Connect with us

Tokoh / Publik Figur

Mengenal Sosok Tokoh Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa

Published

on

Agun Gunandjar Sudarsa (AGS), akrab disapa Kang Agun dilahirkan di Bandung 13 November 1958. Ia berasal dari keluarga dengan latar belakang Bapak dari tentara yang menerapkan disiplin dan tanggung jawab.

Sementara Ibunya dari aktifis keagamaan yang menerapkan cinta kasih dan ketaqwaan sehingga membentuk karakter kerja dan karakter diri Kang Agun yaitu “Tiada Hari Tanpa Aktifitas” dan “Hidup Adalah Ibadah”.

Meskipun lahir di Bandung, tapi masa kecil hingga dewasa dihabiskan di Jakarta. Mulai dari SD, SMP, hingga tamat STM dijalaninya di Ibukota.

Kemudian ia melanjutkan ke STTN (Sekolah Tinggi Teknik Nasional) Jakarta jurusan tehnik sipil (1977), namun karena harus berbagi biaya pendidikan dengan adik-adiknya, Kang Agun banting setir ke sekolah kedinasan yaitu AKIP (Akademi Ilmu Pemasyarakatan) Departemen Kehakiman Jakarta (1982).

Tamat dari AKIP, Kang Agun ditugaskan menjadi Sipir Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang (1982), berlanjut sebagai staf pengajar AKIP dan PUSDIKLAT di Departemen Kehakiman (1985-1996).

Pada saat bersamaan sambil bekerja, ia menyelesaikan pendidikan S1 di STIA LAN Jakarta (1991) dilanjutkan sekolah Pasca Sarjana Kriminologi UI (2004-2006). Sedangkan saat ini Kang Agun merupakan kandidat Doktor Terapan dari Politeknik STIA LAN Jakarta.

Sejak kuliah, ia tak bisa menyembunyikan bakat berorganisasi, diantaranya sebagai Ketua Umum Komisariat HMI AKIP (1979), Ketua Umum SENAT Mahasiswa AKIP (1981), Ketua Umum SENAT Mahasiswa LAN (1989).

Ia juga aktif di organisasi kemasyarakatan dan partai politik, diantaranya sebagai Ketua Cabang FKPPI Jakarta Selatan (1982), Sekretaris BAPEKADA GOLKAR Jakarta Selatan (1982), Ketua PP AMPG (2003), Ketua PP Jawa I DPP Partai GOLKAR (2016), Ketua Departemen Hukum dan HAM Depinas SOKSI (2014).

Karir politiknya dimulai tahun 1997, Partai Golkar menempatkannya sebagai caleg pada Pemilu 1997 melalui jalur A (ABRI) sampai akhirnya terpilih sebagai Anggota DPR/MPR RI sejak itu hingga saat ini tidak terputus karena selalu kembali terpilih dari Pemilu 1999, 2004, 2009, 2014 dan 2019 dengan asal daerah pemilihan yang sama yaitu Jawa Barat 10 yang terdiri dari Kab. Kuningan, Kab. Ciamis, Kab. Pangandaran dan Kota Banjar.

Selama itu kiprah Kang Agun di MPR RI yang signifikan diantaranya sebagai Anggota Panitia Ad Hoc I Badan Pekerja MPR RI (1999), Anggota Tim Penyusun Buku Risalah Perubahan UUD NRI Tahun 1945, Anggota Tim Kerja Sosialisasi Putusan MPR RI (2004), Ketua Tim Kerja Sosialisasi MPR-RI (2009), Ketua Fraksi Partai GOLKAR MPR RI 2012-2014 dan 2018-2019.

I. KETERANGAN DIRI

1. Nama Lengkap : Drs. AGUN GUNANDJAR SUDARSA, Bc.IP., M.Si.

2. Tempat, Tgl. Lahir : Bandung, 13 November 1958

3. Jenis Kelamin : Laki-Laki

4. Agama : Islam

5. Status Perkawinan : Nikah

6. Jabatan / Pekerjaan : Anggota DPR / MPR RI A-299

II. RIWAYAT PENDIDIKAN

1. SD Negeri Rawakemiri Jakarta, Lulus Tahun 1970

2. SMP Negeri 66 Jakarta, Lulus Tahun 1973

3. STM Negeri 1 Boedi Oetomo Jakarta, Lulus Tahun 1976

4. Mahasiswa Teknik Sipil STTN, 1977 – 1979

5. AKIP Dept. Kehakiman di Jakarta, Lulus Tahun 1982

6. STIA LAN Jakarta, Lulus Tahun 1991

7. Mahasiswa Pasca Sarjana Adm. Negara UI, Tahun 1994 – 1996.

8. Pasca Sarjana Kriminologi UI, Lulus Tahun 2006.

9. Kandidat Doktor Terapan STIA LAN Jakarta 2020

III. RIWAYAT PEKERJAAN

1. Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kls. I Tangerang, Tahun 1982 – 1984

2. Staf Pengajar AKIP, PUSDIKLAT Pegawai Departemen Kehakiman, Tahun 1985 – 1996

3. Anggota Komisi I DPR RI, Tahun 1997 – 1999

4. Anggota Komisi II DPR RI, Tahun 1999 – 2004

5. Anggota BAMUS DPR RI dari FPG, Tahun 2001 – 2002

6. Anggota Panitia Ad Hoc I Badan Pekerja MPR RI, Tahun 1999-2004

7. Anggota Grup Kerjasama Bilateral DPR RI dengan Parlemen Iran (Badan Kerjasama Parlemen / BKSP Indonesia – Iran), tahun 2000 – 2004

8. Anggota Tim Penyusun Buku Risalah Perubahan UUD NRI Tahun 1945.

9. Anggota Tim Juri Cerdas-Cermat UUD Negara RI Tahun 1945 (MPR).

10. Anggota Badan Legislasi DPR RI, Tahun 2004-2009

11. Anggota Tim Kerja Sosialisasi Putusan MPR RI 2004 – 2009

12. Anggota Balai Pertimbangan Pemasyarakatan Departemen Kehakiman Tahun 1997 – sekarang

13. Anggota Komisi III DPR RI, Tahun 2004 – 2009

14. Anggota Forum Konstitusi, Tahun 2005 – sekarang

15. Anggota Badan Legislatif DPR-RI, Tahun 2004-2009

16. Anggota Komisi II DPR RI Tahun 2009 – 2012

17. Anggota Badan Anggaran DPR-RI, Tahun 2009 – 2012

18. Ketua Tim Kerja Sosialisasi MPR-RI, (4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara) 2009 – 2014

19. Ketua Fraksi Partai Golkar MPR-RI, Tahun 2009 – Sekarang

20. Ketua Komisi II DPR-RI, 2012 – 2014

21. Anggota DPR/MPR RI 2014-2019

22. Anggota DPR/MPR RI 2019-2024

IV. RIWAYAT JABATAN PADA KEGIATAN PENTING DI MPR / DPR RI

1. Tim Kerja Amandemen/Perubahan I s/d IV UUD 1945 pada PAH I BP MPR, tahun 1999 – 2002.

2. Anggota Pansus dan Juru Bicara FPG dalam Sidang Paripurna DPR RI tanggal 15 November 1999 untuk Pengambilan Keputusan atas RUU Pemberian Amnesti dan Abolisi kepada Napol/Tapol

3. Anggota Pansus penyusunan Konsep Program Pembangunan Nasional 2001 – 2005 pada Bamus DPR RI tahun 2000.

4. Anggota Pansus Kasus Trisakti dan Kasus Semanggi I/II tahun 2000.

5. Anggota Pansus RUU Bidang Hak Kekayaan Intelektual dan Juru Bacara FPG pada Sidang Paripurna DPR RI tanggal 4 Desember 2000 untuk Pengambilan Keputusan Atas RUU Disain Industri, RUU Tata Letak Sirkuit Terpadu dan RUU Rahasia Dagang.

6. Anggota Pansus RUU Grasi dan Juru Bicara FPG dalam Sidang Paripurna DPR RI, tanggal 31 Mei 2001 untuk Pengambilan Keputusan atas RUU tentang GRASI.

7. Juru Bicara Pemandangan Umum FPG dalam Rapat Pleno BP MPR RI tahun 2001 untuk Penyusunan Bahan-Bahan Sidang Istimewa MPR RI tahun 2001.

8. Anggota Pansus RUU Kepolisian Republik Indonesia, tahun 2001.

9. Anggota Pansus RUU Profesi Advokat, tahun 2002.

10. Juru Bicara FPG dalam Pemandangan Umum Sidang Paripurna MPR RI, tanggal 28 Januari 2002 terhadap Perubahan keempat UUD 1945.

11. Anggota Pansus RUU Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Juru Bicara FPG dalam Rapat Paripurna DPR RI pada tanggal 25 Maret 2002 untuk Pengambilan Keputusan RUU TPPU.

12. Anggota Pansus dan Juru Bicara FPG dalam Sidang Paripurna DPR RI tanggal 12 November 2002 untuk Pengambilan Keputusan atas RUU Pembentukan 14 Kabupaten di Provinsi Papua dan Pembentukan Kota Banjar di Jawa Barat.

13. Anggota Pansus dan Juru Bicara FPG dalam Sidang Paripurna DPR RI tanggal 6 Agustus 2003 untuk Pengambilan Keputusan atas RUU Mahkamah Konstitusi.

14. Anggota Pansus dan Juru Bicara FPG dalam Sidang Paripurna DPR RI tanggal 18 Februari 2003 untuk Pengambilan Keputusan atas RUU Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD.

15. Anggota Pansus RUU Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, tahun 2003.

16. Anggota Pansus RUU Jabatan Notaris dan Juru Bicara FPG dalam Sidang Paripurna tanggal 12 Juli 2004 untuk Pengambilan Keputusan atas RUU Jabatan Notaris.

17. Anggota Pansus RUU Kejaksaan dan Juru Bicara FPG dalam Sidang Paripurna tanggal 15 Juli 2004 untuk Pengambilan Keputusan atas RUU Kejaksaan.

18. Wakil Ketua Pansus RUU Perubahan atas UU No. 22 dan 25 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, tahun 2004.

19. Ketua Pansus RUU Dewan Pertimbangan Presiden

20. Ketua Pansus RUU Kementerian Negara, tahun 2006.

21. Anggota Tim Kuasa Hukum DPR-RI, Tahun 2008-2009

22. Ketua Pansus 4 RUU Bidang Peradilan (Peradilan Umum, Peradilan Agama, Kekuasaan Kehakiman, Peradilan Tata Usaha Negara), Tahun 2009

23. Anggota Panitia Angket DPR-RI ttg Pengusutan Kasus Bank Century Tahun 2009

24. Anggota Tim Pengkajian RUU Bidang Politik FPG DPR-RI, Tahun 2009-sekarang

25. Anggota Panja/Timus/Timsin RUU Tentang Perubahan atas UU No.22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, Komisi II DPR-RI

26. Wakil Ketua Timwas Penanggulangan Bencana Alam Prov. Jawa Barat, Tahun 2009- 2012

27. Anggota Pansus / Panja RUU ttg Perubahan UU No.10 Tahun 1008 ttg Pemilu DPR, DPD dan DPRD, Tahun 2011

28. Anggota Panja Pembentukan Daerah Otonomi Daerah (DOB)

29. Anggota Panja RUU Tentang Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

30. Anggota Panja RUU Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)

31. Anggota Panja RUU Tentang Administrasi Pemerintahan (Adpem)

32. Anggota Panja RUU Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)

33. Ketua Pansus Hak Angket KPK (2018)

V. RIWAYAT ORGANISASI

1. Ketua Umum Komisariat HMI Teknik Sipil, Tahun 1978 – 1979

2. Ketua Umum Komisariat HMI AKIP, Tahun 1979 – 1980

3. Ketua Umum SENAT Mahasiswa AKIP, Tahun 1981 – 1982

4. Ketua Umum SENAT Mahasiswa LAN, Tahun 1989 – 1990

5. SEKJEN Persatuan Mahasiswa Administrasi Indonesia, Tahun 1989 – 1991

6. Ketua Cabang FKPPI Jakarta Selatan, Tahun 1982 – 1984

7. Sekretaris BAPEKADA GOLKAR Jakarta Selatan, 1982 – 1987

8. Sekretaris Daerah IX FKPPI DKI JAYA, Tahun 1984 – 1986

9. Wakil SEKJEN FKPPI Pusat, Tahun 1993 – 1997

10. Ketua PP GM FKPPI, Tahun 1997 – 2003

11. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan PP GM FKPPI, Tahun 2003 – 2006

12. Sekretaris Umum PP IKA AKIP, Tahun 1991 – 1994

13. Penasehat PP IKA AKIP, Tahun 1994 – sekarang

14. Sekretaris Umum PP IKA STIA LAN, Tahun 1993 – sekarang

15. Ketua PP AMPG, Tahun 2003 – 2005

16. POKJA DPP Partai GOLKAR, Tahun 2002 – sekarang

17. Orientasi Fungsionaris DPP Partai GOLKAR Sebagai PESERTA di Aula DPP Partai GOLKAR, Slipi. Juli 2007

18. Wakil Sekjen Pengurus Pusat FKPPI Masa Bhakti 2008-2013

19. Ketua Umum ILUNI S2 Kriminologi Universitas Indonesia 2007- sekarang

20. Dewan Pengurus Yayasan Bina Insan Cita, 2009 – sekarang

21. Departemen Hukum & HAM DPP Partai GOLKAR 2009-2014

22. Ketua PP Jawa I DPP Partai GOLKAR 2016-2018

23. Ketua Departemen Hukum dan HAM Depinas SOKSI

24. Ketua Bidang Organisasi & Kaderisasi DEPINAS SOKSI 2020-2025

Agun Gunandjar Sudarsa (AGS), Mei 2020

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

Kepemimpinan itu Mampu Mempengaruhi Orang Lain

Published

on

By

Oleh : Hendrik Yance Udam (Putra Papua). Penulis adalah Ketum DPN Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (GerCin)

Kepemimpinan itu penuh makna dan bisa jadi inspirasi hidup. Kepemimpinan adalah sebuah kemampuan seseorang untuk bisa memengaruhi orang lain atau memandu pihak tertentu untuk mencapai tujuan.

Dalam menjalani hidup, secara tak sadar seseorang berperan sebagai pemimpin, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun dalam lingkungan pekerjaan.

Saat menjadi pemimpin, diperlukan jiwa kepemimpinan yang baik.

Kepemimpinan sendiri bisa dipelajari setiap orang. Mempelajari tentang kepemimpinan bisa dibilang tidak akan ada habisnya, selalu ada hal baru yang bisa dipelajar.

Memang sebagian orang ada yang terlahir dengan memiliki bakat kepemimpinan. Namun, ada pula sebaliknya, dan perlu belajar tentang kepemimpinan.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa belajar tentang kepemimpinan, seperti dengan menjadi pengikut yang baik sebelum ditunjuk menjadi pemimpin.

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

BANGKITNYA ALUMNI ITB DI TANAH AIR

Published

on

By

Oleh : Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA. Penulis adalah Bakal Calon Ketua Umum IA ITB Periode 2021-2025.

Institut Teknologi Bandung (ITB) kini telah berusia 100 tahun. Sejak berdiri pada 3 Juli 1920 dengan nama Technische Hoogeschool te Bandoeng disingkat TH te Bandoeng

TH Bandung, atau THS telah memiliki alumni yang kental dengan semangat perjuangan dan gotong-royong. Serta mendorong domokratisasi disegala bidang, utamanya demokratisasi teknologi.

Ikatan Alumni (IA) ITB memiliki peran strategis untuk menyadarkan bahwa Indonesia adalah negara besar dengan potensi luar biasa, namun belum didayagunakan seoptimal mungkin.

IA ITB perlu membentuk platform gotong royong para intelektual bangsa yang sesuai dengan pembangunan manusia Indonesia khususnya membentuk SDM terbarukan.

Karena selama ini para intelektual bangsa lebih suka kerja sendiri dan terlalu sibuk dengan ambisi masing-masing.

Akibatnya progres kemajuan bangsa tesendat dan indeks daya saing SDM bangsa belum menggembirakan. Perlu terobosan dalam pembangunan manusia agar bisa membuahkan produktivitas yang tinggi serta meningkatnya nilai tambah lokal.

Saatnya kerja yang cerdas dan berkualitas, bukan kerja asal kerja karena dampak pandemi Covid-19 telah mendorong dunia melakukan tatanan baru.

Intelektual Indonesia kerja bersama disemangati oleh nilai tradisi keIndonesiaan yang telah membumi berabad-abad. Esensi kerja bersama adalah “holopis kuntul baris” yang identik dengan prilaku gotong royong ajaran leluhur bangsa.

Lalu diformulasikan secara ideologis oleh seorang alumnus ITB yakni Presiden RI pertama Soekarno dan dilanjutkan oleh Presiden ke-3 Bapak BJ. Habibie.

Makna terdalam yang terkandung lembaga pendidikan tinggi seperti ITB adalah menyiapkan sebanyak mungkin SDM Iptek yang unggul. Baik SDM yang menggeluti hi-tech atau teknologi canggih maupun teknologi tepat guna yang sangat dibutuhkan oleh usaha rakyat.

Untuk mencetak dua kategori SDM Iptek tersebut dibutuhkan program yang progresif dan luar biasa. Menyiapkan SDM tanpa mewujudkan demokratisasi teknologi tidak akan optimal.

Karna Generasi milenial Indonesia sebagian besar hanya menjadi obyek produk teknologi dari luar negeri. Generasi milenial semakin kecanduan konsumerisme produk teknologi tanpa berdaya menumbuhkan nilai tambahnya.

IA ITB memiliki peran untuk mengatasi kebutuhan ruang kreatifitas dan inovasi segenap milenial bangsa. Sehingga proses demokratisasi teknologi nantinya bisa terwujud.

Apalagi tren menunjukkan bahwa korporasi dunia sedang menekankan inisitif dan program demokratisasi teknologi.

Saatnya segenap IA ITB bisa tampil sebanyak-banyaknya menjadi skunk works pembangunan. Agar bangsa ini bisa melakukan lompatan yang dramatis.

Seperti Leprechauns si pelompat yang luar biasa. Leprechauns telah menjadi legenda sekaligus ikon kemajuan bangsa Irlandia.

Irlandia Merupakan negeri yang berhasil melakukan lompatan besar sehingga dalam waktu yang singkat (kurang dari satu generasi) bisa mewujudkan kemajuan dan kemakmuran.

Irlandia Negeri yang bangga mendapat julukan sang Leprechauns itu kini memiliki pendapatan nasional per kapita yang lebih tinggi dari Jerman, Prancis, dan Inggris.

Mencetak generasi emas Indonesia tidak semudah membalikkan tangan. Harus ada usaha keras untuk melepas belenggu sistem pendidikan nasional lalu dibutuhkan inisiatif jitu yang sesuai semangat zaman.

Karena pendidikan nasional menjadi kunci kemajuan dan cara terbaik untuk meningkatkan martabat bangsa dan negara.

Proses pendidikan mestinya tidak terjebak dalam rutinitas dan formalitas belaka. Tetapi harus ada terobosan yang bersifat inovatif, kreatif dan transformatif dalam hal mencetak generasi emas menuju bangsa yang maju.

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

Hidup & Sukses Dengan 5 Jari

Published

on

By

Oleh: Drs. AGUN GUNANDJAR SUDARSA (AGS), Bc.IP., M.Si.

Untuk meraih sukses, Pertama, kita harus tahu bahwa kita adalah manusia yang hidup di dunia, yang sudah pasti ada penciptanya. Oleh karena itu kita harus sadar bahwa kita bukan siapa-siapa dibanding sang pencipta.

Kedua, kita harus ingat bahwa kita hidup dan berada ditengah-tengah jutaan, bahkan milyaran manusia yang saling berbeda satu dengan lainnya. Tdak ada yang sama, bahkan kembar sekalipun. Oleh karena itu untuk apa kita mempertentangkan perbedaan diantara sesama manusia? bukankah perbedaan-perbedaan itu ciptaan sang pencipta yang satu (esa)?

Untuk meraih kebahagian, Pertama, Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa dan maha kuasa. Kedua, bersatu dan bekerja sama diantara kita sesama manusia yang berbeda.

Tangan dengan lima jarinya, menunjukan kepada kita bahwa manusia bukan siapa-siapa dan manusia berada di tengah lautan manusia lainnah yang saling berbeda-beda.

Lihat Jari tengah, adalah jari tertinggi, dikiri dan kanannya ada Jari Jempol, Jari Telunjuk, Jari manis dan Jari kelingking yang berbeda-beda.

Jari tengah mengingatkan kita bahwa ada yang tertinggi, Tuhan yang maha esa dan maha kuasa, beriman bertaqwa dan bermohonlah kepadaNYA.

Diantara kelima jari yang saling berbeda-beda itu, jika dikepalkan solid bersatu menggenggam, maka akan ada kekuatan didalamnya.

Jadi, bersatu dan bekerjasamalah diantara kita manusia yang berbeda-beda, maka kemampuan dan kekuatan akan diberikan oleh Tuhan yang maha kuasa.

Bagaimana memulainya? Awali jari Jempol (prestasi) yang baik, kita akan dapatkan Jari telunjuk (pengakuan) untuk kita bisa memberi perintah, maka Insya Allah kita akan memperoleh Jari Manis (Pendapatan)

Kemudian, setelah melampaui jari tengah (pendekatan) dengan pendekatan keatas kepada Tuhan melalui bermohon dan berdoa, serta pendekatan ke kiri dan kanan kepada sesama manusia yang saling berbeda melalui persatuan dan kerjasama.

Setelah memperoleh pendapatan, lihatlah jari kelingking. Jari terkecil (perawatan) untuk kita selalu bersyukur, berterimakasih dan tidak sombong.

Setelah itu semua sesungguhnya kita sudah kembali ke Jari Jempol (prestasi berikutnya). Dan terus lakukan sebagaimana waktu yang terus bergerak kedepan. Akhir kata, “SALAM SUKSES 5 JARI,” AGS.

Continue Reading

Trending