Connect with us

Uncategorized

EKSPOR IKAN DITENGAH WABAH COVID-19 DAN KRISIS PANGAN DUNIA

Published

on

Oleh: Rusdianto Samawa, Sabtu (4/4/2020).

Edhy Prabowo bekerja keras untuk meningkat taraf kehidupan masyarakat nelayan. Tentu ekspor ikan pada periode Maret – April 2020 ke Eropa buah kerja kerasnya ditengah pandemi Corona Virus Deseas (Covid-19). Perlu dilihat sebagai faktor penentu pembangunan ekonomi nelayan.

Ditengah wabah Covid-19 ini, Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah dalam mengatasi pandemi Virus Covid-19 dengan cara menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan status kedaruratan kesehatan masyarakat.

Bagi Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP, tentu sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat nelayan. Apalagi ditambah pergerakan nilai tukar dolar AS kembali liar pada perdagangan spot minggu akhir Maret dan awal April. Mata uang rupiah tertekan hebat hingga amblas ke level terdalamnya diangka Rp.16.475 per dolar AS dan berpotensi untuk turun lebih dalam lagi.

Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah memaparkan skenario terburuk dampak virus corona atau covid-19 bagi perekonomian Indonesia adalah ekonomi bisa anjlok hingga minus. Pertumbuhan ekonomi dalam negeri diperkirakan turun ke 2,3% bahkan dalam skenario yang lebih buruk bisa mencapai minus 0,4%. Kondisi yang tidak kondusif akibat Covid-19 ini menyebabkan menurunnya kegiatan perekonomian. Hal ini dikarenakan kesulitan dari sisi pendapatan bagi swasta.

Hal ini pula yang membuat Edhy Prabowo bergerak maju lebih cepat bekerja untuk meningkatkan ekspor ikan ke Eropa dan AS. Terus menggeliatkan ekonomi melalui kinerja ekspor hasil perikanan. Edhy Prabowo ingin kembalikan outlook ekonomi nasional sedikit bertahan ditengah transmisi dari masalah kesehatan dan kemanusiaan menjadi masalah ekonomi.

Walaupun kontribusi ekonomi Kelautan dan Perikanan porsentasenya tidak besar. Namun, suntikan ekspor hasil perikanan bisa sedikit memulihkan keadaan. Bahkan tak mengurangi permintaan ikan laut Indonesia.

Ekspor periode Maret – April 2020 ini membuat Menteri Perikanan dan Kelautan (KKP) Edhy Prabowo tetap optimis. Justru ditengah wabah Covid-19, sejumlah 32.000 Ton hasil perikanan diekspor ke 13 Negara yakni Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Mauritus, Reunion, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam dan Lithuania.

Ekspor terdiri dari 28 komoditas perikanan senilai Rp 194,6 miliar yang berasal dari 36 perusahaan yang dikemas dalam 115 unit kontainer. Rinciannya udang, cumi, sotong, cakalang, kakap merah dan bawal putih. Kemudian, ada pula kepiting kaleng, udang asin, kerapu, marlin, kepiting salju, ikan barakuda dan sebagainya.

Giat ekspor hasil Kelautan dan Perikanan itu ditandai dengan cukupnya sebaran cold storage (ruang penyimpanan dingin) untuk menampung produk-produk perikanan, baik yang dimiliki oleh pemerintah, BUMN maupun swasta. Yang pasti, ekspor Ikan dan hasil laut lainnya, untuk memastikan distribusi pangan ditengah penyebaran virus Corona.

Karena hasil laut seperti ikan, lobster, cumi-cumi, kepiting, siput, kerang, rumput laut dan lainnya menjadi penting sekali untuk memasok nutrisi, karbohidrat dan vitamin kedalam tubuh.

Mudah-mudahan setelah Covid-19, Indonesia jadi negara paling siap menyediakan pangan khususnya di sektor perikanan. Apalagi, rentang waktu 3 bulan mendatang potensi panen udang berkisar 110.000 ton hingga 140.000 ton dari April, Mei dan Juni.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terus menggenjot produksi perikanan meski wabah Covid-19 sedang menyerang imun masyarakat. Produksi harus terus digelorakan karena masyarakat sangat butuh sumber pangan yang bergizi tinggi untuk meningkatkan imunitas. Sudah pasti, pemerintah hadir dalam kondisi Covid-19 saat ini.

Sepanjang tahun ini, pemrintah menargetkan ekspor hasil perikanan laut mencapai US$ 6 miliar atau sekitar Rp 84,5 triliun. Target tersebut lebih besar dibandingkan tahun lalu, US$ 5,5 miliar atau Rp 77,5 triliun. Kinerja ekspor perikanan masih menunjukkan hasil yang baik ditengah pandemi virus corona. Peningkatan produksi juga harus dibarengi kepastian hukum dan regulasi insentif untuk menekan fiskal.

Covid-19 diakui sangat berpengaruh pada struktur usaha industri sektor kelautan dan perikanan sehingga fiskal mengalami defisit. Tentu jelas membutuhkan jaminan pasar, supaya row material ditekan (tidak naik). Untuk meningkatkan ekspor, penting lakukan penyederhanaan prosedur ekspor, sesuai kebijakan fiskal.

Saat ini yang dibutuhkan, manajemen fiskal untuk menjaga kinerja ekspor bisa berjalan efisien. Industri kelautan dan perikanan harus mengacu pada pengelolaan pajak, distribusi dan produksi untuk memperbaiki target ekspor sesuai perencanaan dan mengatur prosedur yang berkaitan dengan ketersediaan sumber bahan baku. Ekspor Kelautan dan Perikanan merupakan pemasukan bagi APBN sehingga pengelolaan fiskal seimbang yang dilakukan ditengah wabah Covid-19.

Tentu adanya kebijakan insentif pada sektor usaha industri kelautan dan perikanan akan berpengaruh pada berkurangnya potensi penerimaan bukan pajak. Karena kedepan sudah pasti adanya pengurangan tarif pajak.

Hal ini memiliki konsekuensi yang tidak jadi dibebankan pada sektor usaha akibat kebijakan memerangi Covid-19. Dengan adanya kebijakan insentif perpajakan dapat lebih terkoordinasi, efisien dan efektif, serta dapat dievaluasi secara berkesinambungan.

Menurut Marta Ruth (2020) bahwa: paket stimulus ekonomi jilid II yang berisi kebijakan fiskal dan nonfiskal, utamanya untuk menopang aktivitas industri. Termasuk dalam paket stimulus fiskal yakni pembebasan pajak penghasilan (PPh) 21 untuk pekerja, penundaan pengenaan PPh Pasal 22 Impor, dan pengurangan PPh Pasal 25 Badan sebesar 30%.

Stimulus tersebut berlaku untuk industri manufaktur selama enam bulan, termasuk sektor kelautan dan perikanan. Sedangkan stimulus non-fiskal berupa penyederhanaan dan pengurangan larangan terbatas ekspor dan impor, percepatan ekspor dan impor untuk eksportir dan importir bereputasi baik, dan terkait pengawasan logistik.

Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen menggenjot nilai ekspor guna pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, KKP menyiapkan berbagai strategi percepatan peningkatan produksi dalam peta jalan industrialisasi hingga 5 (lima) tahun mendatang.

Hal ini untuk memastikan ketersediaan bahan baku dengan kualitas yang terus terjaga baik untuk ekspor maupun memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga ikut berkontribusi memecahkan persoalan wabah Covid-19, dimana masyarakat membutuhkan imunitas melalui pangan yang harus dipastikan baik dikonsumsi.

Penulis: Rusdianto Samawa, Petualang Pesisir Indonesia, Menulis dari Rumah Nelayan Penangkap Benih Lobster Palopo Sulawesi Selatan.

Continue Reading

Uncategorized

Jaga Persatuan, Anies: Forum RT-RW Jakarta Harus Solid dan Tidak Terpecah

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, memberikan sambutan pada musyawarah besar (mubes) pertama dan ultah kelima Forum RT-RW Jakarta di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu, 13 Juni 2021.

Dalam kesempatan tersebut Anies Baswedan menyapa dengan hangat para pengurus dan para pendiri Forum RT-RW Jakarta. Gelaran acara silaturahmi ini disertai dengan tumpengan

Terdapat tiga arahan yang diberikan oleh pak Anies pada peserta kegiatan ini. Pertama, Forum RT-RW perlu bekerja bersama dalam lawan pandemi. Target jangka pendek adalah vaksinasi kepada 7,5 juta warga Jakarta.

Poin kedua adalah menjaga soliditas, persatuan dan keutuhan forum ketua RT-RW. Gub Anies mengatakan bahwa RT-RW di DKI Jakarta harus solid, kompak dan tidak terpecah. Dalam forum RT RW Persatuan dan Keutuhan adalah harga mati yang harus dipertahankan.

Harapan nya agar dalam Mubes Pertama ini, dapat menyerap aspirasi yang berkembang di dalam acara Mubes maupun yang datang dari aspirasi anggota dan para pendiri Forum RT-RW. Kearifan dan kematangan semua panitia dan pengurus diperlukan dalam menjaga pesen Gub Anies diatas.

Poin terakhir adalah Forum RT-RW harus berkolaborasi dalam membangun kota Jakarta. Jakarta perlu tidak hanya satu, tapi ratusan superhero. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

AHY Ungkapkan Duka Cita Atas Meninggalnya Istri Yasonna

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Istri dari Bapak Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly, Elisye W Ketaren.

Rasa duka cita tersebut disampaikan Ketum Partai Demokrat, AHY secara langsung kepada Yasonna Laoly ketika melayat ke Rumah Duka Santoso RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (11/06/2021).

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam secara langsung kepada Menkumham Bapak Yasonna Laoly di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto atas kepergian Ibu Elisye Widya Ketaren,” ujar Ketum Partai Demokrat AHY.

Tidak lupa pada kesempatan itu juga Ketum AHY mendoakan mendiang Ibu Elisye Widya Ketaren dan Menkumham beserta keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga Ibu Elisye Widya Ketaren diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan Pak Yasonna Laoly beserta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” doa Ketum AHY.

Turut mendampingi Ketum AHY ketika melayat adalah Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Rifky, Bendum Renville Antonio, Kepala BPOKK Herman Khaeron, dan Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat Sigit Raditya. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Rakernas II, Deprindo: Developer Sukses, Jujur Bermartabat.

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Rapat Kerja Nasional II Developer Properti Indonesia (Deprindo) berlangsung di Hotel Oria Jakarta. Rakernas bertema ‘Pemantapan Organisasi dalam rangka mendukung Anggota menjadi developer yang tangguh’ digelar hari jum’at – Sabtu (11-12 Juni 2021).

Ketua Umum DEPRINDO, Suhandi HS mengatakan bahwa Deprindo merupakan asosiasi pengembang perumahan yang diakui oleh Pemerintah melalui Kementrian PUPR.

Dijelaskan Suhandi, Deprindo merupakan Asosiasi Pengembang Perumahan yang lebih melayani segala kebutuhan anggotanya. Disini Kami bangun Sinergy antar anggota dan ada juga Deprindo Academy.

“Ini merupakan bagian dari layanan Deprindo untuk mempermudah anggotanya mengelola proyek serta mengantarkannya menjadi Pengembang Perumahan yang Sukses, Jujur dan Bermartabat,” ujarnya.

Adanya Deprindo ini, kami telah dan akan terus melahirkan enterpreneur-entrepreneur yang tangguh dan berdaya saing di bidang properti. “Serta membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan usaha antar anggota,” pungkas Suhandi HS.

Daniel haposan marbun, Ketua panitia pelaksana acara rakernas developer properti indonesia mengungkapkan, Rakernas II DEPRINDO hari ini di hadiri lebih dari 87 peserta yakni 15 DPW dan 11 DPD dan sisanya pengurus dan anggota dari Seluruh Indonesia.

Ditanya terkait kontribusi pada Pemerintah dan masyarakat, Daniel latakan”Kita pastikan bahwa DEPRINDO bisa berkontribusi baik, khususnya dalam ranah industri properti di tanah air, yakni menyediakan perumahan-perumahan baik yang bersudsidi maupun yang kelas elit,” ujarnya.

Sementara itu, Ario Krestianto perwakilan DPW Jawa Barat kepada media mengatakan, Deprindo Walayah Jawa Barat kami harapkan mempunyai partisipasi khususnya membangun perumahan bersubsidi, dan tentu termasuk perumahan kelas menengah.

Oleh karna itu untuk pengembangan, Deprindo sebagai asosiasi atau kumpulan dari developer maupun calon developer di Jawa Barat harus bersinergi dengan pemerintah daerah khususnya dalam penyediaan lahan

“Mengingat, segmen harga subsidi itu kan tergantung harga tanah. Sedangkan harga subsidi itu sudah ditentukan pemerintah dengan harga maksimal 250 juta per unit rumah,” jelasnya. (Amhar)

Continue Reading

Trending