Connect with us

POLITIK

Tegas! Presiden Partai Muslim Demokrat Tolak RUU HIP

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang merupakan usulan DPR RI menuai kontroversi dan penolakan dari berbagai pihak. Salah satu yang tegas menolak RUU tersebut adalah PRESIDEN PMD.

Presiden Partai Muslim Demokrat (PMD) Gusjoy S. Sekaligus Ketua Bidang Advokasi IKATAN PENULIS DAN JURNALIS INDONESIA (IPJI). MEDIA ONLINE INDONESIAN (MOI) dan PWOIN menyampaikan beberapa poin yang menjadi dasar penolakan.

Di antaranya karena Pancasila sudah merupakan konsensus nasional sejak 17 Agustus 1945 dan tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

“Jadi jika diatur-atur lagi melalui hirarki di bawahnya yaitu Undang-Undang, malah bisa menjadi rancu dan bias pemahaman orang tentang Pancasila,” ujar Gusjoy dalam releasenya, Sabtu (21/6/2020).

Gusjoy katakan, Pancasila itu dinamis dan selalu hidup serta telah terbukti mampu menjadi perekat bangsa Indonesia. Ketika kemudian diatur-atur malah potensial menjadi nilai-nilai yang mati dan kaku, serta potensial dijadikan alat pemaksaan kehendak oleh sementara pihak.

Selain itu RUU HIP juga bisa mengacaukan sistem ketatanegaraan, apalagi jika rancangannya dibuat secara sembrono, tidak melalui uji publik terlebih dahulu.

“DPR sebaiknya tidak usah memaksakan kehendak, sehingga terkesan hanya ‘kejar setoran’. Banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting yang perlu dipikirkan oleh DPR, misalnya bagaimana bangsa ini bisa segera keluar dari krisis sebagai dampak pandemi corona, serta hal-hal yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat lainnya,” ungkapnya.

DPR itu perwakilan rakyat, menurut GUSJOY S. seharusnya benar-benar mewakili kepentingan rakyat, bukan hanya memperjuangkan kepentingan partainya dan segelintir elit politik.

“Hidup berbangsa dan bernegara terkait Pancasila di negeri ini sederhana kok. Kalau tidak setuju dengan Pancasila silakan angkat kaki dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Penolakan Presiden PMD (Gusjoy S.) terhadap RUU HIP itu telah dituangkan dalam pernyataan sikap resmi. (Amhar)

Continue Reading

POLITIK

1 Oktober, Partai Cinta Indonesia Akan Di Deklarasikan

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Cinta Indonesia, Titi Kusumawati S.AK dalam rilisnya Selasa 7 September 2021 mengatakan akan mendeklarasikan Partai Cinta Indonesia (PCI) pada 1 Oktober mendatang.

“Hal ini dalam rangka mempersiapkan Varifikasi KPU RI secara nasional untuk administrasi Partai guna mengikuti Pemilu 2024 maka Partai Cinta Indonesia akan di deklarasikan pada tanggal 1 Oktober 2021 di Jakarta bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aktivis perempuan alumni Universitas Gajah Mada ini menjelasakan, bahwa Dokumen Partai Cinta Indonesia kami lagi lengkapi untuk didorong pengesahan Partai melalui Varifikasi Kementrian Hukum Dan Ham RI.

“Setelah kami mengantongi SK (Surat Keputusan) pengesahan Partai dari Kementrian Hukum Dan Ham RI, maka tahapan selanjutnya yaitu kami akan mengikuti proses Varifikasi nasional oleh KPU RI,” ujar Titi.

Sekjen DPP PCI juga menjelaskan, bahwa Kami memilih Deklarsi Partai Cinta Indonesia bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila di karenakan hari tersebut adalah hari bersejarah bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Partai Cinta Indonesia harus lahir dalam momentum bersejarah karena Partai Cinta Indonesia berideologi Pancasila dengan mengusung thema besar Partai yaitu Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Cinta Kepada Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Cinta Kepada Budaya Indonesia Cinta Kepada Sesama Rakyat Indonesia dan Cinta Kepada Keluarga,” sambungya.

Titi berharap agar sebelum deklarsi Partai Cinta Indonesia pada taggal 1 Okotber 2021 di Jakarta maka semua Dewan Pimpinan Daerah Provinsi dan Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten dan Kota se-Indonesia yang sudah mendapatkan dokumen administrasi Partai Cinta Indonesia untuk segera di lengkapi

“Dokumennya dan di kirim ke DPP PCI untuk di verikasi dan selanjutnya kami akan kirim ke kantor Kementerian Hukum dan Ham RI untuk di varifikasi sesuai dengan aturan yang berlaku untuk proses pendirian partai baru,” pungkas Titi Kusumawati, menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

POLITIK

Persiapkan verifikasi faktual, Pengurus Pinter Gelar Rakor Internal di Jakarta

Published

on

By


JanoerKoening, Jakarta – Dalam Rangka persiapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual, pengurus Partai Indonesia Terang (Pinter) menggelar Rapat koordinasi (Rakor).

Rakor tersebut berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pinter, Jalan KH Abdullah Syafei No. 9B, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (25/8/2021).

Rakor tersebut berlangsung antara Ketua Umum DPP Pinter, Dr (Cn) Hj. Rizayati, SH, MM, didampingi Sekjen DPP Pinter, Dr (Cn) Teuku Eddy Faisal Rusydi, SHI, M.Sc, CM, CTT (K), dan Wakil Ketua Umum DPP Pinter, Dr. Drs. Sayid Fadhil, SH,M.Hum dengan Ketua Dewan Pembina DPP Pinter, Dr. Moh. Gempar Soekarnoputra SH MBA.

Ketua Umum (Ketum) DPP Pinter, Dr (Cn) Hj. Rizayati, SH, MM, mengatakan, dalam rapat koordinasi itu antara lain membahas tentang persiapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual terhadap Partai Indonesia Terang oleh Kementerian Hukum dan HAM RI.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menkumham RI Nomor 34 Tahun 2017 juncto UU No. 2 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pendaftaran Badan Hukum Partai Politik, Perubahan AD/ART Partai Politik serta Perubahan Kepengurusan Partai Politik, juncto UU No. 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik sebagaimana telah diubah dengan UU No.2 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas UU No.2 Tahun 2008 tentang Partai Politik.

Dikatakan Hj Rizayati, kepengurusan Pinter saat ini telah eksis di 34 Provinsi di seluruh Indonesia. Bahkan kini sedang terus menerus berkonsolidasi, supaya semakin eksis demi mencapai kepengurusan di setiap Provinsi, minimal bisa tercapai 75 persen.

“Begitu juga kepengurusan di tingkat Kabupaten/Kota minimal bisa terbentuk mencapai 50 persen,” terang Srikandi Indonesia yang dijuluki Cut Nyak Cahaya Jeumpa.

Pengusaha asal Bireuen, Aceh ini mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, agar Pinter bisa menjadi salah satu partai politik (Parpol) peserta pemilu tahun 2024 mendatang.

“Partai Indonesia Terang lahir atas dasar keinginan dan dukungan masyarakat Indonesia, yang berawal dari Program Indonesia Terang, yang bertujuan untuk membawa perubahan kehidupan perekonomian masyarakat ke arah yang lebih baik dan terang, sesuai dengan mottonya Terang Pangannya, Terang Sandangnya dan Terang Papannya, serta Terang Hatinya,” pungkas Hj Rizayati.

Sementara itu, Wakil Presiden Pinter yang juga Jubir Pinter, Dr. Drs. Sayid Fadhil, SH,M.Hum menambahkan, pertemuan hari ini merupakan suatu pertemuan yang memiliki arti yang sangat penting terhadap kemajuan Partai Indonesia Terang ke depannya.

“Karena para fungsionaris Pinter telah bertekad untuk maju pada Pemilu 2024. Dan para teman-teman di Sekretariat terus bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah dan waktu, serta dengan penuh dedikasi dan tanggungjawab yang tinggi,” terang Sayid Fadhil. (Amhar)

Continue Reading

POLITIK

Daftarkan ke Kemkumham, Partai Emas Targetkan Masuk Parlemen

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) siap melakukan pendaftaran sebagai partai politik di Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham). Rencananya, pendaftaran di tingkat pusat ini dilakukan pada Senin (23/8/2021).

“Partai Emas sudah siap melakukan pendaftaran di hari Senin. Kita akan menggelar konferensi pers,” kata Hasnaeni melalui keterangan tertulis, Jumat (20/8/2021).

Ketua Umum Partai Emas, Hasnaeni berharap, Kemenkumham segera mengesahkan badan hukum Partai Emas. Sehingga Partai bisa menjalankan fungsinya.

“Mudah-mudahan keputusan Menkumham segera terbit, kita bisa berbadan hukum secara nasional. Tapi secara de facto puluhan pengurus wilayah kita di provinsi. Bahkan kepengurusan kami sudah sampai di ranting,” ujarnya.

Jika telah resmi berdiri, Hasnaeni berharap Partai Emas bisa bersaing di pemilu. Tak hanya itu, ia ingin partai bisa masuk ke parlemen. Sehingga kepentingan masyarakat yang hendak diperjuangkan Partai Emas bisa tercapai.

“Karena konsep kami Partai Emas itu membuka lapangan kerja dan peluang bisnis buat kader dan simpatisan. Sehingga siapa pun pemimpinnya ke depan kita akan bersinergi dan insya Allah bisa ikut di pemilu nanti, mohon doa restunya. Apalagi keadaan negara ini dan dunia sedang terpuruk akibat pandemi,” paparnya.

“Mudah-mudahan kita bisa masuk di arena parlemen dan menyuarakan suara rakyat,” pungkas “Wanita Emas” sapaan Hasnaeni. (Amhar)

Continue Reading

Trending