Connect with us

Lifestyle

CORONA, PUSAT VS PEMDA

Published

on

Ditulis: Kamis, 9 April 2020

Oleh : Fuad Bawazier

Sejak awal ada issue Virus Corona, Pemerintah Pusat terkesan menganggap enteng wabah ini dan acap kali menjadikannya candaan. Mulai canda nasi kucing, mobil corona, izin masuknya sulit, orang kita kebal virus dll.

Bukannya Pemerintah mempersiapkan diri untuk menangkal wabah, tetapi aneh justru sibuk menangkal turunnya wisata. Benar-benar tidak nyambung.

Alat alat medis seperti masker dan Alat Pelindung Diri (APD) buru-buru diekspor ke China sebagai peluang bisnis. Ini karena tidak ada kemampuan mengantisipasi keadaan. Walhasil Pemerintah Pusat gigih menyangkal virus corona telah masuk ke Indonesia.

Padahal negara-negara lain meresponsnya serius dan mulai ambil ancang-ancang. Sikap Pemerintah Pusat ini nampaknya mengherankan dan mengecewakan komunitas internasional.

Singkat cerita, internasional kurang mempercayai data Indonesia tentang Covid-19, bahkan sampai kini kita di anggap underreporting. Mungkin tidak sengaja menyembunyikan datanya tetapi memang tidak mampu mendata dengan baik.

Pemda-Pemda mulai gelisah menghadapi wabah Corona. Sebagian menunjukkan sikap tidak puas terhadap respon Pemerintah Pusat, dan bahkan mereka berjalan sendiri.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sejak awal mempunyai penilaian yang juga berbeda dalam menyikapi wabah Covid-19 ini. Beliau amat serius dan berwawasan internasional. Komunitas internasional memberikan penilaian positif terhadap sikap Gub DKI.

Celakanya banyak yang mendukung maupun yang ketakutan bahwa Anies Baswedan ini potensial bakal menjadi Capres 2024, sehingga apapun yang disikapi dan diperbuat Anies di politisir. Kelompok yang ketakutan tadi langsung menyerang membabi buta apapun yang dijalankan Gub DKI.

Meskipun banyak kendalanya, Gubernur DKI praktis atau de facto telah menjadi leader dlm penanganan Virus Corona di Indonesia.

Anies terus berusaha untuk semaksimal mungkin menggunakan kewenangan yang ada padanya untuk melindungi masyarakat DKI, meski sering “digembosi” oleh kebijakan Pemerintah Pusat. Terasa sekali ada nuansa persaingan atau permusuhan terhadap Anies.

Kebijakan-kebijakan Gubernur DKI dalam menghadapi wabah Covid-19 semakin menginspirasi Pemda-pemda yang lain. Bahkan to some extent diikuti pula oleh Pemerintah Pusat yang maju mundur menyerahkan urusan Covid-19 ini kepada masing masing Pemda.

Pemerintah Pusat selama ini terkesan lamban, inkonsisten dan berantakan dalam merumuskan kordinasi di pusat sendiri maupun dengan pemda. Pemda-Pemda semakin tidak sabar dan nekad berjalan sendiri tanpa izin Pusat.

Pusat mulai kehilangan wibawanya. Intinya ada tarik ulur Pusat dan Daerah, semacam perebutan wewenang dan adu kekuasaan.

Memang ada yang menduga bahwa ini adalah taktik atau kesempatan bagi Pemerintah Pusat untuk cuci tangan atau berkelit daripada gagal dan menerima kecaman atau cemooh dari masyarakat dan luar negeri. Lebih lebih banyak spekulasi terutama yang datang dari luar negeri bahwa Indonesia akan menghadapi keadaan yang serius dalam wabah ini.

Sementara langkah Guburnur DKI yang serius dan konsisten semakin menuai pujian dari kalangan diplomat asing dan komunitas internasional. Ditengah tekanan itu, Gub DKI semaksimal mungkin menggunakan kewenangan yang dipunyainya untuk mengutamakan keselamatan nyawa warga DKI dari Covid-19, bukan membangun pencitraan.

Mirip dengan taktiknya ketika menghadapi penyetopan Reklamasi Teluk Jakarta. Dia sabar dan berpengalaman menghadapi semua gangguan, rongrongan dan tekanan. Jadi ini bukan percobaannya yang pertama kali, meski jauh lebih berat. Karena itu kita semua wajib mendukung PSBB yang ditetapkan Gub DKI berlaku mulai Jumat 10 April 2020.

Bagi yang mampu menolong tetangganya yang kurang mampu. Last but not least, semua pejabat tanpa terkecuali, harus ingat bahwa menandatangani peraturan atau keputusan adalah mudah, tapi janganlah merasa itu sudah selesai dan membebaskan dirinya dari tanggung jawab.

Sebab itu barulah permulaan. Yang penting adalah realisasinya. Jangan hanya PHP. Bantuan harus Mencapai sasaran dengan cepat dan tanpa korupsi. Rakyat minta bukti bukan janji. Kenyataan bukan pencitraan.

Continue Reading

Lifestyle

Adaptasi Bencana, Istiqlal Launching IDMC

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Merespon Masjid untuk beradaptasi dengan lingkungan dan kebencanaan, hari ini bertempat di ruang VIP Masjid Istiqlal Jakarta, Jum’at 26 Februari 2021, telah berlangsung Launching Istiqlal Disaster Management Center (IDMC).

Hadir dalam kesempatan launching IDMC tersebut Kepala BNPB/Ketua Satgas Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo yang dengan rasa senangnya, menyaksikan peresmian Istiqlal Disaster Management Center.

Doni sering mengatakan, utamanya saat berbicara di hadapan umat Islam, bahwa kewajiban kita tidak hanya menjaga hubungan baik dengan Allah dan sesama manusia, tetapi juga dengan alam.

“Karenanya, konteks kalimat dalam bahasa Arab pun menjadi, hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal ‘alam,” imbuh Doni.

Lebih lanjut Doni mengungkapkan, Hablum minal ‘alam, maknanya juga memakmurkan lingkungan hidup. Dalam konteks kebencanaan alam, hal paling utama justru bukan pada penanganan pasca bencana atau masa tanggap darurat, tetapi justru pada faktor mitigasi. Faktor pencegahan.

“Semakin kita memakmurkan lingkungan, semakin alam bersahabat dengan kita. Kita jaga alam, alam jaga kita,” papar Doni Monardo.

Sebelumnya, Imam Besar Nasaruddin Umar telah memaparkan peran dan fungsi Masjid dikaitkan dengan kebencanaan. Atas paparan Nasaruddin Umar, Doni pun langsung menyambut dan mengaitkannya dalam tataran aplikatif di lapangan.

“Jika ajaran hablum minallah dan hablum minannas sudah sering disampaikan para ustadz pada da’i, maka kiranya ke depan, bisa ditambakan satu pesan Islami yang lain, yakni hablum minal ‘alam,” pungkas Doni.

Selain Doni Munardo, hadir juga sebagai narasumber Launching IDMC yakni Alumni Jepang, Wilson Lalengke, Spd, M.Sc, MA. Kepada media terkait kebencanaan Ia mengatakan, Kita selama ini baik dari pemerintah maupun akademisi, bicaranya selalu di atas awan-awan tentang kebencanaan.

“Terkesan seakan-akan menakutkan, memang sesuatu yang menakutkan karena itukan mengancam jiwa kita, tapi kan kita tidak bisa mengelak dari situ,” ungkap Wilson.

Intinya, lanjut Wilson bagaimana caranya kita mengelola diri kita sendiri menghadapi bencana dan kita menempatkan diri dalam sebuah alam lingkungan.

“Kalau kita tidak tertib, tidak disiplin dan tidak berusaha untuk menjaga lingkungan, artinya kita tidak menjaga hati, kita terlalu serakah mengambil hasil hutan, membabat hutan serta mengambil kekayaan alam,” urainya.

Oleh karna itu kata Wilson, adanya Masjid Istiqlal bisa menjadi tempat untuk mengedukasi publik terhadap generasi kita, mungkin kita tidak mampu mengatasi bencana saat ini, tapi generasi muda kita ke depan akan lebih mampu untuk itu.

“Didiklah anak-anak untuk mengikuti pola pola penanganan bencana seperti apa yang dilakukan oleh masyarakat Jepang,” tandasnya.

Dan yang penting, Semuanya harus dimulai dari diri kita seperti orang Jepang anak-anak dari umur 2 tahun sudah diajarin menaruh sandal, sepatu dan menyimpan barang pada tempatnya, “tutup” Wilson. (Amhar)

Continue Reading

Lifestyle

Junaedi Salat Meninggal, Evry Joe: Saya Terkenang Perannya Di Film Ali Topan Anak Jalanan

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Atas meninggalnya Aktor Junaeidi Salat, Ketua Humas PARFI Evry Joe mengungkapkan, terkenang peran Ali Topan di Film Ali Topan Anak Jalanan

Adanya kabar duka ini, Evry Joe ikut kehilangan Junaedi Salat, aktor gaek yang meninggal dunia di RS PGI Cikini, Jakarta Pusat, pada hari Senin (18/1/2021) malam.

Dilansir dari WARTAKOTALIVE.COM, Evry Joe ikut kehilangan Junaedi Salat, aktor gaek yang populer lewat peran Ali Topan di film Ali Topan Anak Jalanan (1977).

Evry Joe, aktor dan produser film yang kini menjadi Ketua Humas PARFI, ikut berduka saat mendengar kabar duka meninggalnya Junaedi Salat.

“Selamat jalan sang aktor besar Indonesia Junaedi Salat, legenda dunia perfilman Indonesia,” ucap Evry Joe berbincang bersama Wartakotalive.com, Selasa (19/1/2021).

Mendiang Junaedi Salat populer di era kejayaan perfilman nasional pada tahun 1970 hingga 1980-an.

Salah satu peran yang melambungkan nama Junaedi Salat adalah Ali Topan di film Ali Topan Anak Jalanan.

“Kepopuleran film Ali Topan Anak Jalanan itu tidak akan lekang di makan waktu,” kata Evry Joe.

Seingat Evry Joe, hampir semua anak muda Indonesia di jaman itu mengandurungi film pop tersebut.

Lagu Anak Jalanan Kota Metropolitan yang menjadi soundtrack film Ali Topan Anak Jalanan tetap enak dinyanyikan hingga di era melenial.

Lagu Anak Jalanan Kota Metropolitan dipopulerkan almarhum Chrisye dan dinyanyikan ulang Sandhy Sondoro di masa sekarang.

“Saya bangga dengan para senior perfilman tempoe doeloe, dengan keterbatasan teknologi, mereka bisa melahirkan karya besar yang selalu dikenang,” ujar Evry Joe.

Ia kagum ke para pendahulu yang telah memelopori bangkitnya perfilman Indonesia, seperti yang dilakukan Junaedi Salat.

“Kita tidak akan pernah ada tanpa mereka. Perfilman Indonesia tidak akan pernah jaya tanpa perjuangan dan karya-karya besar mereka,” ungkap Evry Joe.

Junaedi Salat meninggal dunia disela menjalani perawatan di RS PGI Cikini, Jakarta Pusat, Senin (18/1/2021) malam. (Amhar)

Continue Reading

Lifestyle

Salah Satu Penerima Anugerah Time Indonesia 2020 adalah Kang Agun!

Published

on

By

JanoerKoening, Bandung – Anugerah TIMES Indonesia (ATI) tahun 2020 ini telah memasuki tahun kedua. Tahun ini ATI 2020 mengangkat tema “Nasionalisme dan Kepedulian di Tengah Pandemi Covid-19”.

Adanya tema ini berkaitan pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu telah memberi dampak yang luar biasa bagi bangsa ini. Sektor ekonomi, politik, sosial, budaya, dan nasionalisme terdampak hebat oleh pandemi ini.

Dampak yang demikian luar biasa ini lambat laut tetap mampu kita rekatkan dan kuatkan dengan semangat nasionalisme dan kepedulian. Sehingga masyarakat Indonesia tetap bisa berdiri tegak menghadapi badai Covid-19.

Keberadaan daerah-daerah untuk penanganan Covid-19 tentu tidak bisa dianggap remeh. Mereka juga punya peran penting dalam penanggulangan Covid-19 di masing-masing wilayah.

Salah satu Tokoh Daerah penerima Anugerah TIMES Indonesia adalah Agun Gunanjar Sudarsa (AGS), anggota DPR-RI dari Partai Golkar yang biasa di panggil Kang Agun.

Anugerah Time Indonesia memberikan penghargaan kepada Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc. IP., M.Si. (Anggota DPR RI periode 2019-2024) sebagai Tokoh Positive News Maker Priangan Timur 2020.

Kepada media, Selasa 5 Januari 2021, terkait penerima Anugerah Time Indonesia 2020, Kang Agun mengungkapkan rasa Syukur dan Alhamdulillah, segala puji dan kebaikan milik Allah

Kang Agun juga tak lupa mengucapkan Terimakasih pada para sahabat, dan berharap terus berjuang untuk Rakyat, ini kesempatan emas untuk berbuat di saat rakyat terhimpit karena pandemik Covid-19, Ajak semua kerabat dan teman dekat, bersama bekerja dengan penuh semangat.

“Bersama kita pasti bisa, bersatu kita pasti maju, untuk Indonesia adil, makmur, berdaulat, maju dan bersatu. Tiada hari tanpa aktivitas, ‘salamsukses5jari’,” tutup Kang Agun.

Inilah Tokoh-tokoh yang mendapatkan ATI 2020 ini telah melalui berbagai pertimbangan yang matang baik dari redaksi TIMES Indonesia dari biro-biro seluruh Indonesia. Juga melibatkan pandangan beberapa praktisi.

Berikut daftar penerima Anugerah TIMES Indonesia 2020 Provinsi Jawa Barat berdasarkan SK Anugerah TIMES Indonesia Nomor: 005/ATI-2020/TIN/XII/2020.

Anugerah TIMES Indonesia Provinsi Jawa Barat adalah:
Positive News Maker Jawa Barat 2020: Bima Arya, Bupati Bogor

Man of The Year Jawa Barat 2020: Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat

Women of The Year Jawa Barat 2020: Atalia Praratya, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat

Untuk Anugerah TIMES Indonesia Bandung Raya adalah:
Positive News Maker Bandung Raya 2020: HM Dadang Supriatna SIP MSi, Bupati Bandung terpilih

Man of The Year Bandung Raya 2020: Cucun Ahmad Syamsurijal, anggota DPR RI

Special Achievement Award Bandung Raya: Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan

Adapun Anugerah TIMES Indonesia Cirebon Raya adalah:
Positive News Maker Cirebon Raya 2020: Bupati Majalengka Karna Sobahi

Man of The Year Cirebon Raya 2020: Walikota Cirebon Nasrudin Azis

Women of The Year Cirebon Raya 2020: Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati

Kemudian, Anugerah TIMES Indonesia Priangan Timur adalah:
Positive News Maker Priangan Timur 2020: Agun Gunanjar Sudarsa, anggota DPR RI

Man of The Year Priangan Timur 2020 Muhammad Yusuf, Plt Wali Kota Tasikmalaya. (Amhar)

Continue Reading

Trending