Connect with us

Sosial

Dampak COVID-19, Seorang Warga Mati Kelaparan Tidak Tersentuh Bantuan

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Situasi dunia kini semakin mencekam dan terus memburuk karena adanya wabah virus corona (covid-19), dan tentu juga di Indonesia.

Saat ini situasi Indonesia makin kritis penyebaran terinfeksi virus corona terus bertambah meningkat tidak ada penurunan.

Walaupun ada penurunan dari yang bisa di sembukan itu hanya sebagian kecil, tapi kita lihat adalah tingkat terinfeksi dan kematian meningkat terus dari hari ke hari.

Kondisi ini akan memperparah sektor kehidupan masyarakat kecil atau lemah, karna pemerintah melakukan protap ajuran atau proptap kesehatan lockdown dan atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Di sisi lain kemiskinan meningkat karna semua mata pencaharian hilang dan terjadi PHK besar-besaran,” demikian diungkapkan Isra A. Sanaky SH., MH., Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Badan Komunikasi Nasional Desa Se-Indonesia (DPN-BKNDI),

Lebih lanjut Isra mengatakan, walaupun Peraturan pemerintah tetap berjalan akan tetapi aspek kehidupan masyarakat makin terburuk karna meraka tidak bisa makan dan menahan kelaparan.

“Yang menyedihkan, Pemerintah telah menyalurkan bantuan sampai saat ini banyak bantuan yang tidak sesuai arahan sehingga banyak penyimpangan di lapangan” ujar Isra, Rabu (22/4/2020).

Isra yang juga adalah Bendahara umum DPP forum Santri Indonesia (FSI) KH. Ma’ruf Amin juga mengungkapkan, bahwa bantuan juga hanya bersifat di daerah tertentu, sedangkan daerah lainnya tidak dapat atau tidak terjangkau.

“Akibatnya banyak warga dan atau masyarakat yang tidak tersentuh bantuan dan bahkan sudah ada yang mati karna kelaparan di Tanggerang-Banten,” sebut Isra.

Para perantau, mahasiswa dan lembaga-lembaga sosial kini makin memperhatinkan lagi, hampir semua di panti-panti asuhan anak-anak tidak bisa makan lagi.

Karna mereka selama Ini hanya berharap dari donatur yang saat ini semua donatur tidak ada lagi menjatah anak-anak yatim piatu.

Negeri ini sudah terasa kacau balau, persoalan kebutuhan saat ini bagi masyatakat bukan berpikir covid-19 tapi dia berpikir ini makan apa?

Sementara alokasi anggaran yang begitu besar untuk covid-19 sampai saat ini realisasi belum maksimal.

“Tapi malah ada pihak-pihak tertentu justru situasi seperti ini ada yang dijadikan bisnis yang berpeluang korupsi sangat tinggi karna tidak ada pengawasan,” ujar Isra.

Sementara semua di ambil alih pemerintah, masyarakat atau lembaga-lembaga yang lain hanya menjadi penonton saja. “Sampai kapan situasi masyarakat begini terus?” tanya Isra, menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Sosial

Kapan WC Untuk Sopir Angkot Jaklingko?

Published

on

By

Oleh: Suta Widhya SH, 5 September 2021. Penulis adalah Pengamat Sosial

Dinamika Jaklingko di Tanah Abang

Untuk terobosan transportasi di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta DR Anies Baswedan patutlah diancungi jempol. Bayangkan saja, lebih 3 tahun terakhir konsep Jaklingko telah membantu anggota masyarakat yang bekerja naik turun angkutan umum.

Bisa menghemat Rp 10.000 per hari dari Palmerah ke Stasiun Tanabang dengan Angkot Jaklingko merupakan sebuah langkah revolusioner yang diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta kepada 1 orang warga Jakarta.

Bayangkan jika ada 200.000 orang pengguna Jaklingko per hari di Jakarta. Sudah menghemat Rp. 2.000.000.000 uang rumah tangga yang tidak keluar karena jasa Anies Baswedan membangun moda transportasi Jakarta Lingkar Kota (Jaklingko).

Sayangnya, mental para sopir tidak dibenahi oleh Gubernur DKI Jakarta DR.Anies Baswedan. Hingga saat ini tidak ada WC umum yang disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk para sopir angkot Jaklingko.

Akibat yang dirasakan oleh para penumpang yang turun di deretan angkot Jaklingko harus mencium “Aroma Parfum Paris”.

Diperkirakan 99,99 persen sopir angkot lebih lebih memilih kencing di balik kendaraan yang berhenti. Akibatnya, “parfum Paris” yang tidak sedap mengemuka saat penumpang berjalan ke arah Stasiun Tanabang atau menuju Halte Transjakarta yang berada di urutan depan sekali atau berjalan sekitar seratusan meter lagi.

Kemana dana yang keluar untuk membangun mental anak bangsa dengan “Perubahan Cepat Mentalnya”? Andai saja ada audit yang benar, pasti ditemukan kebohongan baru yang tidak masuk kategori hoax tulisan ini.

Continue Reading

Sosial

Serentak! 20 Mobil Sebar Masker Untuk Masyarakat Jakarta

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarya – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memasifkan pembagian masker kepada masyarakat melalui ‘Gerakan Mobil Masker Untuk Masyarakat’.

Adapun gerakan ini dimaksudkan agar program pemerintah meningkatkan disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan khususnya memakai masker bisa dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat.

Selama ini, untuk masyarakat khususnya golongan ekonomi lemah, memakai masker memiliki implikasi kewajiban untuk membeli masker yang mungkin menjadi hal yang memberatkan.

Untuk menanggulangi hal ini, BNPB akan memasifkan pembagian masker gratis khususnya di titik-titik aktifitas masyarakat seperti pasar, tempat ibadah dan lain-lain.

Untuk gelar pertama, kegiatan ini akan dilakukan di wilayah Ibu Kota Jakarta selama tiga hari mulai Kamis (12/8) hingga Sabtu (14/8). Selanjutnya kegiatan ini akan diteruskan di provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Dari halaman gedung IS Plaza di bilangan Pramuka, Jakarta Timur, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito melepas keberangkatan Mobil Makser BNPB beserta para rombongan secara simbolis dengan mengangkat bendera.

“Dengan membaca bacaan basmalah, saya lepas mobil rombongan masker BNPB. Bismillahirrohmannirrohim,” ucap Ganip.

Sebanyak 20 armada Mobil Masker BNPB dan kurang lebih 60 anggota relawan dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, kemudian menuju ke sejumlah lokasi yang telah ditentukan.

Sesuai rencana, tim-tim yang bertugas bersama Mobil Masker BNPB tersebut akan menyasar ke beberapa titik lokasi yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Sasaran pembagian masker ini mengarah ke beberapa tempat aktivitas masyarakat seperti pasar tradisional, pedagang kaki lima, terminal dan stasiun.

Melalui kegiatan Mobil Masker BNPB tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih patuh dan disiplin protokol kesehatan, meliputi kesadaran untuk selalu meningkatkan disiplin memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. (Amhar)

Continue Reading

Sosial

BNPB terima bantuan 5 unit Ambulans dari Grup Astra

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima bantuan 5 unit Ambulans dari Grup Astra, yang diinisiasi oleh PT Astra International Tbk, PT Asuransi Astra Buana, dan PT Toyota Astra Motor.

Pemberian bantuan ini diserahkan oleh Direktur Astra International Tbk Gita Tiffani Boer melalui daring. Penyerahan bantuan ini diterima oleh Kepala BNPB sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito di Gedung Graha BNPB melalui Presiden Direktur Asuransi Astra Rudy Chen, Jakarta Timur, Minggu (8/8).

Bantuan ini merupakan bentuk nyata para pihak terutama dunia usaha untuk ikut serta dalam upaya penanganan Covid-19. Dapat dilihat bahwa peran elemen konsep Pentahelix dapat bersinergi dan kolaborasi secara baik, demi tercapainya percepatan penanganan pandemi di tanah air.

Dalam sambutannya, Ganip menyampaikan apresiasi kepada PT Astra International Tbk atas perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap penanganan Covid-19 di tanah air.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT Astra International Tbk, atas perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap penanganan Covid-19 di tanah air,” kata Ganip.

Menurut Ganip, kecepatan penanganan pasien juga merupakan hal yang perlu ditingkatkan. Terkait dengan kecepatan penanganan pasien ini, keberadaan dan fungsi ambulans sangat penting. Terlebih lagi, ambulans juga digunakan sebagai penyambung moda transportasi bagi pasien yang mengalami kondisi memburuk ketika sedang melakukan isolasi mandiri.

“Hal ini sangat penting, agar kita dapat memastikan bahwa mereka yang melakukan isolasi mandiri terpantau kesehatannya, jika terjadi pemburukan bisa segera ditangani oleh fasilitas kesehatan terdekat sesuai dengan tingkat gejala yang dialami,” kata Ganip.

Menurut hasil peninjauan dilapangan, Ganip menyampaikan diantara kendala yang dihadapi oleh masyarakat yang isoman maupun yang isolasi di tempat isolasi terpusat yaitu kurangnya sarana ambulans sebagai moda transportasi para pasien yang memerlukan dukungan transportasi ketika memerlukan penanganan darurat. Direncanakan bantuan ambulans ini akan dialokasikan bagi tempat isolasi terpusat yang berada di Jakarta, Solo dan Yogyakarta. (Amhar)

Continue Reading

Trending