Connect with us

Uncategorized

Di Duga Mark Up 700 Milyar, GerCin Minta KPK Audit Dana Koni.

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (DPN-GerCin ) Mega Petrodes Keliduan S.sos dalam rilisnya yang di terima media pada Rabu, 11 Desember 2019 Mengatakan, telah terjadi dugaan mark up anggaran di KONI (Komite Olahraga nasional Indonesia) provinsi papua sebesar 700 milyar dari total anggaran PB PON XX 2020 sebesar 2,4 Triliun.

Pada tahun 2018 KONI papua mendapatkan tambahan dana 85 milyar namun penggunaan anggaran tersebut tidak jelas di pergunakan untuk apa, ujar Keliduan.

Dan berdasarkan informasi yang kami dapat yaitu sudah tiga kali DPRP mengundang pengurus KONI papua untuk pembahasan pemakaian dana tersebut namun pengurus KONI papua tidak hadir dalam memenuhi undangan dari DPRP papua,” ungkap mantan aktivis BEM Universitas Cenderawasih ini

Lebih lanjut alumni Fisip Uncen mengatakan bahwa, demi terwujudnya transparansi anggaran maka kami minta untuk KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) turun ke papua untuk memeriksa pengunaan anggaran yang di pakai oleh KONI papua dan panitia besar PON XX 2020 sebab kami menduga dana tersebut tidak di kelola secara profesional dan ada mark up anggaran yang di duga di lakukan oleh oknum-oknum tertentu di KONI papua.

Kami juga meminta dengan tegas kepada KPK RI untuk segera pula memeriksa sekretaris KONI papua yaitu berinisial KG karena di duga telah membeli hotel seharga 8 Milyard dari hasil dugaan korupsi dana KONI papua.

Hotel tersebut berada di depan PLTD Waena perumnas dua distrik heram Kota Jayapura Provinsi Papua.

Uang Negara harus di selamat kan jangan para elit politik korupsi uang rakyat sebebas-bebasnya dan pada saat mau di periksa oleh aparat penegak hukum

Maka rakyat di kasih jadi bemper politik untuk lakukan demo-demo papua merdeka guna melindungi mereka dari jeratan hukum.

Hal ini adalah bentuk dari pengalihan isu dugaan kasus korupsi uang rakyat di papua.

Persoalan papua sudah selesai dalam NKRI yaitu 1 Mei 1969 namun yang belum selesai sampai hari ini adalah persoalan kesejahteraan orang asli papua dan penanganan hukum yang belum maksimal di papua.

Sebagai contoh kasus korupsi uang Otsus, dana APBN serta dana APBD yang turun ke papua yang seharusnya untuk kesejahteraan orang Asli papua namun di korupsi oleh oknum-oknum elit politik di Papua.

Kami juga minta dengan tegas agar supaya relawan PON XX 2020 yang di bentuk oleh DPD KNPI papua harus segera di bubarkan karena tidak ada manfaatnya dan bukan bagian dari marwah organisasi KNPI. KNPI adalah wadah berhimpun pemuda yang menaungi puluhan OKP dan OKPI serta pemuda pemuda papua yang berada di tingkat kecamatan dan kampung.

Banyak hal yang musti di prioritaskan dibandingkan merekrut relawan PON XX 2020, apalagi semua struktur inti DPD KNPI Provinsi papua dilibatkan lansung sebagai relawan PON XX.

Ini kan adalah suatu kesalahan tebesar dan terindikasi ada kepentingan yang berorientasi negatif, dan saya menduga bahwa ini adalah cara-cara licik yang di pakai untuk merampok uang rakyat yang di anggarkan untuk sukses PON XX 2020 di papua.

Keliduan juga menjelaskan bahwa, tahun 2020 provinsi papua akan menjadi tuan rumah penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) salah satu event bergengsi di tanah air. Sebagai putra bangsa kami ikut bangga namun tidaklah hanyut dan larut didalam kebanggaan yang sifatnya seremoni. Ada hal yang lebih substansi bagi rakyat papua yaitu tentang perbaikan taraf hidup menuju kesejahteraan.

“Hal positif yang nantinya bisa didapat dari pelaksanaan PON XX 2020 adalah terbukanya ruang-ruang temporary yang dapat mendongkrak PAD bagi kabupaten penyelenggara, tetapi juga bisa berdampak langsung kepada masyarakatnya,” ucapnya.

Ditambahkan nya, disisi lain terkait dengan upaya pemerintah dalam rangka mensukseskan pelaksanaan PON XX 2020 melalui kebijakan pemangkasan anggaran dimana salah satunya adalah anggaran program Strategis peningkatan ekonomi dan kelembagaan kampung (prospek) tahun 2019/2020 yang bersumber dari APBD provinsi adalah kebijakan yang keliru dan tidak adil.

Pertanyaannya adalah, apakah dampak ekonomi dari pelaksanaan PON XX 2020 ini akan dirasakan merata oleh seluruh masyarakat papua yg ada di kampung-kampung? “tanya” Keliduan. (red)

Continue Reading

Uncategorized

Kiat Sukses Imam Ammarullah, Peneliti dan Mahasiswa Beprestasi Unsri ber-IPK 3,71

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Prestasi Muhammad Imam Ammarullah bisa dijadikan inspirasi. Pasalnya, ia menjadi salah satu mahasiswa berprestasi yang mendapatkan penghargaan dalam wisuda ke-143 Universitas Sriwijaya (Unsri) pada tahun 2019 dengan IPK 3,71.

Imam yang juga merupakan seorang influencer diminta naik ke podium bersama tiga orang mahasiswa lainnya karena sumbangsih mereka selama menjadi mahasiswa Unsri.

Prestasi Imam bukan hanya itu saja, laki-laki yang identik dengan hastag #KaryakanKebermanfaatan ini terpilih untuk menjalankan riset mengenai implan medis

Riset yang dikwrjakan ini hasil kerja sama antara Imam dengan Universitas Sriwijaya dan Universiti Teknologi Malaysia selama 6 bulan di Medical Devices and Technology Centre (MEDiTEC), Universiti Teknologi Malaysia.

Pencapaian mahasiswa berprestasi Unsri bernama Imam Ammarullah, Peneliti
yang satu ini tidak dicapai dengan mudah.

“Selama menjadi mahasiswa di Unsri, saya menyadari bahwa ini amanah orangtua, maka dari itu harus menggunakan waktu sebaik-baiknya serta memaksimalkan potensi yang saya miliki,” ungkapnya, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (04/03/2021).

Pada awalnya, lulusan dengan pujian dari Teknik mesin Unsri ini mengaku menjalani perkuliahan tidaklah mudah.

“Terutama di awal perkuliahan karena dituntut kemandirian dalam menjalankan masa studi, cepat atau lama lulus itu semua tergantung kita, tidak seperti waktu SMA yang semuanya sudah terjadwal untuk lulus 3 tahun,” ungkapnya.

Pemuda asal Palembang, Sumatera Selatan ini memang tak ingin main-main dalam kuliahnya sebagaimana beberapa mahasiswa lainnya.

Oleh karena itu, tidak heran kalau sampai sekarang ia terus menorehkan sederet prestasi akademik dan non-akademik.

Imam katakan, ada banyak kompetisi keilmiahan yang saya menangi, seperti lomba esai, KTI, dan poster ilmiah.

“Saya tak mau membuat orangtua kecewa, makanya aktif juga di organisasi, pernah jadi Ketua Umum Ikatan Pemuda Peduli Sosial (IKASA) 2017-2018, Sekertaris Jendral Komunitas Muda Nuklir Nasional (KOMMUN) 2018-2019, dan beberapa organisasi lainnya,” jelasnya.

Banyaknya prestasi yang sudah diraih pria kelahiran 14 April 1999 itu tak membuatnya cepat puas dan menepuk dada.

Meskipun saat ini ia sering diundang di seminar-seminar karena rekam jejaknya yang memotivasi banyak orang, sebagaimana yang terlihat dalam akun Instagram pribadinya @imamammarullah.

Imam juga menyebut bahwa dirinya masih punya banyak mimpi, salah satunya lulus S3 dan aktif meneliti terutama di bidang alat kesehatan, khususnya implan medis.

“Pengembangan alat kesehatan di Indonesia merupakan peluang sekaligus tantangan, karena kebanyakan alat kesehatan kita masih impor dan ini tak boleh dibiarkan, kita perlu produksi alat kesehatan secara mandiri agar dapat meningkatkan daya saing,” terangnya.

Imam berpesan kepada adik tingkatnya di Unsri dan mahasiswa umumnya agar bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.

Dia tambahkan, karena waktu tidak dapat diputar ataupun diulang kembali, jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari.

“Apalagi banyak orang-orang di luar sana yang tidak punya kesempatan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi karena berbagai alasan, jadi jangan disia-siakan,” tuturnya. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Terpantau! Ikatan Alumni Jerman Divisi Eropa Periode 2020 – 2023 Telah Dilantik

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Telah terpantau di hari Minggu, 28 Februari 2021 jam 20.00 WIB adanya pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Jerman (IAJ) Divisi Eropa secara virtual melalui layanan video conference Zoom dari Jakarta, Bandung dan Eropa dan disiarkan secara live melalui Youtube.

Terkonfirmasi, pelantikan tersebut sebagai kelanjutan dari Musyawarah IAJ 5 Desember 2020 yang memilih Saudara Bimo Joga Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA sebagai Ketua Umum dan Dipl.-Ing. Mohamad Taufik, MM sebagai Wakil Ketua Umum, dan pelantikan Pengurus BPH (Badan Pengurus Harian) IAJ periode 2020-2023 pada 10 Januari 2021 yang lalu.

Di ketahui, Pengurus IAJ Divisi Eropa adalah: Indra Kusumah, M Sc, (PhD Candidate) sebagai Ketua, Fitria Bermanakusumah, M Sc sebagai Sekretaris Jenderal, Ir. Bambang Darwanto Sebagai Kepala Bidang Pengembangan Bisnis, dan Prio Adhi Setiawan, M Sc sebagai Kepala Bidang Teknologi.

Selanjutnya, Pengurus IAJ Divisi Eropa yakni: Yoga A. Tranggono, MM, M. Eng Sebagai Kepala Bidang Telekomunikasi, Tito Prabowo, BSc sebagai Kepala Bidang Teknik Informasi, Amru R. Razani, M Sc sebagai Kepala Bidang Transfer Teknologi, Muhammad Zulhalki, Spd., Mgr-Z Sebagai kepala Cabang Polandia, serta Dr. Ing Rahmat Suryana sebagai Kepala Cabang Skandinavia

Pengukuhan dan pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Sdr. Bimo Sasongko sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Umum IAJ no 02/KEP/KETUM/I/2021 tentang Pengangkatan Divisi Eropa Ikatan Alumni Jerman Periode 2020 – 2023 tanggal 4 Januari 2021.

Bimo Sasongko, Ketua Umum IAJ dalam sambutannya mengatakan, Ikatan Alumni Jerman (IAJ) merupakan sebuah organisasi yang didirikan untuk meningkatkan peran dan memperluas jaringan dan kompetensi alumni Jerman

“Hal ini juga sekaligus merupakan wahana bagi para alumni Jerman untuk dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. IAJ didirikan tepat pada Hari Pahlawan, 10 November 2017,” sebut Bimo

Tentang Ikatan Alumni Jerman (IAJ)

Visi IAJ adalah mengoptimalkan dan mendorong kekuatan alumni Jerman supaya lebih eksis, kredibel dan dipercaya oleh berbagai kepentingan di tanah air.

Misi jangka pendek IAJ adalah menjalin sinergi antar alumni, disertai dengan mempromosikan dan menyuarakan portofolio kompetensi dan keahlian para alumni melalui berbagai platform dan media.

IAJ juga akan selalu berperan aktif sebagai think-tank bangsa terkait dengan strategi, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan nasional.

IAJ juga memiliki misi khusus untuk ikut serta mendorong dan meningkatkan jumlah mahasiswa asal Indonesia untuk belajar di negara Jerman hingga 10 ribu orang selama lima tahun mendatang.

Dan juga termasuk dalam misi khusus IAJ adalah untuk mendorong peningkatan jumlah pekerja asal Indonesia yang bekerja untuk perusahaan Jerman, baik di Indonesia maupun di Jerman.

Sistem pengembangan profesi dan ketenagakerjaan di Jerman sangat tepat bagi Indonesia dalam menghadapi datangnya bonus demografi. Jerman sangat teliti, detil dan berhati-hati dalam memproyeksikan angkatan kerjanya.

Terkait visi dan misi tersebut, Bimo menjelaskan, bahwa IAJ akan terus berusaha melakukan kajian dan mengembangkan forum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dalam bentuk pemikiran dan gagasan terkait dengan penguatan hubungan antara Indonesia dan Jerman, yang akan sangat berguna untuk menunjang pembangunan Indonesia saat ini.

Bimo juga ungkap, IAJ mendukung langkah Kementerian Federal Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) Jerman, terkait kerjasama pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

“Hal yang dilakukan dalam kaitan tersebut antara lain adalah program pengembangan sumber daya manusia terkait sistem manajemen talenta dan sistem merit,” imbuh Ketua Umum IAJ, Bimo Sasongko menutupnya.

Para Pengurus dan Anggota Ikatan Alumni Jerman siap untuk bersinergi membangun Bangsa, serta membentuk jejaring di level Nasional maupun Internasional demi kepentingan Bangsa Indonesia.

Jakarta, 28 Februari 2021, di ketahui:
1. Bimo Sasongko, Ketua Umum IAJ

2. Mohamad Taufik, Wakil Ketua Umum IAJ

3. Muhammad Agus Salim, Sekretaris Jenderal IAJ, dan

4. Indra Kusumah, Ketua IAJ Divisi Eropa.

Continue Reading

Uncategorized

APTB Dukung KPK Hukum Mati Megakorupsi Bansos

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Membentuk Alumni Perguruan Tinggi Bersatu, yakni: Universitas Indonesia – UI WATCH (Andi Kosala, Dr Hakim & Taufik Bahaudin), ITB – KAPPAK ITB (Muli), IPB – FAM IPB (Rosyid), UGM – RELAGAMA (Irfan), ITS – ITS Bersatu, UNAIR – UNAIR Bergerak (Zulkifli Ekomei).

Berkumpul menyatu di Starbuck Rasuna Epicentrum Kuningan, Alumni Perguruan Tinggi Bersatu (APTB) menyampaikan memorandum kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, Minggu 23 Februari 2021, mulai pukul : 15.00 – 17.30 wib di Jakarta Selatan.

Memorandum ini dalam upaya mendukung KPK sebagai ujung tombak dalam memberantas korupsi yang merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime).

Kami bangga KPK pada akhir 2020 berhasil membongkar dua kasus besar yang melibatkan dua menteri dari Kabinet Indonesia Maju.

Kasus pertama adalah ditangkapnya Menteri KKP dan yang kedua adalah Mega Korupsi Menteri Sosial.

Kasus kedua ini menjadi sangat berbeda, disamping sebagai Mega Korupsi triliunan rupiah pada kasus Bantuan Sosial (BANSOS), karena dana yang dikorupsi adalah dana untuk bantuan masyarakat yang sedang sulit dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Dari memorandum ini, ALUMNI PERGURUAN TINGGI BERSATU juga menengarai Indikasi yang kuat adanya KKN di pemerintahan Presiden Joko Widodo yang melibatkan beberapa elit partai politik pendukung pemerintah dalam skandal Mega Korupsi, seperti Jiwasraya, Asabri, BPJS ketenagakerjaan dan lain-lain.

Salah satu indikasi KKN ini adalah penunjukan perusahaan swasta untuk proyek goodie bag senilai lebih dari Rp 150 milyar oleh Kementerian Sosial.

Hal ini mengarahkan persepsi masyarakat akan adanya KKN yang melibatkan anggota keluarga Presiden dan itu harus dituntaskan oleh KPK.

Lambannya penanganan hukum dalam menuntaskan kasus Mega Skandal korupsi di atas menyebabkan semakin menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di negeri ini.

Oleh karena itu, Alumni Perguruan Tinggi Bersatu terpanggil untuk memberikan dukungan penuh kepada KPK agar lebih berani menghadapi kekuatan-kekuatan dahsyat dengan jaringan koruptif yang melibatkan petinggi-petinggi di berbagai lembaga saat ini, dibarengi dengan indikasi kuatnya KKN.

Khusus dalam hal kasus korupsi BANSOS yang sangat mencederai rasa kemanusiaan yang adil dan beradab pada rakyat Indonesia yang tengah menderita karena pandemi Covid-19, KPK tidak boleh ragu ketika harus memutuskan bahwa pelaku harus dihukum mati, demi kepentingan untuk kebaikan bangsa dan negara.

Kami mengapresiasi dan mendukung penuh apabila KPK memutuskan hukuman maksimal yaitu hukuman mati kepada para pelaku korupsi bansos tersebut di atas.

Memorandum ini didasarkan atas temuan dan kajian dari berbagai informasi resmi dan informasi yang beredar luas di masyarakat seperti media massa dan media sosial, serta laporan resmi dari pihak yang kompeten. (Amhar)

Continue Reading

Trending