Connect with us

EKONOMI

Djumo Matini: Impor Pakaian Perlu Di Cegah

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – lndustri tekstil dan produk tekstil (TPT) saat ini butuh kebijakan yang mampu meningkatkan kinerja industri dari dalam negeri, terutama untuk lebih meningkatkan utilitas kapasitas mesin yang sudah terpasang.

Menyikapi hal tersebut, Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), sebagai Iembaga riset hari ini, Rabu 30 Oktober 2019, menggelar diskusi publik untuk membahas permasalahan serta solusi bagi pengembangan industri tekstil dan produk tekstil di Indonesia.

Di ketahui, gempuran impor tekstil dari Tiongkok menyeret surplus industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia. Pada 2018 industri ini hanya mencatatkan surplus sebanyak USD3,2 miliar, melorot ketimbang capaian surplus industri TPT pada 2016 yang mencapai USD4,6 miliar, “ungkap” Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti.

Dia menilai serbuan impor tekstil akibat dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 64 Tahun 2017 tentang Ketentuan Impor TPT. Meski telah direvisi dengan keluarnya Permendag Nomor 77 Tahun 2019, kebijakan itu belum mampu menjamin impor produk TPT melalui Pusat Logistik Berikat (PLB) berkurang.

“Revisi regulasi tersebut masih menimbulkan ketakutan di kalangan pelaku industri, seperti belum transparannya kuota impor hingga belum terlihat upaya untuk membatasi pengusaha dalam PLB untuk memperjualbelikan barang langsung ke pasar domestik,” ujar Esther dalam diskusi publik Upaya Penyelamatan Industri Tekstil Indonesia di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu, 30 Oktober 2019.

Di tempat yang sama saat ditemui awak media usai diskusi publik INDEF, Djumo Matini Presiden Direktur PT. Mitra Bangun Gemilang yang menyampaikan, bahwa
Impor pakaian itu perlu dicegah, karena kalau tidak di cegah bisa menghancurkan industri tekstil Indonesia. Yang penting under request misal harga 50 ribu permeter dia bikin 10 ribu, ini negara kita bisa rugi 10 persen.

“Industri tekstil yang ada di Indonesia mesin harus di ganti perlu mesin yang speednya cepat karena kualitas bisa jadi jelek, kebanyakan mesin berumur 40 tahun ke atas, perlu pakaian yang soft
(lunak) baru Indorama yang mulai investasi dan juga saya mau terus investasi,” tambahnya

Saya rencana akan menambah mesin dari 17 buah menjadi 45 mesin karena permintaan akan industri tekstil (sandang) kian hari makin meningkat seiring dengan jumlah penduduk bertambah, sekaligus industri ini untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Dan juga kita giat memperhatikan lingkungan, misal sisa plastik botol bisa didaur ulang menjadi bahan pakaian atau serat, dimana serat kain sintetis itu tinggal dikasih pigmen dan berbagai warna.

Selanjutnya, kain polister juga bisa menjadi serat dan pabrik kami (Tanggerang) selalu memperhatikan pembuangan limbah secara teratur,” ujar Djumo Matini.

Pemerintah perlu membuatkan industri kawasan khusus yang menjadi satu seperti di Cina, di Indonesia pabrik celupan masih terpisah-pisah dan membuang limbah ke kali ciliwung. Ini perlu pabrik celupan seluas 200 hektar dibuatkan segera di Indonesia,” ungkapnya.

Dia juga katakan bahwa dirinya juga aktif menggiat Lestarikan lingkungan dengan Yayasan Suci Budha Tzi dan saya juga masuk pengurus HKTI bidang sosial lingkungan. Harapan ke depan Saya lihat Tekstil Indonesia akan cerah seperti tahun 80 -an dengan PATAL Sandangnya.

Saya sekarang lagi menyewa gudang Patal Secang di Magelang yang ada kelelawar, dan saya akan bawa kawan-kawan dari Cina untuk mengembangkan industri tekstil Indonesia. Dan di Indonesia juga sudah banyak pemain tekstil dan guru besar saya selama ini adalah profesor Akip ( yang bangun PT.PATAL SANDANG) dan
Saya berharap industri Ulu seperti surinama. (red)

Continue Reading

EKONOMI

Bermitra Dengan Petrokimia Gresik, Jalal Sampaikan Bang Syamsul Siap

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Syamsul di mata praktisi media Jalaluddin Tapaul Jahidin adalah pengusaha ekspedisi yang sukses, hal ini tidak terlepas dari jiwa amanah yang melekat dalam mengelola roda bisnisnya tersebut.

Kantor ekspedisinya berada di samping Aeon Mall Tanjung Barat Jakarta Selatan yang sangat dekat dari staiun KRL

Jalal sempat bertandang ke kantor pria berdarah Aceh tersebut, kesan bersahaja terlihat tatkala berdialog dengannya

“Bang Syamsul ini kalau bicara apa adanya namun lugas, ia siap bermitra dengan PT Petrokimia Gresik terkait jasa pengiriman/ekspedisi maupun bentuk lainnya. “Ujar Jalal kepada awak media pokja BUMN melalui daring di Jakarta, Kamis (28/4/2022)

Untuk diketahui bahwa Direktur Utama PT Petrokimia Gresik adalah Dwi Satriyo Annurogo. Penjualan pupuk Petrokimia Gresik untuk pasar ritel domestik terbagi menjadi dua, yaitu pupuk untuk tanaman padi, jagung, dan kedelai yang terpusat di Jawa dan pupuk untuk tanaman perkebunan, seperti karet dan kelapa sawit, yang banyak disalurkan ke Sumatra dan Kalimantan.

“Untuk keperluan penyaluran melalui sistim ekspedisi Bang Syamsul sudah berpengalaman dan terpercaya, sehingga sesuai konsep AKHLAK BUMN. “Tandas Jalal

“Keterbukaan, keamanan serta amanah adalah konsep kerja dari Bang Syamsul, makanya ia dipercaya kostumer. Apalagi ini berkaitan dengan pengiriman barang yang harus dijamin sampai, inilah bentuk dari integritasnya

Lipsus: Timsus

Continue Reading

EKONOMI

Dr. Ali Mahsum Tetapkan Lily Wahid Sebagai WANBINNAS KERIS

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Dr. Ali Mahsum M. Biomed Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta (KERIS) menggelar Buka Puasa Bersama (Bukber) bersama Laksamana Madya TNI (Purn) DR. Mochammad Jurianto, SE., MM & Hj Lily Wahid, Rabu 6/4/2022 pukul 15.30 WIB – selesai bertempat di Pondok Gede Center’s Jl. Cempaka Putih Timur VII No 8 Jakarta Pusat.

Ketua Umum DPP APKLI, Dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed terpilih menjadi Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta (KERIS) periode 2022-2027, pada Kongres Ekonomi Rakyat yang berlangsung di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis malam, 24/3/2022.

Membuka Bukber dalam sambutannya, Ketua Umum KERIS mengungkapkan,
Dalam kongres tersebut, Saya telah menetapkan Laksdya TNI Purn DR M Jurianto, SE., MM., sebagai Ketua WANHATNAS, Hj. Lily Wahid sebagai WANBINNAS, dan Hery Haryanto Azumi SAg. MM., sebagai CEO Holding Ekonomi Rakyat KERIS

Terkait Ekonomi Rakyat, Dr. Ali Mahsum Atmo, M. Biomed, Ketum terpilih KERIS 2022-2027 mengatakan, bahwa KERIS akan merangkul semua kekuatan, memajukan semua organisasi usaha dan ekonomi rakyat yang hari ini ada diseluruh Tanah Air indonesia untuk menyatukan langkah, memperkokoh kebersamaan persatuan dan kesatuan antar pimpinan usaha ekonomi rakyat

“Sehingga kekuatan dan potensi ekonomi rakyat itu, yakni: kekuatan petani, nelayan, pedagang, buruh, TKI, sopir, ojek, pemulung, home industri, bidang seni dan budaya serta pelaku ekonomi rakyat uang lain mampu kita satukan dan kita aplikasikan untuk terkelola secara baik dan benar serta secara profesional,” ujanya.

Dengan demikian, kata Dr. Ali Mahsum M. Biomed, Saya yakin 65 juta usaha mikro kecil menengah yang terdata di KERIS akan berkembang maju dan unggul serta menjadi pilar utama kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa kita

“Dan karna itulah, menjadi harapan cita-cita kita bersama rakyat harus menjadi pilar utama perputaran, kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa dan negara,” pungkas Dr. Ali Mahsum M. Biomed Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta. (Amhar)

Continue Reading

EKONOMI

Pemerintah Keluarkan BLT MiGor, LaNyalla: Oligarki Sawit Menang Hattrick

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Pemerintah akhirnya mengeluarkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak kenaikan harga minyak goreng. Bantuan senilai Rp. 100 ribu per bulan akan diberikan 3 bulan kepada 20,5 juta masyarakat miskin dan 2,5 juta penjual gorengan.

Keputusan pemberian BLT tersebut dinilai Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, sebagai shortcut, karena Pemerintah tidak mampu melakukan paksaan terhadap perusahaan kelapa sawit dan turunannya untuk memastikan DMO (domestic market obligation) menjadi prioritas dan HET (harga eceran tertinggi) tetap di Rp.14 ribu per liter dapat berjalan di lapangan.

“Ini namanya Oligarki sawit menang tiga kali berturut-turut alias hattrick. Pertama, menang karena harga CPO dunia naik. Kedua menang karena akhirnya HET minyak murah dicabut pemerintah. Ketiga, menang karena pengumunan para mafia minyak goreng batal dan hilang ditelan bumi,” tandas LaNyalla, Senin (4/4/2022).

Dikatakan LaNyalla, kenaikan harga CPO membuat Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tahun 2021 mencatat rekor pengumpulan pungutan dana ekspor sebesar Rp.69 triliun lebih. Dengan nilai ekspor FOB Sawit di kisaran angka USD28,99 miliar atau sekitar Rp.409 triliun.

“Tapi jangan salah, dana di BPDPKS itu 90 persen kembali ke perusahaan kelapa sawit. Untuk peremajaan sawit dan untuk pengembangan proyek B-30. Kalau lihat dari alokasi, ada sisa sekitar Rp. 10 triliun. Itu mungkin yang digunakan untuk BLT, yang totalnya sekitar Rp. 7 trilliun,” tukas LaNyalla.

Jadi, lanjut LaNyalla, lagi-lagi negara harus mengalah dengan melakukan intercept agar pengusaha-pengusaha besar itu tidak rugi. Sehingga HET dicabut, diganti dengan bantuan BLT ke masyarakat, agar masyarakat punya daya beli harga keekonomian.

“Padahal sudah berulang kali saya sampaikan. Negara ini tidak akan mampu melakukan intercept atas semua kesulitan rakyat. Karena kemampuan negara sangat terbatas dengan sistem ekonomi seperti hari ini. Dimana semua kekayaan alam dikelola swasta dengan pola royalti,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan pemerintah memberi BLT untuk 2,5 juta pedagang kaki lima (PKL) gorengan, dan 20,5 juta keluarga yang berhak untuk meringankan beban masyarakat di tengah mahalnya harga minyak goreng. Nilainya Rp 300 ribu untuk bulan April, Mei dan Juni 2022. (Amhar)

Continue Reading

Trending