Connect with us

DUNIA ISLAM

Rakernas Asosiasi Khatib Indonesia Hadirkan Ratusan Perserta

Published

on

JanoerKoening, Jakarta Asosiasi Khatib Indonesia, akan menggelar Pembukaan Rakernas II dan Halaqah Khatib Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Acara pembukaan ini  akan dibuka langsung oleh Wapres Prof DR KH Ma’aruf Amin pada Jumat, 14 Feb. 2020, Pukul 15.00-16.30 WIB.

“Insya Allah, acara akan dihadiri 250 Undangan dan peserta dari seluruh Indonesia, mulai dari perwakilan masjid nasional, provinsi dan Kab/Kota, Masjid Kampus, Masjid Pemerintahan, Kementerian, BUMN, Masjid Korporasi, Masjid Komunitas maupun masjid fungsional,” papar Ketua Program, DR. Munawar Fuad.

Fuad menguraikan, Usai Pembukaan di Istana, besoknya pada Sabtu, 15 Februari 2020 pukul 08.30-17.00 akan dilanjutkan Halaqah di Auditorium Hotel Royal Kuningan Jakarta. Seluruh rangkaian agenda akan ditutup dengan arahan dari HM Jusuf Kalla, Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia.

Ketua Umum MPP IK DMI, DR KH Hamdan Rasyid menegaskan bahwa Pembinaan dan peningkatan kualitas khatib di seluruh masjid di Indonesia mendapat perhatian serius dari Prof. KH. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI sejak lama. Saat ini terus diupayakan pelaksanaannya dalam skema “Dakwah yang Damai, Moderat, Toleran dan Harmoni” yang juga menjadi kebutuhan keumatan dan kebangsaan.

Majelis Pimpinan Pusat Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (MPP IK-DMI) –Badan Otonom PP DMI– menjadi asosiasi profesi yang sejak awal dibentuk untuk berperan mengembangkan program terkait dengan penyiapan, penyediaan, dan peningkatan mutu khatib di seluruh Indonesia.

Halaqah akan menghadirkan nara sumber : KH Masdar Farid Mas’udi, Prof Didin Hafiduddin, KH Manan Abdul Gani, Prof Masykuri Abdillah, Kemenag RI, BNPT dan Lembaga terkait. Diawali dengan Orasi dari Komjen Pol (P) Drs H Syafruddin, MSi tentang Khatib dalam Peran Keagamaan dan Kebangsaan.

Sejak 2018, MPP IK-DMI sudah merancang program dan aksinya.  KH Manan Gani, selaku Ketua PP DMI menjelaskan, Pada 2019, Bapak HM Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI/Ketua Umum PP DMI) bersama Prof KH Ma’ruf Amiin (saat itu sebagai Ketum MUI / Wakil Presiden RI Terpilih) menggelar komitmen bersama untuk melahirkan Program 10.000 Khatib Berstandar – Bersertifikat dimulai 2020.

Menurut KH Manan, Atas dasar itulah MPP IK-DMI menggelar Halaqah Khatib Indonesia untuk memulai langkah awal program 10.000 Khatib Bersertifikat pada 2020, selanjutnya dilanjutkan hingga 2025 ditargetkan 300.000 khatib, seiring dengan tahapan target setiap tahunnya secara nasional.

DR Mastuki HA, Sekjen MPP IK DMI, menambahkan bahwa Program tersebut sangat penting, signifikan dan mendesak, IK-DMI akan merealisasikan program tersebut dalam bentuk “Akademi Khatib Indonesia” yang terstruktur, berkesinambungan, dikelola profesional, tersebar di seluruh Indonesia.

“Dengan kurikulum yang sistematik untuk menghasilkan khatib yang mengedepankan faham wastahiyat al-Islam, nasionalisme yang tinggi, mengembangkan toleransi, dan menjaga suasana aman dan damai dalam tatanan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.

Tujuan Akademi Khatib Indonesia,  untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas  khatib yang memiliki wawasan Islam moderat (wasathiyat al-Islam), berwawasan kebangsaan yang kuat (wathaniyah, nasionalisme), dan aktif dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang rahmah dan toleran dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara melalui mimbar khutbah.

DR Mastuki juga menjelaskan, halaqah akan mendiskusikan Syarat Kualifikasi Dan Kompetensi Dasar Khatib yang menjadi peserta AKHI ini akan ditempa dan diperkuat untuk memiliki syarat dan kompetensi dasar sebagai berikut:

1. Fasih membaca al-Qur’an (qira’at, tartil)

2. Memenuhi syarat sebagai imam shalat (imam)

3. Memahami dasar-dasar ilmu keislaman yang baik (faqih)

4. Latar belakang pendidikan Islam yang ditandai dengan ijazah atau bentuk lain (qualification) dari lembaga pendidikan Islam (pesantren, madrasah, perguruan tinggi)

5. Memiliki rekam jejak (track record) yang baik sebagai khatib berdasarkan rekomendasi dari individu/lembaga atau portofolio (pengakuan dari masyarakat)

6. Ketrampilan komunikasi dan teknik berceramah yang baik (skills)

7. Memiliki satu/lebih kemampuan berbahasa asing (Arab/Inggris) yang dibuktikan dengan performance dan portofolio. (Amhar)

Continue Reading

DUNIA ISLAM

Memburuknya Kemanusiaan Di Gaza, FOZ Keluarkan Sikap

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Peningkatan eskalasai konflik Israel dan Palestina semakin memanas sejak Senin, 10 Mei 2021. Konflik ini tidak terlepas dari tindakan penggusuran Tentara Israel di wilayah Sheikh Jarrah, tidak jauh dari kompleks Masjid Al-Aqsa,

Hal itu di sikapi Warga Palestina dengan munculnya aksi damai warga. Tindakan kekerasan berlebihan dari tentara Israel terhadap peserta aksi damai tersebut yang akhirnya memicu meningkatnya eskalasi perang.

Korban warga sipil terus berjatuhan, menurut Aljazeera, sedikitnya 219 orang Palestina, termasuk 63 anak-anak telah meninggal di Gaza sejak kekerasan mulai terjadi pada 10 Mei. Sementara 1.500 warga Palestina lainnya luka-luka.

Sementara itu, 12 warga di Israel meninggal, termasuk 2 anak dan 300 orang mengalami luka-luka. Hingga pernyataan sikap ini dikeluarkan, penyerangan Israel ke Jalur Gaza Palestina masih berlanjut.

Sebagaimana telah diketahui, telah dicapai kesepakatan gencatan senjata antara Pihak Palestina dan Israel. Kesepakatan ini harus ditindak-lanjuti dengan berbagai upaya yang dipandang perlu untuk memberikan pertolongan, penyelamatan, dan pemulihan trauma bagi warga sipil dan kalangan paling rentan terdampak kekerasan.

Menyikapi perkembangan terkini di Palestina, Forum Zakat (FOZ) yang merupakan asosiasi organisasi pengelola zakat yang beranggotakan 163 lembaga dari berbagai latar belakang hari ini, Jum’at 21 Mei 2021 menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama, menyambut baik penghentian aksi kekerasan melalui kesepakatan gencatan senjata antara pihak Palestina dan Israel dan mendesak agar disegerakan segala upaya untuk memberikan pertolongan mengurangi penderitaan, dan menangani trauma yang dialami warga sipil, anak-anak, perempuan, dan lansia akibat rangkaian kekerasan yang terjadi.

Kedua, mengutuk keras atas tindakan kekerasan bersenjata yang dilakukan tentara Israel di wilayah Gaza serta Yerusalem Timur, Palestina, tentang hak asasi manusia dan nilai-nilai kemanusiaan warga sipil Palestina yang dilakukan oleh Israel. Tindakan kekerasan, diskriminatif, bahkan menjurus pada praktek apartheid di wilayah Palestina adalah pelanggaran atas Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948 yang menjadi konsensus global atas penghormatan dan perlindungan hak manusia, terutama di situasi konflik bersenjata.

Ketiga, mendukung langkah diplomasi pemerintah Indonesia selaku anggota dewan HAM PBB 2020-2022 pada pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait aksi penggusuran dan kekerasan bersenjata, praktek diskriminatif menjurus pada apartheid yang dilakukan Israel dan berencana membawanya menjadi salah satu agenda pada pertemuan Dewan Keamanan PBB dan mendorong peran aktif pemerintah

Keempat, mendukung setiap upaya pemerintah Indonesia agar bantuan kemanusiaan dapat segera dibuka dan dikirim secara langsung kepada masyarakat terdampak di wilayah Gaza maupun Yerusalem Timur.

Kelima, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengirimkan doa sekaligus memberikan dukungan moril melalui saluran-saluran sosial media agar konflik yang terjadi di Palestina segera berakhir dan dukungan materil melalui Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) Anggota FOZ.

Jakarta, 20 Mei 2021

  1. Bambang Suherman, Ketua Umum
  2. Nana Sudiana, Sekretaris Jenderal
  3. Agus Budiyanto, Direktur Eksekutif.

Amhar, melaporkan.

Continue Reading

DUNIA ISLAM

AHY Kecam Pasukan Bersenjata Israel Serang Masjid Al-Aqsa

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengecam keras tindakan anarkis pasukan bersenjata Israel di Masjid Al-Aqsa, serta serangan-serangan yang terus dilancarkan Israel kepada warga Palestina.

“Cara kekerasan, sampai melukai warga sipil yang tidak bersenjata, bahkan sedang beribadah sangat menyakiti kita semua, khususnya umat Islam,” ujar Ketum AHY, di DPP Demokrat, Selasa (11/5/2021).

Dia tambahkan, atas nama kemanusiaan dan hukum humaniter internasional, hal ini tidak bisa dibenarkan. Saya menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri. Solusi damai dua negara, hanya bisa terwujud dengan cara-cara damai.

“UUD 1945 menyatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa, tidak terkecuali bagi bangsa Palestina,” pungkas Ketum AHY.

Diketahui, Pasukan Israel menyerang umat Muslim yang sedang melaksanakan ibadah shalat tarawih di Masjid al-Aqsa, pada Jumat (7/5/2021) malam. (Amhar)

Continue Reading

DUNIA ISLAM

MHQH Ke 13, Menag: Amalkan Al-Quran dan Hadis dalam Keharmonisan Masyarakat

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini, Kamis 25 Maret 2021, menutup gelaran Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits (MHQH) Amir Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud Tingkat Nasional ke-13.

Dalam sambutannya Menag mengajak kaum muslimin untuk menjadikan Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman dan menciptakan kehidupan yang harmonis dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Bagaimana kita hidup dalam perbedaan baik agama, keyakinan maupun bangsa, hendaknya kita selalu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis dengan senantiasa menjaga persaudaraan dan respek kepada pihak lain,” kata Gus Menag dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, Kamis (25/3/2021).

Dituturkan Gus Menag, perbedaan adalah sunnatullah, keniscayaan, yang perlu disikapi secara matang. Perbedaan perlu dijadikan sebagai kekuatan untuk membangun kerjasama dengan banyak pihak.

“Mari kita wujudkan dan wariskan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara dengan mengacu pada upaya pembangunan peradaban dan berorientasi masa depan,” ujarnya.

Dia tambahkan, Kita semua yakin dengan Al-Qur’an dan Hadis. Kita akan mampu beradaptasi dengan setiap perubahan yang terjadi.

“Al-Qur’an dan Hadis adalah jalan terang yang menekankan kita untuk memikirkan masa depan yang cerah, lebih dinamis, dan optimis,” sambungnya.

Menurut Menag, Indonesia dan Arab Saudi adalah bangsa besar yang mampu berjalan dan seiring menjunjung tinggi nilai-nilai Universal Islam. Bangsa yang besar dan maju adalah bangsa yang selalu berfikir dalam tiga dimesi, yaitu: masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

Kepada para pemenang, Gus Menag mengingatkan bahwa kemenangan bukan segala-galanya.

“Hal terpenting dari gelaran MHQH adalah bagaimana kita mampu menggerakkan masyarakat untuk mencintai, memahami, mendalami kemudian berprilaku sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis demi kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia,” pesannya.

Sebanyak 40 penghafal Al-Qur’an berhasil melaju ke babak final untuk kategori putra dan putri. Sedangkan babak final cabang hadis diikuti 10 penghafal hadis terbaik dari 34 provinsi di Indonesia.

Berikut daftar pemenang MHQH 2021 berdasarkan Keputusan Dewan Hakim yang diketuai oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Husin Al Munawar dan Sekretaris Dr. Muchlis Hanafi:

I. Putra
Cabang 10 Juz, yakni:
1. Bayu Wibosono Damanik, Riau

2. Uli Satria, Aceh

3. Ali Hamzal Alfansuri, Kepulauan Riau

Cabang 15 Juz, yakni:
1. Andi Rahmad Yusuf Ikhradja, Sulawesi Selatan

2. Ahmad Faiz Fikri, Sulawesi Tenggara

3. Khairullah, Kepulauan Riau

Cabang 20 Juz, yakni:
1. Wildan Syukrillah, Banten.

2. Muhammad Adzim Fadlan, Sulawesi Selatan.

3. Alfin Firkham Maulana, DKI Jakarta

Cabang 30 Juz, yakni:
1. Yazid Fadillah, Lampung

2. Bambang Alfino Adi Utomo, Jambi

3. Muhammad Juaini, Nusa Tenggara Barat.

II Putri
Cabang 10 Juz, yakni:
1. Nurul Iffah Khumairoh, Sulawesi Tenggara.

2. Musta Dewi Indriyani, Kepulauan Riau

3. Fatihah Az-zahro, Papua

Cabang 15 Juz, yakni:
1. Norma, Kalimantan Barat

2. Nabillah Suharso, Sumatera Utara

3. Nur Fadhillah Wahid, Sulawesi Selatan

Cabang 20 Juz, yakni:
1. Sri Rahayu Lestari Putri, Kepulauan Riau

2. Qurrota A’Yun, Jawa Timur

3. Fitriani, DKI Jakarta

Cabang 30 Juz, yakni:
1. Rifdah Farnidah, Banten

2. Istiqomah, Kepulauan Riau

3. Indana Zulfa, DKI Jakarta

Hafalan Hadis Kitab Umdatul Ahkam, yaitu:
1. Rozin Nasrullah, Sulawesi Selatan.

2. Za’im At-Thory, DKI Jakarta

3. Mohammad Alunk, Jawa Timur. (Amhar)

Continue Reading

Trending