Connect with us

Pemuda

Libatkan Lintas Agama dan Budaya, FKDB Gelar Acara Syukuran HUT RI Ke- 75

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) menggelar acara Syukuran HUT RI Ke-75 Lintas Agama dan Budaya, Rabu, 19 Agustus 2020, di Gedung Museum Joang 45, II. Menteng Raya No. 31, Jakarta Pusat.

Acara Syukuran yang dihadiri oleh para relawan dari berbagai organ relawan ini, merupakan suatu wujud rasa syukur yang tiada terhingga atas Kemerdekaan Republik Indonesia yang genap berusia 15 tahun.

Selain itu, dengan tema, “Kerukunan Umat Beragama Kokohkan Gerak Indonesia Maju” ini, seluruh organ relawan bersepakat untuk terus membangun kerukunan antar golongan sehingga dengan kerukunan yang dibangun dan terus dipupuk ini bisa memberikan dampak positif kepada keberhasilan pembangunan Indonesia Maju.

H. A. Zaki, ketum FKDB, menjelaskan bahwa kita sebagai bangsa, seyogyanya menyadari bahwa persatuan dan kesaman merupakan asset terbesar bagi bangsa ini.

“Pilpres sudah usai, tinggal bagaimana kita menjalin tali silaturrahim yang erat, kokoh, dan kuat untuk mendukung program pembangunan nasional dengan jargon Indonesia Maju, Indonesia Menang,” ujarnya.

Zaki juga ungkapkan, Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak kepada sektor kesehatan saja, pandemi ini berdampak ke berbagai sektor, terlebih di sektor pertumbuhan ekonomi bangsa ini.

“Hal ini yang membuat pemerintah memfokuskan perhatiannya pada pengobatan dan pencegahannya serta memberikan berbagai stimulus agar perekonomian bangsa tetap bangkit,” tambahnya.

Pada situasi inilah, nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa merupakan suatu keniscayaan yang harus terus dibina agar bangsa ini terbebas dari ancaman keterpurukan yang mengarah kepada disintegrasi bangsa.

Optimisme Indonesia Maju, Optimisme Indonesia Menang, hanyalah bisa dicapai melalui kebersamaan dalam bingkai Persatuan Indonesia.

Agama yang berbeda-beda, etnis yang beraneka macam, budaya yang beragam, tidak lagi menjadi suatu kelemahan, namun keberagaman ini justru mempakan suatu berkat dan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa untuk kekuatan bangsa Indonesia menuju Kemerdekaan hakiki.

Adapun maksud diadakannya aktivitas atau kegiatan ini yaitu sebagai wujud rasa syukur pada Allah SWT, dimana selama 75 tahun ini bangsa Indonesia yang terkenal dengan kemajemukannya, telah berhasil sukses menyelesaikan berbagai problematik bangsa dari ancaman perpecahan.

“Persatuan Bangsa Indonesia merupakan asset terbesar dari bangsa Indonesia ini,” pungkas Ketum FKDB, H. A. Zaki.

Lalu tujuan dari acara ini, yakni:

l) Mempererat tali persaudaraan serta silahturahmi lintas Agama dan Budaya

2) Memupuk kerukunan antar umat beragama demi Persatuan Indonesia

3) Menjalin solidaritas berbangsa dan bernegara. (Amhar)

Continue Reading

Pemuda

Ratusan Orang Protes Pelantikan Ketua IKM Tangerang

Published

on

By

JanoerKoening, Banten – Ratusan orang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Tangerang, Banten memprotes dengan adanya kepengurusan baru.

Protes di picu karna Kepengurusan yang baru ini dianggap tidak adanya musyawarah terlebih dahulu kepada pengurus lama.

Alam salah satu Anggota IKM DPC Ciledug menyebut, pelantikan tersebut berlangsung secara diam-diam di Lemo Hotel Kelapa Dua Jalan Raya Legok, Tangerang, Banten hari ini, Jum’at 12 Februari 2021.

“Saya salah satu Anggota IKM Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Ciledug dan teman-teman minang lain yang hadir disini merasa tersinggung dengan dilantiknya kepengurusan DPD IKM Kota Tangerang yang baru,” ujarnya.

Alam mengatakan, pelantikan tersebut seharusnya kordinasi ke pengurus DPD IKM yang lama.

“Ada tiga belas kecamatan keluarga minang yang ada di kota Tangerang tidak setuju dengan pelantikan nya dan pembentukan DPD IKM Yang baru karena tidak ada omongan dan musyawarah, ungkapnya.

Alam juga mengatakan dengan adanya pelantikan kepengurusan DPD IKM yang baru membuat pecah belah antar warga Minang.

Pantauan wartawan di lokasi sempat terjadi keributan antar IKM DPD lama dan IKM DPD yang baru.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Tangerang Widodo WS mengatakan bahwa dirinya tadi telah membubarkan kerumunan massa.

“Kami sudah bubarkan kerumunan massa. Sebenarnya masyarakat boleh mengadakan kegiatan seperti pernikahan dan lain-lain asalkan mematuhi protokol kesehatan dan di batasi jumlahnya,” kata Widodo. (Alam)

Continue Reading

Pemuda

SEGORO, Ormas Berbasis Ekonomi Hadir Di Tengah Pandemi

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Alhamdulilah pada tgl 9 Februari 2021 telah di tandatangani dan didirikan sebuah organisasi kemasyarakatan berbasis ekonomi kerakyatan dan budaya bernama Semangat Gotong Royong (SEGORO) Indonesia Jaya.

Demikian di ungkapkan oleh Ketua Harian SEGORO Hendarsam Marantoko SH., MH dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (12/2/2021)

Hendarsam menjelaskan, hadirnya semangat Gotong Royong akan kami galakkan ditengah mulai hilangnya rasa kebersamaan sesama anak bangsa, rasa saling curiga, dan campur tangan asing yang menyelinap diam diam

“Oleh karenanya kehadiran SEGORO di tengah pandemi corona, ini merupakan momentum yang tepat untuk membangkitkan lagi rasa kebersamaan dan gotong royong tersebut,” ujarnya.

Terkait kepengurusan, Hendarsam mengatakan, bahwa program SEGORO sudah mulai berjalan, selanjutnya pembentukan kepengurusan di seluruh wilayah Indonesia, baik di tingkat propinsi, kabupaten/kota, kecamatan, bahkan kelurahan dan desa akan segera terlaksana.

Adapun susunan pengurus pusat SEGORO sebagai berikut: Ketua Umum (Cut Meutia Adrina), Ketua Harian (Hendarsam Marantoko SH., MH.), Waketum bid Parekraf (Manistri Tambunan), Waketum bid Kebijakan Publik (Miftah Nur Sabri) dan Waketum bid Infrastruktur dan Pembangunan (Suhendra Ratu Prawiranegara).

“Selanjutnya untuk Waketum bid Hukum dan Advokasi (Hendarsam Marantoko), Sekretaris Jendral (Tigor Mulo Horas), dan Bendahara Umum (Adrianna Herawati Burhan),” urai Hendarsam menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Pemuda

Kontrol Kinerja Kapolri, FWJ: Kami Gandeng IPW dan MAKI untuk Bersinergi

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Paska dilantiknya Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri pada Rabu tanggal 27 Januari 2021 lalu telah membidik berbagai lembaga kontrol untuk melakukan pengawasan kinerja Listyo Sigit kedepan.

Menyikapi hal tersebut, Forum Wartawan Jakarta (FWJ) membuka ruang diskusi Kebon Sirih dalam konteks ‘Mengawal 100 Hari Kinerja Kapolri Baru’ yang digelar di sekretariat DPP FWJ pada Jum’at (29/1/2021) di Gedung Dewan Pers, Lt. 3 Kowari Jakarta Pusat,

Sebagai penyelenggara Diskusi Kebon Sirih, Ketum Forum Wartawan Jakarta sepakat bersinergi dengan IPW dan MAKI guna melakukan pengawasan dan kontrol atas kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kedepan

Dalam diskusi tersebut hadir Ketua Umum IPW, Neta S Pane, Sekjen Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Kurniawan, Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta, Mustofa Hadi Karya yang biasa disapa Opan

Selain itu, hadir juga Ketua Bidang OKK DPP FWJ Esa Tjatur Setiawan, Ketua Umum LBH Pers Indonesia, Penasehat FWJ sekaligus Ketua Kowari, Lemans K, serta para pengurus FWJ dan puluhan wartawan dari berbagai media.

Mengawali Diskusi Neta S Pane menyampaikan, konsolidasi Lstyo Sigit sangat baik, sehingga tidak ada kecenderungan kontro versi meski Kapolri sekarang dari Non Muslim.

“Kita beri apresiasi atas pendekatan Sigit keberbagai unsur. IPW melihat tantangan berat Sigit sebagai Kapolri harus mampu membangun konsep pendekatan hukum ke masyarakat. “Ucap Neta dalam Diskusi tersebut.

Lebih lanjut, Neta mengungkapkan, konsolidasi harus segera dibangun oleh Listyo Sigit, karena terdapat 9 Jenderal bintang 3 yang dilalui Sigit. Meski kata Neta, Sigit sendiri memiliki masa pensiun panjang sampai tahun 2027.

“Komposisi pensejajaran terhadap para jenderal di kepolisian harus segera dilakukannya. “Kata Neta.

Mengulas hasil komitmen Listyo Sigit, Neta mendesak Kapolri segera mewujudkan janji-janjinya. Berikut janji-janji Listyo agar Polri menjadi lebih baik. Listyo Sigit juga telah membangun konsep dengan membentuk Delapan Komitmen, yaitu:

Pertama, Listyo berkomitmen mentransformasikan institusi Polri menjadi presisi, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Pada masa jabatan Jenderal Idham Azis Polri memiliki slogan promoter, yaitu profesional, modern, dan terpercaya.

Kedua, Berkomitmen menjamin keamanan untuk mendukung program pembangunan nasional.

Ketiga, Menjaga soliditas internal.

Keempat, Meningkatkan sinergitas dan soliditas TNI-Polri, serta bekerja sama dengan aparat hukum dan kementerian/lembaga untuk mendukung dan mengawasi program pemerintah.

Kelima, mendukung terciptanya ekosistem inovasi dan kreativitas yang mendorong kemajuan Indonesia.

Keenam, menampilkan kepemimpinan yang melayani dan menjadi teladan.

Ketujuh, mengedepankan pencegahan permasalahan, pelaksanaan keadilan restoratif dan problem solving, dan

Terakhir, berkomitmen setia kepada NKRI serta senantiasa merawat kebhinekaan.

Selain itu kata Neta, dalam komposisi konsep universalnya, Sigit juga berjanji akan melakukan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu. Listyo Sigit berjanji akan menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu.

“Dia mengaku menyambangi sejumlah tokoh saat dipilih sebagai calon tunggal kapolri. Bahkan dalam pendekatan komstruksinya, Listyo Sigit menyampaikan bahwa ke depannya tidak boleh lagi ada hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” pungkas Neta.

Sementara itu, Kurniawan selaku Sekjen Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengulas prestasi Listyo sampai sejauh ini belum ada yang menonjol.

“Namun Kurniawan tetap apresiasi adanya pendekatan pendekatan yang dilakukan Listyo Sigit keberbagai unsur dan lembaga,” ujarnya.

Menurutnya, track record Sigit sebelumnya memang belum ada yang menonjol, tapi Presiden telah menunjuk Listyo menjadi Kapolri, artinya ini menjadi tanggungjawab Jokowi jika janji-janji yang dilontarkan Sigit tidak dapat direalisasikannya.

Dia tambahkan, penegakan hukum di Indonesia semakin menjadi benang kusut, kata Kurniawan, karena hukum tajam kebawah dan tumpul keatas.

“Kita liat dan awasi kinerja Sigit. Jika masih tetap sama atau bahkan lebih parah dari Kapolri-Kapolri sebelumnya maka kami meminta Sigit segera mundur sebelum bertambah parahnya hukum kita, Pinta Sekjend MAKI menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Trending