Connect with us

Nasional

ILUNI UI: 6000 Peserta BNI-UI Half Marathon 2020

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) telah mempersiapkan dengan matang gelaran BNI-UI Half Marathon 2020 yang akan diselenggarakan di lingkungan Kampus Universitas Indonesia Depok pada 19 Juli 2020 mendatang.

Ajang lomba lari tahunan yang memasuki tahun keempat ini ditargetkan akan diikuti 6.000 peserta untuk ikut berlari mengelilingi Kampus UI Depok, Jawa Barat. Adapun peserta berasal dari alumni UI, komunitas lari, dan masyarakat umum dengan usia minimal 13 tahun.

Dalam konferensi Pers di Menara BNI Pejompongan Jakarta, Ketua ILUNI UI Nongki Wisaksono mengungkapkan antusianisme para alumni UI, komunitas lari, serta masyarakat umum untuk ikut berlari di BNI-UI Half Marathon 2020 tercermin pada tren kenaikan jumlah peserta pada tiap tahunnya.

“Jika pada tahun 2017 BNI-UI Half Marathon diikuti 3.000 peserta, kemudian pada tahun 2018 meningkat menjadi 3.600 peserta, dan selanjutnya 2019 menjadi 4.800 peserta. Maka kami targetkan peserta lari BNI-UIHM tahun 2020 diikuti 6000 peserta lari,” urai Nongki, Kamis (12/3/2020).

Pada kesemlatan tersebut, Ketua pelaksana BNI UI-Half Marathon 2020 Dhany Marlen mengatakan BNI UI-Half Marathon 2020 kali ini pun akan mengusung tema unik yang berbeda dari sebelumnya, yaitu Back to 80’s.

“Dengan mengusung konsep Back to 80’s bertajuk “Refresh, Reminisce, Regrant” BNI UI-Half Marathon diharapkan dapat menjadi sarana untuk bernostalgia kembali ke lingkungan kampus dan mengenang masa-masa perkuliahan dahulu,” ujarnya.

Dia jelaskan, bahwa Tema Back to 80’s akan membawa suasana nostalgia 80-an yang tercermin salah satunya pada pemilihan desain bertema retro pada kaos peserta.

Lebih lanjut Dhany mengungkapkan akan ada alokasi dana dari kegiatan BNI-UI Half Marathon 2020 untuk Sekolah Indonesia di Lebak, Banten sebagai bentuk kepedulian alumni UI terhadap korban bencana banjir di Lebak, Banten.

Selain donasi kepada korban banjir, sebagian dari pemasukan BNI UI-Half Marathon juga akan menjadi bentuk kontribusi dari alumni UI kepada Universitas Indonesia.

“Jadi dengan mengikuti lomba ini peserta sekaligus turut berkontribusi dan berinvestasi kepada Universitas Indonesia melalui Reksa Dana Makara Investasi Platinum,” ujar Dhany.

Tahun ini ILUNI UI bekerja sama dengan ILUNI Fakultas Teknik UI sebagai penyelenggara teknis. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, BNI-UI Half Marathon 2020 akan terbagi menjadi tiga kategori lintasan lari, yakni kategori 5K, 10K, dan Half Marathon.

Untuk mengikuti perlombaan ini, pendaftar dikenakan biaya Rp 300.000 untuk kategori 5K, Rp 400.000 untuk 10K, dan Rp 500.000 untuk kategori Half Marathon.

Penjualan tiket early bird akan dimulai pada tanggal 12 Maret 2020 dan penjualan tiket utama direncanakan untuk dibuka mulai bulan April. Untuk informasi pembelian tiket bisa didapatkan melalui website BNI-UI Half Marathon atau melalui Instagram @ui.halfmarathon.

Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto mengatakan bahwa dalam pagelaran BNI-UI Half Marathon 2020, BNI bersama dengan anak-anak perusahaannya mengoptimalkan kemeriahan acara dengan memberikan program -program menarik yang dapat meningkatkan semangat para peserta. Salah satu program nya adalah cashback & diskon.

Untuk Registrasi BNI-UIHM mulai 12 Maret 2020. Promo khusus dengan menggunakan Kartu Debit BNI Reguler dan Kartu Debit BNI ILUNI juga diberikan Cashback sebesar 10% untuk transaksi dengan Kartu Debit Regular dan Cashback sebesar 15% untuk transaksi dengan Kartu Debit ILUNI di tenant sport merchandise.

Selain itu, Sis Apik juga menyebut, bahwa BNI Syariah memberikan diskon 20% untuk Early Bird plus Cashback hingga Rp 150.000 dengan menggunakan Kartu Kredit Hasanah Card untuk Registrasi BNI-UI Half Marathon 2020 mulai 12 Maret 2020.

“Serta diberikan juga Promo khusus hingga 60% + 10% all item untuk pemegang Kartu Kredit Hasanah Card dan Kartu Debit BNI iB Hasanah di merchant Noore Sport Hijab,” pungkas Direktur Hubungan Kelembagaan BNI. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

Skrining Memastikan Pelaku Perjalanan Internasional Dalam Keadaan Sehat

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Satgas Penanganan Covid-19 mengklarifikasi terkait adanya pelaku perjalanan internasional yang membawa hasil negatif swab PCR dari negara asal, dan ketika melakukan rapid test PCR atau swab PCR di Indonesia hasilnya positif.

Terkait hal itu Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito membenarkan bahwa temuan itu hasil dari upaya skrining untuk memastikan pelaku perjalanan dalam keadaan sehat dan mencegah imported case masuk Indonesia.

Wiku Adisasmito mengungkapkan, hal ini memang mungkin terjadi karena berbagai faktor seperti sampel swab PCR yang diambil terlalu awal pada masa inkubasi, sehingga virus belum terdeteksi

Demikian Dia menjelaskan, dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (23/2/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Penyebab lain terdapat kemungkinan terjadinya penularan antara masa tes di negara asal, sebum berangkat yaitu 3 x 24 jam selama perjalanan, atau karantina. Hal yang penting untuk diingat, bahwa median masa inkubasi Covid-19 adalah 5 sampai 6 hari.

Lalu yang menjadi pertanyaan lagi terkait persyaratan administrasi saat masuk Indonesia dan mekanisme isolasi pelaku perjalanan internasional.

Untuk itu Wiku menekankan bagi WNA dan WNI yang melakukan perjalanan internasional dan kembali masuk Indonesia harus mengikuti seluruh ketentuan dan persyaratan dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 SE No. 8 Tahun 2021.

Dalam surat edaran mengatur pelaku perjalanan internasional harus mematuhi protokol kesehatan dan memenuhi persyaratan administrasi yang sudah ditentukan. Yaitu membawa hasil negatif RT-PCR dari negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3×24 jam.

Dan juga sebagaimana yang tertuang dalam SK No. 9 Tahun 2021 disebutkan bahwa seluruh pelaku perjalanan internasional yang masuk Indonesia diwajibkan melakukan karantina selama 5 x 24 jam ditempat yang sudah ditentukan.

Tempat karantina berlokasi di Wisma Atlit Pademangan yang diperuntukkan bagi WNI pekerja migran, pelajar atau mahasiswa dan pegawai pemerintah. Untuk kategori ini, pembiayaannya ditanggung pemerintah.

Namun bagi WNI diluar kriteria tersebut, dapat melakukan karantina di tempat akomodasi yang memperoleh sertifikasi dari Kementerian Kesehatan. Hal ini juga berlaku bagi WNA yang melakukan karantina dan menggunakan biaya sendiri.

Dan dalam masa karantina, pelaku perjalan wajib melakukan tes RT-PCR. Apabila hasilnya dinyatakan positif, maka pelaku perjalanan internasional akan dilakukan perawatan di rumah sakit.

Mengenai pembiayaan, bagi WNI akan ditanggung pemerintah, bagi pelaku perjalanan WNA menggunakan biaya mandiri. “Sekali lagi harap menjadi perhatian bahwa ada perbedaan mekanisme pembiayaan untuk golongan yang berbeda,” jelas Wiku.

Juga terkait reinfeksi pada pelaku perjalanan yang sebelumnya telah sembuh dari Covid-19, namun didapati positif sebelum masuk Indonesia. Berdasarkan studi ilmiah hal ini memang mungkin terjadi.

Mengapa? Karena pada prinsipnya, infeksi pada setiap orang menimbulkan efektivitas antibodi yang berbeda-beda baik dari kadar maupun jangka waktunya.

“Virus Sars-Cov2 adalah tipe virus Corona yang baru, sehingga imunitas yang terbentuk setelah terpapar, masih menjadi tanda tanya bagi para ilmuwan, sehingga hasil studi tersebut masih bersifat dinamis,” jelas Wiku.

Menurut Hongkong Medical Journal tahun 2020, virus ini masih bersembunyi dalam tubuh, bisa juga karena kontaminasi silang dari strain virus lainnya, atau bisa juga hasil pemeriksaan pasien positif palsu atau false positif, atau metode pengambilan spesimen yang salah.

Oleh karena itu, untuk dapat melindungi diri dari reinfeksi, maka para penyintas Covid-19 harus selalu disiplin terhadap protokol kesehatan.

Satgas Penanganan Covid-19 juga menghimbau para petugas di lapangan dapat memberikan penjelasan yang baik pada pada WNI maupun WNA yang masuk Indonesia. Agar para pendatang mengerti persyaratan apa saja yang harus dipenuhi untuk dapat masuk Indonesia.

Hal ini Wiku Adisasmito pun berharap agar seluruh lapisan masyarakat bisa mengahargai dan mematuhi protokol ini, karena ini adalah upaya pemerintah dalam mencegah impor kasus Covid-19. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

PPTR EXPO Menjawab Publik “Pemantauan dan Evaluasi Hak Atas Tanah”

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang akan mengadakan kegiatan “PPTR Expo Menjawab Publik”

Adapun kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Hari ini Senin, 22 Februari 2021 s/d Kamis, 25 Februari 2021, yang dimulai pada pukul 09.00 WIB s.d. 12.00 WIB, bertempat di Lobby Gedung Kementerian ATR/BPN, Jl. Raden Patah 1 No. 1 Jakarta Selatan.

Berikut Narasumber yang akan mengisi di hari tersebut adalah: Senin, 22 Februari 2021 (Direktur Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wilaya Tertentu, lalu pada Selasa, 23 Februari 2021 (Kasubdit Pengendalian Hak Tanah).

Menyusul kemudian di Hari Rabu, 24 Februari 2022 (Ksubdit Pengendalian Wilayah Pesisir, Pulau-Pulau Kecil Perbatasan dan Wlayah Tertentu), dan di Hari Kamis nya, 25 Februari 2021 (Kasubdit Pengendalian Alih Fungsi Lahan).

Hari ini, Senen 22 Februari 2021, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN) memaparkan beberapa kendala yang ditemui dalam melakukan pemantauan dan evaluasi hak atas tanah.

Direktur Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wilayah Tertentu Kemenetrian ATR/BPN Asnawati mengatakan, kendala pertama ialah informasi hak atas tanah di Aplikasi Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP) tidak lengkap.

“Dalam melakukan pemantauan, ini hal yang seringkali kami temui saat kami menemukan objek namun objeknya belum tersedia di KKP,” ujarnya dalam gelaran PPTR Expo, Senin (22/2).

Dia sebutkan yang Kedua adalah tidak adanya dokumen di Kantor Pertanahan, Kantor Wilayah dan Kantor Pusat saat hendak mengumpulkan data.

Ketiga ialah citra geografis yang tidak update. Asnawati mengatakan, ketika pihaknya melakukan interpretasi, kondisi di lapangan ternyata sudah tidak sesuai dengan apa yang tertuang di citra itu sendiri, dan

Keempat, pemegang hak tidak kooperatif. Kendala ini menjadi kendala yang cukup sulit bagi pihaknya. Lalu, situasi yang tidak kondusif karena sengketa juga turut mempengaruhi pelaksanaan evaluasi hak tanah. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

Terungkap! 8 Orang Pelaku Korupsi Asabri adalah?

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Hari ini Senen, 1 Februari 2021, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menggelar jumpa pers di kantor pusat Kejaksaan Agung mengungkap Delapan (8) Orang Pelaku Korupsi Asabri.

Dalam paparannya, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan delapan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dana investasi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri)(Persero) periode 2012-2019.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyebut, kedelapan pelaku korupsi Adabri tersebut adalah : mantan Direktur Utama PT Asabri periode tahun 2011-Maret 2016 (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri, mantan Direktur Utama PT Asabri periode Maret 2016-Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja

Selanjutnya nama dengan inisial yakni: eks Direktur Keuangan PT Asabri berinisial BE, mantan Direktur Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019 berinisial HS, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012-Januari 2017 Ilham W. Siregar, dan Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi.

“Kemudian dua lagi yaitu Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Benny dan Heru juga menjadi tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya,” sebut Leonard.

Para tersangka itu langsung ditahan oleh penyidik selama 20 hari ke depan sejak 1 Februari hingga 20 Februari 2021, kecuali tersangka Benny dan Heru. Hal itu lantaran keduanya sudah ditahan selaku terdakwa pada kasus Jiwasraya. (Amhar)

Continue Reading

Trending