Connect with us

POLITIK

KPJ Mendorong DPR Menelurkan Kebijakan agar Pilkada DKI Digelar 2020

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Menyambut Pilkada serentak 2020, Koalisi Peduli Jakarta (KPJ) dan Kawal Pemilu Kita (KPK) menggelar diskusi publik bertema “Pilkada DKI Jakarta sebagai Episentrum Perpolitikan Indonesia”.

Diskusi yang berlangsung Di Aula Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta menghadirkan Nara sumber, yakni; Nurdin (KPU DKI Jakarta), Burhanuddin (bawaslu DKI Jakarta), Alwan Ola Riantoby (Kornas JPPR) dan
Moderator Dondi Rivaldi

Ketua Umum KPJ, Amos Hutauruk dalam sambutannya menyebut, KPJ dan KPK, senada dengan koalisis masyarakat sipil yang lain, mendorong pemerintah lewat DPR agar menelurkan kebijakan yang relevan dengan mendikotomikan gelaran pilkada serentak

“Yakni pemisahan antara Pilpres, Pilkada, dan Pileg. KPJ dan KPK juga mendorong agar Pilkada DKI digelar pada 2022,” ungkap Amos Sabtu, 12 September 2020.

Selanjutnya Amos menjelaskan, bahwa UU no 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 1 2015 tentang Pilkada, pasal 201 dijadwalkan Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung November 2024

“Dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa kepala daerah hasil 2017 menjabat sampai 2022, lalu diteruskan dengan pengangkatan pejabat PLT sampai 2024 dimana akan dilangsungkan pemilu serentak legislatif, pilpres, dan pilkada,” urai Ketum Koalisi Peduli Jakarta.

Beberapa hal yang menjadi catatan penting adalah, keserentakan pemilu yang menimbulkan padatnya jadwal dalam pencoblosan, penghitungan dan pengawasan suara di hari H pada tataran akar rumput, yakni penyelenggara level KPPS dan PTPS.

Berkaca pada pemilu serentak pileg-pilpres 2019, yang rentan memakan korban jiwa di kalangan lembaga adhock. Belum lagi, fenomena pandemi yang juga belum diketahui kapan akan berakhir, dengan demikian eskalasi jumlah korban menjadi keniscayaan.

Selain konteks kesehatan yang dikhawatirkan, pengangkatan pejabat PLT juga bukan perkara mudah, dimana idealnya eselon 1 yang menjabat.

Dengan demikian, menurut Amos Hutauruk untuk mencari PLT eselon 1 dari sejumlah 101 daerah hasil pemilu 2017 menjadi sukar ditengah konstelasi politik yang makin dinamis.

“Dimana Kemendagri sebagai lembaga yang otoritatif menunjuk PLT, harus bebas dari “insinuasi politik” untuk menempatkan para pejabat PLT,” pungkas Ketuan Umum KPJ. (Amhar)

Continue Reading

POLITIK

Dipimpin AHY, Demokrat Melonjak Dua Peringkat, Raih Predikat Partai Paling Informatif

Published

on

By

 

JanoerKoening, Jakarta – Komisi Informasi Pusat (KIP), Rabu (25/11) memberikan anugerah keterbukaan informasi publik kepada tiga partai politik yang dianggap paling informatif, dengan nilai diatas 90. Partai Demokrat adalah salah satu partai yang menerima penghargaan tersebut dengan 90 poin.

Pasca Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin Partai Demokrat, terjadi lonjakan dua peringkat dari predikat “Cukup Informatif” di tahun sebelumnya, kini pada tahun 2020 Demokrat meraih nilai diatas 90 dan untuk pertamakalinya meraih anugerah tertinggi, “Informatif.”

“Alhamdulillah, hari ini atas kerja keras seluruh pengurus dan kader, Partai Demokrat dianugerahi penghargaan oleh Komisi Informasi Pusat sebagai “Badan Publik Informatif”. Status ini naik dua peringkat dari yang sebelumnya “cukup informatif” menjadi status tertinggi dari penilaian KIP,” ujar Ketum AHY.

Penghargaan ini menurut Ketum AHY adalah hasil dari upaya Partai Demokrat untuk mendorong keterbukaan informasi dalam organisasi publik. “Kami yakin bahwa keterbukaan informasi adalah salah satu pilar untuk menjaga demokrasi yg sehat di Indonesia,” lanjutnya.

“Ini juga sejalan dengan visi yang saya sampaikan saat terpilih menjadi Ketua Umum pada 15 Maret lalu, membawa Partai Demokrat untuk membangun konsep “Smart Party”, mewujudkan organisasi yang modern, bergerak dengan transparansi data dan informasi demi kemaslahatan masyarakat,” jelas Ketum AHY.

Acara penganugerahan yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom ini dihadiri juga oleh Wakil Presiden Kyai Haji Ma’aruf Amin, seluruh perwakilan dari badan publik penerima anugerah, serta perwakilan dari komunitas civil society. Partai Demokrat sendiri langsung dihadiri oleh Ketum AHY di Makassar, Sulawesi Selatan, di sela-sela rangkaian Gerilya Nusantara untuk Pilkada 2020. (red)

Continue Reading

POLITIK

Din: Selamatkan Semua Tahanan Di Bareskrim

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Jika benar berita bahwa 48 tahanan di Bareskrim Mabes Polri positif Covid-19 dan 8 lainnya bergejala sungguh menyentak hati kami.

Demikian disampaikan oleh Prof. M. Din Syamsuddin Presidium KAMI, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 16 November 2020, di Jakarta.

Sehubungan dengan hal tersebut Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) meminta Polri untuk demi kemanusiaan dan hukum menyelamatkan semua tahanan dari serangan virus Corona.

Din menambahkan, selamatkan semua tahanan baik dengan membebaskan mereka yang sudah jelas tuntutan hukumnya tidak beralasan.

“Sehingga berkasnya dikembalikan oleh Kejaksaan Agung, maupun menangguhkan atau membantarkan tahanan lain yang masih dalam proses penyelidikan ke Rumah Sakit,” ujar Din.

Seyogyanya kata Din, Polri berkeadilan dulu dengan alasan Covid-19 membebaskan dari penjara para narapidana kriminal, maka saatnya sekarang membebaskan tersangka aktifis politik dari tahanan.

“Selain itu, Saya sangat mendesak pihak Polri mensterilkan Ruang Tahanan Bareskrim, karena telah menjadi klaster baru Covid-19,” pungkas Din Syamsudin. (Amhar)

Continue Reading

POLITIK

Ditengah Pandemi, GAAS Dukung Pilkada Serentak 2020

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Untuk kali perdana Gerakan Advokat dan Aktivis (GAAS) mengadakan Web seminar / zoom meeting yang diikuti oleh 47 orang dari ratusan responden yang menghubungi panitia.

Acara berlangsung mulai pukul 16.30 hingga 18.15 sore, Kamis (20/8/2020) dipusatkan di Grand Cemara Hotel, Jakarta. Moderator Reza Hermawan mengatur lalu lintas _seminar maya_ yang saat ini lagi Trending.

Doktor Firman Wijaya SH MH sebagai pembicara pertama dalam Web seminar/zoom meeting yang diadakan Gerakan Advokat & Aktivis berharap siklus politik dalam memilih pemimpin di daerah dapat terselenggara dengan baik.

Eks KPUD DKI Jakarta Sumarno M. Si. berharap tahapan Pilkada 2020 berjalan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Advokat dan Aktivis (DPP GAAS ) Rudy Silfa, SH., yang ditemui Awak Media di lokasi acara berlangsung mengatakan, GAAS mendukung penuh pelaksanaan pilkada serentak 2020.

“Namun Pilkada serentak di tengah Pandemi ini harus dijalankan dengan mengikuti SOP protokol Kesehatan covid-19,” tambahnya.

Ketua Umum DPP GAAS, Rudy Silfa, SH., saat menghadiri Webinar Perdana yang digelar DPP GAAS dengan tema: “Mendukung Pilkada Serentak 2020”, di Posko Webinar kawasan Menteng juga mengatakan, Pelaksanaan pilkada serentak adalah sesuai peraturan Pemerintah.

“Mengingat! Suasana pandemi tentu Pilkada akan disesuaikan dengan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh kementerian kesehatan dan penanggulangan bencana COVID-19, ujarnya.

Lebih lanjut Rudy katakan, GAAS sebagai organisasi independent dalam menghadapi pilkada serentak 2020 di tengah pandemi covid-19 ini, Pilkada tetap harus berjalan.

“Namun dengan mematuhi SOP protokol kesehatan yang ketat, apalagi dalam pilkada ini terjadi pengerahan dan penggalangan massa yang cukup besar sebagai pendukung dari masing-masing calon, “Rudy Silfa menambahkan.

Ketum GAAS juga mengimbau kepada semua calon dan pelaksana pilkada di setiap tingkatan yang ikut pilkada untuk membatasi pengumpulan massa yang besar.

“Sehingga tidak terlalu banyak massa berkerumun, hal ini demi memutus mata rantai pandemi covid-19,” ungkap Rudy yang didampingi Hans Suta Widya, SH selaku Wasekjen.

Begitu juga kepada masyarakat pemilih di pilkada ini, Rudy mengimbau untuk tetap disiplin mentaati aturan pemerintah yang sudah ditetapkan seperti penggunaan masker, jaga jarak, dan tak berkerumun serta mencuci tangan dengan sabun dll.

“Kami berharap pilkada serentak 2020 tersebut meski digelar, namun harus berjalan dengan damai, lancar dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Usai pilkada juga Mari kita junjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan agar semua yang kita laksanakan mendapatkan ridha Allah SWT,” pungkas Rudy.

Di tempat yang sama Sekretaris Jenderal GAAS Ir. Arief Ikhsan, mengatakan seputar tema webinar hari ini kenapa harus pilkada serentak?

“Karna Pilkada serentak 2020 digelar dalam situasi pandemi covid-19 sehingga para calon yang ikut pilkada serta para pendukungnya agar mematuhi aturan pemerintah sesuai protokol kesehatan,” jelasnya.

Animo peserta cukup tinggi. Terbukti banyak peminat yang terdaftar ke panitia via japri namun tidak atau kesulitan masuk ke dalam zoom meeting lantaran berbagai kendala.

“Maklum lah zoom meeting merupakan fenomena baru sejak Covid-19 merebak,” kata Arif Ikhsan, Sekretaris Jendelar GAAS sekaligus Ketua Panitia acara. (Amhar).

Continue Reading

Trending