Connect with us

Nasional

Kinerja 2019 Meningkat, SKK Migas Lampaui 5 Target

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Capean kinerja hulu migas 2019 mencatatkan sejumlah torehan positif ditengah tantangan dan berbagai kendala yang terjadi disepanjang tahun 2019. Demikian Konferensi Pers yang di Gelar Departemen Komunikasi SKK Migas, di Gd City Plaza, Jajarta, pada Kamis, 9 Januari 2020.

Disebutkan bahwa target APBN yang dipatok tinggi jauh diatas usulan dari KKKS serta kemampuan teknis yang tertuang dalam Work, Program & Budget (WP&B) menjadi pelecut semangat seluruh insan hulu migas untuk melakukan kerja yang terbaik di tahun 2019 guna mencapai target tersebut.

Melalui koordinasi yang intens dan peran aktif SKK Migas yang mendorong KKKS untuk senantiasa melakukan continual improvement, best practice serta berbagai forum yang menjadi ajang meningkatkan kompetensi, sharing knowledge telah mampu mendorong KKKS untuk merevisi target produksi migas menuju kemampuan produksi maksimum yang dapat dilakukan.

“Patut kita syukuri, ditengah tantangan hulu migas di tahun 2019 dan semakin kompetitifnya sektor hulu migas, sektor ini mampu mencatatkan kinerja yang membanggakan pada 5 aspek yakni: lifting, Realisasi cost recovery, Ralisasi investasi hulu migas, Reserve replacement ratio (RRR), dan Penguatan kapasitas industri nasional melalui TKDN,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

Dia katakan, jika proposal awal KKKS untuk lifting minyak sebesar 699,8 ribu BOPD, maka kesepakatan bersama antara SKK Migas dan KKKS pada dokumen WP&B dapat ditingkatkan menjadi 729,5 ribu BOPD.

“Pada tataran pelaksanaannya, melalui berbagai langkah dalam mencapai operational excellence melalui antara lain : Filling The Gap (FTG), Production Enchancement Technology (PET), Management Work Through (MWT), Optimisasi Planned Shutdown dan lainnya, maka lifting minyak berhasil ditingkatkan pada angka 752.2 ribu BOPD,” ungkapnya.

Namun menurut Dwi, serangkaian kendala di sepanjang tahun 2019 seperti kebakaran hutan di Sumatera, dampak kondensat karena curtailment gas, revisi Amdal EMCL, kecelakaan di lapangan YY menjadikan pada akhir tahun 2019 lifting minyak bertengger pada angka 746 ribu BOPD.

Dia menambahkan, Capaian ini diatas target WP& B sebesar 729,5 ribu BOPD atau sebesar 102,3%. Adapun jika dibandingkan dengan target lifting minyak pada APBN 2019 yang sebesar 775 ribu BOPD, maka lifting 2019 mencapai 96,3% dari target.

“SKK Migas dan KKKS telah bekerja keras, ditengah tantangan decline rate yang secara alamiah mencapai 20% per tahun, serta capaian lifting minyak 2019 yang 102,3% diatas target WP&B menunjukkan effort maksimal dari seluruh pelaku usaha hulu migas,” kata Kepala SKK Migas.

“Adapun jika dibandingkan dengan RUEN yang pada tahun 2019 diprediksi lifting minyak berada di angka 590 ribu BOPD, maka capaian 746 ribu BOPD menunjukkan hasil yang membanggakan atas upaya kerja keras yang dilakukan oleh SKK Migas dan KKKS,” lanjut Dwi Soetjipto

Terkait gas, Kepala SKK Migas menjelaskan, realisasi lifting tahun 2019 mencapai 5,934 MMSCFD atau 99,9% dibandingkan dalam target WP&B yang sebesar 5,937 MMSCFD. Adapun untuk target APBN 2019 ditetapkan sebesar 7.000 MMSCFD.

Kepala SKK Migas menambahkan, Kinerja lifting gas di 2019 pada awalnya sempat mencapai angka 6,002 MMSCD. Capaian ini diperoleh setelah SKK Migas dan KKKS melakukan berbagai terobosan dan inovasi melalui kegiatan antara lain Filling The Gap (FTG), Production Enchancement Techonology (PET), Management, Optimisasi Planned Shutdown dan lainnya.

“Namun, adanya curtailment gas 60,8 MMSCFD seperti yang terjadi di JOB PMTS, Pertamina EP dan ENI. Kemudian kejadian H2S Spike EMCL dan accident di lapangan YY memberikan penurunan sebesar 7,2 MMSCFD,” jelasnya.

Meskipun kinerja gas kurang menggembirakan, secara keseluruhan lifting Migas di tahun 2019 mencapai 1,806 MBOEPD atau 101,1% diatas target WP&B sebesar 1,790 MBOEPD, meskipun masih dibawah target APBN sebesar 2,025 MBOEPD.

Mengakhiri pembicaraan, Dwi Soetjipto mengharapkan, untuk memberikan kontribusi yang optimal bagi pendapatan negara, SKK Migas harus terus melakukan efisiensi dan mendorong KKKS untuk dapat menerapkan praktek opersional terbaik.

Upaya menciptakan tata kelola organisasi yang baik, SKK Migas telah menerapkan berbagai sistem manajemen berstandar internasional seperti ISO 9001:2015 tentang manajemen mutu dan ISO 37001:2016 tentang sistem manajemen untuk membantu organisasi mencegah mendeteksi dan menangani penyuapan.

“Telah beroperasinya integrated operation center (IOC) per 1 Januari 2020 semakin menambah optimisme, kinerja ekselen ditahun 2019 dapat ditingkatkan di tahun 2020,” pungkas Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

#temanKIP Akan Bersinergi Dengan Perguruan Tinggi

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma’ruf berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menginisiasi sebuah program.

Adanya sebuah program yang bertujuan untuk membantu dan mendampingi proses penerimaan manfaat dari Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah), yang diberi nama ‘Teman KIP’.

Berkaitan dengan hal tersebut guna ditindaklanjuti, maka Teman KIP diluncurkan pada hari ini Senin, 3 Agustus 2020, di Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Gedung D Lantai 2, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta.

“Untuk meningkatkan akses, keadilan, dan pemerataan kualitas pendidikan, pada tahun 2020 ini Pemerintah meluncurkan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah),” ungkap Aminuddin Ma’ruf, Stafsus Presiden RI dalam jumpa persnya, (3/8).

Hal ini sebelumnya dipertegas pada Rapat Terbatas (12/11/2019) bahwa Presiden Joko Widodo meminta menteri terkait mengimplementasikan penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah agar tepat sasaran.

Lebih lanjut Aminuddin menjelaskan, KIP Kuliah dibuat dengan skema arah kebijakan baru. KIP Kuliah akan memberikan dana bantuan UKT kepada 410.000 mahasiswa, dana KIP Kuliah 2020 kepada 200.000 mahasiswa baru dan dana bidik misi on going

“Adapun afirmasi PT kepada 267.000 mahasiswa dengan total anggaran 4.1 Triliun Rupiah yang berasal dari APBN 2020,” terangnya.

Sebagai Staf Khusus Presiden gugus urusan kelompok strategis, salah satunya adalah kelompok Mahasiswa, saya perlu berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Agama Republik Indonesia

“Yang mana keduanya membawahi berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Maka, terkait implementasi KlP-Kuliah ini, bersama-sama menginisiasi program #temanKlP upaya memastikan misi Presiden tepat sasaran,” ujar Aminuddin.

Oleh sebab itu, terkait hal tersebut kami menegaskan :

1. #temanKlP adalah sebuah kerja sosial bersifat kerelawanan untuk memastikan manfaat KlP-Kuliah sampai pada mereka yang berhak. Sebagai langkah afirmasi pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan tinggi bagi seluruh rakyat indonesia

2. #TemanKlP ingin memastikan informasi KlP-Kuliah terbuka, mudah diakses dan tepat sasaran.

3. #temanKlP akan mendelegasikan kordinator disetiap kampus dari unsur mahasiswa untuk membantu memberikan informasi, pendampingan dan pengaduan KlP-Kuliah.

4. #temanKlP juga akan bersinergi dengan Rektorat Perguruan Tinggi Penyelenggara KIP Kuliah.

5. Akhir kata, #temanKlP merupakan perwujudan pengawalan pemerataan akses dan kualitas pendidikan yang bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia dan diterima kepada mereka yang membutuhkan. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

Selamatkan Bangsa, Din Samsuddin Deklarasi Membentuk KAMI

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Puluhan Tokoh Nasional berkumpul membentuk Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan menggelar deklarasi di RM. Gudeg Kendil Mas, Jl. Raya Fatmawati No. 76, Jakarta Selatan, pada Minggu (2/8/2020).

Acara deklarasi ini dihadiri sejumlah tokoh nasional berpengaruh dan dikenal kritis dari berbagai perwakilan masyarakat yang peduli akan masa depan negara dan bangsa Indonesia, untuk bangkit dari keterpurukan

Sejumlah tokoh nasional yang hadir memiliki bidang kepakaran yang berbeda-beda seperti dibidang politik, hukum, sosial, ekonomi, budaya, agama, militer, hingga filsafat dan juga hadir akademisi

Para tokoh dan aktivis yang hadir dalam acara itu antara lain, yakni : Din Syamsudin, Abdullah Hehamahua, Rocky Gerung, MS Ka’ban, M Said Didu, Refly Harun, Syahganda Nainggolan, Prof Anthony Kurniawan, Rohmat Wahab, Edy Mulyadi juga Ahmad Yani

Selain itu, nampak pula hadir Adhie M Massardi, Moh. Jumhur Hidayat, Ichsanudin Noorsy, Hatta Taliwang, Marwan Batubara, Edwin Sukowati, Joko Abdurrahman, Habib Muhsin Al Atas, Tamsil Linrung, Eko Suryo Santjojo, Chusnul Mariyah, dan Sri Bintang Pamungkas.

Dalam sambutannya Din Syamsuddin katakan, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) merupakan sebuah gerakan moral seluruh elemen-elemen dan komponen bangsa lintas agama, suku, profesi, kepentingan politik yang menyatu.

“KAMI sebagai gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia, yang berarti menyelamatkan jutaan keluarga karena kepala keluarganya kini tidak bisa lagi bekerja karena kena PHK,” ujar Din.

Menurutnya, menyelamatkan Indonesia adalah menyelamatkan dari oligarkhi, kleptokrasi, korupsi, dan politik dinasti.

“Jadi, gerakan menyelamatkan Indonesia adalah gerakan amar ma’ruf nahi munkar yang harus dilakukan setiap umat. Sebab, perjuangan menyelamatkan berat karena lingkaran setan yang membuat tidak tahu dari mana memulainya.

Ahmad Yani mengatakan, saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia semakin mengalami keterpurukan.

Bahkan, pemerintah disebutnya sudah tak menjalankan tugas seperti seharusnya dan menjadi penyelewengan dari dasar-dasar negara.

“Oleh karna itu, hadirnya ‘KAMI’ ini berpangkal dari penyelewangan terhadap cita-cita dan arah dari kemerdekaan dan proklamasi kita sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD,” ujar Yani

Yani mengklaim koalisi ini sudah didukung berbagai kalangan yang tersebar di berbagai daerah. Terhitung sudah ada 150 tokoh yang akan ikut bersama pihaknya mengkritisi tindakan pemerintah.

Dari awal ini yang sudah bersedia ikut ada sekitar 150 lebih dan terus menerus menyatakan dukungan. Tidak hanya di Jakarta tapi juga di seluruh Indonesia,” tutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

Noor Supit : Jadikan SOKSI Kekuatan Utama Kemenangan Golkar

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Telah terpilih Ahmadi Noor Supit secara musyawarah mufakat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) dalam Munas XI di Hotel Sultan Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

Noor Supit mengungkapkan bersama Keluarga Besar SOKSI akan terus menjaga Doktrin Karya Kekaryaan dan jati diri Karyawanisme sebagai landasan perjuangan organisasi yang didirikan oleh Suhardiman ini

“SOKSI juga akan berkomitmen terus memantapkan konsolidasi organisasi dari tingkat pusat sampai daerah untuk menyongsong kemenangan Partai Golkar di Pemilu tahun 2024,” tambahnya.

Noor Supit mengatakan, Kemenangan Partai Golkar di Pileg dan Pilpres 2024 menjadi komitmen SOKSI ke depan. Untuk itu, kami akan terus meyakinkan rakyat bahwa Golkar adalah pilihan terbaik untuk mensejahterakan rakyat.

“Kemenangan Golkar adalah menjadi kebutuhan rakyat karena hingga saat sekarang pun rakyat belum memperoleh hak untuk sejahtera,” pungkas Noor Supit kepada pers usai pidato kemenangannya di Hotel Sultan, Sabtu (25/7/2020)

Secara tegas SOKSI, kata Supit juga meminta kesediaan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, untuk dicalonkan sebagai Calon Presiden RI masa bakti 2024-2029.

Politisi senior Partai Golkar yang telah beberapa periode mengabdikan dirinya sebagai legislator ini merupakan kader murni SOKSI yang merintis karir politiknya dari bawah.

Mulai bukan siapa-siapa, kini Noor Supit berhasil membuktikan achievementnya mendapat kepercayaan memimpin organisasi yang memiliki sejarah panjang melawan komunisme di republik ini.

Supit pun bertekad membawa SOKSI, sebagai organisasi yang besar dan kuat dalam memunculkan gagasan dan pemikiran yang kritis juga solutif bagi perjalanan sejarah perpolitikan bangsa.

Ketua Umum SOKSI ini akan mengajak seluruh elemen Golkar untuk bersama-sama mewujudkan harapan seluruh kader menjadikan Partai Golkar sebagai Pemenang Pertama dalam konstentasi Pemilu yad.

Noor Supit tegaskan, SOKSI harus bisa menyiapkan dan memberikan kader pilihan terbaik untuk menjadi pemimpin bangsa ke depan. Untuk itu SOKSI harus kembali melakukan kaderisasi kepemimpinan.

“SOKSI tidak kenal kader lompat sana lompat sini, kita sebagai organisasi selalu kenal siapa yang memimpin dan calon-calon Pemimpin SOKSI masa depan,” tegasnya.

Supit menegaskan di bawah komandonya SOKSI juga tetap konsisten dalam menjaga tegak dan utuhnya Pancasila berdasarkan pada sejarah pendirian Ormas SOKSI sejak 20 Mei 1960.

“Posisi SOKSI sebagai benteng Pancasila, akan terus menangkal komunisme dan paham, ajaran atau aliran lain yang bertentangan dengan Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia, Pancasila dan UUD 1946 adalah harga mati bagi NKRI,” ucap Supit.

Anggota DPR-RI Fraksi Partai Golkar (1992-2019) ini juga bertekad menjadikan SOKSI sebagai Ormas yang besar dan kuat.

“Ormas yang menonjolkan pemikiran-pemikiran kritis solutif, dengan melakukan rebranding total dan konsolidasi secara menyeluruh dari pusat sampai ke daerah agar kiprah nyata SOKSI terus mewarnai perjalanan negeri ini,” ujar Supit.

Selain itu, kata Supit, dalam penanganan pandemi Covid-19, SOKSI juga mendorong pemerintah agar lebih serius dan komprehensif dalam mengantisipasi krisis ekonomi sebagai dampak terbesar, selain tentunya aspek kesehatan dan sosial budaya yang tidak bisa diabaikan.

“Agar pandemi ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan nasionalisme, menumbuhkan semangat dan tantangan baru dalam meningkatkan kreativitas, inovasi dan soliditas anak bangsa dengan tetap menjaga jati diri dan nilai-nilai luhur Pancasila,” tuturnya.

Salah satu Kino Golkar ini telah merampungkan agenda penting organisasi yakni Rapimnas III dan Munas XI SOKSI Tahun 2020 yang dibuka langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Airlangga juga merupakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang baru saja ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Turut hadir pula Ketua MPR RI yang sekaligus Wakil Ketua Umum SOKSI, Bambang Soesatyo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Dewan Pembina SOKSI, Aburizal Bakrie. Ketua Dewan Kehormatan Golkar, Akbar Tandjung.

Hadir juga anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, yang juga Kader SOKSI diantaranya, AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Ketua OC), Mukhamad Misbakhun (Bendahara Munas), Robert Kardinal, Dewi Asmara, Putri Komarudin.

Selain itu hadir juga para Sesepuh atau Senior SOKSI yakni: Oetojo Oesman, Bomer Pasaribu, Thomas Suyatno, Agustin Syarwan Hamid, Iris Indira dll. Tampak pula, Ketum AMPG Ilham Permana beserta jajaran Pimpinan Pusat Partai Golkar.

Ketua Penyelenggara Munas XI adalah Agun Gunanjar Sudarsa, kader SOKSI yang juga Legislator DPR RI beberapa periode. sedangkan Lawrence Siburian yang sebelumnya pernah menghimpun diri dalam Presidium SOKSI didaulat sebagai Wakil Ketua SC dan Pimpinan Sidang Munas XI SOKSI.

SOKSI didirikan pada 20 Mei 1960 oleh Mayjen (Purn) Prof. Dr. Suhardiman dengan tujuan menjaga utuh dan tegaknya NKRI dari rongrongan Komunisme maupun ajaran atau paham lain yang bertentangan dengan Pancasila.

Dalam Munas XI SOKSI ini juga telah terpilih pula Bobby Soehardiman sebagai Ketua Dewan Pembina, Oetojo Oesman sebagai Ketua Dewan Kehormatan, Thomas Suyatno sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, Bomer Pasaribu sebagai Ketua Dewan Pakar SOKSI.

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB) menghadiri Pembukaan Rapimnas III dan Munas XI SOKSI dengan memberi pengarahan dan motivasi kepada peserta yang dihadiri oleh 30 Dewan Pimpinan Daerah SOKSI dari seluruh Indonesia dan unsur peserta lainnya.

Dalam sambutannya ARB minta SOKSI terus memberikan perhatian berupa peningkatan kualitas bagi karyawan, pekerja dan buruh.

“Saya menyarankan kepada Ketua Umum SOKSI terpilih untuk bisa melaksanakan pendidikan mendalam bagi karyawan Indonesia,” ujarnya.

ARB juga mengajak SOKSI memberikan kontribusi riil bagi bangsa dan negara dalam program-program kerjanya yang diakui banyak memberikan manfaat besar untuk rakyat.

“Munas SOKSI jangan hanya memilih Ketua Umum tapi juga harus menyusun program-program kongkrit sebagai kontribusi SOKSI pada bangsa dan negara,” tutur ARB yang juga pernah menjadi Ketum Partai Golkar ini.

Dina Hidayana, selaku Sekretaris Penyelenggara, mengapresiasi peserta Munas yang telah mewujudkan proses demokrasi sebagaimana pengejawantahan Pancasila dengan sangat tertib.

“Dalam suasana kekeluargaan yang berlangsung selama Munas XI SOKSI Tahun 2020 ini dan optimis bahwa SOKSI bersama anak yang didirikannya, yakni Partai GOLKAR akan tumbuh kuat bersama,” tambahnya.

Dina Hidayana yang juga merupakan Staf Ahli MPR RI ini juga menegaskan, bahwa kepemimpinan yang kuat dengan Soliditas, Kepercayaan, Visi yang sama, Sistem yang tepat dan Kualitas Kader sebagai Kata kuncinya. (Amhar)

Continue Reading

Trending