Connect with us

Tokoh / Publik Figur

Polisi Selebriti Sukses Gelar Hari Bhayangkara Ke-74 dan Hari Anak Nasional

Published

on

JanoerKoening, Tangerang Selatan – Polisi Selebriti bekerjasama dengan Yayasan Kakzeto Putra Perkasa menggelar acara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-74 dan Hari Anak Nasional sekaligus 50 Tahun Pengabdian Kak Seto di Dunia Anak-anak yang dilaksanakan di Kak Seto School pada Hari Senin, 27 Juli 2020, di Tangerang Selatan, Banten.

Acara yang dihadiri oleh beberapa pejabat yakni: oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang diwakili Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA RI, Indra Gunawan, SKM., MA., Kapolri yang diwakili Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Awi Setiyono, SIK., M.Hum.,

Selain itu hadir juga Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si., Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., MM., Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si., Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Setiawan, SIK.,

Diacara tersebut nampak Segenap Guru dan Staf Kak Seto School juga Memberikan Penganugerahan Kak Seto Award 2020 Kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si. Sebagai Kapolda Sahabat Anak dan Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Utara, Ny. Risma Elizabeth Martuani Sormin sebagai Bhayangkari Sahabat Anak yang diserahkan langsung penghargaannya oleh Kak Seto.

Tidak hanya itu atas Prestasi Kapolda Sumut yang gemilang, Kapolda Sumut juga diganjar Penghargaan Piagam Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) atas 3 Rekor sekaligus, yaitu Penanganan Kasus Anak Terbanyak dalam 6 Bulan, Pengungkapan Kasus Perjudian Terbanyak dalam 6 Bulan, dan Pemidanaan Kasus Anak Terbanyak.

Polisi Selebriti memberikan penghargaan Polisi Selebriti Award 2020 kepada Kapolda Sumut sebagai Kategori Kapolda Berprestasi dan Kapolda Kalteng sebagai Kapolda Sahabat Anak yang Trophy Piala POLIS Awardnya diserahkan langsung oleh Kapolri yang diwakili Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Awi Setiyono, SIK., M.Hum.

Dalam Sambutannya, Zandre Badak selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa sejak pertama di Launching di Auditorium Mutiara PTIK pada 11 Desember 2018, Polisi Selebriti selalu komitmen mempublikasikan Prestasi Polri dan Bekerjasama dengan Berbagai Lembaga Negara maupun Lembaga Independen untuk mengapresiasi Kinerja Personel Polri.

“Kapolda Sumut berhasil mengungkap Kasus Perjudian terbanyak dan Kasus Terhadap Anak Terbanyak dalam kurun waktu 6 bulan sehingga mendapatkan Rekor MURI ini patut kita apresiasi sedangkan Kapolda Kalteng juga Konsen dalam Penganangan Kasus perlindungan anak misal di Polres Kobar 17 kasus ditangani meskipun polresnya diwilayah pelosok serta Viral lewat media sosial Band Rap Polres Kobar,” ujar Zandre Badak.

Menurut Brigjen Pol. Awi Setiyono saat membacakan sambutan Kapolri, Polri berserta jajaran mengapresiasi Polisi Selebriti atas dedikasi dalam menyelenggarakan peringatan Hari Bhayangkara ke-74 sekaligus mengapresiasi Personel Polri, khususnya pada hari ini bertepatan dengan Peringatan Hari Anak Nasional.

“Harapan besar kemitraan Polri dan Polisi Selebriti terjalin baik dan apresiasi tersebut dapat menjadi motivasi oleh anggota Polri lainnya, serta semoga Polri semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” tandas Brigjen Pol. Awi Setiyono mewakili Kapolri. (Amhar)

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

Keren! Foto Ketum GerCin HYU 20 Tahun lalu

Published

on

By

Oleh: Jhon Mampokem Jurnalis Papua

Foto Hendrik Yance Udam (HYU) ini sudah viral dan di jadikan background gambar di setiap acara-acara pemerintah TNI dan Polri.

Dan siapa sangka 20 tahun yang lalu putra papua dari ufuk timur Indonesia itu bernama HYU

Yaa.. Itulah HYU yang kini bisa tampil dan memimpin Ormas Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (GerCin) di tingkat Nasional.

Hidup ini misteri dan rahasia TUHAN.

HYU begitu Fenomenal, ada tangan Tuhan di belakang HYU.

Selamat HUT GerCin yang ke 1 tahun, Senin 27 juli 2020.

Tuhan yang adalah kepala gerakan dari Ormas GerCin, memberkati Gercin.

Dan Tuhan juga akan menjaga HYU dalam segala Hal.

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

Jakarta Beijing “Reinkarnasi 1965”

Published

on

By

Penulis: Dr. Fuad Bawazier

Nampaknya pola yang serupa 1965 kini sedang terjadi atau dimainkan. Kini tentu tidak mudah menunjuk hidung siapa aktornya. Sebab dulu masih ada PKI dan organisasi-organisasi onderbouwnya tapi kini semua tanpa bentuk sehingga biasa disebut OTB (organisasi tanpa bentuk).

Aktor pemainnya tidak selalu nampak. Yang dimainkan bisa jadi tidak sadar dan lebih celaka lagi kelompok yang bodoh yang hanya ikut ikutan bermain. Kini provokasi demi provokasi terus dilancarkan dengan berbagai cara bahkan menggunakan buzzer berbayar dan medsos.

Setelah provokasi dahsyat Rancangan Undang Undang Halauan Ideologi Pancasila (RUU HIP), disinyalir provokasi-provokasi lain akan terus saling menyusul sampai benar benar situasi politik panas dan meletus. Istilah tahun 1965, ibu pertiwi hamil tua.

Kini tiba tiba kita melihat baleho-baleho besar Presiden Soekarno Pemimpin Besar Revolusi (PBR) di jalan protokol. Baleho PBR ini bisa memancing baleho baleho lain seperti:

1. Presiden Soeharto adalah Bapak Pembangunan Nasional

2. Presiden BJ Habibie Bapak Teknologi Indonesia,

3. Presiden SBY Bapak Demokrasi, dll.

Tentu kita berharap agar pancingan baleho PBR itu tidak berhasil. Entah kebetulan atau tidak, tiba tiba muncul lagi provokasi lain, yaitu usulan masa jabatan presiden diubah menjadi 8 tahun. Tentulah gagasan ini akan meningkatkan suhu politik.

Sekali lagi, bukan untuk mengusut siapa aktor atau provokatornya atau agitatornya, tapi sudah dapat diduga kegiatan-kegiatan yang tidak produktif ini akan terus berlanjut, sehingga pemerintah menjadi semakin sulit mengatasi masalah ekonomi.

Meski yang paling diprovokasi umat Islam, tapi bisa jadi yang paling diuntungkan dari provokasi ini justru umat Islam.

Lihatlah sikap umat Islam yang bulat bersatu padu menghadapi RUU HIP, baik MUI, NU, Muhammadiyah, HMI, ICMI, FPI, dll. Mereka solid menolak Pancasila yang sedang diobok obok.

Sebagai penutup, entah kebetulan atau tidak, kejadian sekarang yang mirip-mirip dengan suasana sebelum Peristiwa G30S/PKI ini, bertepatan pula dengan Pemerintah Pusat yang sedang mempunyai hubungan mesra dengan Pemerintah China.

Dulu, 1965, dengan sebutan Poros Djakarta-Peking yang dikawal Menteri Subandrio. Kini disebut Jakarta-Beijing. Dulu kutub politik dunia yang bersitegang Washington DC- Moskow, kini Washington DC- Beijing. (Amhar)

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

Memiliki Jiwa Leadership, HYU Layak Menjadi Menteri Di Kabinet Jokowi

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Guru Besar Universitas Negri Jakarta Prof. DR. Dr. James Tangkudung Sportmedicin.,M.Pd mengatakan bahwa, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia Hendrik Yance Udam alias HYU sangat pantas dan layak untuk masuk dalam kabinet Pemerintahan Presiden Joko widodo yang membidangi percepatan pembangunan di kawasan timur Indonesia

Mantan Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia Se- Jerman, yang juga adalah Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Indonesia Se- Jerman, James Tangkudung mengungkapkan, HYU memiliki jiwa leadership yang cukup kuat dan komunikasih politik yang luas dengan elemen pergerakan yang ada.

“Saya mendukungnya, karna saya mengenal HYU sebagai Ketua Umum Ormas terbesar di Indonesia yang lagi eksis dalam perpolitikan Bangsa dengan mengkapanyekan rasa Cinta Indonesia di seluruh pelosok nusantara dengan ormas Gerakan Rakyat Cinta Indonesia guna menjaga dan merawat keutuhan NKRI dari perpecahan,” ujarnya, Rabu (15/7/2020) di Jakarta.

Tangkudung menambahkan, HYU adalah putra bangsa terbaik asal papua yang lagi eksis dalam panggung politik nasional. HYU memiliki dampak politik yang sangat luas dan berpengaruh bangsa dan Negara terbih khusus isu–isu papua.

Kita tau bersama bahwa isu papua sangatlah seksi dan menjadi konsumsi politik masyarakat dunia Internasional dan terus begolak dalam berbagai isu yang ada.

“Oleh sebab itu HYU harus di rangkul dalam Pemerintahan Presiden Joko Widodo guna membantu Presiden dalam menjalankan tugas-tugas negara terlebih khusus dalam percepatan pembangunan di kawasan timur Indonesia,” kata James.

HYU adalah tokoh nasionalis yang sangat tepat untuk masuk dalam lingkaran pemerintahan Presiden Joko Widodo demi terus memperjuangkan NKRI sebagai wakil dari papua dan Indonesia.

James Tangkudung yang juga adalah salah satu pengurus persekutuan Kristen Indonesia di Benua Eropa dan juga Ketua Gugus Pasca Sarjana Universitas Negri Jakarta ini berharap agar supaya Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dapat memperhatikan potensi salah satu putra terbaik Bangsa yaitu HYU mutiara hitam dari timur sebagai aset nasional yang di miliki oleh NKRI.

HYU adalah pemimpin karismatik yang di miliki oleh bangsa ini tidak gampang seorang putra asli papua yang menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia hingga terbentuk di 34 provinsi dan kabupaten serta kecamatan di seluruh Indonesia dan bahkan di beberapa Negara di Eropa dan Amerika. (Amhar)

Continue Reading

Trending