Connect with us

Pemuda

Hidupkan Kembali MPBI: Lawan Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Published

on

 

JanoerKoening, Jakarta – Presiden KSPI Said Iqbal menjelaskan bahwa serikat pekerja di seluruh indonesia sudah membangun persatuan buruh Indonesia untuk menolak omnibus law RUU Cipta Kerja.

Persatuan tersebut bisa dilihat dari adanya pernyataan sikap bersama tiga Konfederasi, yaitu Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPP KSPSI), Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (DEN KSPI), Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DEN KSBSI).

Said Iqbal juga menyebut, ada beberapa konfederasi serikat buruh lainnya serta lebih dari 50 federasi serikat pekerja yang mempunyai anggota lebih dari 10 juta orang di 34 propinsi lebih dari 400 kab /kota yang telah melahirkan Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) sebagai aliansi strategis kembali berkumpul (reborn) untuk menyatukan sikap dan kekuatan.

Terkait MPBI, Said Iqbal mengatakan bahwa MPBI dideklarasikan pada tanggal 1 Mei 2012 di Gelora Bung Karno. “Dihadiri kurang lebih 100 ribu buruh,” tambahnya saat konferensi pers di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta, Jum’at (28/2/2020).

Dalam pernyataan sikapnya, MPBI merupakan alat perjuangan pekerja/buruh Indonesia serta elemen masyarakat yang lain untuk mewujudkan kehidupan yang adil, sejahtera, dan bermartabat.

Dalam kaitan dengan itu, MPBI akan berjuang untuk menghapus segala bentuk penindasan dan ketidakadilan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Kehidupan pekerja/buruh Indonesia harus diperlakukan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia yang merdeka, adil, sejahtera, dan bermartabat.

Penegakan hukum dan kedaulatan bangsa harus ditegakkan dengan menghapuskan eksploitasi hak-hak rakyat dan hak-hak pekerja/buruh.

Saat ini Pemerintah sedang berupaya memangkas regulasi yang dinilai menghambat investasi dengan melahirkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Tetapi setelah dikaji secara seksama, ternyata isi RUU Cipta Kerja justru bertolak belakang dengan cita-cita luhur bangsa Indonesia sebagaimana tersebut di atas.

Khusus untuk kluster ketenagakerjaan, MPBI melihat RUU Cipta Kerja tidak memberikan kepastian pekerjaan (job security), kepastian pendapatan (salary security), dan kepastian jaminan sosial (social security).

Hal itu tercermin dari 9 (sembilan) alasan: hilangnya upah minimum, hilangnya pesangon, outsourcing bebas di semua jenis pekerjaan, pekerja kontrak tanpa dibatasi jenis pekerjaan dan dikontrak seumur hidup.

Selanjutnya resiko lain yaiti PHK semakin mudah, waktu kerja yang melelahkan dan eksploitatif, TKA “buruh kasar” berpotensi masuk ke Indonesia dalam jumlah yang besar, jaminan sosial terancam hilang, dan sanksi pidana untuk pengusaha dihilangkan.

Melihat adanya potensi ancaman akibat adanya omnibus law RUU Cipta Kerja; dengan penuh ketulusan, kesadaran, dan semangat kebersamaan serikat pekerja/serikat buruh menghidupkan kembali Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI reborn).

MPBI akan menjadi alat perjuangan untuk mengawal dan menolak keras setiap kebijakan yang akan mendregadasi hak-hak pekerja buruh Indonesia, dalam segala bentuk kegiatan baik secara parlementer maupun ekstra parlementer melalui strategi konsep-lobbi-aksi (KLA). (red).

Continue Reading

Pemuda

Positif Covid-19 Melonjak, PP KMHDI Himbau Masyarakat Waspada

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia semakin meningkat. Kasus positif virus Corona di Indonesia bertambah 12.624, Kamis (17/6/2021).

Dengan demikian, total kasus masyarakat yang terpapar Covid-19 di UB Indonesia menjadi 1.950.276 sejak pertama kali diumumkan pada awal Maret 2020 lalu oleh Presiden Joko Widodo.

Menanggapi melonjaknya kasus Covid-19 yang terjadi, Pimpinan Pusat KMHDI menghimbau agar masyarakat tetap waspada dalam menjalankan segala aktivitasnya.

ketua Presidium I Putu Yoga Saputra dalam keterangan tertulisnya (21/6) mengungkapkan, Kasus masyarakat yang terpapar virus Corona di Indoneaia semakin meningkat belakangan ini

“Sehingga perlunya kewaspadaan kembali masyarakat dalam menjalankan segala aktivitasny guna mengantisipasi penyebaran virus ini,” ujarnya.

Ketua Presidium Pimpinan Pusat KMHDI, I Putu Yoga Saputra juga menjelaskan bahwa Covid-19 ini harus diperangi bersama agar tidak ada lagi kasus-kasus baru masyarakat yang terpapar oleh virus Corona tersebut.

“Pemerintah telah berupaya mengantisipasi laju penularan kasus Corona ini dengan berbagai kebijakan dan relugasi, sehingga perlunya peran bersama seluruh elemen bangsa saling bergotong royong agar kasus Corona melanda bangsa ini bisa di atasi dengan baik,” jelas I Putu Yoga Saputra

Ia juga menghimbau agar masyarakat tetap menjalankan prokes dengan baik (Memakai Masker, Memcuci Tangan & Menjaga Jarak).

“Benteng yang utama agar kita tidak terpapar penularan virus Corona adalah tetap menjalankan prokes. Prokes harus dijalankan dengan baik di segala aktivitas kita,” Tutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Pemuda

Deklarasi Partai Ummat : Lawan Kezholiman, Tegakan Keadilan

Published

on

By

JanoerKoening, Yogyakarta – Sejumlah 99 orang pendiri Partai Ummat dari 34 provinsi berkumpul di Yogyakarta mendeklarasikan partai baru ini yang diinisiasi oleh tokoh reformasi Amien Rais.

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais membacakan deklarasi di hadapan para pendiri yang ditayangkan melalui akun Youtube Amien Rais Official tepat pada pukul 13.00 WIB, Kamis, 29 April 2021 yang bertepatan dengan 17 Ramadhan 1422 Hijriyah.

“Bismillahirrahmanirrahim, saya deklarasikan kelahiran Partai Ummat di persada bumi pertiwi Indonesia yang kita cintai bersama,” kata Amien Rais dengan suara mantap.

“Kami Partai Ummat bersama anak bangsa lainnya insyaAllah akan bekerja, berjuang, dan berkorban apa saja untuk melawan kezaliman dan menegakkan keadilan.

“Kami sadar bahwa menggerakkan Al-Amru Bil Ma’ruf Wannahyu Anil Munkar yakni memerintahkan tegaknya kebajikan dan memberantas keburukan serta memobilisasi Al-Amru Bil Adli Wannahyu Anil Dzulmi yakni menegakkan keadilan dan melawan kezaliman memerlukan kesabaran, ketekunan, dan ketangguhan.

“Kami abdikan seluruh shalat kami, seluruh ibadah kami, kehidupan kami, dan kematian kami, kami persembahkan hanya untuk Allah, Tuhan Seru Sekalian Alam. Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamiin.

“Kami yakin seluruh mekanisme demokrasi kita dan konstitusi kita lebih dari cukup untuk melakukan perbaikan kehidupan nasional, sehingga kita tidak perlu cara-cara ekstra parlementer dan cara-cara ekstra konstitusional.”

Deklarasi ditutup Amien Rais dengan takbir tiga kali dan pekik merdeka.

Yang mengharukan dari acara deklarasi dari daerah ini adalah para kader partai urunan untuk membiayai acara mereka masing-masing.

“Mereka bantingan untuk bikin spanduk, seragam partai, kaos, sampai makanan untuk buka puasa,” kata Wakil Ketua Partai Ummat Agung Mozin.

Animo Umat Islam sangat tinggi kata Agung, bukan tanpa alasan karena sekitar sebulan terakhir media sosial diramaikan dengan kemunculan Partai Ummat.

Media sosial depenuhi oleh logo Partai Ummat, artikel analisis, dan pernyataan dukungan dari sebagian kaum Muslimin.

Tentang Pengurus Partai

Kepengurusan Partai Ummat terdiri dari dua bagian yaitu Majelis Syuro dan Dewan Eksekutif. Majelis Syuro menunjuk Dewan Eksekutif atau pelaksana partai untuk menjalankan kebijakan partai.

Ketua Majelis Syuro dipegang oleh Amien Rais sendiri dengan sekretaris Ustad Sambo, sementara Ketua Umum dipegang oleh ahli teknologi informasi Ridho Rahmadi yang mendapatkan gelar PhD-nya dari Radboud University, Belanda.

Ketua Umum dibantu oleh tiga orang Wakil Ketua yaitu Agung Mozin, Sugeng, dan Chandra Tirta Wijaya. Ketiganya adalah politisi senior yang sudah sangat berpengalaman mengelola partai.

Sekretaris Umum Partai Ummat diamanahkan kepada Ahmad Muhajir yang juga politisi senior.

Pada satu pertemuan di Hotel Grand Keisha Yogyakarta, Ridho sangat terharu atas penunjukan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Ummat. Karena karirnya selama ini ia fokuskan untuk berkhidmat dalam bidang teknologi informasi.

“Tetapi pangggilan mulia untuk berjuang melawan kezaliman dan menegakkan keadilan ini tidak bisa saya tolak,“ kata Ridho.

Ridho mendapatkan dua gelar master dalam bidang artificial intelligence (kecerdasan buatan) dari Czech Technical University di Praha, Republik Ceko dan Johannes Kepler University di Austria.

Setelah menyelesaikan PhD-nya di Belanda, Ridho sempat menjadi peneliti tamu di Carnegie Mellon University, AS. Ridho aktif mengajar di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta sebelum bergabung dengan Partai Ummat. Namun sekarang dia mengundurkan diri untuk memenuhi peraturan yang berlaku.

Wakil Ketua Partai Ummat Agung Mozin mengatakan ditunjuknya ahli teknologi informasi Ridho Rahmadi adalah keputusan Majelis Syuro yang sangat tepat karena partai politik sekarang memerlukan kepakaran dalam bidang ini untuk bisa bersaing dengan partai lain.

“Kita harapkan Mas Ridho membuatkan kita beberapa aplikasi yang berguna untuk pemenangan Partai Ummat,“ kata Agung.

Tidak cuma itu, Agung menambahkan, usia Ridho yang masih melenial merupakan daya tarik tersendiri yang menjadi pertimbangan.

“Insya Allah Mas Ridho akan mampu menggaet sesama milenial untuk masuk Partai Ummat. Mereka mempunyai aspirasi, keinginan dan cita-cita yang sama. Mas Ridho sangat pas,“ kata Agung.

Dalam politik, kata Agung, integritas dan kapabiliitas saja tidak cukup. “Namun lebih dari itu, loyalitas kepada partai juga sangat penting. Insya Allah semua kriteria di atas sudah ada pada Mas Ridho.”

Tokoh Bergabung

Di tengah tingginya animo masyarakat dengan kemunculan Partai Ummat, sejumlah tokoh sudah menyatakan diri bergabung dengan partai baru ini. Di antaranya adalah artis Neno Warisman yang selama ini dikenal sebagai aktivis yang banyak memiliki jaringan di seluruh tanah air.

Di samping Neno, ada juga MS Kaban, mantan Menteri Kehutanan dan salah satu Ketua Partai Bulan Bintang, dan Buni Yani, korban UU ITE yang mengalami penzaliman dengan tuduhan dan vonis hukum yang tidak dia perbuat.

“Partai Ummat adalah harapan saya yang terakhir untuk memperjuangkan dan mendapatkan keadilan,” kata Buni Yani.

Wakil Ketua Partai Ummat Agung Mozin sangat optimis bahwa akan semakin banyak tokoh Islam yang bergabung dengan partainya. Agung mengatakan dia sedang menjajaki untuk bersilaturahmi dengan banyak kalangan.

“Insya Allah Partai Ummat akan bisa menampung aspirasi saudara-sadara kita ini,“ pungkas Agung menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Pemuda

SEMMI Gelar Milad ke-65, Di Wisma Kemenpora

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) menggelar acara peringatan Milad ke-65 tahun di Wisma Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, Sabtu (10/4/2021). Acara tersebut digelar menggunakan protokol kesehatan Covid-19.

Hadir sejumlah perwakilan pemerintah hingga tokoh nasional seperti Hamdan Zoelva, Ketua Umum DPP LT Syarikat Islam; Wandy Nicodemus, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden; Kol Guslin, Bidang Bela Negara Kemenko Polhukam.

Selain itu, hadir juga Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi; Syafii Efendi, Presiden OIC Youth Indonesia atau Pemuda Oki.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin, Bintang Wahyu Saputra mengatakan, bahwa dirinya akan mendistribusikan kader SEMMI setiap tahunnya menjadi wirausaha muda yang berguna

“Untuk persiapan itu kami siapkan program kerja nasional yang akan menjadi kewajiban bagi cabang maupun wilayah pada organisasi SEMMI di seluruh Indonesia untuk membuat Sekolah Dagang Islam Mahasiswa,” jelas Bintang.

Sebelum acara diakhiri terlebih dahulu ditampilkan ucapan selamat milad SEMMI ke-65 tahun oleh Para Pimpinan DPR RI, yakni Azis Syamsuddin, Sufmi Dasco Ahmad, dan Rahmat Gobel. Kemudian sesi foto bersama dan ramah tamah peserta milad SEMMI ke-65 tahun di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). (Amhar)

Continue Reading

Trending