Connect with us

Info TNI/Polri

Refleksi Akhir Tahun : Polri Selamatkan Rp 454 Milliar Uang Negara

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Pada 2019, Polri dihadapkan pada banyak tantangan tugas pokok. Mulai dari pengamanan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif, pengelolaan dampak hoax, propaganda firehose of falsehood, ujaran kebencian, politisasi SARA dan politik identitas, penanggulangan terorisme, serta narkoba.

Selain itu tugas polri lainnya juga pada penanganan illegal logging hingga karhutla, illegal mining dan fishing, korupsi dan kejahatan lainnya berhasil dikelola oleh Polri bersama TNI, kementerian, Pemda dan masyarakat.

Dalam refleksi akhir tahun, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menyampaikan paparan kinerja Polri selama satu tahun terakhir 2018-2019 di Gedung PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu 28 Desember 2019.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merilis hasil kinerja terhadap penanganan tindak pidana korupsi (tipikor) dan kejahatan lainnya selama 2018-2019. Selama setahun bekerja, Polri menyelamatkan uang negara Rp454 miliar.

“Selama 2019, jumlah tindak pidana korupsi meningkat sebanyak 32 kasus. Kemudian, kejahatan terhadap kekayaan negara lainnya menurun bila dibandingkan 2018,” ujar Kapolri.

Idham Aziz juga memaparkan, jumlah kejahatan terhadap kekayaan negara tersebut yakni illegal logging sebanyak 535 kasus. Jumlah ini turun dibandingkan 2018 sebanyak 668 kasus.

Selain itu, illegal mining turun menjadi 416 kasus dari sebelumnya 596 kasus, illegal fishing dari 2018 terjadi 5 kasus dan pada 2019 menjadi 24 kasus. Ada pula kejahatan migas pada 2018 sebanyak 502 kasus dan di 2019 ini turun menjadi 380 kasus.

“Kerugian keuangan negara yang berhasil diungkap sebesar Rp1,803 triliun dan keuangan negara yang berhasil diselamatkan pada 2019 sebesar Rp454 miliar,” ungkap Idham.

Mantan Kabareskrim ini menjelaskan, penyelesaian perkara korupsi dan kejahatan kekayaan negara pada 2018 sebanyak 1.108 kasus. Pada 2019 ini sebanyak 768 kasus terselesaikan.

Refleksi akhir tahun Polri dihadiri sejumlah pejabat utama Polri antara lain Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal. Hadir pula sejumlah anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan dari Fraksi PDI Perjuangan dan Nasir Djamil fari PKS. Hadir juga para Pimred Media. (Amhar)

Continue Reading

Info TNI/Polri

Korpri Unit TNI AD Gelar Syukuran Peringati Hari Jadi ke-50 Korpri

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Memperingati Hari Ulang Tahun ke – 50 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Korpri Unit TNI AD menggelar acara syukuran secara sederhana yang gelar di Aula Jenderal Besar A.H Nasution, Markas Besar Angkatan Darat, Senin (29/11/2021).

Upacara Peringaatan HUT ke – 50 Korpri terpusat dilakukan secara virtual dengan Inspektur Upacara Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo. Dalam amanat HUT ke – 50 Korpri, yang mengusung tema ”ASN Bersatu, Korpri Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Presiden Joko Widodo menyampaikan selamat ulang tahun ke – 50 kepada seluruh anggota Korpri di seluruh tanah air.

Pada acara syukuran HUT ke-50 Korpri TNI AD, Asisten Personel (Aspers) Kasad Mayjen TNI Wawan Ruswandi, S.I.P., M.Si ., sebagai Pembina Utama Korpri Unit TNI AD yang diwakili Waaspers Kasad Bidang Binpers, Brigjen TNI Hadi Basuki, S.Sos., M.M., M.Tr.(Han) menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Korpri yang memperingati hari jadinya ke -50 dan juga khususnya bagi Korpri Unit TNI AD.

Dalam sambutan tertulisnya, Aspers Kasad Mayjen TNI Wawan Ruswandi, S.I.P., M.Si. menyampaikan rasa bangganya, karena PNS TNI Angkatan Darat terus berusaha untuk menguatkan eksistensi, terus meningkatkan kompetensi dan kinerjanya dalam mendukung tugas pokok TNI AD.

“Keberhasilan dan prestasi yang telah dicapai oleh Korpri Unit Angkatan Darat hingga saat ini tentunya tidak terlepas dari peran, kerja keras, pengabdian, dedikasi, perjuangan dan pengorbanan segenap para pendahulu PNS Angkatan Darat selama berdinas di jajaran TNI Angkatan Darat,” imbuhnya.

Acara Syukuran HUT ke- 50 Korpri ini juga dihadiri oleh Ketua Korpri Unit TNI AD drg. Nora Tristyana, M.A.R.S,. Aspers Kasad dalam sambutan tertulisnya mengatakan, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini yang semakin pesat, tentunya berdampak pada tantangan tugas dan tanggung jawab Korpri Unit TNI Angkatan Darat ke depan semakin berat.

Dihadapkan dengan tantangan tersebut, maka diharapkan peran serta seluruh personel PNS TNI AD agar meningkatkan kemampuan dan keterampilannya melalui jenjang pendidikan baik umum maupun militer. Berbekal dari meningkatnya kemampuan dan keterampilan yang dicapai diharapkan dapat menghadapi tantangan tugas di masa yang akan datang.

Acara Syukuran ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan doa. Kegiatan dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. (Amhar)

Continue Reading

Info TNI/Polri

Usai Santuni Anak Yatim, Pangdam IM Tinjau Khitanan Massal dan Operasi Bibir Sumbing

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Achmad Marzuki menyantuni anak yatim di kediaman Pangdam IM, Kota Banda Aceh, Minggu (28/11/2021).

Usai menyantuni anak yatim, Pangdam bersama rombongan meninjau pelaksanaan bakti sosial yakni khitanan massal di Rumah Sakit Tingkat II Kesehatan Kodam Iskandar Muda (Kesdam IM) di Kuta Alam Kota Banda Aceh.

Selanjutnya, Pangdam IM meninjau operasi bibir sumbing dan celah langit-langit di Rumah Sakit Umum Malahayati, Jaya Baru Kota Banda Aceh.

Selama melakukan peninjauan di RS Tingkat II Kesdam IM dan RS Umum Malahayati, Pangdam IM berkesempatan menyapa para orang tua maupun pasien khitanan, bibir sumbing dan celah langit-langit.

Pangdam IM mendoakan agar operasi dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Semoga operasinya aman dan lancar serta semua pasien juga segera sembuh,” harap Pangdam IM.

Pada kesempatan yang sama, Andika Putriyani salah satu orang tua pasien operasi bibir sumbing, menyampaikan rasa bahagia karena mendapatkan pelayanan operasi gratis untuk putrinya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Kodam Iskandar Muda atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih kepada pihak yang telah membantu dan memfasilitasi kegiatan ini. Semoga Allah SWT membalas kebaikan bapak-bapak TNI yang telah sudi membantu kesulitan kami,” ungkap Andika Putriani dengan penuh haru.

Sementara itu, Kapendam IM, Kolonel Arh Sudrajat, S.H. mengatakan, adapun total anak-anak yang mengikuti khitanan massal sebanyak 36 orang.

“Semuanya disunat di Rumah Sakit Tingkat II Kesdam IM, anak-anak kita ini berasal dari beberapa daerah di Banda Aceh dan Aceh Besar,” katanya.

Sedangkan, lanjut Kapendam IM, total pasien operasi bibir sumbing sebanyak 34 orang yang berasal dari Kabupaten Pidie, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Abdya, Bireuen dan Gayo Lues.

“Anak-anak kita ini datang dari beberapa wilayah dengan penanggung jawab langsung Dandim masing-masing,” kata Kapendam IM, Kolonel Arh Sudrajat, S.H.

Kapendam IM menambahkan, dua kegiatan tersebut merupakan kegiatan bakti sosial Kodam IM yang terus berlanjut dan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu.

“Kodam IM melalui program-program bakti sosial terus melakukan sejumlah kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Aceh. Kita ingin anak-anak Aceh selalu ceria dan gembira,” pungkas Kapendam IM.

Pada kegiatan tersebut juga dihadiri Kasdam IM Brigjen TNI Joko Putro Putranto, M.Sc., Irdam Brigjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han)., Kapoksahli Pangdam IM Brigjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si. dan para Asisten Kasdam IM.

Untuk diketahui, selama kegiatan itu berlangsung tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat guna memutuskan penyebaran Covid-19. (Amhar)

Continue Reading

Info TNI/Polri

Peras Polisi 2,5 Milyar Ketua DPP LSM TAMPERAK Jadi Tersangka

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap pelaku tindak pidana pemerasan dan pengancaman yang telah terjadi dibeberapa instansi pemerintah pada Jumat (19/11/21) pukul 16.40 WIB di Menteng, Jakarta Pusat.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi, S.I.K., M.H. dalam konferensi pers di Aula Lantai 6, Polres Metro Jakarta Pusat pada Jumat (26/11/21).

KPP (35) sebagai tersangka yang merupakan Ketua DPP LSM TAMPERAK mendatangi langsung badan instansi pemerintah untuk melakukan tindak pemerasan tersebut dengan bergaya sebagai pemberani.

Tersangka melakukan hal ini bersama rekannya RM (46) yang berperan untuk merekam atau melakukan dokumentasi serta ikut dalam melakukan pemerasan dan pengancaman.

“LSM ini datang ke berbagai instansi pemerintah tanpa mematuhi SOP yang berlaku di instansi-instansi tersebut, kemudian memviralkan videonya sehingga membuat kesan yang tidak bagus bagi instansi yang bersangkutan,” ucap Hengki dalam konferensi pers, Jumat (26/11/21).

Tersangka mendatangi beberapa instansi, diantaranya Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, BNN, Polres Jakarta Selatan, Bareskrim Polri, BSSN, dan Polsek Menteng.

“Modus operandinya mereka berbagi tugas, ada yang marah, kemudian ada alat perekam, membuat keonaran, kegaduhan, mendiskreditkan instansi, mengganggu kehormatan instansi, mendiskreditkan pimpinan instansi, memberikan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar, dan sekaligus supaya terlihat berani di anak buahnya di seluruh Indonesia,” lanjut Hengki.

Kepolisian mengungkapkan kejadian ini bermula dari korban HW yang merupakan anggota polri Polsek Menteng yang diminta untuk mentransfer dana sejumlah 2,5 milyar yang harus dibayarkan saat itu juga.

“Yang bersangkutan dengan dalih untuk membuat satu juta baju LSM, yang satu bajunya harganya Rp250.000. Itu kalau dikalikan satu juta berarti 2,5 milyar. Harus bayar pada saat hari itu juga, dihitung ditempat harus bayar 2,5 milyar, kalau ngga, saya viral,” ucap Hengki.

Atas hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap korban, korban merasa takut karna diancam akan diviralkan melalui video dan dikirimkan surat dugaan pelanggaran proses penyidikan kepada presiden, pejabat negara, dan petinggi polri.

“Sebelum transaksi itu terjadi, pelaku sudah kita tangkap di Pesanggrahan, Jakarta Selatan,” jelas Hengki.

Setelah dilakukan penyidikan, ditemukan bahwa tersangka dalam melakukan pemerasan dan pengancaman senilai 2,5 milyar untuk pengadaan pakaian LSM TAMPERAK seluruh Indonesia sebanyak satu juta pcs, yang faktanya dana tersebut digunakan untuk keperluan pribadi, antara lain membayar hutang, membeli mesin cuci, dan membeli peralatan elektronik lainnya.

Untuk dana rekening LSM TAMPERAK masih dilakukan pendalaman oleh pihak kepolisian.

Barang bukti yang telah didapatkan oleh kepolisian antara lain, 76 potong seragam kemeja lengan pendek warna putih bertuliskan LSM TAMPERAK, satu unit laptop merk Asus dan Toshiba, satu unit handphone merk Vivo, satu buku tabungan rekening bank mandiri, satu buah kartu ATM Mandiri, 10 lembar surat dewan pimpinan pusat LSM TAMPERAK, Sembilan lembar amplop bertuliskan Dewan Pimpinan Pusat LSM TAMPERAK

Selain itu penyidik Polri juga menumukan satu lembar bukti pembelian AC, satu lembar bukti transfer Bank Danamon ke rekening Bank BCA senilai Rp5.000.000, dua lembar bukti transfer Bank Danamon ke Bank BCA dengan total Rp4.725.000, satu lembar bukti transfer Bank BNI ke Bank BCA senilai Rp.1.000.000, satu potong rompi bertuliskan LSM TAMPERAK, dua unit AC merek Sharp, dan satu unit mesin cuci merek Sharp.

Kedua tersangka dikenakan pasal 368 KUHP, 369 KUHP, dan Pasal 27 ayat 4 UU ITE dan akan ditambahkan persangkaan dalam UU TPPU dengan ancaman hukuman pidana penjara 6 tahun dan atau denda 1 miliar rupiah. (Amhar)

Continue Reading

Trending