Connect with us

Uncategorized

Serikat Pekerja Laporkan Direksi ke Kepolisian Terkait Dugaan Pidana Union Busting ke Kepolisian

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Pada hari Senin tanggal 31 Agustus 2020, beberapa pengurus Serikat Pekerja Indosat (SP Indosat) dari berbagai daerah melaporkan dugaan pidana beberapa oknum Direksi PT Indosat Tbk kepihak kepolisian.

Mereka mendatangangi Polda Lampung, Polda Surabaya, dan Polda Metro Jaya untuk melaporkan beberapa oknum Direksi PT Indosat Tbk tersebut atas dugaan tindak pidana intimidasi/pemberangusan serikat pekerja (union busting).

Sangkaan tindak pidana yang dilaporkan yakni Pasal 28 juncto Pasal 43 UU No. 21/2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat buruh dengan ancaman sanksi pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp. 100.000.000,- dan paling banyak Rp. 500.000.000,-.

Para pelapor yang melaporkan dugaan pidana beberapa oknum Direksi PT Indosat Tbk tersebut, yakni Sdr. Dedi Raswan (Ketua DPC SP Indosat Sumbagsel), Sdr. Mustafa Kamal (Sekretaris DPC SP Indosat Jawa Timur) dan Sdr. Yanuar Kurniawan (Pengurus DPP SP Indosat-Jakarta). Mereka adalah pengurus yang kritis dan aktif menggerakan kegiatan serikat di lingkungan perusahaan.

Selain itu mereka juga merupakan pekerja yang berkinerja baik dan berprestasi, namun mereka terkena PHK dengan alasan yang tidak berdasar. PHK terhadap pengurus SP Indosat bukan hanya dialami oleh ketiga pelapor tersebut, namun juga menimpa 36 orang pengurus SP Indosat lainnya.

Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Indosat mengapresiasi langkah yang dilakukan para pengurus tersebut. “Kami pengurus DPP Serikat Pekerja Indosat sangat mengapresiasi langkah pengurus DPC dalam kasus dugaan union busting ini, karena sangat penting bagi keberadaan serikat, baik Indosat secara khusus dan industri telekomunikasi pada umumnya, karena banyak yang terkena PHK hanya bisa pasrah pada nasib, meski sejujurnya tidak bisa menerima PHK ini” ujar R. Roro Dwi Handayani, Presiden SP Indosat.

“Kami siap membantu para pengurus dalam mengawal berjalannya proses di kepolisian”. “kasus union busting ini adalah puncak gunung es” lanjutnya.

Kasus union busting juga merupakan puncak gunung es diantara berbagai masalah lain seputar ketenagakerjaan di PT Indosat Tbk. Hal lain yang cukup menimbulkan masalah dan kontroversi di PT Indosat Tbk, diantaranya yakni semakin banyaknya tenaga kerja asing, kebijakan penghilangan fasilitas kesehatan pensiunan, pengabaian PKB dan serikat, dan PHK masal disaat perusahaan sedang untung dan rekruitmen karyawan baru yang terus dilakukan.

Berbagai kondisi tersebut sangat bertolak belakang dengan penghargaan yang baru diraih oleh PT indosat, Tbk yakni “Best Companies to Work for in Asia 2020” dari lembaga HR Asia, padahal kenyataannya banyak karyawan justru merasa insecure.

Gambaran insecure yg dirasakan karyawan adalah beban kerja yang semakin bertambah, agenda meeting yg banyak sepanjang hari dan durasi kerja hingga larut malam. Kondisi ini tidak berani dikomunikasikan kepada atasan karena khawatir berdampak kepada performance dan penilaian atasan. Karena hari ini semua orang sangat khawatir di PHK dengan cara seperti Black Valentin 14 Feb 2020 secara tiba tiba tanpa diberi kesempatan berfikir dan berkonsultasi dengan Serikat Pekerja secara serius.

Karena begitu ada yang dikabarkan akan PHK, maka keputusan / kesepakatan harus dibuat cepat karena setiap hari harga pesangon semakin menurun. Serikatpun tidak dianggap sebagai mitra oleh manajemen, padahal amanah PKB indosat jelas, jika ada keinginan phk atas keinginan perusahaan harus dikomunikasikan dan disepakati secara tertulis oleh serikat pekerja. Akhirnya tidak ada pilihan lagi kecuali menuruti tuntutan pekerjaan yang tidak mengenal jam kerja supaya tetap dianggap berkinerja baik.

SP Indosat mengajak agar manajemen perusahaan lebih memprioritaskan untuk memperkuat fundamental bisnis perusahaan agar maju dan sustain untuk jangka panjang, tidak mengorbankannya dengan sibuk masing-masing mengejar pencapaian KPI pribadi.

“Kami sangat berharap bahwa management serius memikirkan karyawan dan masa depan perusahaan, dan tidak sekedar mengejar target individu untuk ‘memperindah’ profile CV yang digunakan untuk kepentingan pribadi di tempat yang lain”, pungkasnya.

Continue Reading

Uncategorized

Kiat Sukses Imam Ammarullah, Peneliti dan Mahasiswa Beprestasi Unsri ber-IPK 3,71

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Prestasi Muhammad Imam Ammarullah bisa dijadikan inspirasi. Pasalnya, ia menjadi salah satu mahasiswa berprestasi yang mendapatkan penghargaan dalam wisuda ke-143 Universitas Sriwijaya (Unsri) pada tahun 2019 dengan IPK 3,71.

Imam yang juga merupakan seorang influencer diminta naik ke podium bersama tiga orang mahasiswa lainnya karena sumbangsih mereka selama menjadi mahasiswa Unsri.

Prestasi Imam bukan hanya itu saja, laki-laki yang identik dengan hastag #KaryakanKebermanfaatan ini terpilih untuk menjalankan riset mengenai implan medis

Riset yang dikwrjakan ini hasil kerja sama antara Imam dengan Universitas Sriwijaya dan Universiti Teknologi Malaysia selama 6 bulan di Medical Devices and Technology Centre (MEDiTEC), Universiti Teknologi Malaysia.

Pencapaian mahasiswa berprestasi Unsri bernama Imam Ammarullah, Peneliti
yang satu ini tidak dicapai dengan mudah.

“Selama menjadi mahasiswa di Unsri, saya menyadari bahwa ini amanah orangtua, maka dari itu harus menggunakan waktu sebaik-baiknya serta memaksimalkan potensi yang saya miliki,” ungkapnya, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (04/03/2021).

Pada awalnya, lulusan dengan pujian dari Teknik mesin Unsri ini mengaku menjalani perkuliahan tidaklah mudah.

“Terutama di awal perkuliahan karena dituntut kemandirian dalam menjalankan masa studi, cepat atau lama lulus itu semua tergantung kita, tidak seperti waktu SMA yang semuanya sudah terjadwal untuk lulus 3 tahun,” ungkapnya.

Pemuda asal Palembang, Sumatera Selatan ini memang tak ingin main-main dalam kuliahnya sebagaimana beberapa mahasiswa lainnya.

Oleh karena itu, tidak heran kalau sampai sekarang ia terus menorehkan sederet prestasi akademik dan non-akademik.

Imam katakan, ada banyak kompetisi keilmiahan yang saya menangi, seperti lomba esai, KTI, dan poster ilmiah.

“Saya tak mau membuat orangtua kecewa, makanya aktif juga di organisasi, pernah jadi Ketua Umum Ikatan Pemuda Peduli Sosial (IKASA) 2017-2018, Sekertaris Jendral Komunitas Muda Nuklir Nasional (KOMMUN) 2018-2019, dan beberapa organisasi lainnya,” jelasnya.

Banyaknya prestasi yang sudah diraih pria kelahiran 14 April 1999 itu tak membuatnya cepat puas dan menepuk dada.

Meskipun saat ini ia sering diundang di seminar-seminar karena rekam jejaknya yang memotivasi banyak orang, sebagaimana yang terlihat dalam akun Instagram pribadinya @imamammarullah.

Imam juga menyebut bahwa dirinya masih punya banyak mimpi, salah satunya lulus S3 dan aktif meneliti terutama di bidang alat kesehatan, khususnya implan medis.

“Pengembangan alat kesehatan di Indonesia merupakan peluang sekaligus tantangan, karena kebanyakan alat kesehatan kita masih impor dan ini tak boleh dibiarkan, kita perlu produksi alat kesehatan secara mandiri agar dapat meningkatkan daya saing,” terangnya.

Imam berpesan kepada adik tingkatnya di Unsri dan mahasiswa umumnya agar bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.

Dia tambahkan, karena waktu tidak dapat diputar ataupun diulang kembali, jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari.

“Apalagi banyak orang-orang di luar sana yang tidak punya kesempatan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi karena berbagai alasan, jadi jangan disia-siakan,” tuturnya. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Terpantau! Ikatan Alumni Jerman Divisi Eropa Periode 2020 – 2023 Telah Dilantik

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Telah terpantau di hari Minggu, 28 Februari 2021 jam 20.00 WIB adanya pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Jerman (IAJ) Divisi Eropa secara virtual melalui layanan video conference Zoom dari Jakarta, Bandung dan Eropa dan disiarkan secara live melalui Youtube.

Terkonfirmasi, pelantikan tersebut sebagai kelanjutan dari Musyawarah IAJ 5 Desember 2020 yang memilih Saudara Bimo Joga Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA sebagai Ketua Umum dan Dipl.-Ing. Mohamad Taufik, MM sebagai Wakil Ketua Umum, dan pelantikan Pengurus BPH (Badan Pengurus Harian) IAJ periode 2020-2023 pada 10 Januari 2021 yang lalu.

Di ketahui, Pengurus IAJ Divisi Eropa adalah: Indra Kusumah, M Sc, (PhD Candidate) sebagai Ketua, Fitria Bermanakusumah, M Sc sebagai Sekretaris Jenderal, Ir. Bambang Darwanto Sebagai Kepala Bidang Pengembangan Bisnis, dan Prio Adhi Setiawan, M Sc sebagai Kepala Bidang Teknologi.

Selanjutnya, Pengurus IAJ Divisi Eropa yakni: Yoga A. Tranggono, MM, M. Eng Sebagai Kepala Bidang Telekomunikasi, Tito Prabowo, BSc sebagai Kepala Bidang Teknik Informasi, Amru R. Razani, M Sc sebagai Kepala Bidang Transfer Teknologi, Muhammad Zulhalki, Spd., Mgr-Z Sebagai kepala Cabang Polandia, serta Dr. Ing Rahmat Suryana sebagai Kepala Cabang Skandinavia

Pengukuhan dan pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Sdr. Bimo Sasongko sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Umum IAJ no 02/KEP/KETUM/I/2021 tentang Pengangkatan Divisi Eropa Ikatan Alumni Jerman Periode 2020 – 2023 tanggal 4 Januari 2021.

Bimo Sasongko, Ketua Umum IAJ dalam sambutannya mengatakan, Ikatan Alumni Jerman (IAJ) merupakan sebuah organisasi yang didirikan untuk meningkatkan peran dan memperluas jaringan dan kompetensi alumni Jerman

“Hal ini juga sekaligus merupakan wahana bagi para alumni Jerman untuk dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. IAJ didirikan tepat pada Hari Pahlawan, 10 November 2017,” sebut Bimo

Tentang Ikatan Alumni Jerman (IAJ)

Visi IAJ adalah mengoptimalkan dan mendorong kekuatan alumni Jerman supaya lebih eksis, kredibel dan dipercaya oleh berbagai kepentingan di tanah air.

Misi jangka pendek IAJ adalah menjalin sinergi antar alumni, disertai dengan mempromosikan dan menyuarakan portofolio kompetensi dan keahlian para alumni melalui berbagai platform dan media.

IAJ juga akan selalu berperan aktif sebagai think-tank bangsa terkait dengan strategi, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan nasional.

IAJ juga memiliki misi khusus untuk ikut serta mendorong dan meningkatkan jumlah mahasiswa asal Indonesia untuk belajar di negara Jerman hingga 10 ribu orang selama lima tahun mendatang.

Dan juga termasuk dalam misi khusus IAJ adalah untuk mendorong peningkatan jumlah pekerja asal Indonesia yang bekerja untuk perusahaan Jerman, baik di Indonesia maupun di Jerman.

Sistem pengembangan profesi dan ketenagakerjaan di Jerman sangat tepat bagi Indonesia dalam menghadapi datangnya bonus demografi. Jerman sangat teliti, detil dan berhati-hati dalam memproyeksikan angkatan kerjanya.

Terkait visi dan misi tersebut, Bimo menjelaskan, bahwa IAJ akan terus berusaha melakukan kajian dan mengembangkan forum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dalam bentuk pemikiran dan gagasan terkait dengan penguatan hubungan antara Indonesia dan Jerman, yang akan sangat berguna untuk menunjang pembangunan Indonesia saat ini.

Bimo juga ungkap, IAJ mendukung langkah Kementerian Federal Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) Jerman, terkait kerjasama pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

“Hal yang dilakukan dalam kaitan tersebut antara lain adalah program pengembangan sumber daya manusia terkait sistem manajemen talenta dan sistem merit,” imbuh Ketua Umum IAJ, Bimo Sasongko menutupnya.

Para Pengurus dan Anggota Ikatan Alumni Jerman siap untuk bersinergi membangun Bangsa, serta membentuk jejaring di level Nasional maupun Internasional demi kepentingan Bangsa Indonesia.

Jakarta, 28 Februari 2021, di ketahui:
1. Bimo Sasongko, Ketua Umum IAJ

2. Mohamad Taufik, Wakil Ketua Umum IAJ

3. Muhammad Agus Salim, Sekretaris Jenderal IAJ, dan

4. Indra Kusumah, Ketua IAJ Divisi Eropa.

Continue Reading

Uncategorized

APTB Dukung KPK Hukum Mati Megakorupsi Bansos

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Membentuk Alumni Perguruan Tinggi Bersatu, yakni: Universitas Indonesia – UI WATCH (Andi Kosala, Dr Hakim & Taufik Bahaudin), ITB – KAPPAK ITB (Muli), IPB – FAM IPB (Rosyid), UGM – RELAGAMA (Irfan), ITS – ITS Bersatu, UNAIR – UNAIR Bergerak (Zulkifli Ekomei).

Berkumpul menyatu di Starbuck Rasuna Epicentrum Kuningan, Alumni Perguruan Tinggi Bersatu (APTB) menyampaikan memorandum kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, Minggu 23 Februari 2021, mulai pukul : 15.00 – 17.30 wib di Jakarta Selatan.

Memorandum ini dalam upaya mendukung KPK sebagai ujung tombak dalam memberantas korupsi yang merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime).

Kami bangga KPK pada akhir 2020 berhasil membongkar dua kasus besar yang melibatkan dua menteri dari Kabinet Indonesia Maju.

Kasus pertama adalah ditangkapnya Menteri KKP dan yang kedua adalah Mega Korupsi Menteri Sosial.

Kasus kedua ini menjadi sangat berbeda, disamping sebagai Mega Korupsi triliunan rupiah pada kasus Bantuan Sosial (BANSOS), karena dana yang dikorupsi adalah dana untuk bantuan masyarakat yang sedang sulit dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Dari memorandum ini, ALUMNI PERGURUAN TINGGI BERSATU juga menengarai Indikasi yang kuat adanya KKN di pemerintahan Presiden Joko Widodo yang melibatkan beberapa elit partai politik pendukung pemerintah dalam skandal Mega Korupsi, seperti Jiwasraya, Asabri, BPJS ketenagakerjaan dan lain-lain.

Salah satu indikasi KKN ini adalah penunjukan perusahaan swasta untuk proyek goodie bag senilai lebih dari Rp 150 milyar oleh Kementerian Sosial.

Hal ini mengarahkan persepsi masyarakat akan adanya KKN yang melibatkan anggota keluarga Presiden dan itu harus dituntaskan oleh KPK.

Lambannya penanganan hukum dalam menuntaskan kasus Mega Skandal korupsi di atas menyebabkan semakin menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di negeri ini.

Oleh karena itu, Alumni Perguruan Tinggi Bersatu terpanggil untuk memberikan dukungan penuh kepada KPK agar lebih berani menghadapi kekuatan-kekuatan dahsyat dengan jaringan koruptif yang melibatkan petinggi-petinggi di berbagai lembaga saat ini, dibarengi dengan indikasi kuatnya KKN.

Khusus dalam hal kasus korupsi BANSOS yang sangat mencederai rasa kemanusiaan yang adil dan beradab pada rakyat Indonesia yang tengah menderita karena pandemi Covid-19, KPK tidak boleh ragu ketika harus memutuskan bahwa pelaku harus dihukum mati, demi kepentingan untuk kebaikan bangsa dan negara.

Kami mengapresiasi dan mendukung penuh apabila KPK memutuskan hukuman maksimal yaitu hukuman mati kepada para pelaku korupsi bansos tersebut di atas.

Memorandum ini didasarkan atas temuan dan kajian dari berbagai informasi resmi dan informasi yang beredar luas di masyarakat seperti media massa dan media sosial, serta laporan resmi dari pihak yang kompeten. (Amhar)

Continue Reading

Trending