Connect with us

Nasional

KAMMI Minta Pemerintah Patuhi MA Terkait Pembatalan Kenaikan BPJS

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) Elevan Yusmanto meminta pemerintah segera mematuhi keputusan Mahkamah Agung (MA) tentang pembatalan kenaikan tarif BPJS Kesehatan. Menurut Elevan, keputusa MA bersifat mengikat dan harus segera dijalankan.

“Kami meminta agar pemerintah segera menjalankan keputusan MA tentang pembatalan tarif BPJS Kesehatan ini, karena kalau semakin lama tidak dijalankan masyarakat yang akan menanggung beban pembayaran BPJS yang mahal,” kata Elevan dalam keterangan resmi, Jumat (13/03/2020) di Jakarta.

Padahal saat ini tarif BPJS yang sekarang itu Perpres-nya sudah dibatalkan oleh MA, jadi tidak ada lagi punya landasan hukum, kata Elevan.

Selain itu Elevan juga meminta agar pemerintah bisa memastikan stabilitas BPJS Kesehatan pasca dibatalkannya kenaikan iuran JKN oleh MA.

“Pemerintah harus bisa memastikan stabilitasnya, karena kemungkinan besar akan terjadi sedikit goncangan dalam tubuh BPJS Kesehatan mengingat perubahan struktur iuran,” tambah Elevan.

Kami berharap ini tidak berlarut-larut, pemerintah harus segera menjalankan keputusan ini supaya tidak menjadi preseden yang baruk bagi perjalanan hukum di Indonesia, tandas Elevan.

Sebelumnya Mahkamah Agung (MA) mengabulkan peninjauan kembali (PK) kenaikan tarif BPJS Kesehatan yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. MA membatalkan isi Pasal 34 ayat (1) dan (2) yang terdapat dalam Perpres itu.

MA menilai beleid tersebut bertentangan dengan Pasal 23A, Pasal 28H Jo Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945. Kenaikan iuran juga dinilai bertentangan dengan Pasal 2, Pasal 4 (huruf f, b, c, d, dan e) Pasal 17 (ayat 3) UU Nomor 40 tahun 2004 tentang Jaminan Sosial Nasional. (Muly/red)

Continue Reading

Nasional

Si Hitam Manis, Apresiasi Panglima TNI

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Si Hitam Manis yang terus berkibar namanya itu ternyata Si Putra Papua bernama Hendrik Yance Udam (HYU). Tokoh asli Papua yang akrap di sapa Bung HYU, mewakili masyarakat Provinsi Papua dan Papua Barat memberikan apresiasi sebesar–besarnya kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang sudah melakukan pengkaderan sumber daya manusia orang asli papua di tubuh institusi TNI.

Saya apresiasi, karna Panglima TNI telah mempromosikan salah satu putra terbaik bangsa asal papua yaitu Mayor Jenderal Joppye Onesimus Wayangkau menjadi Letnan Jenderal Bintang Tiga di Tubuh Organisasi TNI dengan menduduki jabatan baru sebagai Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad),” kata HYU saat di temui media di sebuah Hotel di jakarta pusat Rabu, 13 mei 2020.

Lebih lanjut Si Pria Hitam Manis mengungkapkan bahwa, ini merupakan suatu kehormatan tersendiri dan kebangaan bagi masyarakat asli papua, dimana sejak Indonesia merdeka 17 Agustus 1945 dan papua bergabung kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Tahun 1961, baru pertama kali putra asli papua di promosikan menjadi Jenderal Bintang Tiga berpangkat Letnan Jenderal di institusi TNI.

Secara psikologis dengan di promosikannya putra asli Papua menjadi Jenderal Bintang Tiga di institusi TNI, maka hal tersebut akan menjadi sebuah motivasi atau spirit tertentu bagi masyarakat papua untuk benar–benar lebih mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia serta memiliki bangsa ini untuk menjaga dan merawatnya bersama–sama dalam kebinekaan.

Bangsa ini adalah bangsa yang besar, berasaskan pancasila dan merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa

Sehingga tidak ada diskriminasi sesama anak bangsa dari sabang sampai merauke, tinggal bagaimana kita menunjukan loyalitas dan kwalitas kita serta memiliki nasionallisme yang tuntas dalam bangsa ini agar kita juga dapat berprestasi dan mengabdi bagi bangsa dan negera, “pungkas” HYU yang juga adalah Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (DPN GerCin).

Dia tambahkan, Saya berharap dengan di lantiknya putra asli papua sebagai Jenderal Bintang Tiga di organisasi TNI, maka saya meminta kepada masyarakat papua dan masyarakat papua barat untuk bersama–sama memberikan dukugan kepada TNI yang ada di seluruh Indonesia terlebih khusus TNI yang bereda di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Sehingga kedepanya akan banyak putra–putri asli papua yang berprestasi di segala bidang termasuk di tubuh organisasi TNI itu sendiri,” tutup HYU.

Diketahui, bahwa Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa telah memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danpusterad dari Mayjen TNI Arif Rahman kepada Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau dan Pangdam XVIII/Kasuari dari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau kepada Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra bertempat di Gedung E Lantai Dasar, Mabesad, Jakarta, Senin (11/5/2020).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus dalam rilisnya yang di terimah media ini.

Dijelaskan oleh Nefra, bahwa pergantian tersebut berdasarkan Surat Perintah Kasad nomor : Sprin/1205/V/2020 tanggal 5 Mei 2020 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI AD.

Menariknya, kedua pejabat yang dilantik tersebut merupakan putra asli Papua. Sedangkan, Mayjen Arif Rahman akan menempati posisi jabatan baru sebagai Pa Ahli TK III Kasad bidang Komunikasi Sosial.

Untuk diketahui, Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) yang baru, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau merupakan putra kelahiran Serui, Papua,17 Juli 1962, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1986 dari kecabangan Infanteri dan lulusan Lemhannas tahun 2013.

Demikian juga, Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra. Beliau merupakan putra kelahiran Serui, Papua, 6 Januari 1963, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1987 dan lulusan Lemhannas tahun 2015.

“Sebelum mendapat kepercayaan sebagai Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra menjabat sebagai Wakil Komandan Sesko TNI, sejak 14 Agustus 2019,” ujar Nefra. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

SOKSI Hadir Membantu Pemerintah dan Masyarakat Melawan Covid-19

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Ahmadi Nur Supit, Wakil Ketua Umum SOKSI menyampaikan apresiasi dan rasa bangga terhadap ratusan warga masyarakat sekitar kediaman (Alm) Prof Suhardiman, Pendiri SOKSI, yang antusias mengikuti Rapid Test dan Suntik Vitamin C yang diadakan ormas SOKSI sebagai rangkaian HUT SOKSI ke 60 pada Jumat 8 Mei 2020, di Kramat Batu Cipete Jakarta Selatan.

Supit juga mengatakan, dalam situasi bencana Covid19 ini, kePancasila an kita di uji. Percaya bahwa bencana adalah ketetapannya, rasa empati atas kesulitan yang menimpa masyarakat kita, persatuan dan kesatuan serta kegotongroyongan, termasuk mengedepankan prinsip keadilan dalam kesetaraan.

“Implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari pun dapat kita rasakan dalam situasi bencana ini, itu alasan SOKSI hadir bersama masyarakat untuk bersama-sama memerangi pandemi Covid 19 yang belum juga berakhir agar masyarakat bisa segera beraktivitas normal kembali,” ujar mantan Ketua Banggar DPR-RI periode lalu ini.

Di tempat yang sama, Bambang Soestyo (BamSoet) Ketua MPR-RI yang juga Wakil Ketua Umum SOKSI yang turut hadir mengingatkan masyarakat untuk tidak memperlakukan orang yang terkena virus sebagai musuh apalagi sampai dikucilkan dari masyarakat.

“Kita justru harus berempati terhadap korban bencana, karena disinilah nilai-nilai kemanusiaan kita yang sesungguhnya,” tegas Bamsoet.

Lebih jauh Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyampaikan pentingnya kerjasama yang baik antara Pemerintah, Swasta, Akademisi dan Masyarakat agar persoalan bangsa yang masih berlangsung di depan mata ini tidak berlarut-larut.

“Tanpa kerjasama yang baik dari seluruh pihak dan elemen masyarakat, maka persoalan virus ini tidak akan pernah selesai atau sulit diputus mata rantainya,” ujar BamSoet.

Persoalan serius pasca bencana perlu kita waspadai dan antisipasi sama-sama, jangan sampai ada pihak yang memperkeruh atau memanfaatkan situasi dari bencana.

Dalam skala besar seperti mafia impor, penimbun dll atau masyarakat kecil penerima bantuan pun harus pula mau berbagi kepada lainnya yang lebih membutuhkan jika merasa sudah mendapat bantuan sejenis. Saat seperti inilah kebersamaan kita harus diutamakan, tidak boleh egois hanya mementingkan keselamatan diri sendiri saja, ujar Wakil Ketua Umum SOKSI dalam sambutannya.

Baru sekarang saya melihat, Ormas yang turun langsung membantu Pemerintah untuk mengatasi Covid 19 sekaligus meringankan beban masyarakat, SOKSI adalah Ormas pertama yang hadir ditengah bencana Covid 19, khususnya di Ibukota, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria mengawali sambutannya pada peringatan HUT SOKSI ke 60 di Kediaman Prof Suhardiman.

SOKSI yang telah menunjukkan kiprah dan kematangannya dalam berorganisasi, seiring usianya yang sudah semakin dewasa harus terus hadir membantu masyarakat dalam peran dan fungsinya. Kader-Kader SOKSI yang handal tersebar di banyak posisi sudah bukan rahasia umum, karenanya tidak heran jika SOKSI menjadi Ormas yang unggul dan memiliki peran yang tidak bisa dibilang sedikit untuk negeri ini, ujar WaGub DKI dalam sambutannya.

Kediaman Alm. Prof Suhardiman yang merupakan Tokoh bersejarah, Pendiri SOKSI, dipilih menjadi tempat diselenggarakannya acara Doa untuk Bangsa dan SOKSI Peduli sebagai rangkaian acara HUT SOKSI ke 60. Tempat ini mengingatkan arti penting kita semua tentang militansi perjuangan dan kebesaran organisasi yang lahir dari konsistensi dan kebersamaan.

Bahkan Presiden Joko Widodo pun diketahui berkali-kali mendatangi kediaman Prof Suhardiman sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di negeri ini, untuk meminta doa restu sekaligus berguru politik.

Turut hadir dalam acara ini, putra biologis pendiri SOKSI, yang juga Plt Ketum SOKSI, Bobby Suhardiman; Dewan Pembina SOKSI, Prof Thomas Suyatno; Anggota DPR RI, Andi Ahmad Dara dll; serta perwakilan Depinas, Lembaga Konsentrasi, Depidar, dan Depicab SOKSI.

Selain itu hadir pula Jurnalis, kader dan simpatisan SOKSI dan warga setempat yang bermaksud mengikuti Doa untuk Bangsa sekaligus Rapid Test dengan tetap memperhatikan protokol Covid 19 physical distancing.

Doa untuk Bangsa dipimpin oleh Ustad Osman Shihab. Agar kita bersabar atas ujianNYA, tetap bersyukur dan ikhtiar untuk jalan keluar terbaik serta tawakal atas takdirNYA.

Sementara Ratusan peserta yang mengikuti test dinyatakan negatif, hal itu didampaikan oleh Bobby Suhardiman, Plt Ketum SOKSI. Dia katakan kita bersyukur tidak ada yang terpapar Covid 19, namun tetap harus waspada, menjalani perilaku hidup yang sehat, menciptakan lingkungan yang kondusif, menjaga metabolisme serta kekebalan tubuh.

“Karena virus ini masih gentanyangan di sekitar kita dan status siaga Covid19 belum resmi dicabut, meskipun demikian, kreativitas, semangat dan kebersamaan harus terus terjaga, caranya bisa saja berbeda-beda tergantung inovasi masing-masing,” imbuh Bobby Suhardiman, Plt Ketum SOKSI di akhir acara.

Dalam kegiatan ini SOKSI melakukan Rapid Test kepada Kader dari Depinas, Depidar, Depicab dan Lembaga Konsentrasi SOKSI, simpatisan SOKSI, Jurnalis dan Warga Setempat, sekaligus membagikan ratusan paket sembako kepada kader, jurnalis dan masyarakat yang terdampak secara langsung dari bencana Covid19 ini. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

Pengamat Sebut Logis Pengadaan Ayam Kementan 1 Ekor Ayam 770 Ribu

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Pengamat pertanian Universitas Nasional, IGS Sukartono, dapat memaklumi maksud Kementerian Pertanian (Kementan) tentang anggaran pengadaan ayam lokal yang sempat dipertentangkan Komisi IV DPR.

“Sepertinya polemiknya karena masalah penyampaian penjelasan saja ya, pola komunikasinya. Sebetulnya juga tidak masalah kalau telah dibeberkan pengelompokan anggaran pengadaan ayamnya,” ucap Sukartono, Minggu (3/5/2020).

Menurut Sukartono, dengan komponen pengadaan ayam lokal telah dijelaskan Kementan ke media, memang merupakan mekanisme yang logis jika membutuhkan anggaran besar.

Apalagi dalam mekanismenya, Sukartono menuturkan, komponen pengadaan ayamnya hampir ke beberapa provinsi di Indonesia. Termasuk juga hingga bantuan pakan, obat-obatan, operasional dan lainnya.

“Jadi tidak perlu lagi kiranya diperdebatkan. Tinggal dilihat saja bagaimana pembagian komponen anggaran untuk pengadaan ayam lokal. Bisa dihitung dari situ dan dipahami logis atau tidak,” ujar Sukartono.

Sebelumnya, Komisi IV DPR mempertanyakan kebijakan anggaran pengadaan ayam lokal oleh Kementan sebesar Rp 26,2 miliar untuk 35 ribu ekor. Komisi IV DPR beranggapan, jika dibagi maka harga 1 ekor ayam mencapai Rp 770 ribu.

Namun, Kementan juga telah memaparkan bahwa jumlah anggaran sebesar itu bukan berarti langsung habis dibagi jumlah seluruh ayam bakal diadakan. Anggaran mencakup beberapa komponen kegiatan lain dan teknis operasional. (Amhar)

Continue Reading

Trending