Connect with us

Info TNI/Polri

Polisi Bongkar! Sindikat Mafia Tanah Gunakan Sertifikat Palsu

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Subdit II Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya (PMJ) bersama Kementerian ATR/BPN berhasil mengungkap sindikat mafia tanah yang menggunakan sertifikat palsu dan KTP elektronik ilegal serta mengamankan beberapa barang bukti berupa sertifikat tanah asli dan palsu, akta kuasa menjual, dan akta PPJB.

Anggota Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah sukses membongkar sindikat mafia tanah dengan menggunakan sertifikat palsu dan E-KTP ilegal.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, bahwa pihaknya kini telah mengamankan tujuh orang tersangka terkait sindikat mafia tanah tersebut.

“Jadi tim telah mengamankan 7 orang tersangka terkait sindikat mafia tanah tersebut,” ujar Irjen Nana kepada wartawan, di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (12/02/2020).

Lalu Nana menjelaskan, ketujuh orang tersebut antara lain, yakni: Raden Handi, Dedi Rusmanto, Arnold, Teguh, Hendry Primariady, Siti Dzubaedah, dan Bugi Martono.

Selain itu, pihaknya juga masih memburu tersangka lainnya bernama, Neneng Zakiah dan Diah alias Ayu. Para tersangka itu juga sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Nana mengungkapkan, kejadian bermula pada korban bernama Indra Hoesein hendak berniat menjual rumah di Jalan Brawijaya III No.12 Jakarta Selatan. Akan tetapi korban justru ditipu oleh para tersangka.

Kasus ini Irjen Nana menyebut, kerugian diperkirakan Rp 85 miliar dengan rincian Rp 70 miliar dari pemilik sertifikat rumah dan Rp 11 miliar dari renternir yang memberikan pinjaman.

“Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke (1) KUHP dan atau Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 Pasal 3, 4, 5 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang,” Pungkas Irjen Nana. (Amhar)

Continue Reading

Info TNI/Polri

Pangkoarmada I : Hari ini, Kita Fokus Menemukan Korban Pesawat Sriwijaya

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Hari ini Kamis, 14 Januari 2021, Panglima Koarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M. memimpin langsung pencarian Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak.

Diketahui, Pesawat Sriwijaya yang hilang kontak pada Sabtu pukul 14.40 WIB pekan lalu dan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Sejak Operasi SAR ini dibuka oleh Basarnas, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan sejumlah Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) serta tim Penyelam TNI AL yang terdiri dari Komando Pasukan Katak (Kopaska), Intai Amfibi Marinir (Taifib)

“Tak lupa TNI AL juga kerahkan Penyelam Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada I untuk membantu pencarian pesawat yang jatuh tersebut,” ungkap Pangkoarmada I.

Dia jelaskan, Unsur-unsur KRI TNI Angkatan Laut membantu Basarnas yang tergabung dalam Tim Gabungan untuk melakukan Search and Resque (SAR) Pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang dilaporkan lost contact.

Pangkoarmada I. Mengatakan, hal ini sesuai arahan Kasal, Laksamana TNI Yudo Margono S.E., M.M. yang memberikan semangat dan dukungan penuh kepada seluruh prajurit di lapangan dengan meninjau langsung proses pencarian di lokasi.

“Untuk itu, TNI AL langsung mengerahkan KRI dari Komando Armada I, KRI Teluk Teluk Gilimanuk-531 yang mengangkut Tim Penyelam TNI AL untuk membantu pelaksanaan Operasi SAR yang digelar oleh Basarnas,” ujarnya

Pangkoarmada I menambahkan,
Kemudian, KRI R.E. Martadinata-331, KRI Tjiptadi-381, KRI Teluk Cirebon-543, KRI Parang-647, KRI Kurau-856, KRI Tenggiri-865, KRI Cucut-886, serta Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) Denjaka, Kopaska, Taifib dan Dislambair juga membantu melakukan pencarian di tempat jatuhnya pesawat SJ 182.

Selain Itu, TNI AL mengerahkan KRI Rigel-933 yang merupakan kapal survei hidro-oseanografi yang memiliki beragam perlengkapan canggih dengan kategori multipurpose research vessel (MPRV).

“Secara umum, dalam misi SAR bawah laut, KRI Rigel-933 menggunakan empat alat yang dioperasikan bergantian, yakni multibeam echosounder, magnetometer, side scan sonar, dan ROV,” urai Pangkoarmada I.

Tercatat dari hari pertama, Tim Gabungan SAR berhasil mengevakuasi bagian tubuh korban dan serpihan pesawat.

Pada Selasa (12/1) petang, salah satu bagian dari kotak hitam yakni Flight Data Recorder (FDR) atau rekaman data penerbangan telah ditemukan tim Gabungan Penyelam dari TNI Angkatan Laut dan sudah diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P. di Dermaga JICT, Jakarta.

“Kini Tersisa Voice Cockpit Recorder (VCR) atau rekaman pembicaraan pilot yang masih dilakukan pencarian,” kata Pangkoarmada I.

Berdasarkan data manifest, pesawat jenis Boeing 737-500 yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru.

Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Pangkoarmada I menyebut, bahwa misi pencarian ini merupakan misi kemanusiaan, pencarian tetap kita fokuskan terhadap korban, apapun yang kita temui di bawah selalu diupayakan untuk diangkat.

“Terhadap Voice Cockpit Recorder (VCR) ada tim khusus yang tetap mengupayakan pencarian juga”. Pungkas Pangkoarmada I menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Info TNI/Polri

Fachrul Razi Harap, Kapolri Baru Dipilih Melalui Mekanisme yang Sehat

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Ketua Komite I DPD RI, Fachrul Razi, berharap Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru nanti harus terpilih melalui mekanisme yang sehat dan sesuai dengan profesionalisme yang dibangun institusi kepolisian.

Dikatakan Fachrul, mekanisme yang sehat itu dengan melihat faktor-faktor obyektif, kecakapan dan merit sistem.

“Penentuan calon harus mengabaikan faktor subyektif, yang menyangkut wilayah personal seseorang,” ujar Fachrul dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/12/2020)

Ia menambahkan, jika profesionalisme di institusi kepolisian yang hendak dibangun, maka semua proses di dalamnya juga harus profesional. Ketentuan itu termasuk dalam seleksi calon Kapolri.

“Dan yang sudah terbukti profesional adalah pola dengan merit sistem. Karena mendasarkan kepada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar. Adil dan wajar itu berarti tanpa membedakan latar belakang pribadi dan SARA,” tukasnya.

Fachrul Razi menegaskan, Indonesia sudah final sebagai sebuah negara dengan ideologi Pancasila, dan mengakui kebhinekaan. Tentu harus mengabaikan unsur suku, agama, ras dan golongan.

“Sudah tidak ada lagi subyektifitas Jawa, Luar Jawa atau Islam atau Kristen dan sebagainya,” tambahnya.

Karena itu Senator asal Aceh ini berharap dewan jabatan tinggi di Kepolisian, maupun Presiden Joko Widodo dapat melihat dengan pendekatan obyektifitas dalam memilih calon pengganti Kapolri Jenderal Idham Aziz yang akan memasuki masa pensiun.

Sebelumnya, wakil ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyatakan pihaknya sampai saat ini masih menunggu surat dari Presiden Joko Widodo terkait daftar nama calon pengganti Kapolri Jenderal Idham Azis.

Sahroni mengaku, Komisi III hingga saat ini belum menerima informasi terkait kapan Jokowi bakal menyerahkan surat tersebut, meski masa jabatan Idham akan habis tak lebih dari sebulan ke depan.

Sejumlah nama jenderal bintang tiga mulai muncul dalam bursa calon Kapolri, seiring masa jabatan Idham yang akan purna pada akhir Januari 2021.

Mereka di antaranya: Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, dan Kabaharkam Komjen Agus Andrianto. (Amhar)

Continue Reading

Info TNI/Polri

Monardo Apresiasi Kodam III/Siliwangi Atas Dukungan Fasilitas TNI AD Guna Isolasi Mandiri Corona

Published

on

By

JanoerKoening, Bandung – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo memberikan apresiasi kepada Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi yang telah mengizinkan penggunaan seluruh fasilitas milik TNI AD yang ada di wilayah Kodam III/Siliwangi untuk perawatan pasien COVID-19 tanpa gejala atau OTG.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang merupakan mantan Panglima Kodam III/Siliwangi (2017-2018) katakan, dengan adanya dukungan dari TNI AD tersebut, maka rumah sakit rujukan yang ada di wilayah Kodam III/Siliwangi dapat lebih fokus untuk menangani pasien COVID-19 dengan gejala ringan hingga kritis.

Kami berikan apresiasi terutama bantuan dari Kodam III/Siliwangi, atas arahan dari Bapak Kepala Staf Angkatan Darat yang telah mengizinkan semua fasilitas milik TNI Angkatan Darat yang berada di wilayah Kodam III/Siliwangi bisa digunakan untuk perawatan pasien

Demikian diungkapkan Doni Monardo usai melakukan Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 di Markas Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Senin (28/12/2020).

Sebelumnya, Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengatakan bahwa pihaknya telah berkomitmen untuk mendukung sepenuhnya penanganan COVID-19 di wilayah Jawa Barat dengan berbagai upaya.

Adapun Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto juga mengaku bahwa rencana itu sudah dilaporkan kepada Kepala Staf Angkatan Darat Andika Perkasa dan telah mendapatkan restu.

“Pada prinsipnya TNI AD akan mendukung sepenuhnya,” ujar Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

Adapun sejumlah fasilitas milik TNI AD tersebut yang kemudian dapat digunakan sebagai tempat isolasi mandiri tersebut meliputi asrama-asrama TNI maupun tempat pusat pendidikan TNI AD, wisma atlet TNI AD dan sebagainya.

Selain itu, Kodam III/Siliwangi juga menerjunkan sekitar 6.376 personel untuk membantu Polri dan instansi terkait dalam rangka menertibkan dan mengajak masyarakat agar lebih disiplin mematuhi protokol kesehatan 3M, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak menghindari kerumunan.

“Kita juga sudah mengerahkan sekitar 6.376 personel untuk pendisiplinan masyarakat tergabung bersama Polri dan Satpol PP,” tegasnya.

Ke depannya, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto bersama jajarannya juga akan membuat pelaporan terpusat yang lebih maksimal sehingga melalui data tersebut, maka penanganan COVID-19 di wilayah Kodam III/Siliwangi dapat lebih dimaksimalkan.

“Kita akan sama-sama untuk lebih menyampaikan hal yang riil kepada BNPB,” pungkas Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto. (Amhar)

Continue Reading

Trending