Connect with us

Sosial

WULING DONASIKAN 5 UNIT AMBULANS DAN MOBIL KLINIK

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Wuling Motors (Wuling) hari ini 12 November 2019 melakukan serah terima 5 (lima) unit Confero yang dioperasikan sebagai ambulans dan mobil klinik kepada Rumah Zakat di Wuling Arista Bintaro, Tangerang Selatan. Acara yang bertajuk “Handover Ceremony Wuling Motors – Rumah Zakat” ini merupakan penanda dimulainya program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Xu Feiyun selaku Presiden Direktur Wuling Motors, mengatakan bahwa ini bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, kami secara nyata mewujudkan kepedulian sosial perusahaan dan meneguhkan komitmen bagi Indonesia, yakni berkontribusi di bidang kesehatan melalui program yang bekerjasama dengan Rumah Zakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan akses fasilitas kesehatan yang terjangkau, yang bersinergi dengan semangat Drive For A Better Life,” jelas Xu Feiyun (12/11).

Wuling mendonasikan 4 (empat) unit Confero sebagai ambulans yang melayani di tiga wilayah, yakni 1 (satu) unit di Jakarta Timur, 1 (satu) unit di Cikarang, dan 2 (dua) unit di Yogyakarta. Kemudian, 1 (satu) unit Confero lainnya beroperasi sebagai mobil klinik di Bogor. Selanjutnya, perwakilan Rumah Zakat setempat akan mengoperasikan unit tersebut untuk memberikan bantuan kesehatan bagi masyarakat di berbagai area tersebut.

Mengenai spesifikasi unit Confero yang digunakan memiliki kabin luas serta didukung mesin berkapasitas 1.500cc dengan tenaga 107 HP pada 5.800 rpm dan torsi maksimum 142 Nm di putaran 3.800-4.400 rpm. Kompetensi tersebut dipadukan dengan transmisi manual lima-percepatan.

Adapun Seluruh unit Confero yang didonasikan telah disesuaikan sehingga memiliki fasilitas seperti fixed central gas system, tempat duduk pendamping, kompartemen peralatan medis, sliding infuse, flooring anti bakteri, LED flashlight, alat pemadam api, adjustable examination lamp, adjustable lighting spotlight, hingga ambulance stretcher.

Rumah Zakat pun menyambut positif inisiatif yang dilakukan oleh Wuling. Lembaga filantropi yang telah berdiri sejak 1998 ini berkomitmen untuk terus melakukan pemberdayaan masyarakat melalui empat pilar, salah satunya adalah kesehatan, sehingga sejalan dengan program CSR Wuling ini.

Nur Effendi selaku CEO Rumah Zakat dalam kesempatan itu mengungkapkan, kolaborasi dengan Wuling merupakan langkah baru untuk meningkatkan pelayanan ambulans dan mobil klinik. Dengan beroperasinya Wuling Confero ini, dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan fasilitas kesehatan terutama di empat daerah tersebut.

“Dimana pada tahun 2018 ambulans Rumah Zakat dapat melayani 24.541 Penerima Manfaat dengan kekuatan armada 46 di 31 kota. Kontribusi ini tentunya didukung oleh berbagai pihak mitra. Alhamdulillah tentunya dengan dukungan dari Wuling akan menambah kembali kontribusi layanan ambulans,” Pungkas Nur Effendi menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Sosial

Gandeng BAPPENAS, Tanoto Foundation Dorong Implementasi Indeks Perkembangan Anak Usia Dini

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto di tahun 1981, hari ini menyeleggarakan seminar daring bertajuk “Komitmen Bersama Mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

Acara Webinar yang di gelar hari ini Kamis, 21 Oktober 2021 dilaksanakan oleh Tanoto Foundation bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), UNICEF, dan Sekretariat Nasional SDGs/ BAPPENAS.

Hadir sebagai pembicara adalah Eddy Henry, Head of ECED Tanoto Foundation; Ahmad Avenzora, Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat, BPS; Nina Sardjunani, Koordinator Tim Ahli Sekretariat SDGs/ BAPPENAS

Pembicara berikutnya yakni; Nugroho Warman, Education Specialist dan Bheta Arsyad, Social Policy (Statistics) Specialist, UNICEF; beserta
Asmara Wreksono, anggota Technical Advisory Group Tanoto Foundation dan Perwakilan Orang Tua.

Head of ECED Tanoto Foundation, Eddy Henry dalam paparanya mengatakan, Indonesia diprediksi akan menjadi negara berpenghasilan tinggi dan kekuatan ekonomi dunia pada 100 tahun kemerdekaannya di tahun 2045. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi Indonesia akan memiliki 318,9 juta penduduk.

“BPS pada 2018 menyebutkan jumlah penduduk tersebut didominasi oleh angkatan usia produktif (15-64) mencapai 70%,
sementara usia non-produktif sekitar 30%. Dari prediksi angka tersebut, Indonesia akan
mengalami bonus demografi yang menunjukkan tren positif bagi pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Namun, kata Eddy, masih banyak tantangan yang harus dihadapi; kesenjangan sosial, ketimpangan ekonomi, dan belum optimalnya kualitas sumber daya manusia Indonesia menjadi sejumlah persoalan yang perlu kita atasi.

“Upaya mengatasi persoalan dan menjawab tantangan di atas dilakukan pemerintah melalui
pelaksanaan agenda pembangunan berkelanjutan dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs),” imbuhnya.

Menurutnya, salah satu komitmen pemerintah dalam bidang pembangunan manusia adalah dengan dicanangkannya program nasional Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI).

“Komitmen tersebut selaras dengan indikator SDG 4.2.1. Perpres No. 60 Tahun 2013 tentang PAUD-HI mengamanatkan agar semua pihak, lintas kementerian/ lembaga, dan kalangan non-pemerintah bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan esensial anak usia dini dalam hal pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, dan
perlindungan serta kesejahteraan sosial, baik di tingkat nasional maupun daerah,” urai Eddy.

Oleh karena itu lanjut Eddy, melalui program Pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (Early Childhood Education and Development/ECED), Tanoto Foundation secara aktif dan kolaboratif mendukung upaya pemerintah dalam pencapaian SDGs dan mendorong pembangunan SDM Indonesia yang berkualitas.

Pada tahun 2020, Tanoto Foundation mendukung BPS dan UNICEF guna melakukan analisis data ECDI2030 (Early Childhood Development Index 2030) yang merupakan alat ukur berstandar global yang komprehensif untuk merekam pencapaian dari pertumbuhan kunci anak pada usia 24-59 bulan.

“Tanoto Foundation berkomitmen pada pembangunan anak usia dini dalam kerangka SDGs. Dengan adanya laporan analisis ECDI 2018 dan tersedianya instrumen ECDI2030, kami percaya pembangunan generasi bangsa Indonesia akan lebih terukur dan terarah”, jelas Head of ECED Tanoto Foundation, Eddy Henry.

Dia tambahkan, Kolaborasi tersebut dilanjutkan dengan peluncuran video dan materi edukasi ECDI2030, yang diluncurkan 21 Oktober 2021 dalam rangkaian webinar “Komitmen Bersama Mewujudkan Indonesia Emas 2045”.

Bheta Arsyad, Social Policy (Statistics) Specialist UNICEF menimpali, “Webinar ini bertujuan untuk mensosialisasikan ECDI2030 kepada para pemangku kepentingan terkait, baik dari lembaga pemerintah, swasta, masyarakat sipil maupun masyarakat pada umumnya dan khususnya para orang tua, sebagai ukuran yang berstandar global, untuk memonitor kemajuan perkembangan anak usia dini.

“Ini menjadi sangat penting bagi kita untuk menciptakan generasi mendatang yang tangguh, berkualitas, sehat dan berpendidikan tinggi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Sementara itu, Nugroho Warman, Education Specialist UNICEF menyampaikan, bahwa webinar ini sangat penting untuk memahami mengapa kita perlu mengadaptasi instrumen global ECDI2030 dan apa kepentingannya untuk anak-anak usia dini di Indonesia.

“Saya apresiasi Badan Pusat Statistik
Indonesia yang merencanakan implementasi instrumen ini secara regular melalui Susenas mulai tahun 2022 nanti,” tutur Nugroho, menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Sosial

Kepergok! Ulama dan Walikota Jaksel Ngumpul di Kediaman Ketum GPMI

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Kepergok!Para Ulama dan Umara serta Walikota Jakarta Selatan yang baru saja dilantik, Munjirin pagi ini kumpul di rumah kediaman Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia ( GPMI ), Ada Apa ?

Terungkap! Syarief hidayatulloh yang di kenal aktifis GoodBener ternyata mengadakan Tasyakuran 4 tahun Kepemimpinan dan Keberhasilan Anies Rasyid Baswedan dalam memimpin DKI Jakarta, dan sangat luar biasa pemotongan kue yang di lakukan oleh Walikota Jakarta Selatan

Sederetan Ulama Besar hadir dari mulai Ketua MUI KH Munahar Muktar, KH Makmun Al Ayyubi, Ketua (DMI )KH Luftu Zawawi Ketua Forum Ulama Habaib (Fuhab), KH Nurfadillah ( Ustad Tile) Habib Ali Abdulrahman Al Habsi ( Islamic Center Kwitang)
KH Fahrudin Albantani., KH Mahfud Asirun ketua Masjid Raya Jakarta Barat, Habib Hud.

Selain para alim ulama hadir juga Walikota Jakarta Selatan, yang baru saja di lantik, H.Munjirin di kediaman H. Syarief Hidayatulloh terlihat juga Perangkat Camat dan Lurah se- Kecamatan Mampang Prapatan

Tasyakuran yang di laksanakan bertepatan dengan pelantikan Gubernur DKI Jakarta 17 Oktober 2017 sampai Sekarang 17 Oktober 2021 tepat 4 tahun Anies Memimpin Jakarta.

Menurut Syarief Hidayatulloh, pria berkumis tebal mengatakan semua Janji kampanye Gubernur Anies telah terselesaikan dengan baik.

“Lhat saja perubahan Kota Jakarta yang sangat dahsyat selama 4 tahun ini di pimpin anies dan sudah bermanfaat bagi semua warga Jakarta Raya yang telah merasakan Maju Kotanya Bahagia warganya,” ungkap Pri Berkumis.

Menurutnya jika ada kekurangan tentunya hal wajar anies sebagai manusia biasa tidak sempurna.100% .

“Tetapi keberhasilan selama memimpin Jakarta di nilai sangat baik dan berhasil,” Pungkas Syarif menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Sosial

Ke Gorontalo, Menteri Suharso Tinjau Vaksinasi Hingga Lokasi Banjir

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo, Sabtu (9/10/2021).

Di Provinsi ini, Menteri diagendakan mengunjungi sejumlah tempat. Tempat pertama yang Menteri sambangi adalah Desa Talumelito. Disana Menteri meninjau sungai yang dindingnya ambrol akibat diterjang banjir beberapa minggu yang lalu.

Menteri mengatakan, masyarakat harus di edukasi agar menjauh dari bantaran sungai. Menurutnya, di beberapa negara yang pernah Menteri sambangi, sungai-sungai sudah kembali ke alam.

“Tidak perlu dibeton, justru harus di kasih tanaman. coba lihat sungai tadi, yang di sebelahnya ada pohon dan tanaman dia tidak di terjang banjir, tapi kalau ada perumahan, mereka bikin turap itu mereka di terjang sama air, jadi itu yang harus di ajarkan ke masyarakat dan hulunya harus di hijaukan kembali,” ungkap Menteri.

Usai meninjau lokasi banjir, Menteri melanjutkan perjalanan menuju lokasi vaksinasi di Sport Center Limboto. Disana. Menteri memantau pelaksanaan vasinasi warga sebanyak 2000 orang.

Berdasarkan data yang dihimpun Bappenas, kasus positif Covid-19 di Gorontalo sudah menurun drastis. Dalam sepekan terakhir, tercatat hanya ada 16 kasus baru.

Namun, capaian vaksinasi di provinsi ini tercatat masih rendah. Diketahui, capaian vaksinasi disini baru mencapai 19,12% untuk dosis ke dua, dan 40,59% untuk dosis pertama.

Saat meninjau pelaksanaan vaksinasi, Menteri mengimbau agar masyarakat dapat menerima semua jenis vaksin. Karena menurutnya, Gotontalo masih memerlukan 1 juta dosis vaksin lagi.

“Tadi saya di kasih tau Dinas Kesehatan, ada stok 50 ribu moderna disini. Jadi gak usah khawatir, karena vaksin punya tujuan yang sama. Kita tidak mengatakan mana yang terbaik,” pungkasnya. (Amhar)

Sumber: Tim Komunikasi Publik Bappenas

Continue Reading

Trending