Connect with us

Sosial

5 Tuntutan FWJ ke Pemprov DKI di Masa Pandemi Corona dan PSBB

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Ratusan jurnalis yang mengatasnamakan dirinya Forum Wartawan Jakarta (FWJ) turun kejalan untuk suarakan aspirasinya. Kedatangan kelompok wartawan secara spontan menggelar aksinya dengan membentangkan spanduk dan tulisan-tulisan protes keras atas kinerja Pemprov DKI dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai progran pencegahan wabah covid-19 dinilai amburadul.

“Kami mendukung apa yang telah ditetapkan pemerintah, namun kami kecewa atas sistemnya yang tak jelas. “Ucap Penasehat Forum Wartawan Jakarta (FWJ), Lemens Kodongan, di depan Balaikota Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2020) siang.

Ia mengkritisi sistem pendataan penerima bantuan paket sembako yang dijanjikan Gubernur DKI Jakarta tidak sesuai dengan ucapan Anies Baswedan. Bahkan Lemens menilai ada kekeliruan dan bersumber pada sistem maupun SDM dari jajaran Pemprov DKI yang kurang mumpuni.

“Warga DKI yang terdampak semua menunggu realisasi yang dijanjikan Anies, tapi faktanya tidak sesuai. “Kritik Lemens.

Dalam penerapan PSBB guna mencegah penyebaran virus corona yang digaungkan pemerintah untuk tetap dirumah akan membuat rakyat kelaparan. Pasalnya, rakyat disuguhkan banyak aturan dan janji-janji pemerintah yang berbanding berbalik 180 derajat.

“Faktanya kan memang seperti itu. Kami sebagai pengawas kebijakan anggaran pemerintah, sekaligus kontrol sosial publik sangat kecewa dengan ketidakjelasan pembagian paket sembako ke warga DKI. Kita bisa hitung pakai logika saja bahwa 70% warga DKI sudah diambang kepanikan akibat tidak adanya sistem yang baik. “Ulasnya.

Permasalahan aturan PSBB berlaku untuk semuanya, termasuk profesi wartawan, namun sangat disayangkan Pemprov DKI terkesan tak peduli dan terlihat adanya indikasi pembiaran atas surat yang dikirim FWJ untuk bantuan kepada 120 media dan 300 wartawan yang ada di Forum Wartawan Jakarta (FWJ).

“Itu namanya diskriminasi, karena kami yakin adanya oknum dari pemprov DKI sendiri yang menjegal surat kami sehingga tak mendapatkan disposisi pak Gubernur. Jika itu terjadi, maka bisa kami katakan oknum itu telah melanggar HAM berat. “Tegas Lemens.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Esa Tjatur Setiawan selepas orasi di depan balaikota Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2020). Ia menyayangkan Gubernur Anies Baswedan tidak mendengarkan jeritan warganya. “Anies terkesan tak melihat warganya secara langsung dilapangan, dia hanya menerima laporan-laporan dari para pembisiknya, padahal dilapangan terdengar dan terlihat warganya hampir terkapar. “Cecer Esa.

Dengan peristiwa itu, melalui Forum Wartawan Jakarta menawarkan solusi terbaik. FWJ menawarkan dibentuknya Hotline call centre diluar dari instansi pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Karena ia menilai dengan sistem yang dibangun FWJ akan membantu Pemprov DKI Jakarta dalam hal pendataan penerima bantuan dan data berapa banyak warga yang tak menerima. Sistem itu bekerja update per 6 jam sekali dengan hasil input setiap RT, RW dan kelurahan. “Urainya.

Ia juga menambahkan, selain pendataan yang akan dilakukan FWJ dilapangan, pihaknya membuka pengaduan secara online dan langsung diterima serta direport, “selama ini kan hotline hanya ada di Dinsos, dan warga mengeluhkan karena pengaduan warga terkesan dibiarkan dan diabaikan. Bahkan untuk masuk ke sistemnya saja susah. “Sindir Esa.

Sementara Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Mustofa Hadi Karya yang biasa disapa Opan ini membenarkan adanya aksi serentak dan dadakan tanpa adanya komando khusus. “Ini aksi dadakan loh atas banyaknya laporan masyarakat ke kami. Selain dari temen-teman wartawan dilapangan, kami juga menerima banyak pengaduan warga soal tak meratanya subsidi pembagian paket sembako yang dijanjikan pak Anies. “Terang Opan.

Opan juga merinci adanya lima (5) tuntutan Forum Wartawan Jakarta atas aksi damainya di depan balaikota Jakarta Pusat. Menurutnya tuntutan itu juga mengarah pada sistem pendataan dan tidak adanya perhatian Pemprov DKI terhadap para wartawan diluar lingkup pokja balaikota.

“Tuntutan kami itu simple ajah, yakni:

1). Kami Wartawan Bukan Musuh Pemprov DKI, Jangan Pentingkan Diri Sendri, Ingat Kita Senasib;

2). Singkirkan Naufal dan para Pembisik Busuk Gubernur DKI Jakarta;

3). Wartawan Juga Manusia, dan Layak Diperhatikan;

4). Diskriminasi terhadap Para Wartawan adalah pelanggaran HAM berat;

5). FWJ Tawarkan Hotline Call Centre sebagai Solusi penerapan PSBB cegah Covid-19 untuk warga DKI Jakarta.

Sebelumnya dikabarkan aksi damai tersebut dihadiri kurang lebih 100 lebih wartawan dari perwakilan 160 media yang tergabung dalam FWJ,

Dalam orasinya Opan mempertegas bahwa seluruh rakyat Indonesia sedang menangis menghadapi wabah Covid-19 yang sangat mematikan, selaku garda terdepan, para jurnalis juga manusia, karena ini adalah bencana nasional, janganlah dipandang sebelah mata. “Pungkas Opan. (Amhar)

Continue Reading

Sosial

Gandeng FWJ, Asprindo Distribusikan Bansos Kemensos RI Ke Insan Pers

Published

on

By

 

JanoerKoening, Jakarta – Gebrakan Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) kembali menggema. Kali ini, Asprindo mendapat kepercayaan Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos RI sebagai wadah yang dianggap mampu mendistribusikan bantuan sosial sebanyak 1.700 paket.

Paket bantuan sosial Kementerian Sosial RI telah di lakukan pendistribusiannya melalui sistematis per zona, yakni bagi para anggota Asprindo se Jabodetabek, maupun warga yang terdampak wabah virus corona (covid-19) serta para insan pers.

Ketua Umum Asprindo, Jose Rijal mengatakan sejauh ini Kemensos RI telah memberikan kepercayaannya kepada Asprindo. Sebagai interpretasi inilah Asprindo menggandeng Forum Wartawan Jakarta (FWJ) sebagai satu bagian pendistribusian kepada 160 wartawan.

Target yang kami bidik para anggota Asprindo, warga yang terdampak corona dan teman-teman profesi wartawan, tambahnya.

“Kami meyakini FWJ satu-satunya Forum Wartawan yang mampu membangun kepercayaan, setidaknya sejak masuknya PSBB yang dilakukan pemerintah, FWJ telah berhasil mendistribusikan banyak paket bantuan sosial, dan Asprindo sendiri melihat FWJ memiliki solidaritas yang kuat,” Ucap Jose saat menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada FWJ di Gedung Joeang 45 Jakarta, Selasa (9/6/2020) sore.

Menurut Jose, selain kontrol sosial, FWJ juga mampu menjalankan fungsinya membangun kemandirian dan berperan aktif dalam menyikapi permasalahan dampak covid-19.

“Hal seperti inilah yang harus di dukung. Kami yakin Forum Wartawan Jakarta dibawah kepemimpinan Mustofa Hadi Karya (Opan), akan menjadi sebuah Forum yang berdiri tegak sebagai pemegang amanah,” Jose menambahkan.

Hal yang sama juga diutarakan Sekretariat Jenderal yang mewakili Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos RI, Lucky Prakoso di gedung Joeang 45, Jakarta. Ia percaya bahwa Asprindo menggandeng FWJ akan menjadi kepanjangan tangan Kementerian Sosial RI guna mendistribusikan bantuan sosial.

“Saya atas nama Kementerian Sosial RI yang mewakili Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos mengucapkan trimakasih dan apresiasi tinggi untuk Asprindo dan FWJ, kedepannya hubungan ini kita berharap akan selalu terjaga dengan baik,” Kata Lucky.

Ia menambahkan, kepercayaan Kemensos RI terhadap Asprindo dan Forum Wartawan Jakarta (FWJ) dalam pendistribusian paket bantuan sosial dinilai berhasil dengan baik.

Apresiasi yang sama juga dikatakan dewan penasehat Forum Wartawan Jakarta, Lemens Kodongan ketika menerima bantuan sosial untuk 160 wartawan yang hadir di gedung Joeang 45 Jakarta. Terjaganya komunikasi yang baik, akan menjaga humanitas kami dengan semua pihak, terkhusus dengan Asprindo dan Kemensos RI.

“Kita berharap kedepannya bukan hanya pendistribusian paket sembako, akan tetapi ada banyak hal yang mungkin bisa dikerjakan Forum Wartawan Jakarta guna mensosialisasikan berbagai program-program Kemensos,” tutup Lemens.

Penyerahan paket bantuan sosial tersebut dibuka oleh seorang Public Relation Rica Natasha yang dihadiri oleh Ketua Asprindo DKI Jakarta beserta jajarannya, tim Kemensos RI, Ketua umum Forum Wartawan Jakarta beserta para pengurus hariannya, serta ratusan wartawan yang tergabung di FWJ. (Amhar)

Continue Reading

Sosial

Bersama POLRI JNMI Bagikan Sembako untuk Masyarakat yang Terkena Dampak Covid-19

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Ditengah mewabahnya Covid-19, sejumlah kalangan tergerak turun membantu meringankan beban masyarakat. Salah satunya adalah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jaringan Nasional Mahasiswa Indonesia (JNMI) Bersama POLRI

Bakti sosial yang mengusung tema “Ramadhan Berbagi Sehat Tanpa Covid 19″ ini dilakukan, untuk membantu meringankan masyarakat kecil yang ekonominya terdampak akibat pandemi Covid-19 dan Yatim Piatu Terlebih sejak adanya imbauan untuk tetap di rumah saja, membuat sejumlah pekerja harian mengalami penurunan pendapatan.

“Kegiatan ini merupakan wujud Gotong Royong Kami JNMI dan POLRI untuk meringankan masyarakat dari dampak sosial Covid-19. Ratusan Paket Sembako dibagikan kepada masyarakat, Dengan sembako tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat untuk tetap bisa mengonsumsi makanan dengan baik di tengah pandemi ini dan Menjelang Lebaran” ujar Ketua DPP JNMI Egi Hendrawan, Rabu (20/5/2020)

Selanjutnya Egi mengatakan
“Kami juga menyosialisasikan penggunaan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak pada saat beraktivitas ditengah-tengah masyarakat, Mudah-mudahan Covid-19 cepat berakhir, kita bersama-sama harus mentaati aturan pemerintah, dan ikut menyosialisasikan kepada masyarakat agar penyebaran tidak meluas.”

Sementara Perwakilan Dari Polri Yaitu Akp Iqbal Selaku Sespri Kabareskrim Polri juga BNPT Mennyampaikan “Agar Masyarakat dapat mematuhi protokol pencegahan Covid-19 dan semoga bantuan Ini bermanfaat untuk masyarakat” tutupnya (Amhar)

Continue Reading

Sosial

Pemerintah Apresiasi Kerja Kongkrit SOKSI Melawan COVID-19

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria atas nama Pemerintah menyampaikan terima kasih atas kerja kongkrit SOKSI sebagai Ormas Pertama yang hadir ditengah masyarakat dalam melawan penyebaran Covid 19.

“Dalam mengatasi penyebaran pandemi virus ini, Pemerintah meminta dukungan seluruh masyarakat, karena tanpa kepatuhan serta kedisiplinan maka pandemi ini tidak akan pernah berakhir,” kata Riza Patria (8/5).

Saya salut dengan SOKSI yang benar-benar menunjukkan kematangan dan kedewasaan sesuai umurnya yang sudah 60 tahun sekarang ini.

“Juga mengapresiasi hadirnya SOKSI ditengah masyarakat yang membutuhkan perhatian dan sentuhan karena tragedi bencana ini berdampak luas bukan saja aspek ekonomi namun sampai menyentuh aspek psikologis personal. Rasa empati dan kepedulian sangat dibutuhkan masyarakat kita,” ungkap Riza Patria.

Sekanjutnya, Wakil Gubernur DKI atas nama Pemerintah mengharapkan SOKSI untuk terus hadir ditengah masyarakat, menunjukkan peran dan kiprahnya yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa dan percepatan kemajuan negara.

Menutnya, kader-kader SOKSI yang handal tersebar di banyak posisi, baik di pemerintahan, legislatif maupun yudikatif dan itu sudah bukan rahasia umum.

“Karena itu, tidak heran jika SOKSI menjadi Ormas yang unggul dan memiliki peran yang tidak bisa dibilang sedikit untuk negeri ini,” ujar WaGub DKI dalam sambutannya di acara Doa untuk Bangsa dan SOKSI Peduli yang merupakan rangkaian HUT SOKSI ke 60 di kediaman Alm. Prof Suhardiman pada tanggal 8 Mei 2020 kemarin.

Ahmadi Nur Supit, Wakil Ketua Umum SOKSI menyampaikan apresiasi dan rasa bangga terhadap ratusan warga masyarakat sekitar kediaman (Alm) Prof Suhardiman, Pendiri SOKSI, yang antusias mengikuti Rapid Test dan Pemberian Vitamin C yang diadakan ormas SOKSI sebagai rangkaian HUT SOKSI ke 60 pada Jum’at, 8 Mei 2020 kemarin, di Kramat Batu Cipete, Jakarta Selatan.

Dia tambahkan, dalam situasi bencana Covid19 ini, kePancasila an kita di uji. Percaya bahwa bencana adalah ketetapanNYA, rasa empati atas kesulitan yang menimpa masyarakat kita, persatuan dan kesatuan serta kegotongroyongan, termasuk mengedepankan prinsip keadilan dalam kesetaraan.

“Implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari pun dapat kita lakukan dalam situasi bencana ini, itu alasan SOKSI hadir bersama masyarakat untuk bersama-sama memerangi pandemi Covid 19 agar masyarakat bisa segera beraktivitas normal kembali,” ujar mantan Ketua Banggar DPR-RI periode lalu ini.

Sementara itu, Bambang Soestyo, Ketua MPR-RI yang juga Wakil Ketua Umum SOKSI yang turut hadir mengingatkan masyarakat untuk tidak memperlakukan orang yang terkena virus sebagai musuh apalagi sampai dikucilkan dari masyarakat.

“Kita justru harus berempati terhadap korban bencana, karena disinilah nilai-nilai kemanusiaan kita yang sesungguhnya,” tegas Bamsoet.

Sekanjutnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyampaikan pentingnya kerjasama yang baik antara Pemerintah, Swasta, Akademisi dan Masyarakat agar persoalan bangsa yang masih berlangsung di depan mata ini tidak berlarut-larut.

“Tanpa kerjasama yang baik dari seluruh pihak dan elemen masyarakat, maka persoalan virus ini tidak akan pernah selesai atau sulit diputus mata rantainya,” Pungkas BamSoet.

Turut hadir dalam acara ini, putra biologis pendiri SOKSI, yg juga Plt Ketum SOKSI, Bobby Suhardiman; Dewan Pembina SOKSI, Prof Thomas Suyatno; Anggota DPR RI, Andi Ahmad Dara dll; serta perwakilan Depinas, Lembaga Konsentrasi, Depidar, dan Depicab SOKSI.

Selain itu hadir pula Jurnalis, kader dan simpatisan SOKSI dan warga setempat yang bermaksud mengikuti Doa untuk Bangsa sekaligus Rapid Test dan stimulan Vitamin C untuk kekebalan tubuh dengan tetap memperhatikan protokol Covid 19 physical distancing.

Dalam kegiatan ini SOKSI melakukan Rapid Test kepada Kader dari Depinas, Depidar, Depicab dan Lembaga Konsentrasi SOKSI, simpatisan SOKSI, Jurnalis dan Warga Setempat, sekaligus membagikan ratusan paket sembako kepada kader, jurnalis dan masyarakat yang terdampak secara langsung dari bencana Covid19 ini. (Amhar)

Continue Reading

Trending