Connect with us

Uncategorized

Tidak ada yang Salah dengan Kuda, Tapi Manusia tidak Bisa Seperti Kuda

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Dalam menyikapi situasi akhir-akhir ini, dimana dunia yang dilanda pandeni corona, merosotnya pergerakan ekonomi di seluruh negara, melemahnya ekspor, melemahnya nilai tukar rupiah, dan melesunya dunia usaha.

“Hal ini akan berdampak pada terbatasnya lapangan pekerjaan, pengangguran dan kemiskinan,” ungkap Agun Gunandjar Sudarsa, Politikus Senior Golkar dalam releasenya, Jum’at (20/3/2020)

Lebih lanjut Agun katakan, adanya yang terjadi akhir-akhir ini, banyak pihak menyoroti orang lain dengan kacamata kudanya, “tidak ada yang salah dengan Kuda,” kata Agun. Memang untuk mencapai tujuan harus lihat kedepan saja. Namun utk manusia tidak bisa seperti kuda.

Agun menjelaskan, Kita melihat kedepan menuju tujuan, adalah kewajiban, namun harus juga sesekali melihat kebelakang kekiri dan kekanan.

“Janganlah kita menilai dengan kaca mata kuda, tanpa kita tahu apa yang dilakukan dibelakang, di kiri dan kanan. Siapa tahu mereka sudah mengerjakan apa yg kita lihat dan pikirkan ke depan,” ungkapnya.

Bersama kita bisa, bersatu kita maju, bukan lagi saatnya kita berseteru. Bantulah umatmu, keluargamu, bangsamu, negaramu, pemimpinmu dari persoalan ini.

Bertaubatlah, Bekerjalah, Bermohonlah, kepada Allah Swt, Tuhan YME, Penguasa Alam Semesta. Sesungguhnya DIA lah yang menilai dan mengetahui apa yang diperbuat. Maha benar Allah dengan segala firmannya.

Salam lima jari, Agun Gunandjar Sudarsa (AGS), Rumah Cuklik, 20 Maret 2020. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

RUU Cipta Kerja Perlu Di Dukung Secara Luas

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Peneliti Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Indeks), Nanang Sunandar, dalam Konferensi Pers bertajuk “Rancangan Undang Undang Cipta Kerja dan Reformasi Ekosistem Ketenagakerjaan” di Bakul Cocffe Cikini, Jakarta, 13 Marat 2020.

Acara tersebut juga menghadirkan dua panelis lain, yakni Adinda Tenriangke Muchtar, Pemimpin Redaksi Suara Kebebasan, dan Muhammad Rifki Fadilah, Peneliti The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII).

Dalam paparannya Nanang mengatakan, Indonesia akan segera memasuki fase bonus demografi. Ini berarti jumlah angkatan kerja baru akan meningkat secara sangat signifikan, yang menuntut lebih banyak lapangan kerja baru.

“Ancaman meningkatnya angka pengangguran bisa diantisipasi dengan meningkatkan kebebasan ekonomi, yakni dengan menghilangkan kendala-kendala yang selama ini menghambat perkembangan bisnis dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Nanang.

Menurut Nanang, Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja merupakan inisiatif yang layak didukung secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat, karena memuat banyak unsur yang akan meningkatkan Indeks Kebebasan Ekonomi Indonesia, khususnya dalam ekosistem ketenagakerjaan.

Jika nanti RUU Cipta Kerja disahkan menjadi Undang Undang, menurut Nanang “masyarakat akan lebih mudah untuk membuka maupun mengembangkan bisnis dan akan lebih banyak lapangan kerja baru yang tercipta,”.

Unsur lain yang juga selaras dengan kebebasan ekonomi adalah keterbukaan pasar. Suasana yang lebih kompetitif dalam pasar yang lebih terbuka akan mendorong peningkatan produktivitas tenaga kerja dan daya saing ekonomi.

Nanang juga mengatakan bahwa, berdasarkan analisis terhadap data Indeks Kebebasan Ekonomi dan angka pcngangguran di 100 negara sepanjang periode 1980-2008 dalam Laporan Fraser Institute (2010), peningkatan Indeks kebebasan Ekonomi berkorelasi positif dengan berkurangnya angka pengangguran.

“Indonesia sendiri berada pada peringkat ke-56 dalam Indeks Kebebasan Ekonomi 2019 yang dirilis Heritage Foundation,” ungkap Nanang.

Meskipun berstatus bebas moderat dalam Indeks Kebebasan Ekonomi, Indonesia memiliki skor yang tidak memuaskan pada sejumlah indikator, yakni integritas pemerintah dalam variabel supremasi hukum; kebebasan ketenagakerjaan dalam variabel evisiensi regulasi; dan kebebasan berinvestasi dalam variabel keterbukaan pasar.

Karena itu, menurut Nanang, inisiatif RUU Cipta Kerja untuk meningkatkan efisiensi regulasi dan keterbukaan pasar harus dibarengi dengan penguatan indikator kebsbasan ekonomi yang lain, khususnya integritas pemerintah, sehingga dapat secara efektif menggairahkan bisnis dan membuka lapangan kerja baru. (red)

Continue Reading

Uncategorized

IWD 2020: Menuntut Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Diageo Indonesia tahun lalu meluncurkan paternity policy yaitu 26 minggu cuti melahirkan bagi karyawan perempuan den 4 minggu bagi karyawan Iaki-Iaki (parental leave) dengan dibayar penuh. Juga diluncurkan Dignity at Work, yang memastikan setiap orang bekerja bebas dari intimidasi, pelecehan serta prilaku tidak baik lainnya.

Terkait hal itu, “Perlu perhatian banyak pihak termasuk media untuk mendorong agar kesetaraan bagi semua pihak terwujud, bukan mundur,” kata Revolusi Reza, Sekjend AJI Indonesia, Minggu (8/3/2020) di Hongkong Cafe, Jakarta, saat membuka diskusi memperingati International Women’s Day (IWD) 2020 yang diselenggarakan Sekolah Jurnalisme AJI (SJAJI).

Revo menyebut, data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS), lndeks Pemberdayaan Gender dengan alat ukur menempatkan perempuan sebagai tenaga profesional di Indonesia pada tahun 2019 masih berada pada kisaran antara 35 persen hingga 55 persen.

Dalam dunia jurnalistik, ketidaksetaraan juga terjadi. Menurut laporan The International Women’s Media Foundation (The IWMF) dalam laporan Global Report on the Status of Women in the News Media yang dirilis pada tahun 2011, dari 522 perusahaan pers yang mereka teliti di seluruh dunia, jurnalis perempuan yang bekerja full time hanya 33,3 persen.

“Menurut laporan tersebut, posisi sebagai news gathering, reporter dan penulis (editor), juga masih didominasi Iaki-Iaki (64 persen). Sementara perempuan hanya mencapai 36 persen,” ungkap Revo.

Sementara itu upaya membangun kesetaraan di dunia profesional telah dilakukan Diageo Indonesia. Menurut Corporate Relations Director Diageo Indonesia, Dendy A. Borman, penerapan kesetaraan gender merupakan keharusan moral yang dapat berkontribusi bagi kesuksesan organisasi.

“Diageo membangun budaya keberagaman dan inklusi. Salah satu keharusannya adalah penerapan kesetaraan gender. Budaya keberagaman dan inklusi ini merupakan perwujudan dari tujuan Diageo yaitu ‘Celebrating Life Everyday Everywhere’,” ujarnya.

la menambahkan bahwa dengan adanya penerapan kesetaraan gender, karyawan dapat lebih memaksimalkan produktifitas serta inovasi dan perusahaan sekaligus mendapatkan potensi talent yang dapat mendorong kesuksesan bisnis.

Aspek kesetaraan gender diterapkan dalam pengambilan kebijakan dan proses organisasi di Diageo. “Tujuan kami agar karyawan perempuan di Diageo dapat berkembang sesuai potensi dan kapasitasnya sekaligus memiliki kualitas bagi keluarganya,” kata Dendy. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Libatkan 21 Pelukis, “PESONA” Gelar Karya Lukisan Indonesia

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Bertempat di Museum Nasional Indonesia (Lobby Kaca Gedung B), Perkumpulan Seniman Nasional Indonesia (PESONA) mengadakan pameran lukisan bertema “Gelar Karya Lukisan Indonesia”. Pameran akan berlangsung 6 – 19 Maret 2020.

Pameran lukisan bertema kebudayaan Indonesia yang di gagas oleh PESONA ini dibuka oleh Sultan H. Indra Azhir Osman, selaku pecinta seni dan sebagai pelestati budaya, khususnya budaya sumatera barat.

Dalam sambutannya kata sambutan, Sultan H. Indra Azhir Osman menyebut ‘Gelar Karya Lukisan Indonesia’ di diikuti oleh 21 Pelukis dari berbagai aliran/ mazhab dan dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya, Jakarta, Bali, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera dan wilayah Iainnya.

“Pameran lukisan kali ini akan sangat berbeda sekali, karena karya-karya yang akan terwujud semuanya bertemakan Budaya Indonesia,” ujarnya, Jum’at ( 6/3/2020) di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Menurutnya, suatu bangsa yang besar dan maju pasti yang memiliki kultur budaya yang kuat di masyarakatnya dan yang mencintai budayanya dan melestarikannya ke generasi penerus yakni tunas-tunas bangsa.

Selanjutnya, sambutan dari Ketua Penyelenggara Indonesia Art Galery, Arya Simbaru mengatakan, bahwa PESONA ini didirikan dan dibentuk untuk mengakomodir dan mewadahi para seniman untuk dapat menampilkan karya-karya terbaiknya di khalayak umum untuk dapat lagi diapresiasi, dinikmati dan dihargai Iagi.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan kemajemukan kultur budayanya dengan karakteristik yang sangat beragam pastinya. Maka dari itu muncullah tema pameran ini ‘Gelar Karya Lukisan Indonesia’.

“Demikian itu akan sangat menjadi inspirasi, ide dan gagasan yang dapat di torehkan di atas sebuah kanvas, dan akan menjadi suatu karya lukis yang sangat indah dan bermakna bagi penikmatnya,” ucap Simbaru.

Dia tambahkan, bentuk pelestarian budaya, salah satunya yang tanpa kita sadari yakni tetap terus menciptakan ruang-ruang berkesenian untuk tempat budaya-budaya lndonesia agar tetap eksis, terjaga dan dikenal terus oleh generasi penerus bangsa.

“Salah satunya dengan pameran lukisan yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 s.d. 19 Maret 2020 di Museum Nasional Jakarta Indonesia,” tutup Arya Simbaru. (Amhar)

Continue Reading

Trending