staff KU PW PII Jakarta)

9. Asep Saefurrahman (PB PII)

10. Zulherman (PB PII)

Atas kejadian penyerangan, penganiayaan dan diskriminasi tersebut, Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) Menyatakan Sikap :

1. Mengecam keras aksi penyerangan, penganiayaan dan diskriminasi terhadap Pengurus PII yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2020 di Sekretariat PII Menteng Raya No.58 Jakarta Pusat.

2. Mendesak Kapolda Metro Jaya segera membebaskan Pengurus PII yang ditangkap dalam peristiwa penyerangan aparat kepolisian yang dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2020 di Sekretariat PII Jl. Menteng Raya No.58 Jakarta Pusat.

3. Mendesak Kepada Kapolda Metro Jaya memberikan sanksi tegas kepada oknum aparat kepolisian yang telah melakukan aksi penyerangan, penganiayaan dan diskriminasi terhadap Pengurus PII

4. Mendesak Kapolda Metro Jaya untuk memberikan penjelasan atas terjadinya insiden tersebut di atas.

Demikian pernyataan sikap Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII), atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan terimakasih.

Husin Tasrik Makruf Nst
Ketua Umum

Aris Darussalam
Sekertaris Jenderal

Continue Reading

Pemuda

Konsolidasi Organisasi, GerCin Bersilaturahmi dengan Pangdam XVII Cenderawasih

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Cinta Indonnesia (DPD GerCin) Provinsi Papua Budi Gatot Andre Irreuw bersama Koordantor Provinsi Papua Stefanus Jhon Tukayo beraudiensi dengan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo di ruang kerjanya, Selasa (23 Maret 2021).

“Ageda silaturami bersama Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo adalah bagian eksternal dari pada konsolidasi organisasi GerCin Provinsi Papua,” ujar Budi Gatot Andre Irreuw dalam rilisnya, yang kami terima, Sabtu (26/3)

Lebih lanjut Irreuw katakan, bahwa tujuan utama dari Silaturahmi ini yaitu membangun mitra strategis dengan TNI dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta kedamian di tanah Papua.

“Dalam pertemuan tersebut, saya melaporkan kesiapan konsolidasi Organisasi GerCin Provinsi Papua yang sedianya akan melaksanakan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang GerCin Kabupaten yang ada di seluruh Provinsi Papua,” urainya.

Dalam Silaturahmi tersebut Irreuw berharap agar supaya Bapak Pangdam kiranya dapat membantu dan bermitra dengan Gerakan Rakyat Cinta Indonesia yang ada di Provinsi papua dalam melakukan konsolidasi organisasi.

Sementara itu, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo dalam pertemuan tersebut juga mengatakan, Kodam XVII akan bersinergy bersama DPD GerCin Provinsi Papua dalam menjaga dan merawat 4 Konsessus Kebangsaan.

Pangdam juga meminta agar supaya DPD Gercin Provinsi Papua dapat mendistribusikan kader-kadernya untuk mengikuti kegiatan Bela Negara yang akan di laksanakan pada bulan Oktober Tahun 2021 (Amhar)

Continue Reading

Pemuda

Ditunjuk PLT KNPI, Assafri: Akan Saya Gelar KLB Di Kota Solo

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Setelah melakukan pleno pemberhentian Abdul Azis sebagai Ketua Umum DPP KNPI dan menunjuk Dian Assafri sebagai PLT Ketua Umum, dalam waktu dekat akan dilaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih Ketua Umum DPP KNPI defenitif

Rencananya nanti KLB KNPI akan di gelar di kota Solo, demikian hal tersebut disampaikan oleh Dian Assafri melalui siaran Persnya kepada media pada hari Minggu 14 Maret 2021.

Dalam pernyataannya Dian Assafri yang juga sekjend Gema Kosgoro ini menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkonsultasi dengan pemilik suara di KNPI yaitu Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

Selanjutnya, Dian juga merekomendasikan KLB akan dilaksanakan di kota solo, Jawa Tengah “Kami segera melayang surat ke Walikota Solo dan Gubernur Jateng,” ungkap Dian.

Sesuai AD/ART KNPI agenda KLB hanya memilih ketua umum periode berjalan, yaitu periode 2018 – 2021, dengan demikian pelaksanaan KLB tdk akan terlalu memakan waktu dan biaya yang terlalu besar, “tutup” Dian. (Amhar)

Continue Reading

Pemuda

Gagal Kudeta Berujung Boemarang Bagi Jackson Kumaat DkK

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Sekelompok orang yang mengatasnamakan Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) berupaya melakukan kudeta ilegal terhadap Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama pada pekan lalu.

Namun rencana kudeta ilegal tersebut berhasil dihalau melalui konsolidasi internal yang solid dan cepat tanggap dalam menindak tegas para pelaku kudeta tersebut.

Alih-alih ingin melakukan gerakan makar, namun berujung nahas dan menjadi boemarang bagi Jackson Kumaat Dkk. Upaya pemecah belahan organisasi kepemudaan serta pemberhentian paksa ketua umum DPP KNPI yang jelas melanggar AD ART organisasi

Dan itu justru menuai respon negatif dari segenap fungsionaris DPP KNPI hasil mandataris kongres ke-XV yang kemudian memberikan sanksi tegas terhadap para pelaku melalui rapat pleno yang berlangsung di Hotel Grand Syahid Jaya Jakarta pada Rabu, (10/03)2021).

Adapun rapat pleno yang dihadiri oleh lebih dari 200 fungsionaris DPP KNPI periode 2018-2021 (via tatap muka dan daring) dipimpin langsung oleh ketua umum, Haris Pertama yang didampingi oleh Ketua Harian, Gandung R.N. Huda, Wakil Ketua Umum bidang OKK, Amin Ngabalin, Ketua Kaderisan dan Keanggotaan, Ilham A Rasul dan Mohammad Nurul Haq, Wasekjend Organisasi DPP KNPI.

Adapun Rapat Pleno tersebut memutuskan tiga poin penting, yakni: Pertama, memberhentikan secara tidak terhormat terhadap para pengurus DPP KNPI atas nama Jackson William Andre Kumaat (Sekjend DPP KNPI), Mustahuddin (Waketum DPP KNPI), Ahmad Andi Bahri (Waketum DPP KNPI), Syarif Ahmad (Ketua Organisasi DPP KNPI), Alan Hehanusa (Waketum DPP KNPI).

Pemberhentian nama-nama tersebut karna Peserta pleno menilai, kelima orang itu telah melakukan pelanggaran berat terhadap organisasi dan melakukan pleno illegal di Hotel Ritz Carlton Jakarta pada Sabtu, 6 Maret 2021.

Kedua, Forum pleno mendesak Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama agar segera melakukan pergantian terhadap Sekjend DPP KNPI beserta posisi strategis lainnya.

Ketiga, menyepakati bahwa DPP KNPI dibawah kepemimpinan Haris Pertama akan melakukan kongres XVI pada tahun 2021 ini. (Amhar)

Continue Reading

Trending