Connect with us

EKONOMI

Yasunli 40 Tahun Berkontribusi dengan Produk Berkualitas

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Selama 40 tahun menjalankan bisnis secara B2B (business to business), Yasunli telah sukses mentransformasikan plastik menjadi berbagai macam produk yang memberikan kemudahan bagi kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari.

Tanpa kita sadari, produk yang kita gunakan sehari-hari terbuat dari rangkaian plastik yang merupakan bagian dari kontribusi Yasunli, seperti kendaraan bermotor, helm, mesin cuci, printer, dan lainnya.

Selama 10 tahun terakhir, Yasunli telah membukukan pertumbuhan mencapai 200%. Kontribusi terbesar oleh produk parts mesin cuci dimana 40% dikuasai oleh Yasunli.

“Yasunli merupakan perusahaan yang selama 40 tahun ini turut berkontribusi dalam berkembangnya perusahaan-perusahaan multinasional di Indonesia dengan produk-produknya yang berkualitas.”

Jouw Erwin, Direktur Eksekutif PT. Yasunli Abadi Utama Plastik kepada media mengatakan, Kami telah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan berbagai perusahaan produsen multinasional dari berbagai industri seperti otomotif, barang-barang elektronik rumah tangga, dan barang elektronik kantor

“Seperti Astra Honda Motor, Epson, Sharp, Gojek, Grab, dan lainnya,” ujar Jouw Erwin, Direktur Eksekutif PT. Yasunli Abadi Utama Plastik saat ditemui pada Press Conference Yasunli 40″ Anniversary tanggal 12 Februari 2020 di Ocha & Bella, Hotel Morrissey, Menteng.

Untuk Grab dan Gojek, Erwin menambahkan, Yasunli berkontribusi dalam pembuatan helm untuk mitra pengemudi dari kedua perusahaan tersebut.

Sejalan dengan semangat Yasunli untuk terus memudahkan hidup masyarakat Indonesia produk berkualitas buatan Indonesia, kedepannya Yasunli akan menghadirkan produk lainnya yang befokus kepada home & living products sesuai dengan semboyan Yasunli, yakni “Shaping Life Together” dimana Yasunli memiliki tujuan untuk membentuk kehidupan yang ideal bersama konsumen.

Salah satu contoh kongkrit dari home & living products yang direncanakan oleh Yasunli adalah berupa peluncuran produk penerangan atau lampu, yang diberi nama “The Serenity Collection.”

“Kami bercita-cita untuk menjadi pionir dalam produksi lokal produk lighting di tengah pasar Indonesia yang sudah didominasi oleh banyak produk Impor. Harapan kami dengan adanya produk lighting ini, kami dapat menemani konsumen dan juga terus tumbuh bersama mereka,” ujar Jouw Erwin.

Produk lighting terbaru yang rencananya akan diluncurkan di bulan Jull 2020 ini merupakan hasil kolaborasi Yasunli dongan Yasuhide Yokoi, desainer industri dari Jepang, yang nantinya akan diproduksi di Indonesia. (Amhar)

Continue Reading

EKONOMI

BMH Launching Program 100 Hektar Lumbung Pangan Santri

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Pandemi Covid-19 menjadikan daya tahan pangan masyarakat terus tergerus, tidak terkernah para santri yang berjumlah 79.500 jiwa menimba ilmu di 630 pesantren binaan BMH dari Aceh hingga Papua.

Guna menjamin ketersediaan pangan bagi santri, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) hari ini, Kamis 8 April 2021, bertempat di Hotel Sofyan Tebet, Jakarta Selatan melaunching Program 100 Hektar Lumbung Pangan Santri.

Ade Syariful Allam, Dir. Operasional BMH dalam paparannya kepada media menjelaskan, bahwa
Program 100 hektar lumbung pangan santri ini akan memberi efek positif yang sangat penting selain dari jaminan ketersediaan pangan santri.

“Yakni mengurangi potensi alih fungsi lahan pertanian, mengembangkan usaha produktif di bidang pertanian, serta meningkatkan taraf hidup para petani,” ungkapnya.

Adapun Lokasi program ini kata Syariful Alam sudah berjalan di Pebayuran Bekasi, Luwu Timur Sulsel, Kebun Gizi Hidroponik di Depok, Jabar. Kebun Sayur di Balikpapan, Kaltim, Budidaya Jamur Tiram di Jatim, dan Perikanan Bandeng di Konawe Selatan, Sultra, serta Pertanian bawang prei di Lumajang, Jawa Timur.

“Diharapkan pada Tahun 2025 program ini dapat berjalan dengan baik yang memenuhi target 500 hektar sawah lumbung pangan santri,” tutup Direktur Operasional BMH, Ade Syariful Allam. (Amhar)

Continue Reading

EKONOMI

Suharso: Optimisme dengan Kerja Cerdas, Lekas dan Tuntas

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional menggelar konferensi pers yang mengusung tema “Perkembangan Ekonomi Indonesia: Optimisme Dengan Kerja Cerdas, Lekas dan Tuntas”. Acara tersebut diselenggarakan pada hari Selasa, 9 Februari 2021 secara offline maupun virtual.

Pasca Covid-19 pertumbuhan 5% tidak cukup untuk keluar dari _Middle Income Trap_ (MIT). Bappenas memproyeksikan bahwa untuk mengembalikan status Indonesia menjadi _upper middle income_ country pada tahun 2022 membutuhkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,0 Persen per tahun.

Menteri Perencanaan pembangunan Nasional menyampaikan, beberapa negara yang telah berhasil mengendalikan penyebaran virus Covid-19, mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif. Misalnya, China tumbuh sebesar 2,3 persen dan Taiwan tumbuh sebesar 3,0 persen.

“Faktor-faktor yang menyebabkan Cina, dan Taiwan tumbuh positif adalah dengan memberlakukan _Quick Respon_. Cina memulai lockdown selama 76 hari pada 23 januari sampai 8 april, membangun rumah sakit khusus dalam 10 hari.” ucap Menteri.

Sementara itu, Taiwan menetapkan protokol pengendalian di perbatasan negara dan karantina semenjak 31 Desember 2019, Januari-Maret 2020 memanfaatkan _big data_ untuk pendistribusian masker, menerapkan denda bagi pelanggar aturan karantina dan penumpang kendaraan publik tanpa masker.

“Pemerintah Indonesia telah melakukan 3 upaya penanganan Covid-19. Pertama, memperluas upaya kuratif untuk penanganan terhadap penderita Covid-19. Kedua, melakukan upaya promotif dan preventif termasuk vaksinasi Covid-19, dan ketiga yaitu _Herd Immunity_ di Indonesia (70%) yang diperkirakan akan dicapai pada Maret 2022,” ujar Menteri Suharso.

Menteri Suharso menjelaskan, kondisi pandemi menyebabkan Tren _e-commerce_ di dunia terus meningkat tajam. Penjualan _e-commerce_ di Indonesia meningkat mencapai 15,4 persen, jauh di atas pertumbuhan global sebesar 8,1 persen dan lebih tinggi dibanding negara-negara seperti India yang tumbuh sebesar 13,1 persen dan Afrika Selatan sebesar 10,0 persen.

“Pemenang nobel bidang ekonomi tahun 2015, Angus Deaton, dalam salah satu paper nya di bulan Januari 2021 mengatakan bahwa tidak ada _Trade-Off_ antara Kesehatan dan ekonomi: _fewer death means more income_. Negara yang berhasil menangani Covid-19, mengalami pemulihan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Di sisi lain, negara-negara yang mengalami tingkat kematian yang tinggi akibat Covid-19, mengalami penurunan pendapatan per kapita yang lebih besar, lanjut Menteri.

Kepala Bappenas menyampaikan, penangangan Covid-19 perlu difokuskan pada upaya untuk menurunkan tingkat penyebaran Covid-19 melalui kerjasama antara berbagai pihak: masyarakat, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah, meningkatkan jumlah _testing_ dan _tracing_ di seluruh daerah, sehingga menurunkan _positivity rate_ dan menurunkan angka reproduksi virus (Rt); serta melaksanakan vaksinasi sesuai sasaran yang ditetapkan.

Selanjutnya, di sisi pemulihan ekonomi, perlu difokuskan pada upaya untuk melakukan implementasi program pemulihan ekonomi secara tepat dan terukur, meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor, sehingga dapat melakukan aktivitas ekonomi, melakukan reformasi sistem kesehatan, sistem perlindungan sosial, dan sistem kebencanaan, serta mengembalikan jam kerja pada sektor industri dan pariwisata, serta mendorong investasi padat karya.

“Kita butuh kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak untuk mengatasi pandemi dan mencapai sasaran ini, kita mesti optimis dengan kerja cerdas, lekas dan tuntas,” tutupnya. (Zohiri)

Continue Reading

EKONOMI

Eric Thohir Terpilih Jadi Ketum MES, KAFOSSEI: Munas MES Sudah Tepat

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – KAFOSSEI (Korps Alumni Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam) menilai terpilihnya Eric Thohir sebagai Ketua Umum MES (Masyrakat Ekonomi Syariah) sudah tepat.

Pengurus Pusat MES telah selesai Melaksanakan Musyawarah Nasional dan menghasilkan keputusan terpilihnya Eric Thohir sebagai Ketua Umum dan Iggi Achsin sebagai Sekjend PP MES periode 2021-2023.

“Dengan Terpilihnya Eric Thohir sebagai Ketua Umum MES dan Iggi Achsin sebagai Sekjend MES, KAFOSSEI mendukung penuh hasil MUNAS tersebut,” ungkap Djihadul Mubarok dalam releasenya, Sabtu (30/1/2021)

KAFOSSEI menilai tepat sekali forum MUNAS MES memilih Eric Thohir sebagai Ketua Umum dan Iggi Achsin sebagai Sekjend, sebagaimana dikatakan oleh Ketua MPP KAFOSSEI Djihadul Mubarok disela-sela SILAKBAR dan TEMU NASIONAL ALUMNI KAFOSSEI yang dilaksanakan tanggal 28-30 Januari 2021

KAFOSSEI mengucapkan selamat dan sukses kepada Eric dan Iggi Achsin serta kami mendoakan semoga ketum dan Sekjend terpilih diberikan kekuatan untuk mengakselerasi gerakan Ekonomi Syariah lewat PP MES.

“Kami menilai beliau berdua memiliki kapasitas dan kapabilitas yang tidak diragukan lagi, yaitu Eric Thohir yang merupakan Menteri BUMN dan Iggi Achsin merupakan Stafsus Wapres,” sebut Mubarok.

Selanjutnya Djihadul Mubarok menegaskan, KAFOSSEI Siap bersinergi dan berkolaborasi PP MES dalam agenda-agenda ekonomi syariah kedepan.

Ditambahkan, KAFOSSEI juga siap memback up dan mengirimkan kader-kader terbaiknya untuk membantu kepengurusan PP MES Kedepan

“Karena Anggota KAFOSSEI sampai hari ini masih banyak yang focus dan konsisten di gerakan ekonomi syariah baik di tataran praktisi, akademisi, lembaga-lembaga keuangan syariah dan lembaga-lembaga pengambil kebijakan ekonomi syariah,” pungkas Mubarok.

Bersamaan, Sekretaris Jenderal MPP KAFOSSEI, Ari Permana juga menyampaikan harapannya, Saya berharap dengan selesainya Munas MES yang telah menghasilkan beberapa rekomendasi untuk peningkatan peran ekonomi dan keuangan syariah

Dan saya juga berharap, Ketua Umum Eric Thohir serta Sekjend Iggi Achsin dapat mengatasi permasalahan ekonomi umat, terlebih dalam masa pandemi ini yg juga berdampak pada perlambatan ekonomi.

“Kami berharap juga Tim Formatur bersama Ketum dan Sekjend MES terpilih, dalam penyusunan pengurus PP MES bisa melakukan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh steak holder Ekonomi Syariah,” ujar Ari Permana.

Terkait KAFOSSEI

KAFOSSEI merupakan salah satu steakholder gerakan ekonomi syariah tentunya menyambut baik hasil MUNAS MES, dikarenakan MUNAS MES menjadi moment untuk mengakslerasi gerakan pembumian ekonomi syariah di Indonesia.

KAFOSSEI adalah Korps Alumni Forum silaturrahim Studi Ekonomi Islam yang merupakan tempat berkumpulnya para Alumni FOSSEI (Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam) yang telah konsisten dalam gerakan ekonomi syariah

KAFOSSEI akan selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh steakholder Gerakan Ekonomi Syariah salah satunya PP MES (Masyarakat Ekonomi Syariah).

KAFOSSEI sejak awal pendirian MES telah banyak melakukan kolaborasi dan sinergi sehingga KAFOSSEI dan MES ini bagaikan ayah dan Anak.

Setelah PP MES melaksanakan MUNAS, KAFOSSEI melaksanakan agenda SILAKBAR (Silaturrahim Akbar) dan Temu NAsional Alumni pada tanggal 28-30 Januari 2021. (Amhar)

Continue Reading

Trending