Connect with us

Tokoh / Publik Figur

Tak Tersentuh Bansos, Perantau, Gigit Jari

Published

on

Oleh: Jamhari, Rabu, 6 Mei 2020. Penulis adalah Penggiat Medsos

Hingga kini ribuan dan bahkan mungkin jutaan perantau yang tinggal ngontrak dan atau kost tidak tersentuh bansos dampak virus corona (Covid-19) baik dari Pemprove maupun Pemerintah pusat. Dan mereka sungguh menjerit! Menahan air mata dan cobaan yang sedih dalam kepedihan

PSBB menghilangkan sumber penghasilan hingga membuat para perantau gelagapan dan hanya bisa gigit jari. Mereka berharap bansos dampak covid-19 bisa menyentuhnya, tapi apa daya, hingga kini para perantau hanya bisa diam dan termenung sembari menyaksikan bansos menghampiri tetangga namun bansos tersebut tak menyentuhnya.

Tengoklah mereka para perantau dari pekerja dan atau buruh yang dirumahkan atau sudah kena PHK, ada pula pekerja / Buruh lepas yang mendapat upah harian, juga pekerja serabutan yang mendadak hilang sumber penghasilannya. Mereka itu sangat merasakan adanya kebijakan yang tidak melindunginya akibat suasana Corona ini.

Begitu halnya juga para pedagang kecil yang menjajakan dagangannya di lapangan seperti; pedagang kaki lima, pedagang keliling, pedagang asongan, gojek pangkalan maupun online, sopir angkutan, sopir taxi/bajaj, tukang parkir, termasuk juga tukang Cukur rambut. Tukang Cukur ini boleh dibilang paling rentan tertular corona, karna kerjanya tidak bisa jaga jarak.

Selain itu, yang cenderung luput dari perhatian publik maupun pemerintah adalah mereka para profesional yang juga sangat membutuhkan bansos di tengah pandemi covid-19 seperti: Guru honorer (guru sekolah / guru ngaji), lalu ada penulis yakni wartawan independen, jurnalis lepas (Freelance), ada pula pekerja seni (lukis, tari dll), serta Pengacara.

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

Menko PMK RI Galakkan Germas, Relawan Erick Thohir Berikan Dukungan

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Kementerian Koodinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI menggelar acara ‘Penggerakan Pembudayaan Germas’. Dimana diisi dengan acara Jalan Sehat, Pengecekan Kesehatan dan Bazar UMKM di halaman depan Kemenko PMK, Jakarta (29/07/2022).

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dukungan dan apresiasi dari kalangan masyarakat luas. Salah satunya dari Relawan Erick Thohir (ET) dengan mengirimkan karangan bunga ucapan selamat dan sukses atas Jalan Sehat Germas dan Bazar UMKM.

“Kami dari Relawan Erick Thohir memberikan dukungan dan apresiasi kepada pemerintah dalam menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Kami berikan ucapan khusus kepada Kemenko PMK RI beserta 5 kementerian terkait di bawahnya untuk terus menggerakan program Germas,” kata Edy Torana, SH, MH, M.Kn, CLA Ketua umum DPP Relawan Erick Thohir (ETOR) di Jakarta, Jumat (29/07/2022).

Menurut Edy Torana, kegiatan yang dihadiri oleh Menteri/Pimpinan Kementerian dan Lembaga dibawah koordinasi Kemenko PMK RI berjalan sukses dan meriah. Tampak Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si (Bintang Puspayoga) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia dan undangan khusus K/L yang diisi dengan kegiatan jalan sehat, senam bersama, tes kebugaran, cek kesehatan gratis dan bazar UMKM.

“Relawan ETOR dalam setiap Deklarasi Relawan Erick Thohir di Propinsi di Indonesia, selalu dimulai dengan kegiatan jalan sehat. Kita selalu menggalakkan pola hidup sehat dengan jalan sehat, pola makan sehat, berfikir positif dan penuh kegembiraan,” pungkas pengusaha bidang Show Biz dan Promotor Music ini.

Sebelumnya dalam acara di Jalan Sehat Germas di Kemenko PKM RI, Jumat pagi (29/07/2022) di Jakarta, Menko Muhadjir Effendi menyebutkan
pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam dua tahun ini belum optimal karena pandemi COVID-19.

Untuk itu lewat kegiatan ini, pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk kembali membudayakan Germas. Selain karena biayanya lebih murah hasilnya juga lebih bagus. Dengan demikian, derajat kesehatan masyarakat Indonesia yang setinggi-tingginya bisa tercapai.

“Melalui kegiatan ini kita ingin masyarakat teredukasi pentingnya sehat. Lebih baik mengeluarkan biaya untuk sehat daripada biaya untuk sakit. Biaya sakit itu jauh lebih mahal, dibandingkan biaya untuk sehat. Sehat itu mahal, karena itu hindarilah sakit. Salah satunya dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” kata Menko Muhadjir.

Dikatakan Menko Muhadjir, pembudayaan Germas sangat penting dilakukan di setiap aspek kehidupan. Terlebih dalam menghadapi tantangan sektor kesehatan yang begitu kompleks, dari mulai angka kematian ibu serta bayi yang masih tinggi, stunting, hingga Penyakit Tidak Menular (PTM).

Dirinya berharap kegiatan ini bisa dihidupkan kembali kepada seluruh lapisan masyarakat demi mencapai masyarakat yang sehat, bugar dan produktif.

“Kita harapkan ini menjadi gerakan dari bawah, masyarakat yang harus menginisiasi. Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat seperti aktivitas fisik, makan yang terukur, dan memperhatikan faktor-faktor lain harus ditingkatkan,” harap Menko.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang turut hadir dalam acara tersebut, mendukung penuh pembudayaan kembali Germas sebagai bagian dari implementasi transformasi sistem kesehatan pilar pertama yakni transformasi layanan primer. Yang mana, pilar tersebut fokus pada kegiatan promotif preventif untuk lebih banyak menciptakan orang sehat. Kegiatan ini kata Menkes, jauh lebih murah dibandingkan pengobatan saat sakit atau kuratif.

“Program ini menjaga agar orang hidup sehat, karena selain lebih murah, kualitas hidup juga lebih baik,” ungkap Menkes.

Menutup sambutannya, Menkes mengajak masyarakat untuk aktif bergerak guna menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh terutama di masa pandemi COVID-19.

“Jangan lupa hidup sehat, salah satunya dengan bergerak sehari minimal 30 menit, jadi kalau seminggu 5 kali berarti sekitar 150 menit. Aktivitasnya bisa dengan jalan, lari, atau berenang. Sehat selalu,” tutup Menkes.

Dalam acara Jalan Sehat Germas ini juga diikuti 10 pelaku Bazar UMKM, yang mana menjadi tanggung jawab Syafrudin Budiman SIP selaku pembina dan Abdurrahman BK sebagai kordinator lapangan. Acara Bazar UMKM tampak ramai pengunjung apabila semakin indah dengan lantunan home band dari internal Kemenko PMK RI. (red)

Penulis: Gus Din

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

Amey Warminih No 1 Best Inspiring Women 2022

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Amey Warminih atau yang akrab dengan nama Amey Amanda kembali mendapat Anugrah sebagai Best Inspiring and Creativity Women dalam Women Award Inspiring Creative Innovative, pada Hari Jum’at, 22 Juli 2022, di Jakarta.

Kali ini yang memberikan anugrah adalah Majalah PenghargaanIndonesia.com, Portal Penghargaan No. 1 di Indonesia. Anugrah diberikan di suatu tempat di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Penghargaan ini diberikan kepada Amey Warminih atas partisipasi aktif yang dilakukan dalam bidang pemberdayaan manusia. Dalam aktivitasnya, bersama Indo Global Centre yang berkedudukan di Singapura Amey Warminih melakukan kegiatan pemberdayaan terhadapa pekerja migran yang ada di Singapura.

Sehingga para pekerja migran tersebut, utamanya kaum perempuan dapat mengisi waktu di hari Sabtu dan Minggu, dengan tambahan keterampilan.

Kegiatan yang dilakukan adalah Amey Warminih, antara lain: kelas komputer, make up, religi, Caregiver dan seremoni untuk mempererat hubungan antar pekerja dan negara asalnya.

Penghargaan Best Inspiring and Creativity Women Award ini merupakan apresiasi dan pengakuan yang mengukuhkan sebagai salah satu terbaik di tanah air. Penghargaan bagi yang berprestasi untuk menunjukan peluang perbaikan berupa “Opportunity For Improvement”.

Hal ini dapat digunakan sebagai Strategi Praktis dalam berekspansi dan meningkatkan keberhasilan diri dan lembaga. Pemberian penghargaan terbukti mampu meningkatkan kinerja dan daya saing nasional maupun internasional.

Adapun kriteria penilaian dalam penghargaan ini, yaitu: Keseluruhan Manajemen; Tata kelola lembaga; Hubungan Investor; Tanggung jawab sosial lembaga; Kredibilitas, dedikasi dan loyalitas; Berfikir strategis dan visioner; Memenuhi standar prestasi otoritatif.

Dan tim Juri berasal dari Indonesia Award Magazine; Success Research dan Indonesia awards center.com. (Ahr)

Continue Reading

Tokoh / Publik Figur

Stop! Manusia Membinatangkan Manusia

Published

on

By

Stop! Manusia Membinatangkan Manusia

Oleh : Jamhari, Penggiat Medsos. Ditulis, 15 Mei 2022

Tujuh (7) tahun sudah kita Indonesia hidup saling serang berperang dengan Polarisasi Manusia membinatangkan Manusia, dan hingga kini masih terus berlangsung dan belum tau kapan akan berhenti Polarisasi Manusia Membinatangkan Manusia? Itulah Indonesia saat ini, memprihatinkan!

Teringat kita bersama masa pilpres 2014 yang mengusung Pasangan Prabowo – Hatta melawan Pasangan Jokowi – JK. Pilpres yang brutal tersebut dimanfaatkan oleh Oligarki (asing, aseng dan asong) utk NKRI chaos dan terpecah belah hingga dibuatlah grand design dengan menghasilkan istilah Kampret dan Kecebong

Kampret adalah panggilan bagi siapa aja yang mendukung Prabowo atau beroposisi, sedangkan Kecebong adalah panggilan bagi siapa saja yang mendukung Jokowi. Oligarki mendesign Polarisasi ini dengan menjadikan Buzzer2Rp dan buzzer fanatik sebagai garda terdepan menyuarakan dan menggaungkan Istilah Kampret dan Kecebong menjadi terkenal

Tidak puas dengan hadirnya istilah Kampret dan Kecebong, Oligarki gemblengan asing, aseng dan Asong terus bergerilya mengembangkan Narasinya untuk terus agar Manusia Indonesia membinatangkan Manusia dengan membentuk istilah baru yakni Kadrun! (sebutan untuk siapa aja yang beragama Islam, khususnya Umat Islam yang berseberangan dengan Pemerintah)

Sepak terjang Oligarki menggaungkan istilah Kadrun di framming dan diviralkan oleh Buzzer2Rp di berbagai media sosial (medsos) dan dunia nyata. Di medsos buzzer2 Non Muslim, juga buzzer2 yang terpapar Idiologi komunis dan islamophobia juga gencar melancarkan sebutan2 kadrun utk menyerang umat islam khususnya umat islam yg berseberangan dengan pemerintah

Kini muncul dan mulai ramai istilah Bipang (sebutan untuk non muslim). Umat islam menyerang balik dengan istilah Bipang untuk menyebut non muslim yang memanggil umat islam ‘Kadrun?’. Istilah ‘Bipang’ itu tiba2 muncul di framming dan diviralkan medsos, diduga ini juga bagian grand design Oligarki yg ingin Indonesia terus berkecamuk dengan perang2an membenturkan Agama untuk terus Manusia membinatangkan Manusia

Terakhir dari tulisan saya ini, Saya mengajak Saudara2ku Se-Indonesia Raya. Mari bersama kita kompak, serentak mulai detik ini hentikan dan jauhi sebutan2 Binatang untuk membinatangkan Manusia. Terkait kepemimpinan, kita soroti kinerjanya tampa sebut Binatang. Pro dan Kontra itu bagian dari fenomena yang realitas dan mari kita bangun perbedaan dengan kondusif. Sekali lagi, stop! Manusia membinatangkan Manusia.

Continue Reading

Trending