Connect with us

Entertainment

20 Tahun Bintang Lima, Dewa 19 Gelar Tour di 6 Kota

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Grup band Dewa 19 direncakan akan segera menggelar tour pertunjukan musik bertajuk “20 Tahun Bintang Lima Tour 2020 Dewa 19” di enam kota besar di Indonesia, dengan konsep konser yang didukung oleh Sang Pelopor Ahmad Dhani.

Gelaran yang bertepatan dengan 20 Tahun album ‘Bintang Lima’ sejak dirilis di Tanah Air ini menjadi salah satu pentas perdana Ahmad Dhani setelah bebas dari penjara itu bakal melibatkan vokalis Once Mekel dan Dul Jaelani di 6 Kota.

CEO Otello Asia, Sysan Ibrahim, selaku promotor mengatakan gelaran 20 Tahun Bintang Lima Tour 2020 Dewa 19 ini merupakan pertunjukan musik yang menandai usia 20 tahun album Dewa 19 bertajuk Bintang 5, di mana untuk pertama kalinya Once masuk menjadi vokalis di grup tersebut menggantikan posisi Ari Lasso.

“Ini adalah momen yang ditunggu, karena merupakan tour perdana Dewa 19 bersama comeback-nya Ahmad Dhani sejak vakum. Akan banyak surprise dan Dhani juga involve banget di konser ini,” kata Sysan Ibrahim, di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.

Sementara mantan vokalis Dewa 19 yang kini juga berkarier sebagai penyanyi solo, Once Mekel mengaku sudah tidak sabar untuk menyapa para penggemarnya di gelaran konser 20 Tahun Bintang Lima Tour 2020 Dewa 19.

Ia berharap helatan musik itu bakal berjalan baik dan maksimal, sehingga dapat memuaskan kerinduan fans yang berjuluk Baladewa.

Aku berharap dengan teknologi sekarang, apa yang akan kita suguhkan bisa maksimal dan memuaskan kita dan menambah kepuasan pengalaman Baladewa, serta mengobati kangen,” kata dia.

Berikut Jadwal Lengkap dan Daftar Harga Tiket Konser 20 Tahun Bintang Lima Tour 2020 Dewa 19 featuring Once Mekel / Dul Jaelani, yakni:

1. Bandung: 15 Februari 2020 di Trans Convention Center.

2.Yogyakarta; 22 Februari 2020 di Jogja Expo Center Hall B & C

3. Surabaya: 14 Maret 2020 di Grand City Convention Hall

4. Banjarmasin: 21 Maret 2020 di Gedung Sultan Suriansyah.

5. Balikpapan; 25 Maret 2020 di BSCC Dome.

6. Makassar: 3 April 2020 di Four Points Hotel by Sheraton.

Sementara untuk harga tiket
Bandung, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar dimulai dari Rp260 ribu-Rp1,3 juta. Sedangkan Yogyakarta akan dihargai mulai Rp160 ribu-Rp750 ribu.

Adapun tiket presale bisa didapatkan lewat situs dan aplikasi Tiket.com pada Jumat, 17 Januari dengan harga Rp110.000-1.050.000, lebih murah dari harga normal, selama kuota masih tersedia. (Amhar)

Continue Reading

Entertainment

Fokus Serial Action, Unity Production Hadirkan Film “Kisah 3 Pembunuh!”

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Unity Production adalah Production House pertama di Indonesia yang akan fokus dalam pengembangan Film/Serial Action yang memiliki standar kualitas International.

Didirikan tahun 2021 ini oleh duo Handy Zhang dan Ruben Harjanto. Dalam sambutanya Ruben mengungkapkan, Unity Production diharapkan mampu mengangkat kualitas film Action Indonesia yang sudah begitu dikenal di dunia International berkat Film The Raid.

Dijelaskan Ruben, dalam karya perdananya ini, Unity Production bekerjasama dengan aktor laga international, Yayan Ruhian, yang populer lewat film The Raid dan pernah bermain di Film Hollywood, Star wars dan John Wick.

“Juga aktor-aktor hebat Indonesia seperti Randy Pangalila, Ray Sahetapy dan Yoriko Angeline akan terlibat di serial laga ini,” sebut ruben Harjanto saat jumpa pers, Selasa (14/12/2021) di Grand Orchardz Hotel Rajawali Kemayoran, Jakarta.

Sementara 3 pemeran utama kita semuanya adalah REAL ACTION STAR (Para ahli beladiri) yaitu : Volland Humonggio, Franki Darmawan dan Ismi Melinda, sehingga bukan aktor biasa yang dilatih action, melainkan benar-benar ahli beladiri. Ini diharapkan mampu menciptakan adegan-adegan laga yang real dan memikat penonton!

Kisah 3 Pembunuh bercerita tentang tiga orang pembunuh yang sudah pensiun, tanpa sengaja, dipertemukan oleh takdir di sebuah kota kecil bernama Kandang Harum Dengan masing-masing problematika yang dihadapi, pada akhirnya mereka bertiga harus bekerjasama demi menyelamatkan nyawa orang-orang yang mereka cintai, ketika terjadi pengepungan di sekolah SMA Kandang Harum oleh musuh berbahaya akibat masa lalu mereka yang buruk!

Yoga (Volland Humonggio) yang tadinya mau hidup tenang di kota kecil Kandang Harum terpaksa harus berurusan dengan masa lalunya gara-gara Yolanda anak kesayangannya terkena bullying, Body Shaming, oleh teman sekolahnya yang kebetulan adalah adik dari jagoan Ormas preman di kota tersebut.

Sementara Ara (Franki Darmawan) yang tadinya ingin menikahi Alika, seorang guru sekolah SMA di Kandang Harum juga harus berurusan dengan Ormas preman, gara-gara dimintai sumbangan.

Dan terakhir, mantan pembunuh ke-3, Indri (Ismi Melinda) yang pulang kampung ke Kandang Harum untuk mendirikan masjid di tanah wakaf warisan ayahnya menerima kenyataan pahit bahwa tanah tersebut telah dirampas oleh para Mafia Tanah.

Gara-gara urusan sepele ini, membuat Bang Jago (Yayan Ruhian) ketua ormas yang sangat ditakuti di Indonesia mengetahui keberadaan mereka bertiga, dan mengirimkan pembunuh terhebatnya, Mas Monon (Randy Pangalila) untuk menghabisi nyawa 3 pembunuh!

Serial Action yang mengangkat Issue kekinian yang dekat dengan masyarakat kita, Body Shaming, Ormas rusuh dan mafia tanah.

Ditulis dan disutradarai oleh Archie Hekagery yang sebelumnya sukses membesut film Action remaja, Tarung Sarung dan Sitcom Tetangga Masa Gitu, “Kisah 3 Pembunuh” menjanjikan cerita yang memikat dan adegan aksi yang mencengangkan!

Saksikan serial Action “Kisah 3 Pembunuh” di layanan streaming berbayar (OTT) favorit anda. (Amhar)

Continue Reading

Entertainment

Gitaris Naif Tegaskan, Naif Masih Ada

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Gitaris Naif , Fajar Endra Taruna alias Jarwo mengatakan Naif masih ada. Dengan tegas! Jarwo membatah adanya kabar bubarnya band yang terbentuk pada Tahun 1995.

Menanggapin beredarnya bubarnya Naif di media, Jarwo mengungkapkan, “Di sini Gue mau bilang, Naif masih ada,” ujarnya saat jumpa pers di Kantor RAP, Bintaro, Tangerang Selatan, Jum’at (22/10/2021).

Lebih lanjut, Jarwo mengungkapkan bahwa pembubaran Naif tidak sah secara internal Naif. Jarwo pun menduga adanya paksaan untuk menandatangani surat pembubaran grup bandnya itu.

Surat pembubaran grup band Naif belakangan diketahui atas nama dua personelnya yakni Emil dan Pepeng. Surat tersebut juga dikirim melalui kurir.

Dalam kesempatan yang sama, Ramdhan Alamsyah selaku kuasa hukum Jarwo menilai surat yang dilayangkan Emil dan Pepeng terhadap kliennya mengandung unsur pemaksaan.

Pengacara Ganteng nan kondang itu bahkan menyebut kedua mantan personel Naif layaknya musuh dalam selimut bagi Jarwo.

“Padahal ke belakang mereka yang tak ada itikad baik maksa Jarwo tanda tangan (surat) Naif bubar. Tidak bicara seperti sahabat tapi seperti musuh dalam selimut,” ujar Ramdhan Alamsyah. (Amhar)

Continue Reading

Entertainment

Dari 92 Film Tayang, 35 Judul Film Masuk Unggulan Festival Film Wartawan

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) ke-XI telah menyeleksi film unggulan menjadi 35 judul film dari 92 film Indonesia yang tayang sejak September 2020 hingga September 2021.

30 film di antaranya tayang di bioskop, sisanya 62 film tayang di OTT, seperti Netflix, Disney+Hotstar, Klik Film, Bioskop Online, dan lainnya). Masing-masing terdiri dari tiga sampai lima unggulan.

Hal ini terungkap dalam Diskusi Kegiatan Penjurian FFWI XI yang berlangsung di Hotel Amaroossa Grande, Bekasi, Minggu, 19 September 2021.

Yan Widjaya selaku Ketua Bidang Penjurian FFWI XI menjelaskan, sampai saat ini telah dipilah 7 film Komedi, 7 film Horor dan 21 film Drama, selanjutnya masih akan mengalami kurasi unggulan.

“Unggulannya akan diumumkan pada 18 Oktober 2021. Kemudian akan menghasilkan sembilan unggulan yang akan kita nilai, meliputi sembilan unsur, yakni Film, Sutradara, Penulis Skenario, DOP (Penata Kamera), Aktor Utama, Aktris Utama, Aktor Pendukung, Aktris Pendukung, dan Penyunting (Editor),” kata Yan Widjaya.

Yan Widjaja menambahkan, setelah unggulan FFWI XI diumumkan pada 18 Oktober, selanjutnya pemenangnya akan diumumkan di malam puncak FFWI XI, pada 28 Oktober 2021.

Ketua Panitia FFWI XI, Wina Armada Sukardi sebelumnya mengatakan, penilaian FFWI XI bersifat sangat independen, tanpa harus berpretensi, dengan hanya menilai sembilan unsur.

Sebelumnya direncanakan empat kategori yang dinilai, yaitu Drama, Horor, Komedi dan Laga (Action). Tapi karena jumlah film berkategori Laga sedikit, sehingga dewan juri hanya menilai untuk tiga kategori dari 27 unsur yang ada. Plus tiga piala khusus.

FFWI tahun 2021 menjadi gelaran kesebelas, mengingat sebelumnya wartawan sudah menggelar sepuluh kali. Urutannya, empat kali oleh PWI dari 1970 sampai dengan 1975, dua kali oleh PWI Jaya pada 1985 dan 1986.

Selanjutnya, dua kali Festival Film yang didukung oleh Jak TV dan Usmar Ismail Awards dua kali.

Edy Suwardi selaku Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Apresiasi dan Literasi Film (Alif) Direktorat Perfilman dan Media, Kemendikbud Ristek RI mengatakan, pihaknya hanya menjadi pendamping dan memfasilitasi kegiatan FFWI XI.

Pokja Alif, juga meyakini hasil penjurian yang dilakukan dan didapatkan Juri FFWI XI akan baik.

“Intinya kami mendukung kegiatan FFWI XI, sebagai bagian ekosistem perfilman Indonesia. Dengan tujuan akhir dapat turut membuat film menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Edy Suwardi. (Amhar)

Continue Reading

Trending