Connect with us

EKONOMI

Peluncuran CEFIM Mendorong Investasi dan Pembiayaan di Bidang EBT.

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), Pemerintah mengembangkan Program “Clean Energy Finance and Investment Mobilisation (CEFIM)”. Program ini merupakan kerjasama Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Perekonomian dengan The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Peluncuran program CEFIM Indonesia berlangsung hari ini Jum’at 8 November 2019 di JI EXPO Kemayoran, Jakarta. Program CEPIM ini bertujuan untuk mendorong investasi dan pembiayaan di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) dan efisiensi energi.

Pemerintah Indonesia terus berupaya mengembangkan Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE). Hal ini termaktub dalam Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024 yang menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan capaian energi terbarukan sebesar 20% pada 2024.

“Untuk mencapai target tersebut tentunya membutuhkan dukungan pembiayaan, investasi dan perbaikan regulasi untuk mendukung pengembangan EBT,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kemenko Perekonomian Montty Girianna, dalam acara Launching Program “Clean Energy Finance and Investment Mobilisation” (CEFIM) Indonesia, di JI Expo Kemayoran.

Menurut Montty, Investasi infrastruktur ketenagalistrikan membutuhkan pembiayaan sekitar Rp400 triliun per tahun, sementara pada 2018, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) hanya mampu memenuhi sebesar Rp115 triliun, Untuk itu, diperlukan partisipasi sektor swasta dalam mengembangkan sektor energi.

“Indonesia telah mendapatkan peringkat Triple B (BBB) dan masuk dalam rating investment grade country dari lima lembaga pemeringkat internasional. Artinya bahwa investor seharusnya tidak perlu khawatir untuk berinvestasi di Indonesia,” tambahnya.

Pemerintah, lanjut Montty, menyadari masih banyak tantangan dalam pengembangan EBT. Di antaranya adalah masalah lahan, sosial, teknis perizinan, regulasi dan pendanaan. Untuk alternatif pembiayaan EBT, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 46 Tahun 2017 dan Peraturan Presiden No. 77 Tahun 2018, pemerintah telah membentuk Badan Layanan Umum Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

Sementara itu, Kemenko Perekonomian bekerja sama dengan The Organisation For Economic Co- Operation and Development (OECD) membentuk Program “Clean Energy Finance and Investment Mobilisation” (CEFIM). Program ini bertujuan memperkuat kondisi pemberdayaan domestik untuk mendorong investasi dan pembiayaan di bidang EBTKE, juga mendukung upaya nasional dalam pembangunan rendah karbon, serta menguatkan kerja sama bilateral dan multilateral.

Program ini dilaksanakan di lima negara yang tersebar di Amerika Latin, Asia selatan dan Asia Tenggara, dan akan berjalan dalam periode lima tahun yang dimulai pada Januari 2019. Program ini juga didukung secara finansial oleh Pemerintah Denmark.

Tiga aktivitas utama dalam program ini, yaitu: tinjauan pembiayaan energi bersih dan investasi; kegiatan pendukung implementasi; dan pembelajaran dari negara lain yang setara. Program ini juga akan berkontribusi terhadap implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), Paris Agreement, dan upaya-upaya lainnya dalam mendorong investasi dan pembiayaan energi bersih.

Program CEFIM akan menjembatani pembuat kebijakan dengan sektor finansial dan swasta. Program ini memanfaatkan jejaring OECD yang luas, mencakup entitas pemerintahan dan negara maju, serta hubungan dengan pengembang proyek, industri energi bersih, perbankan, institusi finansial internasional, dan organisasi internasional. (Amhar)

Continue Reading

EKONOMI

Bermitra Dengan Petrokimia Gresik, Jalal Sampaikan Bang Syamsul Siap

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Syamsul di mata praktisi media Jalaluddin Tapaul Jahidin adalah pengusaha ekspedisi yang sukses, hal ini tidak terlepas dari jiwa amanah yang melekat dalam mengelola roda bisnisnya tersebut.

Kantor ekspedisinya berada di samping Aeon Mall Tanjung Barat Jakarta Selatan yang sangat dekat dari staiun KRL

Jalal sempat bertandang ke kantor pria berdarah Aceh tersebut, kesan bersahaja terlihat tatkala berdialog dengannya

“Bang Syamsul ini kalau bicara apa adanya namun lugas, ia siap bermitra dengan PT Petrokimia Gresik terkait jasa pengiriman/ekspedisi maupun bentuk lainnya. “Ujar Jalal kepada awak media pokja BUMN melalui daring di Jakarta, Kamis (28/4/2022)

Untuk diketahui bahwa Direktur Utama PT Petrokimia Gresik adalah Dwi Satriyo Annurogo. Penjualan pupuk Petrokimia Gresik untuk pasar ritel domestik terbagi menjadi dua, yaitu pupuk untuk tanaman padi, jagung, dan kedelai yang terpusat di Jawa dan pupuk untuk tanaman perkebunan, seperti karet dan kelapa sawit, yang banyak disalurkan ke Sumatra dan Kalimantan.

“Untuk keperluan penyaluran melalui sistim ekspedisi Bang Syamsul sudah berpengalaman dan terpercaya, sehingga sesuai konsep AKHLAK BUMN. “Tandas Jalal

“Keterbukaan, keamanan serta amanah adalah konsep kerja dari Bang Syamsul, makanya ia dipercaya kostumer. Apalagi ini berkaitan dengan pengiriman barang yang harus dijamin sampai, inilah bentuk dari integritasnya

Lipsus: Timsus

Continue Reading

EKONOMI

Dr. Ali Mahsum Tetapkan Lily Wahid Sebagai WANBINNAS KERIS

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Dr. Ali Mahsum M. Biomed Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta (KERIS) menggelar Buka Puasa Bersama (Bukber) bersama Laksamana Madya TNI (Purn) DR. Mochammad Jurianto, SE., MM & Hj Lily Wahid, Rabu 6/4/2022 pukul 15.30 WIB – selesai bertempat di Pondok Gede Center’s Jl. Cempaka Putih Timur VII No 8 Jakarta Pusat.

Ketua Umum DPP APKLI, Dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed terpilih menjadi Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta (KERIS) periode 2022-2027, pada Kongres Ekonomi Rakyat yang berlangsung di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis malam, 24/3/2022.

Membuka Bukber dalam sambutannya, Ketua Umum KERIS mengungkapkan,
Dalam kongres tersebut, Saya telah menetapkan Laksdya TNI Purn DR M Jurianto, SE., MM., sebagai Ketua WANHATNAS, Hj. Lily Wahid sebagai WANBINNAS, dan Hery Haryanto Azumi SAg. MM., sebagai CEO Holding Ekonomi Rakyat KERIS

Terkait Ekonomi Rakyat, Dr. Ali Mahsum Atmo, M. Biomed, Ketum terpilih KERIS 2022-2027 mengatakan, bahwa KERIS akan merangkul semua kekuatan, memajukan semua organisasi usaha dan ekonomi rakyat yang hari ini ada diseluruh Tanah Air indonesia untuk menyatukan langkah, memperkokoh kebersamaan persatuan dan kesatuan antar pimpinan usaha ekonomi rakyat

“Sehingga kekuatan dan potensi ekonomi rakyat itu, yakni: kekuatan petani, nelayan, pedagang, buruh, TKI, sopir, ojek, pemulung, home industri, bidang seni dan budaya serta pelaku ekonomi rakyat uang lain mampu kita satukan dan kita aplikasikan untuk terkelola secara baik dan benar serta secara profesional,” ujanya.

Dengan demikian, kata Dr. Ali Mahsum M. Biomed, Saya yakin 65 juta usaha mikro kecil menengah yang terdata di KERIS akan berkembang maju dan unggul serta menjadi pilar utama kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa kita

“Dan karna itulah, menjadi harapan cita-cita kita bersama rakyat harus menjadi pilar utama perputaran, kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa dan negara,” pungkas Dr. Ali Mahsum M. Biomed Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta. (Amhar)

Continue Reading

EKONOMI

Pemerintah Keluarkan BLT MiGor, LaNyalla: Oligarki Sawit Menang Hattrick

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Pemerintah akhirnya mengeluarkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak kenaikan harga minyak goreng. Bantuan senilai Rp. 100 ribu per bulan akan diberikan 3 bulan kepada 20,5 juta masyarakat miskin dan 2,5 juta penjual gorengan.

Keputusan pemberian BLT tersebut dinilai Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, sebagai shortcut, karena Pemerintah tidak mampu melakukan paksaan terhadap perusahaan kelapa sawit dan turunannya untuk memastikan DMO (domestic market obligation) menjadi prioritas dan HET (harga eceran tertinggi) tetap di Rp.14 ribu per liter dapat berjalan di lapangan.

“Ini namanya Oligarki sawit menang tiga kali berturut-turut alias hattrick. Pertama, menang karena harga CPO dunia naik. Kedua menang karena akhirnya HET minyak murah dicabut pemerintah. Ketiga, menang karena pengumunan para mafia minyak goreng batal dan hilang ditelan bumi,” tandas LaNyalla, Senin (4/4/2022).

Dikatakan LaNyalla, kenaikan harga CPO membuat Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tahun 2021 mencatat rekor pengumpulan pungutan dana ekspor sebesar Rp.69 triliun lebih. Dengan nilai ekspor FOB Sawit di kisaran angka USD28,99 miliar atau sekitar Rp.409 triliun.

“Tapi jangan salah, dana di BPDPKS itu 90 persen kembali ke perusahaan kelapa sawit. Untuk peremajaan sawit dan untuk pengembangan proyek B-30. Kalau lihat dari alokasi, ada sisa sekitar Rp. 10 triliun. Itu mungkin yang digunakan untuk BLT, yang totalnya sekitar Rp. 7 trilliun,” tukas LaNyalla.

Jadi, lanjut LaNyalla, lagi-lagi negara harus mengalah dengan melakukan intercept agar pengusaha-pengusaha besar itu tidak rugi. Sehingga HET dicabut, diganti dengan bantuan BLT ke masyarakat, agar masyarakat punya daya beli harga keekonomian.

“Padahal sudah berulang kali saya sampaikan. Negara ini tidak akan mampu melakukan intercept atas semua kesulitan rakyat. Karena kemampuan negara sangat terbatas dengan sistem ekonomi seperti hari ini. Dimana semua kekayaan alam dikelola swasta dengan pola royalti,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan pemerintah memberi BLT untuk 2,5 juta pedagang kaki lima (PKL) gorengan, dan 20,5 juta keluarga yang berhak untuk meringankan beban masyarakat di tengah mahalnya harga minyak goreng. Nilainya Rp 300 ribu untuk bulan April, Mei dan Juni 2022. (Amhar)

Continue Reading

Trending